
BAB 18 Kesepakatan Dua Geng Motor
Di tempat yang terpisah, ketua geng Shadow Speed, Max sedang duduk di ruangannya yang penuh dengan nuansa kekuasaan dan aura intimidasi. Suasana hening terputus oleh derap langkah yang semakin dekat. Pintu ruangan terbuka, dan di hadapan Max muncul seseorang dengan wajah yang terlihat tegang.
“Boss, mereka sedang menyiapkan data untuk membuka lagi kasus Arsen,” ucapnya.
Informan tersebut memberikan kabar terbaru kepada Max mengenai pertemuan Dioneel dengan Axel.
Max segera menyadari bahwa pertemuan ini tidak biasa. Ada ketegangan yang terasa di udara. Kabar tentang pembukaan kembali kasus Arsen, seorang anggota geng Death Squad yang disiksa secara misterius beberapa tahun yang lalu, sudah menyebar ke telinga Max. Dia tahu bahwa geng Shadow Speed sangat terkait dengan kasus tersebut, dan sekarang mereka akan kembali tercekal.
“Apa lagi yang kau ketahui?” tanya Max.
“Belum ada Boss,” jawab si informan.
Kembali lagi ke markas Death Squad.
“Sialnya, aku juga kehilangan kekasihku karena Max, aku ingin dia bertanggung jawab atas apa yang telah terjadi. Aku sangat siap menghadapi konsekuensi dari tindakan ini, jika itu berarti memberikan keadilan yang pantas baginya, aku ingin Max hancur.” Axel menegaskan alasannya bergabung kepada Dioneel.
“Itu adalah sikap yang luar biasa, Axel. Kita semua memiliki kesalahan dalam insiden itu, dan penting bagi kita untuk mengambil tanggung jawab kita. Dengan begitu, kita bisa mengatakan diri kita lelaki gentel bukan?” sahut Dioneel.
Axel menyambut baik, dia terlihat bersemangat. “Saatnya kita mulai merencanakan langkah selanjutnya. Kita harus mencari bukti-bukti baru yang bisa membantu kasus ini. Selain itu, kita juga harus mempersiapkan diri secara mental dan emosional untuk perjalanan yang berat ini.
__ADS_1
“Gue setuju. Kita akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencari bukti dan mengumpulkan informasi yang dapat membantu dalam penyelidikan. Kita harus melibatkan pihak berwenang dan memastikan bahwa prosesnya adil dan objektif.”
“Itu benar. Tujuan utama kita adalah membantu Arsen pulih dan mendapatkan keadilan yang ia butuhkan.”
Mereka pun mulai merencanakan strategi mereka, membahas tindakan yang harus diambil, dan mencari cara untuk mengumpulkan bukti yang diperlukan. Semangat mereka semakin kuat, dan mereka merasa yakin bahwa dengan kesatuan dan tekadnya, mereka dapat membantu Arsen melalui proses yang sulit ini.
"Dioneel, gue menghormati hubungan kita yang baru saja terjalin ini," ujar Axel dengan suara tenang. "Tapi mengenai kasus Arsen, aku harus mengatakan bahwa aku tidak tahu apa-apa. Kami, Black Moon, tidak terlibat dalam kematiannya."
Dioneel menatap Axel dengan tatapan yang mencerminkan keraguan. Namun, dia juga tahu bahwa Axel tidak akan menyembunyikan informasi yang penting seperti ini.
"Aku tidak percaya begitu saja, Axel," kata Dioneel dengan suara serak. "Arsen adalah anggota gengku, dan insiden brutal itumemang hanya menyeret Max dan Shadow Speed. . Aku ingin keadilan untuknya."
Axel berdiri dari kursinya, menunjukkan sikap yang tegas dan teguh. "Dioneel, aku mengerti perasaanmu. Tapi percayalah, Black Moon tidak terlibat dalam kasus ini. Kami tidak akan menyerang gengmu dalam hal ini."
"Baiklah, Axel. Aku akan mempercayaimu kali ini," kata Dioneel dengan suara yang sedikit lebih lembut. "Tapi jika ada bukti yang mengarah pada salah satu Back Moon, aku tidak akan ragu untuk mengambil tindakan yang sesuai."
Axel mengangguk sebagai tanda pengertian. Dia tahu bahwa kepercayaan yang baru saja diberikan oleh Dioneel tidaklah mudah didapat, dan dia harus mempertahankannya dengan baik.
