
Bab 30
David benar-benar kesal dengan apa yang dikatakan oleh putranya. Diia tidak pernah membayangkan jika putra kebanggaannya akan berani melawan dirinya atas apa yang sudah dia rencanakan dengan sangat rapi. Dia tahu kalau selama ini putranya tersebut memang sedikit sulit diatur, tetapi dia tidak pernah mengira jika hal tersebut tidak akan berlanjut seperti ini dan terlebih karena putranya tersebut ternyata mampu untuk melanjutkan perusahaan dengan sangat baik.
"Apa semua ini karena gadis itu?" tanya Davin kepada dirinya sendiri dan dia benar-benar meyakini jika di balik sikap putranya tersebut pasti ada satu alasan yang mendasari segala sesuatunya. "Kalau memang karena gadis tersebut, maka aku harus mengambil tindakan tegas terhadap gadis itu agar dia sadar akan posisinya saat ini dan tidak mengacaukan apa yang sudah aku rencanakan!"
Davin beranjak dari tempat duduknya saat ini dan dia berusaha untuk menghubungi Ethan meminta detektif sewaannya tersebut agar segera memberikan informasi mengenai gadis yang dia kirimkan fotonya kepada lelaki yang satu itu. Davin sungguh tidak sabar untuk menunggu informasi mengenai gadis tersebut karena menurutnya apabila dia sudah mendapatkan informasi mengenai gadis itu maka dia akan jauh lebih mudah untuk bertindak dan dengan demikian Dioneel akan mudah dia kendalikan sehingga putranya tersebut akan mengikuti apa yang menjadi keinginannya.
Sementara itu, Dioneel yang masih kesal dengan apa yang dikatakan oleh ayahnya, hanya bisa melampiaskan semua rasa kesalnya pada beberapa tapi barang yang ada di sekitarnya. Dia memang tidak menghancurkan barang-barang itu, tetapi dia hanya membuat barang-barang yang ada di sekitarnya menjadi sedikit berantakan dan pasti akan sangat sulit untuk berhenti bereskan nantinya.
"Demi keluaga? Alasan yang sangat klise dan tidak seharusnya dia menggunakan alasan tersebut untuk memaksakan kehendaknya kepadaku!" kata Dioneel sambil menatap nanar pada barang-barang yang saat ini sudah benar-benar berantakan tersebut. "Aku bukan lagi anak kecil yang bisa mereka bohongi begitu saja karena saat ini aku adalah seorang lelaki dewasa dan aku sudah memahami segala sesuatunya. Bahkan aku tahu kalau perjodohan tersebut adalah perjodohan bisnis bukan demi keluarga!"
Dioneel terus berteriak dan juga memberantakkan barang-barang yang ada di sekitarnya hanya untuk mengeluarkan semua rasa kesal yang ada di dalam dadanya. Dia benar-benar tidak habis pikir dengan apa yang ada di dalam pikiran ayahnya, setelah sekian lama mereka tidak bertemu dan kini lelaki yang satu itu justru memutuskan untuk menemuinya bukan karena perusahaan melainkan karena perjodohan yang sudah ditentukannya.
"Sial! Lagian perempuan bodoh mana yang mau menerima begitu saja perjodohan yang tidak masuk akal seperti ini? Seharusnya dia paham kalau ini bukanlah zaman Siti Nurbaya di mana perjodohan adalah sesuatu yang lumrah dilakukan oleh masyarakat! Ini zaman modern, di mana setiap orang berhak menentukan masa depannya sendiri, termasuk dengan siapa dia akan bersanding!" kata Dioneel yang masih saja mengungkapkan semua kekesalannya kepada Davin.
__ADS_1
Setelah puas mengeluarkan semua kekesalannya, Dioneel segera beranjak dari dalam kamarnya dan meminta salah satu maid untuk memberekan kamarnya tersebut.
"Hai, Bro!" kata Javas yang memang sejak beberapa saat lalu sudah berada di rumah Dioneel, tetapi dia tidak berani masuk ke dalam kamar kawannya tersebut karena mendengar bunyi barang yang jatuh dari tempatnya.
"Ada apa?" tanya Dioneel yang sedang tidak ingin berbasa-basi mengenai apa pun juga karena saat ini dia masih saja ke saja dengan apa yang sudah terjadi dalam hidupnya.
