Aletta Si Cantik Milik Bad Boy Billioner

Aletta Si Cantik Milik Bad Boy Billioner
Bab 44


__ADS_3

Keesokan pagi, sinar matahari yang hangat menyusup lewat celah-celah jendela dan membangunkan Dioneel dari tidurnya. Dia menggeliat dan merasakan sedikit kegembiraan dalam dirinya, karena hari ini dia akan bertemu dengan Kenzie, seorang pengacara yang akan membantunya meluruskan kasus kekerasan terhadap Arsen yang melibatkan Axel. Dioneel tahu bahwa pertemuan ini sangat penting dalam mencari keadilan bagi Arsen, seorang teman baiknya yang menjadi korban kekerasan.


Setelah membersihkan diri dan mengenakan pakaian yang rapi, Dioneel dengan penuh semangat keluar dari rumahnya. Langit biru cerah dan segar menyambutnya, mencerminkan harapannya yang tinggi untuk memperjuangkan kebenaran. Dia melangkah cepat menuju kafe tempat pertemuan mereka, berharap bahwa hari ini akan menjadi langkah awal dalam memperoleh keadilan untuk Arsen.


Sampai di kafe, Dioneel melihat Kenzie sedang duduk di sudut ruangan dengan secangkir kopi di tangan. Dia terlihat profesional dengan setelan jasnya yang rapi dan buku catatan yang terbuka di hadapannya. Dioneel berjalan mendekati meja itu, dan Kenzie tersenyum hangat menyambutnya.


Kenzie: "Selamat pagi, Dioneel! Saya senang bisa bertemu dengan Anda hari ini. Bagaimana kabar Anda?"


Dioneel: "Selamat pagi, Kenzie. Saya baik-baik saja, meski sedikit gugup. Saya sangat berterima kasih bahwa Anda bersedia membantu saya dalam kasus ini."


Kenzie: "Tentu saja, Dioneel. Saya paham betapa pentingnya mendapatkan keadilan untuk Arsen. Dia tidak boleh menjadi korban tanpa mendapatkan perlindungan hukum yang layak. Saya sudah mempelajari kasus ini dengan seksama, dan saya percaya kita memiliki bukti yang kuat untuk melawan Axel."


Dioneel merasa lega mendengar itu. Dia merasa dihadapkan pada pengacara yang berpengalaman dan berdedikasi yang akan membantu melindungi hak Arsen.


Dioneel: "Terima kasih, Kenzie. Saya berharap kita dapat memulai langkah-langkah hukum yang diperlukan untuk menuntut keadilan. Apa rencana Anda selanjutnya?"


Kenzie: "Pertama, saya ingin mendengarkan versi lengkap dari apa yang terjadi pada saat kekerasan tersebut. Setelah itu, saya akan memeriksa bukti yang Anda miliki dan melakukan investigasi lebih lanjut. Kita harus memastikan bahwa kita memiliki dasar yang kuat untuk mengajukan gugatan kepada Axel."


Dioneel: "Saya siap memberikan kesaksian saya dan memberikan semua informasi yang Anda butuhkan. Saya ingin memastikan bahwa Axel bertanggung jawab atas tindakan kekerasan yang dilakukannya terhadap Arsen."


Kenzie: "Saya mengerti perasaan Anda, Dioneel. Kita akan melawan dengan hukum yang ada dan memperjuangkan keadilan untuk Arsen. Saya yakin kita bisa mencapai hasil yang baik."


Dioneel merasa semangat yang semakin membara saat mendengar kepercayaan dan dukungan dari Kenzie. Dia menyadari bahwa dalam perjalanan panjang menuju keadilan, dia tidak sendirian. Mereka berdua akan menjadi tim yang tangguh, berjuang untuk membongkar kebenaran dan memastikan Axel bertanggung jawab atas tindakannya.

__ADS_1


Dengan semangat baru yang menyala-nyala, Dioneel dan Kenzie melanjutkan diskusi mereka. Mereka membahas strategi hukum yang akan mereka gunakan, mempertimbangkan semua kemungkinan yang mungkin terjadi dalam proses persidangan yang akan datang.


Hari itu menjadi titik awal bagi Dioneel dan Kenzie dalam perjuangan mereka untuk mencari keadilan bagi Arsen. Meskipun jalan yang akan mereka tempuh masih panjang dan penuh tantangan, mereka bersama-sama menghadapinya dengan tekad yang tak tergoyahkan.