"Mari kita berharap bahwa kasus Arsen akan segera terpecahkan.
Sementara itu di tempat kerja Aletta.
__ADS_1
Dia sedang bekerja dengan profesionalitas dan dedikasi. Aletta berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada setiap pembeli yang datang.
Saat ini, Aletta sedang melayani salah satu pembeli mobil yang tengah tertarik pada salah satu model yang tersedia. Ia dengan sabar menjawab pertanyaan-pertanyaan pembeli, memberikan informasi yang diperlukan, dan membantu dalam memilih mobil yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan mereka.
“Ini jauh lebih baik, pilihannya.”
“Anda memiliki selera yang bagus Pak,” jawab Aletta.
Namun, saat sedang berada di tengah-tengah proses penjualan, seorang rekannya datang dan tanpa basa-basi langsung merendahkannya dengan kata-kata yang kejam. Rekan kerjanya tersebut mengatakan bahwa Aletta pasti telah menjual tubuhnya kepada para pembeli yang tengah menunggu giliran untuk dilayani. Kata-kata tersebut diucapkan dengan nada merendahkan, mencoba menjatuhkan Aletta di hadapan pembeli yang sedang ia layani.
Aletta terkejut dan terpukul mendengar perkataan tersebut. Ia merasa sangat tidak pantas dirinya dihina seperti itu di tempat kerja, terutama di hadapan pembeli yang seharusnya ia layani dengan sepenuh hati. Namun, Aletta memilih untuk tetap tenang dan menjaga sikap profesionalnya. Ia tidak ingin menimbulkan konflik atau mempengaruhi citra perusahaan tempat ia bekerja.
Aletta melanjutkan proses penjualan dengan penuh kesabaran dan keprofesionalan. Ia mengabaikan kata-kata merendahkan dari rekannya dan tetap fokus pada kebutuhan pembeli yang sedang ia layani. Ia memberikan informasi yang jelas dan objektif tentang mobil yang mereka minati, membantu mereka mencari solusi finansial yang sesuai, dan menjawab semua pertanyaan mereka dengan ramah.
Meskipun hatinya sedang terluka dan pikirannya terganggu oleh perkataan yang tidak adil tersebut, Aletta tetap melaksanakan tugasnya dengan dedikasi. Ia mengerti bahwa pelayanan yang baik dan profesional adalah kunci untuk memenangkan kepercayaan pelanggan. Ia tidak ingin mengorbankan reputasi baiknya dan citra perusahaan hanya karena provokasi dari seorang rekan kerja yang tidak bertanggung jawab.
Setelah transaksi penjualan selesai dan pembeli meninggalkan showroom, Aletta mencari waktu untuk berbicara dengan atasan atau manajer tempat ia bekerja. Ia ingin melaporkan insiden yang terjadi dan menjelaskan situasi yang sebenarnya. Aletta percaya bahwa perlu adanya tindakan yang diambil untuk mengatasi perilaku merendahkan tersebut agar tidak terulang di masa depan.
Manajer tempat kerja Aletta mendengarkan keluhan dan penjelasan yang diberikan. Ia menghargai sikap profesional Aletta dalam menghadapi situasi tersebut dan berjanji akan mengambil langkah-langkah yang tep
Langkah-langkah yang tepat untuk menangani insiden ini. Manajer berjanji akan melakukan penyelidikan internal terhadap rekannya yang telah merendahkan Aletta. Mereka berkomitmen untuk menegakkan keadilan dan menindak tegas pelanggaran etika dan perilaku yang tidak pantas di tempat kerja.
__ADS_1
Selain itu, manajer juga mengakui kontribusi dan dedikasi Aletta dalam pekerjaannya. Mereka memberikan apresiasi atas sikap profesional yang ditunjukkan Aletta dalam menghadapi situasi tersebut. Manajer berjanji untuk memberikan dukungan dan perlindungan kepada Aletta, serta memastikan bahwa insiden semacam ini tidak terjadi lagi di masa depan.
Setelah melaporkan insiden tersebut, Aletta merasa lega dan mendapatkan rasa keadilan. Ia menyadari bahwa apa yang dikatakan oleh rekannya tidaklah benar dan tidak pantas. Ia tidak pernah menjual tubuhnya kepada siapa pun, termasuk para pembeli yang ia layani dengan sepenuh hati di showroom mobil.