Aletta Si Cantik Milik Bad Boy Billioner

Aletta Si Cantik Milik Bad Boy Billioner
Bab 54


__ADS_3

*Bab 54*


Pernikahan antara Dioneel dan Aletta menjadi momen yang penuh kebahagiaan bagi kedua belah pihak. Setelah melalui perjalanan panjang dan mengatasi berbagai rintangan, akhirnya mereka bisa bersatu dalam ikatan suci pernikahan. Dioneel, seorang pria tampan dan berjiwa petualang, telah jatuh cinta pada Aletta sejak pertama kali mereka bertemu. Sementara Aletta, seorang wanita yang cantik dan cerdas, selalu mempesona Dioneel dengan senyumnya yang manis.


Hari pernikahan tiba. Suasana di tempat pernikahan sangat megah dan mewah. Dekorasi dengan bunga-bunga segar dan hiasan-hiasan indah menghiasi ruangan. Kerlip cahaya lilin-lilin menerangi tempat itu, menciptakan suasana yang romantis dan akrab.


Di pelaminan, Dioneel berdiri tegap dengan pakaian pengantin yang elegan. Matanya penuh dengan harapan dan kegembiraan. Di sampingnya, Arsen, kakak Aletta, siap untuk menjadi wali nikah mereka. Arsen, seorang pria yang bijaksana dan berwibawa, telah memberikan restunya untuk pernikahan ini. Ia sangat mendukung hubungan Dioneel dan Aletta, dan merasa bangga menjadi bagian dari momen istimewa ini.


Tamunya mulai memadati tempat pernikahan, mengisi setiap sudut dengan kehangatan dan tawa. Mereka semua berpakaian indah, menunjukkan penghargaan mereka kepada pasangan yang akan menikah. Momen yang paling ditunggu-tunggu tiba saat Aletta berjalan dengan anggun menuju pelaminan. Dia memakai gaun pengantin yang indah dan tersenyum bahagia, berjalan bersama ayahnya yang bangga. Dioneel melihatnya dengan tatapan penuh cinta dan kagum.


Setelah Arsen mempersilakan Dioneel dan Aletta duduk di pelaminan, upacara pernikahan dimulai. Pandangan mereka saling bertemu dengan penuh kehangatan dan cinta. Pandangan itu mengungkapkan segala perasaan yang tak terucapkan, memberi mereka keyakinan bahwa mereka telah menemukan cinta sejati.


Pendeta yang mengawal pernikahan mereka, dengan lembut mengucapkan kata-kata suci dan memberikan nasehat bagi kehidupan rumah tangga yang bahagia. Kemudian, saat tiba waktunya, mereka berdua berdiri di hadapan pendeta dan saling bertukar janji suci mereka.


"Aletta, sejak pertama kali aku bertemu denganmu, aku tahu bahwa kau adalah wanita yang kusukai. Hari ini, aku berjanji untuk mencintaimu selamanya, untuk menjadi pendampingmu dalam suka dan duka, dalam kaya dan miskin, dalam kesehatan dan sakit. Kau adalah cahaya hidupku, dan bersamamu, aku merasa lengkap." Dioneel mengatakannya sambil tersenyum syahdu memandang Aletta.


Aletta dengan mata berkaca-kaca. "Dioneel, kau adalah pria yang paling baik hati dan penuh kasih yang pernah kumiliki. Kau telah membuatku merasa istimewa dan dicintai setiap hari. Hari ini, aku berjanji untuk mencintaimu dengan segenap hatiku, untuk menjadi pasanganmu yang setia dan mendukungmu dalam setiap langkah hidup kita. Bersamamu, aku merasa aman dan dicintai."


Ketika kata-kata janji pernikahan mereka terucap, suasana dipenuhi dengan kehangatan dan kegembiraan. Tamu-tamu bersorak dan memberikan tepuk tangan meriah sebagai tanda persetujuan dan doa terbaik untuk masa depan pasangan ini. Dengan cincin pernikahan dipasang di jari mereka, Dioneel dan Aletta melengkapi ikatan mereka yang suci dan abadi.

__ADS_1


Suasana penuh dengan tawa, canda, dan keceriaan. Para tamu menikmati hidangan lezat dan menari diiringi oleh musik yang memeriahkan suasana. Dioneel dan Aletta menikmati setiap momen, bahagia karena akhirnya bisa bersatu dalam ikatan pernikahan yang diimpikan.


Pernikahan Dioneel dan Aletta menjadi cerita cinta yang tak terlupakan, sebuah babak baru dalam hidup mereka. Megah dan mewahnya pernikahan ini hanya mencerminkan betapa besar cinta dan kebahagiaan yang mereka miliki satu sama lain. Semoga pernikahan mereka berjalan bahagia dan penuh berkat, mengarungi hidup dengan cinta dan kebersamaan.


Selain kegembiraan dan kebahagiaan yang meliputi pernikahan Dioneel dan Aletta, ada juga sejumlah media yang ikut meliput jalannya acara ini. Aletta, yang sebelumnya tidak menyadari bahwa keluarga besar Dioneel memiliki kekayaan dan kepopuleran yang signifikan, merasa gugup dan sedikit cemas dengan perhatian yang diberikan oleh media.


Saat mereka berpose di pelaminan untuk foto bersama keluarga dan tamu undangan, kamera-kamera media terus berputar mengabadikan momen tersebut. Wartawan-wartawan dengan sigap mengajukan pertanyaan kepada keluarga dan teman-teman dekat pasangan pengantin.


