
Dioneel duduk di tepi jendela kamarnya, menatap keluar dengan pandangan yang penuh kegelisahan. Ia merasa kehidupannya tengah berada dalam kekacauan. Beberapa minggu terakhir ini, mereka telah menghadapi serangkaian insiden yang membuatnya semakin yakin bahwa ia harus mempercepat pernikahannya dengan Aletta. Dioneel merasa sangat cemas dengan kejadian-kejadian terakhir yang menunjukkan betapa rapuhnya kehidupan dan keamanan mereka.
Ia menyadari bahwa hidup bisa berubah dalam sekejap, dan ia tidak ingin menunda lagi kebahagiaan yang seharusnya mereka miliki bersama.
Malam itu, Dioneel mengajak Aletta duduk bersamanya di teras rumahnya yang indah. Suasana malam yang tenang dan remang-remang membuat mereka merasa lebih dekat satu sama lain. Dioneel memegang erat tangan Aletta, matanya penuh harap dan kekhawatiran.
"Aletta, aku ingin kita mempercepat pernikahan kita," ucap Dioneel dengan suara yang tegas namun penuh kelembutan.
Aletta menatap Dioneel dengan tatapan bingung. "Kenapa tiba-tiba begitu, Dioneel? Apa yang terjadi?"
Dioneel menghela nafas dan menjelaskan, "Aku merasa bahwa kita sudah mengalami terlalu banyak insiden yang mengganggu hubungan kita. Sama sekali tidak ada jaminan untuk masa depan kita. Aku tidak ingin menunda lagi kebahagiaan kita bersama."
Aletta menatap ke bawah, berusaha memproses kata-kata yang baru saja diucapkan oleh Dioneel.
Setelah beberapa saat, ia mengangkat kepalanya dan berkata dengan penuh pengertian, "Aku mengerti apa yang kamu rasakan, Dioneel. Memang benar, kehidupan ini bisa sangat tidak pasti. Aku pun ingin membangun masa depan bersamamu secepat mungkin."
Dioneel tersenyum lega mendengar kata-kata Aletta. Ia merasa bahwa keputusannya adalah yang terbaik untuk mereka berdua.
"Terima kasih, Aletta. Aku sangat beruntung memiliki kamu di hidupku. Kita akan menjalani ini bersama-sama, mengatasi semua rintangan yang mungkin kita hadapi."
Mendengar kabar bahagia tentang keputusan Dioneel dan Aletta untuk mempercepat pernikahan mereka, anggota Squad Death, kelompok teman dekat Dioneel, merasa sangat gembira. Mereka telah bersama-sama melewati banyak petualangan, dan kebahagiaan teman mereka adalah juga kebahagiaan mereka sendiri.
Tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk mengatur sebuah pesta kecil untuk merayakan momen bahagia ini. Mereka memilih sebuah kedai kopi favorit mereka yang nyaman dan penuh kenangan. Tempat itu adalah saksi dari berbagai percakapan, canda tawa, dan dukungan yang saling mereka berikan.
Saat hari pesta tiba, ruangan kedai kopi itu penuh dengan tawa dan keceriaan. Meja ditata dengan cokelat, kue, dan segelas minuman yang menggugah selera. Anggota Squad Death berkumpul di sekitar meja, sambil menunggu kedatangan Dioneel dan Aletta.
__ADS_1
Ketika Dioneel dan Aletta tiba, mereka disambut dengan riuh rendah tepuk tangan dan sorak-sorai kegembiraan. Wajah mereka berdua dipenuhi senyuman bahagia saat mereka melihat sahabat-sahabat terdekat mereka merayakan momen spesial ini.
"Ciee, pasangan kekasih yang akan menikah!" seru Axel, anggota baru Squad Death, dengan riang. "Selamat, kalian berdua! Kami sangat bahagia untukmu!"
Dioneel tersenyum dan melihat sekeliling ruangan. "Terima kasih, teman-teman. Aku sangat bersyukur memiliki kalian di sini untuk merayakan bersama kami. Kalian adalah keluarga kami."
"Sudah seharusnya, Dioneel. Kami selalu ada untukmu," ujar Pietro dengan tulus.
Pesta berlanjut dengan obrolan hangat, tawa, dan kenangan yang dibagikan. Setiap anggota Squad Death memiliki cerita atau anekdot lucu tentang Dioneel dan Aletta, yang membuat semuanya semakin meriah. Mereka merayakan persahabatan yang kuat dan cinta yang tumbuh di antara mereka.
"Kalian berdua memang pasangan yang luar biasa," kata Javas sambil mengangkat gelasnya. "Untuk Dioneel dan Aletta, semoga kalian memiliki kehidupan yang penuh kebahagiaan dan cinta abadi. Kami akan selalu mendukung kalian!"
"Terima kasih, semua," ucap Aletta dengan tulus. "Kami sangat bersyukur memiliki kalian sebagai teman-teman terbaik. Pesta ini adalah bukti betapa beruntungnya kami."
Pesta berlanjut hingga larut malam, diisi dengan tawa, cerita, dan harapan yang hangat. Squad Death menunjukkan dukungan dan cinta mereka kepada Dioneel dan Aletta, merayakan awal dari babak baru dalam kehidupan mereka.