"Aku hanya ingin memberitahukan bahwa kita memiliki bukti mengenai kecurangan yang dilakukan oleh Axel!" kata Javas sambil terus menatap ke arah Dioneel.
"Bukti kecurangan? Kecurangan apa yang kamu maksud? Kecurangan dalam balapan atau kecurangan yang lainnya?"
"Kecurangan dalam persidangan kasus Arsen dan aku sangat yakin kalau kali ini dia tidak akan bisa menghindar dari kasus tersebut serta dia akan mendapatkan hukuman atas apa yang sudah dia lakukan dan aku juga sangat yakin kalau banding atas kasus Arsen pasti akan diterima!"
"Bukti apa yang kamu dapatkan mengenai hal tersebut?" tanya Dioneel yang terburu-buru dan penasaran dengan bukti yang dimiliki oleh Javas.
"Ini!" kata Javas yang kemudian mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan vidio rekaman CCTV ketika beberapa orang mendatangi kediaman sang hakim dan memberikan sejumlah uang yang diperkirakan uang tersebut adalah uang suap dari Axel agar sang hakim memenangkannya dalam kasus Arsen.
__ADS_1
Dioneel memperhatikan dengan saksama apa yang ada dalam rekaman tersebut dan dia berusaha untuk memahami segala sesuatunya. Bukan karena dia tidak percaya dengan rekaman yang Javas berikan kepada dirinya, tetapi dia hanya tidak ingin sampai kecolongan lagi dan harus menanggung kegagalan kembali dalam kasus yang sedang dihadapinya. Dioneel harus benar-benar membuktikan terlebih dahulu segala sesuatunya agar bukti tersebut benar-benar kuat dan tidak akan membuat Axel lepas lagi dari jeratan hukum.
"Mereka adalah orang-orang Axel dan kita tahu mengenai hal tersebut, jadi dapat dipastikan kalau mereka sedang memberikan uang suap atas kasus yang menjerat Axel kemarin!" kata Javas setelah vidio tersebut selesai diputra.
"Kita memang tahu kalau mereka adalah anak buah dari Axel, tetapi kita harus ingat bahwa pengadilan dan juga pihak kepolisian tidak mengetahui mengenai hal tersebut dan kalau kita tidak bisa memberikan bukti serta kesaksian dari orang-orang tersebut maka kita tidak akan bisa memenangkan kasus itu dan tetap saja pada akhirnya Axel akan terbebas dari semua hukuman. Bahkan lebih buruknya bisa jadi justru kita yang akan mendapatkan hukuman karena dianggap telah membuat fitnah kepada Axel dan juga hakim!"
"Benar juga, Bro! Mereka tidak mengetahui jika orang-orang tersebut adalah orang suruhan Axel dan bisa saja orang-orang itu memberikan keterangan yang berbeda sehingga pada akhirnya justru kita yang akan dirugikan apabila langsung memberikan rekaman ini kepada pihak kepolisian dan melaporkan apa yang sudah terjadi!"
"Lagi pula, dari mana kamu mendapatkan rekaman ini? Ketika kita memberikan bukti ini kepada pihak kepolisian, maka kita harus bisa menjawab dari mana asal bukti ini berada karena bisa jadi nanti mereka mengelak!"
"Aku menyadap cctv rumah dari hakim tersebut dan aku mendapatkan rekaman itu tadi pagi meski sepertinya sudah sangat terlambat karena persidangan sudah terjadi!"
"Tidak ada kata terlambat dalam hidup kita karena setidaknya rekaman tersebut bisa kita gunakan untuk melaporkan atas kecurangannya yang sudah mereka lakukan dan yang terpenting sebelum kita melaporkan hal tersebut adalah kita mendapatkan keterangan dari orang-orang yang memberikan suatu kepada hakim itu."
"Jadi, kita tinggal memikirkan bagaimana caranya agar orang-orang tersebut mau berbicara dan memberikan keterangan di hadapan pihak Kepolisian?"
__ADS_1
"Ya, kita harus melakukan hal tersebut dan yang aku tahu, hal itu bukanlah sesuatu yang mudah untuk kita lakukan karena mereka pasti orang-orang pilihan dan mereka adalah orang-orang yang sangat setia kepada Axel!"
"Kita pikirkan semuanya nanti dan kita harus memastikan kalau Axel benar-benar akan terjerat dalam kasus tersebut!"