Aletta Si Cantik Milik Bad Boy Billioner

Aletta Si Cantik Milik Bad Boy Billioner
Bab 51


__ADS_3

Dioneel tidak ingin mengambil langkah ini secara sembarangan. Dia ingin momen lamaran mereka menjadi sesuatu yang istimewa dan tak terlupakan bagi Aletta. Dengan penuh antusiasme, Dioneel mulai menyusun rencana untuk mengubah rooftop menjadi tempat yang romantis.


Dioneel langsung menghubungi sebuah tempat penyewaan dan berhasil memesan rooftop yang memiliki pemandangan kota yang indah. Dia membicarakan dengan staf pengelola tempat tersebut untuk mendekorasi rooftop sesuai dengan tema romantis yang ingin dia ciptakan.


Dioneel memilih bunga-bunga yang disukai Aletta dan meminta agar taman kecil yang indah diletakkan di pojokan rooftop. Dia memilih bunga-bunga mawar merah, simbol cinta yang tak tergoyahkan, untuk melambangkan perasaan cintanya yang mendalam. Setiap detailnya dipikirkan dengan cermat, termasuk pencahayaan yang lembut dan hiasan-hiasan kecil yang akan memberikan nuansa romantis.


Selain itu, Dioneel juga merencanakan untuk menyajikan makan malam spesial di rooftop tersebut. Dia memilih menu-menu favorit Aletta dan memesan makanan dari restoran terdekat yang terkenal dengan cita rasanya. Dioneel ingin memastikan bahwa semuanya sempurna untuk malam yang bersejarah ini.


Dioneel juga meminta bantuan dari beberapa teman dekatnya untuk membantu mengatur segala sesuatu dengan rapi. Mereka akan mengatur kursi-kursi dan meja-meja dengan cantik, serta membantu dengan segala detail teknis lainnya untuk memastikan semuanya berjalan lancar.


Saat malam lamaran tiba, Dioneel sangat gugup namun juga penuh semangat. Dia berdoa agar semuanya berjalan sesuai rencana dan bahwa Aletta akan menerima lamarannya dengan sukacita.


Ketika Aletta tiba di rooftop, dia terkejut melihat perubahan yang begitu menakjubkan. Bunga-bunga yang harum bertebaran di sekitar mereka, pencahayaan lembut memberikan nuansa romantis, dan makan malam yang lezat menanti mereka di meja yang terhias indah. Aletta takjub melihat keromantisan yang disiapkan Dioneel untuknya.


Dioneel, yang memakai jas dengan hati berdebar, menghampiri Aletta dengan lembut. Dia mengambil tangan Aletta dan memandangnya dengan penuh cinta.


"Aletta, kamu adalah cinta sejatiku, pasangan hidupku, dan orang yang membuat hidupku lengkap. Aku tidak bisa membayangkan hidupku tanpamu. Maukah kamu menikah denganku?"


Aletta, dengan mata berkaca-kaca, tersenyum lebar. "Ya, Dioneel! Ya, aku mau menjadi istrimu!"


Dengan suara riuh rendah, teman-teman mereka yang membantu merayakan momen tersebut. Mereka bangkit dari persembunyian dan memberikan selamat kepada pasangan itu. Mereka merayakan kebahagiaan Dioneel dan Aletta, menambah keceriaan malam itu.


Dioneel dan Aletta berpelukan erat, merasakan kebahagiaan yang tak terkatakan. Mereka tahu bahwa momen lamaran ini adalah awal dari perjalanan mereka sebagai pasangan yang saling mencintai dan mendukung satu sama lain.

__ADS_1


Malam itu, di bawah langit berbintang yang bersinar terang, Dioneel dan Aletta merayakan cinta mereka dengan tawa, canda, dan janji-janji abadi yang diucapkan di antara mereka. Mereka telah menemukan cinta sejati, dan perjalanan mereka bersama sebagai suami istri telah dimulai dengan indahnya.


Malam itu, di tengah udara yang sejuk, Dioneel dan Aletta duduk berdua di taman yang indah. Langit malam dipenuhi dengan cahaya bintang yang berkilauan, menciptakan suasana romantis di sekeliling mereka.


"Aletta, aku sangat bahagia bahwa kita akan segera menikah," ujar Dioneel sambil tersenyum lebar. "Aku tidak sabar untuk menjalani hidup ini bersamamu."


Aletta membalas senyuman Dioneel. "Aku juga sangat beruntung memiliki kamu, Dioneel. Kita akan membentuk keluarga yang bahagia dan penuh cinta."