Setelah kembali bisa bergaul dengan teman-temannya, Aletta merasa hatinya penuh kehangatan. Ia berjalan ke balkon lantai atas, mencari sedikit kesendirian dan momen untuk merenung. Dioneel menyusulnya, menyadari kehadiran Aletta yang merenung.
"Dioneel," panggil Aletta dengan suara lembut saat Dioneel mendekatinya di balkon. Cahaya bulan memancarkan kilauan romantis, menciptakan suasana yang intim di antara mereka berdua.
Dioneel meraih tangan Aletta dengan lembut, menatap matanya dengan penuh cinta. "Aletta, aku ingin menyatakan betapa besar cintaku padamu," bisiknya dengan suara yang penuh kasih.
Aletta tersenyum, terpikat oleh ekspresi Dioneel yang penuh perhatian. Mereka berdua saling berhadapan, terjebak dalam atmosfer yang membangkitkan hasrat yang tidak bisa mereka tahan.
Sentuhan Dioneel yang lembut dan penuh cinta membuat Aletta merasakan desiran yang tak tertahankan. Setiap belaian, setiap kecupan, semuanya membangkitkan gairah yang tak terbendung di dalam dirinya. Mereka berdua terlibat dalam momen intim yang memperdalam ikatan cinta mereka.
__ADS_1
*******-******* Aletta terdengar di antara bisikan-bisikan dan kecupan Dioneel. Ketika mereka berdua menyatu secara fisik, segala kekhawatiran dan ketidakpastian yang pernah mereka rasakan berubah menjadi puncak dari keintiman yang tak terlukiskan.
Malam itu, Aletta dan Dioneel menemukan diri mereka dalam kemesraan yang hangat dan penuh gairah. Mereka mengerti bahwa pernikahan mereka bukan hanya tentang janji dan komitmen, tetapi juga tentang hasrat yang saling membangun dan mengikat hubungan mereka lebih erat.
Kedua insan itu saling memancarkan cinta dan keinginan satu sama lain, menciptakan momen yang tak terlupakan di balik langit malam yang gelap. Saat mereka memadu kasih dengan kehangatan dan hasrat, mereka tahu bahwa takdir mereka telah saling terkait, dan mereka siap untuk melangkah maju dalam kehidupan bersama yang penuh kebahagiaan dan cinta.
Pantas saja, setiap sentuhan Dioneel membuat Aletta mendesir hebat. Kedua pasangan itu saling membangun keinginan yang tumbuh lebih kuat, menyatukan cinta dan kehangatan mereka dalam momen yang penuh gairah di malam yang indah.
Sementara Aletta dan Dioneel terlibat dalam momen keintiman mereka, mereka tidak menyadari bahwa Arsen, kakak Aletta, telah melihat mereka dari kejauhan. Arsen melihat ekspresi cinta dan kebahagiaan yang terpancar dari wajah adiknya. Melihat kedekatan mereka, hati Arsen penuh dengan rasa haru dan kebahagiaan.
Arsen memahami betapa pentingnya Dioneel bagi Aletta dan betapa mereka saling melengkapi. Melihat adiknya begitu bahagia, dia merasa sangat berterima kasih kepada Dioneel atas cintanya yang tulus dan kesetiaannya. Dia tahu bahwa Dioneel adalah orang yang tepat bagi Aletta.
Arsen mendekati mereka dengan langkah hati-hati, memberikan mereka sedikit privasi sejenak sebelum akhirnya memutuskan untuk memberikan restu dan doa terbaiknya. Ketika Aletta dan Dioneel berpaling ke arahnya, dia tersenyum dengan penuh kasih sayang.
"Aletta, Dioneel," ucap Arsen dengan suara hangat. "Saya melihat betapa besar cinta yang kamu bagi dan bagaimana kalian saling melengkapi satu sama lain. Saya sangat bahagia untukmu berdua."
Aletta dan Dioneel saling pandang, terkejut dengan kehadiran Arsen. Namun, senyum di wajah Arsen memberi mereka kelegaan dan mereka tahu bahwa dia hadir dengan niat baik.
"Arsen, terima kasih," ucap Aletta dengan tulus. "Kami merasa beruntung memiliki dukunganmu. Dioneel adalah seseorang yang sangat istimewa dalam hidupku, dan aku sangat mencintainya."
Dioneel menambahkan, "Terima kasih, Arsen. Aku berjanji akan mencintai dan melindungi Aletta sepanjang hidupku. Aku sangat bersyukur memiliki keluarga sepertimu yang menerima kami dengan tulus."
Arsen tersenyum penuh kebanggaan. Dia mengambil tangan mereka berdua dan berkata dengan lembut, "Kalian berdua adalah anugerah dalam hidupku.
Aku berdoa agar kalian berdua menemukan kebahagiaan yang abadi bersama. Semoga pernikahan kalian menjadi ikatan yang kokoh dan penuh berkat."
__ADS_1
Mereka bertiga saling memeluk dalam kehangatan dan kebersamaan, merayakan momen penting ini. Arsen benar-benar merestui hubungan mereka dan mendoakan kebahagiaan dan kesuksesan bagi adiknya dan calon suaminya.
Dalam momen itu, kehangatan keluarga dan cinta yang saling mengalir di antara mereka terasa begitu kuat. Mereka tahu bahwa dengan dukungan satu sama lain dan restu dari orang yang mereka cintai, mereka akan melangkah maju dengan keyakinan dan kebahagiaan dalam pernikahan mereka yang akan datang.