Aletta Si Cantik Milik Bad Boy Billioner

Aletta Si Cantik Milik Bad Boy Billioner
Bab 55


__ADS_3

*Bab 55*


Malam itu, ruangan yang remang-remang menciptakan suasana yang intim di antara Aletta dan Dioneel. Keduanya berbaring di atas ranjang dengan hati yang berdebar-debar. Setelah acara pernikahan yang indah sepanjang hari itu, mereka akhirnya dapat bersama secara eksklusif sebagai suami dan istri.


Aletta merasa gemetar dan takut-takut, tak pernah merasakan gairah semacam ini sebelumnya. Dia menggigit bibirnya, mencoba menenangkan dirinya sendiri. Di sisi lain, Dioneel juga merasa canggung. Meskipun mereka telah berpacaran selama beberapa tahun, malam ini adalah malam pertama mereka sebagai suami istri, dan perasaan itu memenuhi hatinya dengan perasaan campuran dari antara gugup, antusiasme, dan rasa hormat yang mendalam terhadap pasangannya.


Dioneel mengambil inisiatif, bergerak perlahan mendekati Aletta dan mengecup lehernya dengan lembut. Aletta merasakan getaran kecil yang melintasi seluruh tubuhnya. Dia merasa seperti terbang di awan-awan dan tidak dapat menahan diri untuk tidak tersenyum di dalam hati. Dia merasakan kehangatan cinta di antara mereka, dan itu membantu mengurangi kecanggungan dan kegugupannya.


"Sungguh, Aletta, kamu terlihat begitu indah malam ini," bisik Dioneel dengan penuh penghormatan. "Aku begitu beruntung menjadi suamimu."


Aletta tersipu malu. "Terima kasih, Dioneel. Kamu juga terlihat luar biasa. Aku masih tidak bisa mempercayai bahwa kita benar-benar telah menikah."


Dengan perlahan, Dioneel melanjutkan mengelus leher Aletta dengan lembut. "Kita telah menunggu momen ini begitu lama, sayang. Aku bersyukur kita akhirnya dapat bersatu dalam ikatan suci ini."


Aletta menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan dirinya sendiri. "Ya, benar. Ini adalah langkah besar dalam hubungan kita. Aku tidak sabar untuk memulai petualangan hidup bersamamu."


Dioneel merasa tangannya gemetar saat dia memeluk Aletta lebih erat. "Aku juga tidak sabar, Aletta. Kita akan melewati segala rintangan dan kebahagiaan bersama. Aku berjanji akan selalu ada untukmu, dalam suka dan duka."


Mereka saling pandang, matanya penuh dengan kasih sayang dan janji-janji tak terucap. Tanpa kata-kata, mereka merasakan kekuatan cinta yang tak tergoyahkan di antara mereka berdua. Seiring malam berjalan, kecanggungan mereka mulai memudar, dan mereka membiarkan perasaan dan nafsu mereka mengalir dengan alami.


Setelah malam pertama mereka yang penuh kebahagiaan, Aletta dan Dioneel merasa tak sabar untuk memulai petualangan berbulan madu mereka. Mereka memutuskan untuk pergi ke sebuah pulau tropis yang terkenal dengan pantainya yang indah dan pemandangan yang memukau. Di pagi yang cerah, mereka berdua pergi ke bandara dengan senyum bahagia di wajah mereka.


Di bandara, Arsen, sahabat Dioneel, datang untuk melepas mereka. Dioneel sangat dekat dengan Arsen, mereka telah menjalin persahabatan sejak lama dan saling mengandalkan satu sama lain. Saat mereka berjabat tangan, Arsen memberikan pesan kepada Dioneel dengan serius.

__ADS_1


"Jaga Aletta dengan baik, Dioneel. Dia adalah adikku dan aku percaya kamu akan menjaganya sebaik-baiknya," kata Arsen, matanya penuh dengan kekhawatiran.


Dioneel tersenyum dan mengangguk. "Tentu saja, Arsen. Aku akan melindungi dan menyayangi Aletta sepanjang hidupku. Kamu tak perlu khawatir."


Sementara itu, di tempat lain, kedua orang tua Dioneel telah tiba di bandara. Mereka menghampiri pasangan itu dengan wajah sumringah dan kebahagiaan yang tak terbendung. Ibu Dioneel segera memeluk Aletta erat-erat, meneteskan air mata bahagia.


"Oh, Aletta, akhirnya kamu menjadi bagian dari keluarga kami," ucap ibu Dioneel dengan suara yang penuh emosi. "Kamu adalah wanita yang luar biasa, dan kami berharap kamu segera membawa cucu di rahimmu."


Aletta tersenyum malu-malu dan merasa sedikit terkejut dengan keinginan kedua orang tua Dioneel tersebut. Dia berusaha untuk menjaga ketenangan dan menjawab dengan sopan, "Terima kasih, Ibu dan Ayah Dioneel. Saya juga berharap bisa memberikan cucu kepada kalian di masa depan."


Kedua orang tua Dioneel saling pandang dan tersenyum puas. Ayah Dioneel meletakkan tangannya di pundak Dioneel, memberikan dukungan dan harapan besar untuk masa depan mereka sebagai pasangan yang baru menikah.


"Jaga dan sayangi Aletta, Dioneel. Kalian berdua memiliki tanggung jawab besar sebagai pasangan suami istri, dan kami berharap kalian bisa membawa kebahagiaan dan kebanggaan bagi keluarga kami," ujar Ayah Dioneel dengan tulus.


