Aletta Si Cantik Milik Bad Boy Billioner

Aletta Si Cantik Milik Bad Boy Billioner
Bab 49


__ADS_3

Kabar mengenai lamaran Dioneel kepada Aletta akhirnya sampai ke telinga orang tua Dionee. Rumah megah keluarga Dioneel terletak di tengah kota, dikelilingi oleh taman yang indah dan penuh dengan bunga-bunga mewah. Sebagai salah satu keluarga terpandang di kota ini, kehidupan mereka sering kali menjadi perhatian publik. Setiap langkah yang diambil oleh Dioneel, termasuk urusan asmara, selalu menjadi bahan pembicaraan hangat di antara masyarakat.


Orangtuanya adalah orang tua yang sangat mencintai putra tunggal mereka. Mereka selalu berharap Dioneel akan mengambil alih bisnis keluarga dengan penuh tanggung jawab. Sebagai pewaris kerajaan bisnis keluarganya, Dioneel memang menjadi idola banyak gadis di sekitarnya. Namun, kabar mengenai Aletta, gadis yang telah merebut hati putra mereka, membuat mereka merasa penasaran.


Sang ayah kemudian memanggil Dioneel ke ruang kerajaan keluarga. Dioneel yang berpenampilan rapi dan gagah berani, memasuki ruangan dengan hati yang berdebar. Ia tahu bahwa sesuatu yang penting sedang menanti di balik pintu besar itu. sang ibu kemudian duduk di sebelah sang ayah , dengan senyuman hangat di wajahnya.


"Putraku," kata ayahnya seraya menatap Dioneel dengan penuh kasih sayang, "kami mendengar kabar mengenai Aletta. Kami senang kau menemukan seseorang yang kau cintai. Tapi kami ingin mengenalnya lebih dekat. Kami ingin meyakinkan diri kami bahwa dia adalah calon menantu yang pantas untuk keluarga kita."


Dioneel tersenyum nervously. "Tentu, Ayah dan Ibu. Aku mengerti kekhawatiran kalian. Aletta adalah wanita yang luar biasa. Aku akan mengenalkannya kepada kalian dengan senang hati."


Sang ibu menyentuh tangan Dioneel dengan lembut. "Kami tidak ragu dengan pilihanmu, sayang. Kami hanya ingin memastikan bahwa dia adalah seseorang yang akan mencintaimu sepenuh hati dan menghormati keluarga kita."


Dioneel mengangguk. "Aku akan mengatur pertemuan antara kalian dengan Aletta. Kalian akan melihat sendiri betapa indahnya hatinya dan betapa baiknya dia. Aku yakin kalian akan menyukainya."


Ayahnya mengangkat alisnya dengan tegas. "Ingatlah, putraku, keluarga ini memiliki tanggung jawab besar. Kau harus memilih dengan bijak. Kita tidak bisa mengorbankan masa depan bisnis keluarga kita untuk hubungan pribadi."


Dioneel mengambil napas dalam-dalam. "Ayah, Ibu, aku mengerti. Aku akan bertanggung jawab atas pilihan hidupku dan masa depan bisnis keluarga kita. Aku akan memastikan bahwa Aletta adalah pilihan yang tepat."


Setelah percakapan tersebut, Dioneel bersiap untuk mengenalkan Aletta kepada orang tuanya. Dia percaya bahwa Aletta akan dengan mudah membuat hati mereka meleleh dengan pesona dan kebaikannya. Bagi Dioneel, Aletta bukan hanya wanita yang ia cintai, tetapi juga mitra hidup yang akan membantu dia melanjutkan warisan keluarganya dengan kehormatan dan keberhasilan.


Sementara itu, kedua orang tua Dioneel justru sangat bersyukur karena akhirnya putera mereka menemukan seseorang yang mampu mengubah Dioneel menjadi semakin baik dan semakin bertanggung jawab.


Dioneel memutuskan untuk mengunjungi Aletta di restorannya setelah hari yang panjang dan melelahkan. Restoran itu adalah tempat di mana Aletta mengejar passion-nya dalam dunia kuliner. Saat dia memasuki restoran dengan langkah mantap, matanya segera mencari sosok Aletta.

__ADS_1


Terdapat senyum cerah di wajahnya ketika dia melihat Aletta berdiri di balik meja resepsionis, mengatur pesanan dan memastikan bahwa semua tamu merasa nyaman. Dioneel tidak bisa menahan kegembiraannya saat melihat Aletta yang nyaman dan bersemangat. Dia merasa begitu bangga memiliki pasangan yang begitu berbakat dan berdedikasi.


Dioneel berjalan mendekati Aletta dengan langkah ringan. Ketika dia berdiri di belakangnya, tangan Dioneel dengan lembut menyentuh bahu Aletta, membuatnya membalikkan tubuhnya dengan cepat.


"Aletta," ucap Dioneel dengan senyuman lebar di wajahnya, "Aku merindukanmu."


Aletta terkejut dan kemudian membalas senyumnya. "Dioneel, aku tidak menyangka kau akan datang ke sini. Aku merindukanmu juga."


Tanpa kata-kata lagi, Dioneel membungkam bibir Aletta dengan ciuman yang penuh gairah. Waktu berhenti sejenak saat kedua hati mereka bersatu dalam momen itu. Suara gemerisik dan tawa para tamu di sekitar mereka seolah menghilang, meninggalkan mereka berdua dalam dunia mereka sendiri.


