AKU PEMERAN UTAMA

AKU PEMERAN UTAMA
Bab 45 : Baik-baik saja?


__ADS_3

“Maukah kau ikut dengan ku?” Tanya Liam pada Eleanor, wanita itu sudah tidak menangis lagi, namun mata dan hidung nya terlihat memerah akibat menangis.


“Aku ingin mengenalkan mu dengan seseorang.” Lanjut Liam karena Eleanor hanya diam. Liam menggenggam tangan Eleanor dan membawa nya ke pusara yang tidak jauh dari tempat baby bear. Liam melepaskan genggaman nya pada tangan Eleanor, kemudian berlutut di samping pusara yang bertuliskan Allegra Keith dan Clairine Tricia Keith.


“Sudah lama aku tidak mengunjungi kalian, terakhir kali aku mengunjungi kalian aku hanya datang seorang diri, namun kali ini aku datang bersama wanita cantik dan baik hati bernama Eleanor Jungwirth, aku harap grandpa dan grandma menyetujui dan merestui hubungan kami.” Liam melirik ke arah Eleanor yang juga tengah menatap nya.


“Kami baru saja kehilangan calon anak kami, ia ada disini juga, aku berharap jika kalian akan bertemu di surga. Kami memanggil nya dengan nama baby bear, aku harap grandpa dan grandma menjaga nya untuk kami disini.” Drex memberikan bunga yang ia pegang pada Tuan nya, yang kemudian Liam letakan di antara batu nisan grandpa dan grandma nya, mereka di kuburkan saling bersampingan, karena keinginan mereka jika sudah meninggal.


Liam menarik tangan Eleanor agar ikut bergabung dengan nya, Liam ingin menunjukan wanita yang ia maksud.


“Aku harap grandpa dan grandma merestui hubungan kami, jagalah baby bear untuk kami, semoga kalian bahagia di surga.” Hanya itu lah kata kata yang mampu Eleanor sampaikan kepada grandpa dan grandma Liam.


“Kami pamit, kami akan lebih sering mengunjungi kalian.” Sebelum pergi Liam lebih dahulu mengusap batu nisan kedua nya.


Liam dan Eleanor sedang berjalan meninggalkan tempat ini, namun sesekali Eleanor masih menoleh ke arah belakang untuk melihat ke pusara baby bear.


“El.” Liam tahu jika Eleanor seperti belum rela meninggalkan tempat ini.


“Aku harus segera pergi ke kantor, kau tak apa kan jika harus kembali ke Mansion tanpa ku. Drex akan menemani mu,” ucap Liam ketika mereka sudah berada di dekat mobil.


“Tak apa Liam, aku akan tetap aman bersama Drex.”


“Kau pergilah, aku akan menunggu mu di Mansion.” Eleanor sejenak melupakan kesedihan nya, jika ia terus bersedih, ia yakin jika Liam tidak akan pergi ke kantor dan justru menemani nya kembali ke Mansion, Eleanor tidak ingin menjadi egois.


“Aku akan memberi mu kabar jika sudah berada di kantor.” Liam memeluk dan mencium Eleanor sebelum wanita itu masuk ke dalam mobil.


“Mari Tuan.” Nial juga berada disini saat Liam dan Eleanor sedang berada di pusara anak nya, Nial membuka pintu mobil agar Liam lebih mudah untuk masuk.


Namun Liam menunggu mobil Eleanor bergerak dahulu baru lah ia memasuki mobil yang akan membawa nya menuju tempat yang ia tunggu tunggu.

__ADS_1


Liam berbohong kepada Eleanor, ia tidak pergi ke kantor namun ia pergi ke suatu tempat rahasia.


*


Mobil Eleanor mulai bergerak meninggalkan area pemakaman keluarga Keith, ia terus saja melihat ke arah belakang hingga mobil yang ia tumpangi melesat jauh yang membuat dirinya tidak bisa melihat area itu. Bahkan ia melupakan keberadaan Liam yang masih berada disitu.


Eleanor juga baru tahu jika grandpa dan grandma Liam sudah tiada. Bagaimana bisa Liam bisa setegar itu, ia bahkan tidak terlihat sedih, Liam sangat pandai menyembunyikan kesedihan nya.


“Nona Eleanor.” Panggil Drex, karena Eleanor terus saja melamun, Drex tidak tahu apa yang sedang di pikirkan oleh tunangan Tuan nya itu.


