Aletta Si Cantik Milik Bad Boy Billioner

Aletta Si Cantik Milik Bad Boy Billioner
Bab 41


__ADS_3

Bab 41


"Javas, kamu pastikan untuk mendapatkan keterangan orang suruhan Axel dalam kasus penyuapan hakim itu!" titah Dioneel kepada Javas.


"Aku akan segera bergerak dengan membawa beberapa orang yang akan membantuku untuk menyelesaikan kasus tersebut, dan aku juga akan memastikan kalau anak buah Axel akan mengatakan mengenai kasus penyuapan tersebut tanpa ada satu hal pun yang mereka sembunyikan dari kita lagi!"


"Kamu harus benar-benar bisa mengungkap hal tersebut, karena hanya itulah satu-satunya bukti yang bisa kita ajukan kepada pihak pengadilan. Agar mereka tidak mungkin mengelak dari bukti tersebut, apabila kedua saksi tersebut mau berbicara dengan terbuka dan tanpa ada sesuatu yang mereka sembunyikan lagi!"


"Kamu memberiku waktu berapa lama, Dion?"


Javas memang sengaja langsung bertanya mengenai waktu, karena bagaimanapun juga dia harus bisa memperkirakan berapa lama waktu yang bisa dia gunakan untuk membuat orang-orang Axel mengatakan kejadian yang sesungguhnya. Meski demikian bukan berarti dia akan berleha-leha dalam bekerja, karena bagaimanapun juga berleha-leha adalah sesuatu yang tidak akan pernah dimaafkan oleh Dioneel.


"Kalau bisa dalam tiga atau lima hari kalian sudah menyelesaikan hal tersebut. Karena semakin lama kita menyelesaikan hal itu, maka keselamatan Arsen dan juga Aletta akan semakin terancam dan kita tidak bisa memperkirakan apa yang akan terjadi kepada mereka nantinya!" kata Dioneel yang memang sangat mengkhawatirkan keadaan pujaan hatinya itu, dan bagaimanapun juga dia masih mengingat dengan begitu baik apa yang dikatakan oleh Axel kemarin.


"Tiga atau lima hari ya?"


"Kenapa? Kamu keberatan dengan hal tersebut? Ataukah kamu merasa jika waktu yang aku berikan tersebut terlalu cepat? Namun sayangnya aku tidak bisa memberikan waktu terlalu lama kepadamu, karena bagaimanapun juga kita benar-benar berpacu dengan keadaan dan juga kita harus bisa menyelesaikan hal tersebut secepat mungkin mengingat jika terlalu lama bisa saja Axel kembali menghilangkan semua barang bukti dan juga saksi yang kita miliki!"


"Ya, kalau kita terlalu lama aku juga sangat yakin dia pasti akan berusaha untuk menghilangkan semua barang bukti dan juga saksi. Sehingga dia tidak akan bisa dijerat dengan hukum atas apa yang sudah dilakukannya selama ini!" ucap Javas yang akhirnya setuju juga dengan pemikiran Dioneel.

__ADS_1


"Jadi, kamu bisa melakukan hal tersebut dengan batas waktu yang sudah aku tentukan itu?" tanya Dioneel berusaha menyakinkan kembali


"Aku akan berusaha untuk menjalankan semuanya sesuai dengan apa yang kamu perintahkan, dan bahkan aku akan berusaha agar bisa menyelesaikannya kurang dari waktu yang sudah kamu tentukan itu. Sehingga dengan demikian, kita bisa segera menjeratnya agar bisa mendekam dibalik jeruji besi!" jawab Javas dengan sangat yakin.


"Bagus!"


Satu hal sudah bisa Dioneel atasi, tetapi bukan berarti hal tersebut membuat dia berleha-leha dan hanya menunggu laporan dari Javas. Karena bagaimanapun juga, dia harus memikirkan hal lainnya dan harus menyelesaikan hal lain agar segala sesuatunya bisa cepat selesai tepat waktu. Bagaimanapun juga seperti yang sudah dia katakan, bahwa mereka benar-benar berpacu dengan keadaan. Dan mereka juga menyadari apabila mereka terlambat untuk menyelesaikan masalah tersebut, maka Arsen dan juga Aletta bisa berada di dalam bahaya.


"Vin, kamu bisa mencari tahu kelemahan dari geng motor yang dimiliki oleh Max saat ini?" tanya Dioneel yang akhirnya mengalihkan pandangannya kepada sang playboy pada Death Squad, dan dia benar-benar berharap lelaki yang satu itu bisa dia andalkan dalam hal yang satu ini.


"Mencari kelemahan dari geng motor itu? Untuk apa? Apakah kita akan menantang mereka ataukah hal yang lainnya?" tanya Kevin yang sedikit kaget dengan apa yang diperintahkan oleh Dioneel kepada dirinya, mengingat mereka hanya bermasalah dengan Axel dan bukan dengan baik motor yang didirikan oleh Max meski mereka juga jelas memiliki masalah dengan lelaki yang satu itu.


"Hhhmmm ... sebenarnya itu adalah satu asumsi yang belum tentu kebenarannya. Akan tetapi mengingat hubungan kita dengan Max tidak pernah baik-baik saja, maka hal tersebut adalah sesuatu yang paling mungkin terjadi apabila kita berhasil menghancurkan Axel karena dia pasti sudah bisa memperkirakan bahwa kitalah yang membuat Axel hancur!" timpal Kevin yang kini mulai paham dengan maksud ketua gengnya tersebut.