User


Lanjutkan, di sisi lain. Axel bersama tim pengacaranya pun tengah menyiapkan pembelaannya untuk persidangan besok.


ChatGPT


Di sisi lain, Axel juga sibuk bersama tim pengacaranya dalam persiapan untuk persidangan yang akan datang. Axel duduk di ruang konferensi dengan tatapan tajam, dikelilingi oleh tim pengacara yang berpengalaman.


Pengacara Pertama: "Axel, kita harus mempersiapkan strategi yang kuat untuk membela dirimu dalam persidangan besok. Kita harus menyajikan bukti dan argumen yang meyakinkan untuk membantah tuduhan kekerasan."


Axel: "Saya tidak melakukan apa pun yang mereka tuduhkan. Saya tidak akan membiarkan nama baikku rusak. Kita harus menemukan celah dalam kasus ini dan membongkar kelemahan bukti mereka."


Pengacara Kedua: "Benar, Axel. Kami sudah melakukan penyelidikan yang mendalam, dan ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan. Pertama, kita harus menyoroti ketidakpastian dalam kesaksian saksi-saksi mereka. Jika kita bisa mempertanyakan keandalan mereka, bukti mereka akan goyah."


Pengacara Ketiga: "Selain itu, kita perlu memeriksa setiap bukti yang mereka ajukan dengan seksama. Apakah ada kekurangan atau kesalahan prosedural dalam proses penyidikan yang dilakukan polisi? Jika ada, itu bisa menjadi dasar kita untuk mempertanyakan integritas kasus mereka."


Axel mengangguk, memahami pentingnya melihat setiap aspek kasus dengan cermat. Dia menyadari bahwa tim pengacaranya sedang mencari kelemahan dalam tuntutan yang diajukan terhadapnya.


Axel: "Kita juga harus menyiapkan saksi-saksi pembelaan yang dapat menguatkan alibi saya. Jika kita bisa membuktikan bahwa saya berada di tempat lain pada saat kejadian itu, itu akan menjadi pukulan telak bagi mereka."

__ADS_1


Pengacara Pertama: "Tentu, Axel. Kami akan bekerja keras untuk menemukan saksi-saksi yang bisa mengkonfirmasi alibimu. Juga, kita harus mempersiapkan argumen yang meyakinkan untuk membantah bukti-bukti forensik yang mereka ajukan."


Axel merasa sedikit lega mendengar keseriusan dan ketekunan tim pengacaranya. Dia merasa didukung dan yakin bahwa mereka akan melindungi kepentingannya dalam persidangan yang akan datang.


Pengacara Kedua: "Axel, persiapan kita harus maksimal. Persidangan besok adalah momen penting dalam membela dirimu. Kita harus berkolaborasi dengan baik, memeriksa setiap detail, dan mempersiapkan argumen yang kuat."


Axel: "Saya berharap kalian bisa membantuku membuktikan bahwa saya tidak bersalah. Saya tidak bisa menerima jika mereka berhasil menghancurkan hidupku dengan tuduhan palsu ini."


Pengacara Ketiga: "Kami akan melakukannya, Axel. Bersiaplah untuk hari besok. Kita akan memberikan yang terbaik dari yang kita miliki."


Axel mengangguk dengan tegas, menunjukkan tekadnya untuk melawan tuduhan tersebut. Dia tahu bahwa persidangan besok akan menjadi pertarungan yang sengit, tetapi dengan tim pengacaranya yang terampil, dia merasa memiliki harapan untuk membuktikan ketidakbersalahannya.


Axel dan tim pengacaranya kemudian terus merumuskan strategi dan membahas argumen-argumen yang akan mereka ajukan dalam persidangan. Mereka menyadari bahwa ini bukanlah perjalanan yang mudah, tetapi mereka siap untuk melawan dan membela hak-hak Axel di ruang sidang.


*


Suasana di ruangan sidang pun menjadi sangat tegang. Aletta duduk menemai Arsen didalam sidang pertamanya ini.


Meski awalnya Arsen sempat menolak, tapi setelah diskusi psikolog yang menanganinya akhirnya Arsen pun bersedia mengikuti seluruh rentetan persidangan ini.


Aletta sendiri sempat gugup karenanya, meski begitu sikap tenang Arsen yang ditunjukan selama persidangan membuat Aletta yakin jika sang kaka akan segera pulih dan sembuh.


Bersama Bu Lily yang juga menemani, Aletta dengan lebih tenang bisa mendampingi Arsen di sepanjang persidangan ini.

__ADS_1


__ADS_2