AKU PEMERAN UTAMA

AKU PEMERAN UTAMA
Bab 6 : Pembalasan


__ADS_3

Esok paginya, Nora dan Sean pergi ke klinik kandungan. Tentu saja sebagai calon orang tua mereka ingin yang terbaik untuk bayi mereka.


Pemeriksaan berjalan dengan lancar, kandungan Nora sangat sehat walaupun begitu mulai dari sekarang Nora harus menghilangkan proses dietnya karena itu berpengaruh buruk untuk janin.


“Daddy, mommy sangat lelah bisa kah kita pulang?” pinta Nora manja.


“Tentu saja kita akan segera pulang baby.”


Tanpa mereka sadari dari tadi ada seseorang yang sedang memperhatikan dan mengambil foto Nora dan Sean dari awal hingga mobil menghilang.


Pria bermasker hitam itu menghubungi seseorang.


“Burung telah terbang.”


“Kerja bagus.”


Penerima telpon tidak lain adalah Amel, Amel sudah memilih jalan yang benar. Setelah panggilan putus Amel menelpon seseorang.


“Sekarang, burung meluncur.”


“Siap laksanakan!”


Sekarang Amel kembali melanjutkan pekerjaannya, sebentar lagi akan ada berita menggemparkan satu negri. Atas perintah Eleanor hari ini vidio porno Sean dan Nora akan tersebar luas di media sosial dan stastiun televisi.


“Nona, Tuan selamat datang kembali,” ujar Amel menyambut kedatangan Nora dan Sean.


“Kakaku dimana?” tanya Nora


“Nyonya masih berada di kediaman Tuan besar, Nona.”


“Bagus, segera beritahu aku jika kakak pulang,” ujar Nora membuat Amel menganggukan kepalanya dengan patuh.


“Amel, tolong siapkan susu hangat untuk Nora,” pinta Sean sambil mengelus perut datar Nora.


“Bayi kami harus selalu sehat, benarkan sayang,” ujar Nora pada Sean, seisi rumah sudah tahu tentang perselingkuhan Sean dan Nora, hanya saja mereka menutup mata dan telinga sehingga ini adalah pandangan yang sudah biasa terjadi.


“Saya permisi Tuan, Nona.”


Baru saja duduk ditepi ranjang, ponsel Sean terus berdering membuatnya segera mengangkat panggilan, bukan hanya Sean saja tapi begitupun dengan ponsel Nora, tetapi Nora mengabaikannya.


“Tuan, apa yang sebenarnya terjadi. Saham perusahaan jatuh merosot dan para tander banyak yang menarik saham mereka.”


“Apa maksudmu, bicara dengan benar. Kenapa itu bisa terjadi.”


“Tuan, harus melihat sendiri. Cepatlah datang ke kantor Tuan.”


Sean membelak kan matanya ketika membuka link yang dikirimkan oleh tangan kanannya. Terdapat rekaman percintaan panas dirinya dan Nora. Perasaan Sean sekarang campur aduk, bagaimana ini bisa tersebar luas. Walaupun kedua wajah mereka di blur tetap saja Sean tahu itu vidio panas mereka, dan ada keterangan foto Sean dan Nora dibawah vidio yang diblur.

__ADS_1


“Sialan!” maki Sean kesal lalu melempar ponselnya.


“Apa yang terjadi sayang?” tanya Nora ikut panik lalu mengambil ponsel Sean, untung masih bisa dihidupkan.


Nora terduduk lemas, bagaimana ini. Kebahagiaan mereka hilang dalam sekejab.


“Sayang, bagaimana ini? Perusahaan? Karir? Bayi? Pernikahan kita? Bagaimana dengan kakak?” tanya Nora menangis dipelukan Sean.


“Tenang saja sayang, aku akan mengurus semuanya. Kakakmu itu bodoh sayang, biar aku yang urus. Aku akan ke kantor sekarang.” Sean menghapus air mata Nora.


Setelah itu Sean bergegas ke kantor, ia harus menyelesaikan semuanya. Sementara itu Nora mencari sesuatu didalam kamarnya.


‘Penyusup sialan!’ umpat Nora mencari kamera pengintai ataupun yang berhubungan dengan itu, karena vidio yang tersebar berada didalam kamarnya.


“SIALAN! MENGAPA TIDAK ADA YANG BERJALAN DENGAN LANCAR!” teriak Nora kesal karena ia tidak menemukan satupun kamera pengintai, kamar Nora sudah seperti kapal pecah sekarang. Nora terduduk lemas dilantai, bagaimana nasibnya kedepannya. Nora harus meminta bantuan pada kakaknya.