"Karena itu aku memintamu untuk mencari tahu kelemahan mereka dan kita akan menghancurkan mereka bersamaan dengan kehancuran Black Moon!" lanjut Dioneel dengan aura kepemimpinannya yang terasa sangat kuat.


"Sepertinya pertarungan kita kali ini akan jauh lebih menyenangkan, daripada ketika aku harus memperebutkan seorang perempuan dengan laki-laki lain!"


Tepat setelah Kevin mengatakan hal tersebut, Javas langsung melemparkan botol air mineral kosong kepada kawannya itu sehingga membuat Kevin mengarang kesakitan.

__ADS_1


"Kenapa? Aku hanya mengatakan sesuatu sesuai dengan kebenarannya dan menurutku hal tersebut tidak ada salahnya sama sekali, tetapi kenapa kamu melemparku dengan bekas air mineral ini?" tanya Kevin yang tidak terima dengan apa yang dilakukan oleh Javas kepada dirinya.


"Karena otakmu yang tidak pernah berhenti memikirkan perempuan, padahal kamu sendiri mengetahuinya kalau perempuan bisa menjadi sumber kehancuran bagi seorang laki-laki!"


"Perempuan juga bisa memberikan semangat bagi kita, karena itu aku selalu berusaha untuk dekat dengan banyak perempuan. Karena dengan demikian, aku akan mendapatkan semangat yang jauh lebih banyak daripada kalian yang tidak memiliki satu pun perempuan di sekitar kalian!"


Dioneel yang sadar jika perdebatan antara Kevin dan juga Javas akan berlanjut semakin sengit, akhirnya pun memutuskan untuk keluar dari ruangan tersebut dan mencari udara segar. Bagaimanapun juga, dia membutuhkan udara segar saat ini untuk memikirkan segala sesuatunya. Sehingga dia tidak akan kalah langkah lagi dari Axel, dan dia juga bisa menghancurkan Black Moon serta geng motor yang dimiliki oleh Max.


Melihat Dioneel yang keluar dari ruangan tersebut, si ahli balapan, Pietro, memutuskan untuk mengikuti langkah dari Dioneel. Kedua sahabatnya sudah memiliki tugasnya masing-masing, sedangkan dirinya belum mendapatkan tugas apa pun dari Dioneel dan dia sangat meyakini jika Dioneel pasti membutuhkan dukungannya dalam hal yang lain dan dia akan berusaha untuk bertanya mengenai hal tersebut karena bagaimanapun juga dirinya masih memiliki kemampuan pada bidang lainnya selain balapan.


"Kamu sudah memikirkan pengacara mana yang akan kita gunakan untuk menjerat Axel kali ini? Karena bagaimanapun juga meski kita yang melaporkan, kita tetap harus mencari pengacara untuk berjaga-jaga jika tiba-tiba Axel melakukan sesuatu yang di luar dugaan kita!" kata Pitro saat jarak antara dirinya dan Dioneel hanya tinggal beberapa senti saja.


Dioneel terdiam dengan apa yang ditanyakan oleh Pietro, karena sampai detik ini dia memang belum memikirkan mengenai hal tersebut dan apa yang dikatakan oleh kawannya itu ada benarnya juga. Bagaimanapun juga mereka harus bersiap-siap dengan apa yang bisa saja terjadi dalam perjalanan mereka untuk menghancurkan Axel serta Black Moon, dan juga geng motor yang dimiliki oleh Max saat ini.


"Mungkin aku akan menghubungi Kenzie Karena bagaimanapun juga pada kasus awal mengenai kecelakaan yang dialami oleh Arsen, dia adalah pengacara kita dan dia sudah mengetahui mengenai seluk beluk permasalahan yang sedang kita hadapi saat ini serta kasus penyuapan tersebut masih ada benang merah dengan kasus yang sebelumnya terjadi," jawab Dioneel akhirnya yang akhirnya kembali memutuskan untuk bekerjasama dengan pria yang sempat membuat cemburu tersebut.


"Tapi, Dion. Sepertinya aku kurang yakin kepadanya karena meski dia sudah menangani kasus tersebut dipermulaan, bagaimanapun dia adalah seorang pengacara yang belum memiliki nama besar dan aku sangat yakin kalau Axel pasti akan menyewa pengacara dengan nama besar dan pasti akan sangat sulit untuk kita kalahkan nanti."


Dioneel terdiam dengan apa yang dikatakan oleh Pietro, karena memang pada kenyataannya apa yang dikatakannya itu adalah sebuah kebenaran. Kenzie memang mengetahui sejak awal kasus yang sedang dihadapi mereka saat ini, tetapi tidak bisa dipungkiri kalau lelaki yang satu itu memang belum memiliki nama besar dan pasti akan dengan begitu mudahnya dihempaskan oleh pengacara yang disewa oleh Axel. Namun Dioneel sendiri tidak memiliki pilihan lain selain meminta bantuan Kenzie, mengingat saat ini dia tidak memiliki harta sama sekali untuk membayar pengacara ternama dan membuat mereka mendapatkan kesempatan untuk memenangkan kasus itu.

__ADS_1


"Aku tidak memiliki pilihan lain selain meminta bantuannya, karena bagaimanapun juga kamu mengetahui kalau keadaanku saat ini benar-benar buruk dan aku tidak memiliki uang sama sekali untuk membayar pengacara terbaik yang bisa membantu kita menyelesaikan semua kasus ini!" kata Dioneel yang memang tidak ingin menyembunyikan keadaannya saat ini dari kawan-kawannya dan dia berharap jika kawan-kawannya akan paham dengan keadaannya itu.


__ADS_2