Namun, di balik langit yang cerah dan kebahagiaan mereka, Max merencanakan sesuatu yang jahat. Dia adalah teman sejak lama Dioneel, tetapi merasa iri melihat kebahagiaan dan kesuksesan hidup Dioneel.


Malam itu, Max berkumpul dengan anak-anak geng motor yang sering kali terlibat dalam kegiatan ilegal. Dia dengan marah berkata, "Aku tidak bisa lagi mentolerir kebahagiaan Dioneel. Aku harus menghentikannya dengan cara apapun. Kali ini, aku akan menculik Aletta setelah dia pulang bekerja. Dioneel akan hancur tanpa dia!"


Tanpa ragu, anak-anak geng motor yang berada di sekitarnya mengangguk setuju. Mereka adalah pasukan setia Max yang siap melaksanakan perintahnya tanpa banyak pertanyaan.


Malam berlalu, dan Aletta tidak menyadari bahaya yang menanti di balik kegelapan malam. Setelah selesai bekerja, dia berjalan menuju tempat parkir untuk mengambil motor. Namun, tiba-tiba, sekelompok orang muncul dari bayangan dan mencoba mencegatnya.


Aletta terkejut dan ketakutan. Dia mencoba berteriak, tetapi tangan mereka segera menutup mulutnya dengan kasar.


Aletta merasa takut, dan dia berusaha untuk tetap tenang dan mengetahui alasan di balik penculikan ini.


Sementara itu, Dioneel sedang menunggu di rumah dengan penuh kegelisahan. Aletta seharusnya sudah tiba di rumah mereka, tetapi dia belum juga muncul. Hatinya berdegup kencang, dan dia merasa ada yang tidak beres.


Di tengah kecemasannya, Dioneel menerima telepon dari seorang teman mereka. "Dioneel, Aletta diculik oleh Max dan geng motornya!" kata temannya dengan nafas terengah-engah.

__ADS_1


"Kamu harus segera melakukan sesuatu!"


Dioneel merasa dunianya runtuh. Dia tidak bisa mempercayai apa yang dia dengar. Max adalah temannya, bagaimana bisa dia melakukan hal seperti ini? Tanpa membuang waktu, Dioneel menghubungi polisi dan memberikan informasi tentang kejadian tersebut.


Sementara itu, Aletta terus berusaha menjaga ketenangan di tengah penculikan. Dia memperhatikan sekelilingnya dengan hati-hati, mencari peluang untuk melarikan diri. Dia harus bertahan dan berharap bantuan akan datang.


Tidak lama kemudian, suara sirene polisi memecah keheningan malam. Polisi datang dengan cepat untuk mengepung tempat penculikan. Mereka menghadapi anak-anak geng motor dengan tegas, sementara Dioneel berusaha mencari Aletta di antara kekacauan tersebut.


Akhirnya, Dioneel menemukan Aletta yang terikat dan ketakutan di pojok ruangan. Dia dengan cepat melepaskan ikatan di tangannya dan memeluk Aletta dengan erat.


"Aku sangat khawatir padamu, Aletta," bisik Dioneel sambil meneteskan air mata. "Aku tidak akan pernah membiarkan orang lain menyakitimu lagi."


Aletta menjawab pelukan Dioneel dengan penuh rasa syukur. Mereka berhasil melalui malam yang mengerikan itu, dan kekuatan cinta mereka terbukti tak tergoyahkan.


Dalam kegelapan, Max dan geng motornya berhasil ditangkap oleh polisi. Mereka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya yang jahat.


Kisah ini menjadi pelajaran berharga bagi Dioneel dan Aletta tentang betapa pentingnya menjaga cinta dan kebahagiaan mereka dari pengaruh negatif luar. Mereka berjanji akan saling mendukung dan melindungi satu sama lain, menjadikan setiap cobaan sebagai batu loncatan menuju masa depan yang cerah bersama.


Di dalam pelukan Dioneel, Aleta menangis sesenggukan dan masih merasa sangat syock.


“Berjanjilah untuk tidak mengatakannya kepada Arsen, dia akan menjadi sangat mencemaskanku,” ucap Aletta kepada sang kekasih.


“Tenanglah … aku ada di sini bersamamu,” jawab Dioneel sambil memeluk erat kekasihnya.

__ADS_1


Keduanya kemudian pergi dari tempat tersebut.


Para anggota Squad Death terus mengikuti mereka, mengawal dengan ketat.


__ADS_2