"Mengetahui bahwa keluarga Dioneel merupakan salah satu keluarga terkaya di negara ini? Bagaimana perasaanmu, Aletta, menikahi seseorang dari keluarga yang begitu berpengaruh?"


Aletta menjadi sangat gugup. "Ya, keluarga Dioneel memang memiliki kekayaan yang signifikan. Namun, bagi saya, yang terpenting adalah cinta kami dan komitmen kami untuk saling mencintai dan mendukung satu sama lain. Kekayaan materi tidak menjadi faktor utama dalam hubungan kami."


Aletta berusaha tersenyum. "Saya merasa sangat beruntung dan bersyukur bisa menjadi bagian dari keluarga Dioneel. Mereka adalah orang-orang yang baik dan penuh perhatian. Tentu, ada ekspektasi dan tanggung jawab yang besar, tetapi saya yakin kami dapat menghadapinya bersama-sama dengan cinta dan dukungan dari keluarga ini."


Meskipun awalnya gugup, Aletta dengan cepat menyadari bahwa media hanya tertarik pada cerita kehidupan pribadi mereka dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Keluarga Dioneel juga memberikan dukungan dan jaminan bahwa mereka akan melindungi privasi Aletta dan menjaga kesucian pernikahan mereka.


Setelah wawancara singkat dengan media, perayaan pernikahan dilanjutkan dengan makan malam yang lezat dan tarian yang meriah. Aletta merasa lega ketika semua perhatian beralih ke momen yang menyenangkan ini, di mana semua orang berkumpul untuk merayakan kebahagiaan mereka.


Saat malam semakin larut, keluarga besar Dioneel dan keluarga Aletta saling bercerita, tertawa, dan membaur menjadi satu. Mereka berbagi harapan dan impian untuk masa depan Dioneel dan Aletta, mengesampingkan perbedaan status dan fokus pada kebahagiaan pasangan ini.

__ADS_1


Dengan sikap positif dan tekad untuk menjaga privasi dan keutuhan pernikahan mereka, Dioneel dan Aletta siap menghadapi masa depan dengan penuh keberanian dan kasih sayang, tidak peduli seberapa besar perhatian yang diberikan oleh dunia luar.


Pesta berlanjut meriah, para anggota Death Squad dan juga geng motor lainnya ikut menikmatipesta dalam damai. Dioneel dan Aletta disuguhkan dengan sejumlah hadiah pernikahan yang luar biasa. Keluarga dan teman-teman terdekat memberikan hadiah-hadiah yang beragam, mulai dari perhiasan mewah, perjalanan romantis, hingga sumbangan amal dalam nama mereka. Kedua mempelai merasa terharu dan bersyukur atas kasih sayang yang diberikan oleh orang-orang terdekat dalam momen bahagia mereka.


Namun, hadiah yang paling mengejutkan datang dari kedua orang tua Dioneel. Dalam sebuah momen yang penuh kegembiraan, mereka mengungkapkan bahwa mereka telah mengatur sebuah bulan madu yang spektakuler untuk Dioneel dan Aletta. Senyum tak terbendung terpancar di wajah pasangan ini saat mereka mengetahui bahwa mereka akan menjelajahi Eropa selama sebulan penuh sebagai hadiah pernikahan yang tak terlupakan.


Dioneel (terkejut): "Wow! Ini sungguh luar biasa! Terima kasih, Ma dan Pa. Kami benar-benar tak dapat mengungkapkan betapa berterimakasihnya kami atas hadiah ini. Kami sangat beruntung memiliki kalian sebagai orang tua yang begitu luar biasa."


Aletta terharu. "Iya, terima kasih banyak! Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan bagi kami berdua. Kami tak sabar untuk menjelajahi Eropa bersama, menciptakan kenangan indah dalam perjalanan bulan madu kami."


Orang tua Dioneel, dengan senyum bangga di wajah mereka, memberikan hadiah bulan madu sebagai cara untuk merayakan kebahagiaan dan kesuksesan pernikahan anak mereka. Mereka ingin Dioneel dan Aletta menikmati waktu mereka sebagai pasangan baru yang mengeksplorasi tempat-tempat romantis dan indah di Eropa.


Bulan madu di Eropa akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi Dioneel dan Aletta. Mereka menjelajahi kota-kota ikonik seperti Paris, Roma, Amsterdam, dan Barcelona. Mereka berjalan-jalan di jalan-jalan bersejarah, menikmati makanan lezat, mengeksplorasi seni dan budaya yang kaya, serta menghabiskan waktu bersama dalam suasana romantis yang magis.


Setiap hari membawa petualangan baru bagi pasangan ini. Mereka mengunjungi monumen terkenal, museum yang menakjubkan, dan merasakan keindahan alam yang menakjubkan. Dalam perjalanan ini, mereka tidak hanya memperkuat hubungan mereka sebagai suami dan istri, tetapi juga membangun kenangan yang akan mereka simpan selamanya.


Dioneel dan Aletta merasa sangat bersyukur atas hadiah bulan madu yang luar biasa ini. Mereka menghargai waktu yang mereka habiskan bersama, menggali lebih dalam ikatan mereka, dan membawa pulang cerita-cerita indah tentang perjalanan mereka.


Bulan madu mereka di Eropa menjadi awal yang sempurna untuk kehidupan pernikahan mereka yang baru. Dengan cinta, petualangan, dan pengalaman baru dalam bekal mereka, Dioneel dan Aletta siap mengarungi masa depan bersama-sama, menjalani hidup dengan penuh kebahagiaan dan keceriaan.

__ADS_1


__ADS_2