“Ya,” jawab Eleanor singkat, mata nya masih terlihat berair dan hidung yang memerah, suara nya juga terdengar serak.


“Apa Nona baik baik saja?” Drex harus memastikan keadaan Eleanor, jika terjadi masalah maka Drex akan terkena amukan dari Liam.


“Tidak, tidak ada.” Eleanor menatap jalanan yang di penuhi oleh kendaraan.


“Sudah ku bilang jangan panggil aku dengan sebutan itu jika tidak ada Liam, panggil El saja.” Eleanor sudah berulang kali mengatakan nya pada Drex, tapi bodyguard Liam itu tetap saja memanggilnya dengan sebutan Nona.


“Maafkan saya Non- maksud saya maafkan saya El.” Drex tidak terbiasa memanggil nya hanya dengan nama, karena itu sudah menjadi kebiasaan nya.


“Ck, dan jangan bicara formal padaku. Kau hanya perlu bicara formal padaku jika ada Liam.”


“Apa kau mengerti?” Eleanor menatap Drex melalui kaca mobil.


“Baiklah El,” jawab Drex meskipun masih terasa aneh di lidah nya.


“Bisakah kau mengantar ku ke coffee shop.” Seperti nya Eleanor membutuhkan sedikit kopi untuk menyegarkan pikiran nya kembali.


“Baiklah El.” Drex kemudian mencari coffe shop yang terkenal enak di dekat Mansion baru Eleanor.

__ADS_1


Mobil yang Eleanor tumpangi sudah terparkir di depan coffe shop, tempat ini memiliki design yang minimalis namun terlihat mewah, juga sedikit ramai pengunjung.


Drex membukakan pintu untuk Eleanor, lalu mengikuti Eleanor masuk ke dalam coffe shop dari belakang.


“Drex, kau ingin memesan apa?” Tanya Eleanor, ia selalu menawarkan minuman dan makanan pada Drex atau bodyguard Liam yang lain jika sedang mengawasi nya.


“Tidak perlu,” jawab Drex, meskipun di dalam hati nya ia sangat menginginkan ice americano.


“Cepat katakan Drex, kau perlu kopi untuk mengawasi ku.” Eleanor memicingkan mata nya, agar Drex merasa terintimidasi.


“Oh baiklah, jika begitu aku ingin ice americano.” Drex berpura pura merasa takut dengan tatapan Eleanor.


Eleanor lalu berkata pada pelayan untuk memesan minuman nya dan juga minuman Drex. Setelah mendapatkan minuman nya, Eleanor terlihat bingung mencari tempat duduk, karena di lantai ini sudah penuh oleh pengunjung lain.


“Seperti nya di lantai sudah penuh El, apa kau tidak keberatan jika meminum nya di lantai atas.” Tawar Drex, karena sebelum nya ia sudah pernah kemari.


“Baiklah.” Eleanor lalu berjalan menuju lantai atas dengan tangan yang memegang minuman nya, Drex tadi menawarkan diri untuk membawakan minuman nya namun Eleanor menolak nya secara halus. Eleanor hanya memesan minuman, karena ia masih kenyang.


“Duduklah bersama ku.” Eleanor sudah mendapatkan tempat duduk nya, dan Drex masih berdiri di belakang tubuh nya dengan memegang kopi nya.


“Tidak perlu El.” Apa Eleanor tidak tahu jika Drex merasa takut jika ketahuan Liam, bukan karena ada nya suatu hubungan di antara mereka. Namun Liam adalah pria yang sangat posesif.


“El, ponsel mu berdering,” ujar Drex, karena terlalu fokus menikmati minuman nya Eleanor tidak menyadari jika ponsel nya berdering.


“Apa kau sudah sampai kantor Liam.” Yang menelpon Eleanor adalah Liam.


“Belum, apa kau sangat menikmati minuman mu hingga lama mengangkat telpon dari ku.” Liam mengetahui jika posisi Eleanor kini berada di coffe shop.


“Bagaimana bisa kau tahu, aku bahkan tidak mengirimu pesan.” Eleanor lalu menatap Drex mencurigai bodyguard Liam yang selalu saja mengadu pada Tuan nya, namun Drex hanya tersenyum tanpa rasa bersalah nya.

__ADS_1


__ADS_2