
Sudah pasti menang Pangeran ketiga karena dia Dewa Perang, tapi kalau Pangeran ketiga mengalah agar membiarkan Kakaknya menang pasti Pangeran kedua menang.
"Aku pilih Pangeran kedua."
"Baiklah aku memilih Pangeran ketiga kalau begitu."
"Kenapa kau bodoh sekali?" Tanya Pangeran pertama kepadaku dengan nada kasar lalu Song Lan hanya tertawa melihat aku dimarahi Pangeran pertama.
Apakah aku salah lagi? Huhh!
Aku mencoba untuk menjelaskan pandangan ku terhadap mereka berdua, apalagi mereka adalah Kakak beradik bukan "Pangeran ketiga tidak akan menang karena ia itu Dewa Perang sudah banyak menang, pasti ia akan mengalah dalam arena ujian peringkat ini. Lagian untuk apa juga dia berniat mengalahkan Kakaknya sendiri," Ucapku dengan meyakinkan Pangeran pertama.
Pemikiran anak ini dewasa juga, Adik ketiga apakah kau berniat kalah dari Kakak kedua?
Zhang Li terlalu meremehkan kekuatanku, belum saja aku ceritakan kepadanya bagaimana caraku menaklukan seluruh binatang spiritual lautan sampai aku bawa paksa kedalam sungai lembah langit ini. Bahkan caraku menaklukkan seluruh lautan di alam semesta sampai tunduk pada perintahku saja!
Hahaha Zhang Li dapat membaca pikiranku, tenang saja Kakak pertama. Aku sudah mendengar sendiri semua ucapannya tadi.
Hahaha ia hanya gadis polos Zhu Hao untuk apa kau memasukan kata-katanya ke hati, sudah lanjutkan pertarungan kalian.
Gerakan Pangeran ketiga hanya menghindar terus menerus, sedangkan Pangeran kedua menyerang tanpa ampun. Cukup lama mereka hanya bertahan dan menyerang seperti itu "Hei, apakah kau akan terus menghindar seperti ini?" Tanya Pangeran kedua dari atas arena yang terlihat mulai menatap kesal Pangeran ketiga.
"Baiklah aku akan serius."
Pangeran ketiga langsung mengeluarkan pedang yang sangat indah karena saat terkena sinar matahari, pedang itu mengeluarkan cahaya seperti pelangi. Memang Dewa Perang yang terbaik!
Pangeran kedua juga tak mau kalah, ia langsung mengeluarkan sebuah pedang lain yang tak kalah bagusnya, sungguh indah. Pedang itu diselimuti cahaya kebiruan berkilau seperti berlian.
"Kau terpanah oleh pedang atau ketampanan para Pangeran, Zhang Li?" Tanya Pangeran pertama yang ternyata dari tadi memperhatikan tatapan mata Zhang Li yang terfokus kearah para Pangeran yang sedang berada di arena.
Ia seperti sedang membaca isi pikiranku, tapi mengapa ia bertanya seperti itu? Memangnya salah aku terpesona dengan ketampanan para Pangeran? Aku rasa hal ini cukup normal untuk seorang wanita bukan? Mengagumi dan dikagumi.
"Aku suka pedang itu," Ucapku sambil menatap pedang yang dipegang oleh Pangeran ketiga.
"Apakah kau menginginkannya?" Tanyanya seperti seakan bisa memberikannya kepadaku, sungguh aku langsung tertarik dengan percakapan ini.
"Memang kenapa? Jika aku ingin memiliki pedang itu?" Tanyaku untuk memastikan tujuannya bertanya begitu.
"Kalau kau ingin pedang itu, kau harus membantuku setelah lulus dan mendapatkan gelar Dewi."
"Jika aku tidak bisa menjadi Dewi?" Tanyaku dengan sedikit khawatir dan terus terang.
Jujur saja setelah melihat pertandingan ini, aku sedikit ragu untuk bisa mendapatkan tingkat 25 keatas dari 250 orang karena murid disini memiliki kekuatan spiritual yang sangat hebat.
"Tenanglah."
Ia membaca pikiranku lagi.
"Baiklah aku akan membantumu, tapi apa tugasku?" Tanyaku.
"Cukup belajar menjadi Dewi, setelah kau lulus ujian tingkat Dewi. Aku akan memberitahumu," Balasnya sambil tersenyum.
Aku sungguh tak bisa berkedip saat melihatnya tersenyum sangat manis seperti itu, baru pertama kali ia tersenyum begitu kepadaku. Ternyata ia cukup tampan juga.
Terlihat pedang itu menyerang Pangeran kedua dengan sendirinya, sedangkan Pangeran ketiga hanya melihatnya tidak bergerak selangkahpun. Pedang itu seperti melindungi tuannya, sungguh hebat jika aku memilikinya. Pedang milik Pangeran kedua juga sangat mengerikan karena sekali tebasan pedangnya membuat angin terasa berhembus sangat kencang, sampai-sampai membuat Pangeran ketiga terpental dan langsung mendarat diluar arena ujian "Baiklah pemenangnya Pangeran kedua."
Guru tidak memberi komentar atau nasehat apapun? Hahaha apakah karena yang bertarung Pangeran? Tapi tadi aku juga tidak mendapat nasehat dari Guru.