Dioneel mengangguk dengan mantap. "Tentu, Ayah. Saya akan menjadi suami yang baik dan menjaga Aletta dengan segenap hati. Kami akan memberikan segalanya untuk kebahagiaan keluarga."


Dengan pesan dan harapan dari sahabat dan keluarga mereka, pasangan ini siap menghadapi petualangan baru di masa depan mereka. Mereka telah siap untuk melangkah bersama, menjaga satu sama lain, dan membangun keluarga yang bahagia.


Setelah naik pesawat menuju Paris, Aletta dan Dioneel tiba di Kota Cinta dengan perasaan campuran antara kegembiraan dan kekaguman. Mereka melihat pemandangan menakjubkan dari jendela pesawat saat pesawat mendarat di Bandara Charles de Gaulle.


Ketika mereka keluar dari bandara, udara segar Paris menyambut mereka. Mereka merasa seperti terjebak dalam pesona romantisme kota yang legendaris. Aletta dan Dioneel bergegas menuju hotel tempat mereka akan menginap selama berbulan madu mereka.


Setibanya di hotel, mereka meletakkan barang-barang mereka dan bergegas keluar untuk mulai menjelajahi kota. Mereka merasakan getaran energi yang berbeda di setiap sudut jalan yang mereka lewati. Di jalan-jalan Paris yang indah, mereka menikmati suasana kota yang bersejarah dan keajaiban arsitektur yang mengagumkan.

__ADS_1


Sambil berjalan-jalan, mereka tiba di Trocadéro, sebuah tempat yang menawarkan pemandangan langsung ke Menara Eiffel. Dioneel berdiri tegak dengan penuh kekaguman, sementara Aletta menatapnya dengan senyum yang lebar.


"Apa yang kamu pikirkan, Dioneel?" tanya Aletta.


Dioneel mengambil napas dalam-dalam, mencoba merangkum perasaannya. "Aku hanya terpesona oleh keindahan dan keanggunan Menara Eiffel. Ini adalah momen yang tidak terlupakan bagi kita, Aletta. Kita berada di Paris, kota romantis yang menjadi impian banyak orang."


Aletta tersenyum dan mencubit lengan Dioneel dengan lembut. "Kita benar-benar berada di tempat yang luar biasa. Aku sangat beruntung bisa berbagi momen ini denganmu."


Keduanya melanjutkan perjalanan mereka ke sepanjang Sungai Seine yang indah, menikmati pemandangan Notre-Dame, Louvre, dan jembatan-jembatan yang ikonis. Mereka menemukan kedai kafe kecil yang menggoda mereka untuk menikmati secangkir kopi khas Paris sambil melihat kehidupan sehari-hari yang berjalan di sekitar mereka.


Sore itu, mereka mengunjungi Montmartre, lingkungan yang terkenal dengan seni dan kehidupan malam yang meriah. Mereka berjalan-jalan di sekitar Lapangan Tertinggi dan mengunjungi Basilika Sacré-Cœur yang menakjubkan di atas bukit Montmartre. Di sana, mereka menikmati pemandangan kota yang spektakuler sambil merasakan atmosfer romantis yang terus-menerus menghiasi kota ini.


Malam harinya, Aletta dan Dioneel memutuskan untuk makan malam di salah satu restoran yang terkenal dengan masakan Prancis. Sambil menikmati makanan lezat, mereka berbicara tentang impian-impian mereka dan rencana masa depan mereka sebagai pasangan yang baru menikah. Mereka saling mendukung dan berjanji untuk selalu saling membangun dan mewujudkan impian bersama.


Setelah makan malam yang romantis, mereka berjalan kembali ke hotel mereka dengan tangan terjalin erat. Di kamar mereka, mereka duduk di balkon dengan pemandangan kota Paris yang memukau. Mereka saling memandang dengan penuh cinta dan kebahagiaan.


"Aku tidak bisa meminta lebih dari ini, Aletta," kata Dioneel dengan suara lembut. "Kita berdua di Paris, berbulan madu bersama, dan memiliki kesempatan untuk membangun masa depan yang indah bersama."


Aletta tersenyum dan menepuk tangan Dioneel dengan lembut. "Kamu adalah cinta sejati dalam hidupku, Dioneel. Aku bersyukur setiap hari memilikimu di sisiku. Mari kita nikmati setiap momen indah ini dan menorehkan kenangan tak terlupakan di hati kita."


Mereka melanjutkan perjalanan mereka di Paris, mengeksplorasi tempat-tempat romantis seperti Jembatan Cinta dan Champs-Élysées. Selama berbulan madu mereka, mereka terus memperkuat ikatan cinta dan menikmati keajaiban kota ini.


Paris memberikan mereka pengalaman yang tak terlupakan dan mengisi hati mereka dengan cinta dan kebahagiaan. Aletta dan Dioneel tahu bahwa petualangan ini adalah awal dari perjalanan mereka sebagai suami istri, dan mereka siap untuk menghadapi setiap tantangan yang akan datang dengan saling mencintai, mendukung, dan menghormati satu sama lain.

__ADS_1


Aletta dan Dioneel menjadi salah satu bagian dari milyaran kisah cinta di bumi ini.


Salam sayang dariku. Terima kasih sudah membaca ya. Nantikan kisah selanjutnya.


__ADS_2