Setelah ciuman itu, Dioneel menatap Aletta dengan mata yang penuh cinta dan keinginan. "Aku mencintaimu, Aletta. Setiap hari, cintaku padamu semakin dalam. Aku tidak bisa membayangkan hidupku tanpamu. Kau adalah segalanya bagiku."


Aletta tersenyum, matanya penuh dengan kebahagiaan dan rasa syukur. "Dioneel, kau adalah orang yang paling istimewa dalam hidupku. Aku merasa sangat beruntung memilikimu. Ciumanmu adalah sentuhan yang mengisi hatiku dengan kehangatan dan cinta."


Dioneel dengan penuh kelembutan dan kehangatan, menghadap Aletta setelah pertemuan dengan orang tuanya. Wajahnya memancarkan kebahagiaan dan keyakinan.


"Aletta, aku sangat senang mengabarkanmu bahwa orang tuaku ingin bertemu denganmu," ucap Dioneel dengan lembut, mencoba menenangkan gugupnya Aletta.


Aletta memandang Dioneel dengan tatapan campuran antara kegembiraan dan kecemasan. Dia adalah wanita yang sederhana dan latar belakangnya berbeda dari keluarga terpandang Dioneel. Pertemuan dengan orang tua Dioneel merupakan hal yang begitu besar dan penting bagi Aletta.


"Dioneel, aku tidak tahu apa yang harus kukatakan. Aku sangat gugup," gumam Aletta dengan suara yang gemetar.


Dioneel mendekat dan memegang tangan Aletta dengan penuh kasih sayang. "Jangan khawatir, Aletta. Orang tuaku pasti akan menyukaimu seperti yang aku lakukan. Kau adalah wanita yang istimewa, dan aku tidak bisa membayangkan hidupku tanpamu.

__ADS_1


Percayalah pada dirimu sendiri, dan biarkan cinta kita bersinar saat kita bertemu dengan mereka."


Meskipun hati Aletta masih berdebar kencang, kepercayaan dan cinta Dioneel membuatnya merasa lebih tenang. Dia menyadari bahwa dia adalah bagian penting dari kehidupan Dioneel, dan dia harus memperjuangkan hubungan mereka bersama-sama.


"Mungkin ini adalah kesempatan yang luar biasa bagi kita, Dioneel. Aku ingin orang tua mu melihat bahwa aku mencintaimu dengan tulus dan siap untuk membawa kebahagiaan dalam kehidupan keluarga kita," ujar Aletta dengan penuh tekad.


Dioneel tersenyum bangga melihat ketegasan dan keyakinan Aletta. "Aku tahu kau akan melakukannya dengan baik. Orang tuaku akan segera mengerti betapa beruntungnya kita untuk memiliki satu sama lain."


Mereka berdua mempersiapkan diri dengan penuh antusiasme untuk pertemuan dengan orang tua Dioneel. Aletta berusaha memberikan kesan yang baik dan tulus kepada mereka, sementara Dioneel memberikan dukungan penuh dan rasa cinta yang tak tergoyahkan.


Hari pertemuan yang ditunggu-tunggu tiba, dan Dioneel membawa Aletta ke kediaman megah orang tuanya. Mereka dihadapkan pada pintu gerbang yang menghadirkan keindahan dan kemegahan rumah keluarga Dioneel. Aletta merasa tegang, tetapi dengan Dioneel di sisinya, dia merasa memiliki kekuatan dan keyakinan.


Ketika pintu terbuka, mereka disambut oleh kedua orang tua Dioneel dengan senyuman hangat. Orang tua Dioneel tampak terkesan melihat Aletta, yang mengenakan gaun elegan dan memancarkan kecantikan yang alami.


"Selamat datang, Aletta," sambut sang ibu dengan suara lembut. "Kami senang akhirnya bisa bertemu denganmu. Dioneel telah berbicara banyak tentangmu."


Aletta mengucapkan terima kasih dengan hati yang penuh syukur. Dia mencoba menunjukkan sisi terbaiknya, kehangatan, dan sikap hormat kepada mereka. Percakapan yang hangat dan akrab mengalir di antara mereka, seiring dengan makan malam yang disiapkan dengan penuh kemewahan.


Saat malam berakhir, Dioneel melihat bahwa orang tuanya tertarik dan terpesona oleh Aletta. Kedua orang tua itu bisa melihat cinta yang tulus dan kebaikan hati yang dimiliki Aletta. Mereka menyadari bahwa Aletta bukanlah seseorang yang hanya tertarik pada kekayaan atau status, tetapi dia adalah pasangan yang akan setia mendampingi Dioneel dalam mengemban tanggung jawab sebagai pewaris bisnis keluarga.


Ketika Aletta dan Dioneel meninggalkan rumah orang tua Dioneel pada malam itu, mereka merasa lega dan bersemangat.


Pertemuan itu berjalan jauh melebihi harapan mereka. Aletta merasa diterima dengan tulus oleh orang tua Dioneel, dan Dioneel merasa bangga melihat betapa indahnya hubungan antara Aletta dan orang tuanya.

__ADS_1


Pertemuan dengan orang tua Dioneel telah membuka pintu baru bagi Aletta dan Dioneel untuk menjalin hubungan yang lebih erat dan serius. Mereka berdua merasa bahwa mereka memiliki dukungan penuh dari keluarga dan siap untuk menghadapi masa depan bersama dengan cinta dan keberanian yang sama.


__ADS_2