Amel sedang berada dibelakang rumah, ia membakar semua kamera pengintai serta alat lainnya. Sekarang waktunya Amel bersantai dan menikmati drama.


Amel menelpon Eleanor, memberitahu kalau dirumah sudah bersih.


“Nyonya semuanya sudah bersih.”


“Kerja bagus.”


Sekarang Eleanor sedang bermain dengan Cessa, ia melihat sekilas berita dari ponselnya dan Amel melakukan kerja nya dengan baik.


“Mama, Cessa mengantuk,” ujar Cessa karena telah puas bermain.


“Nanti kalau Cessa membuka mata mama akan pergi.”


Eleanor terdiam, benar Eleanor sudah merencakan untuk pulang setelah Cessa tidur siang. Demam Cessa sudah membaik dan Eleanor sangat ingin pulang melihat wajah Sean dan Nora.


“Aunty akan tetap disini, tidurlah sweety,” ujar Eleanor membawa Cessa keatas pangkuannya.


“Janji.”


“Aunty janji.”


Eleanor melihat saham nya yang terus menurun walaupun begitu Eleanor masih diam, sekarang masih belum saatnya. Sementara itu Kasus Nora dan Sean menduduki pringkat 1 di sosial media.


“Apakah kau tidak bekerja Liam?” tanya Eleanor ketika melihat Liam masih berdiri disamping pintu kamar Cessa.


“I’m boss.”


“Ya ya,” ujar Eleanor sambil memutar bola matanya dengan malas.


Beberapa menit kemudian Liam menutup pintu dan pergi keruang kerjanya.

__ADS_1


“Dasar tidak jelas,” gumam Eleanor pelan.


Liam sudah berada diruang kerjanya, disana Nial sedang sibuk bekerja. Lelah sekali, tapi bosnya tampak tidak peduli pada pekerjaan.


“Apa semua ini?” tanya Liam ketika melihat berkas-berkas yang menumpuk diatas meja kerja.


“Berkas yang harus Tuan periksa dan tanda tangani Tuan,” jawab Nial lemah karena lelah.


“Sudah kau cari siapa yang menyebarkan vidio Sean?”


“Sudah Tuan, yang menyebarkan vidio itu adalah pelayan Nona Eleanor atas perintah Nona Eleanor,” jawab Nial memberikan laporannya.


Liam tidak bertanya lagi sekarang ia sedang tersenyum, ternyata Eleanor sangat cerdas.


“Apa Tuan akan segera bertindak?” tanya Nial membuat Liam menggelengkan kepalanya.


“Jangan ikut campur, El akan menyelesaikan semuanya sendiri.” Liam sangat yakin dengan ini.


“Baik Tuan.”


Kemudian Liam dan Nial kembali melanjutkan pekerjaan yang menumpuk, tiada hari tampan pekerjaan yang menumpuk.


Ditempat lain, Nora sekarang sudah seperti orang gila. Ia mengumpulkan semua pelayan dirumah.


“Katakan siapa yang menyebarkan vidioku dan Sean!” teriak Nora kencang.


Semua diam tidak ada yang menjawab membuat Nora semakin kesal.


“Amel, siksa mereka semua sampai ada yang mengaku. Ada pengkhianat dirumah ini.” Nora memberikan perintah.


“Baik Nona.”


Amel membawa seluruh pelayan keruang penyiksaan, ia mengeluarkan cambuk untuk menyiksa pelayan lainnya.


“Ini akan sakit, tapi percayalah Nyonya akan membayar lebih untuk rasa sakit kalian.”


Para pelayan menganggukan kepalanya, Amel mulai melecuti satu persatu pelayan. Suara teriakan memenuhi ruangan.


“Apakah pelakunya sudah ditemukan?” tanya Nora masuk keruang penyiksaan.


“Belum Nona.”


Nora mengambil cambuk lalu melecuti Amel, Nora sangat marah sekarang. Kalau tidak ada diantara mereka pelakunya hanya satu yaitu kakaknya. Tapi itu tidak mungkin, karena kakaknya tidak tahu tentang perselingkuhan dirinya dengan Sean.


“Nona, pelayan bernama Silla berhenti 3 hari yang lalu. Kami curiga kalau dia pelakunya, Silla sepertinya mempunyai dendam pada Tuan karena Tuan menolak rayuan Silla.” Amel memberi laporan.


“Kurang ajar, sewa orang untuk segera mencari pelayan itu!”

__ADS_1


“Baik Nona.”


Sementara itu pelayan yang bernama Silla itu sedang berada di Jerman menikmati liburan yang diberikan oleh Eleanor.


__ADS_2