__ADS_1
Saat Pangeran kedua menuruni arena ujian, Pangeran pertama sudah tidak ada disampingku. Ternyata ia sudah siap diarena ujian "Aku Zhu Yi, Dewa Naga Malam menantang Song Lan murid pewaris pertama Dewa ke gelapan alam iblis."
Song Lan dengan Pangeran pertama?! Ba-Bagaimana bisa? Woaah aku tidak menyangka, ternyata Song Lan meskipun menyebalkan begitu. Kekuatan spiritual miliknya sangat tinggi!
Mereka berdua saling memberi salam dan menghargai satu sama lain. Kemudian Song Lan mengeluarkan sebuah seruling berwarna putih, tapi seruling itu terlihat aneh karena diselimuti oleh cahaya putih dan asap hitam. Sedangkan Pangeran pertama mengeluarkan kecapi berwarna hitam dengan diselimuti asap berwarna hitam yang sangat pekat, mereka mulai memainkan sebuah alunan nada.
Aku tidak tau alunan nada itu memiliki mantra apa, tapi murid disekitarku terlihat langsung pucat, pusing, dan bahkan ada yang sampai pingsan. Anehnya, kenapa aku tidak merasakan apapun? Pangeran kedua dan ketiga juga merasa pusing.
Saat Pangeran pertama melihat ada beberapa murid yang pingsan. Pangeran pertama langsung mengarahkan tangannya ke atas, seketika arena ujian memiliki perisai transparan "Pangeran ketiga, perisai ini terbuat dari apa?" Tanyaku.
Pangeran ketiga terkejut dan menatap Zhang Li dengan serius "A-Apa? Kau dapat melihat perisai transparan milik Pangeran pertama? Kau tidak berbohong?" Tanyanya dan membuat aku menjadi heran.
Meskipun transparan, tapi perisai ini terlihat jelas olehku namun kenapa hal itu membuat Pangeran terkejut dan mengira aku berbohong kepadanya?
"Apakah kau tidak bisa melihat perisai ini dengan jelas?" Tanyaku.
Ia menggeleng lalu menjawab perkataan ku "Hanya seorang Dewa atau Dewi yang bisa melihat perisai ini, itupun hanya samar dan tidak ada yang mampu melihatnya dengan sangat jelas. Sebenarnya, perisai ini terbuat dari jurus embun malam, jurus ini diciptakan sendiri oleh Pangeran pertama pada saat ia masih berusia 16 tahun."
A-Apa?! Usia 16 tahun? Sudah bisa menciptakan jurus sehebat itu? Aku saja umur 16 tahun baru belajar jurus milik Guru.
"Berarti tidak ada orang yang bisa membuat perisai seperti ini?" Tanyaku kepada Pangeran ketiga.
Pangeran ketiga tampak menghela napas "Sampai saat ini tidak ada yang bisa membuat perisai ini, bahkan Guru Ru Ru sebagai Dewi Spiritual saja tidak bisa membuat atau menembus perisai embun malam milik Pangeran pertama."
"Sungguh hebat!" Ucapku yang terkagum dengan pertahanan perisai embun malam milik Pangeran Pertama.
Pangeran ketiga hanya tersenyum kepadaku. Pertarungan antara Pangeran pertama dan Song Lan tidak terlihat sangat hebat, karena mereka berdua hanya diam sambil memainkan kecapi dan seruling.
Kami yang melihat pertarungan ini hanya mendengarkan alunan nada saja. Sudah cukup lama mereka tidak bergerak sama sekali, tapi tiba-tiba Song Lan mengejutkan kami semua karena muntah darah sampai berhenti memainkan seruling. Kemudian, perisai embun malam dibuka oleh Pangeran pertama lalu ia meninggalkan arena ujian dan berdiri di sebelahku "Song Lan menang dalam ujian ini," Ucap Guru Lao Gao.
Bagaimana bisa Song Lan menang? bukannya Song Lan kalah? Karena ia muntah darah tiba-tiba, kenapa jadi Pangeran pertama yang kalah?
"Aku tidak mengalah Guru, tapi aku memberikan kesempatan kepadanya agar bisa mengimbangi kekuatan spiritual ku, karena ia bukan lawan ku dan aku tidak ingin menyakitinya lebih parah," Jawab Pangeran pertama membantah penegasan kepada Guru Ru Ru.
"Baiklah aku menerima kebaikanmu saat ini Pangeran, dilain waktu kita akan bertanding dengan serius. Terima kasih Pangeran," Ucap Song Lan.
Setelah itu ia memberi salam dan menuruni tangga arena ujian lalu berdiri di sampingku.
Setelah itu Guru Ru Ru dan Guru Lao Gao turun dari pedang, mereka membuat sebuah papan berisi nama semua murid dengan nomor tingkatannya "Baiklah, setelah menerima dua seragam sekolah resmi dari Guru. Kalian baru boleh melihat papan tingkatan ini, beristirahatlah karena pelajaran hari ini selesai. Jika kalian ingin keluar dari lembah langit, maka kalian harus kembali sebelum matahari terbenam."
Ternyata Song Lan dan Pangeran pertama adalah murid terakhir yang melakukan ujian. Aku ingat peraturan ini, Pangeran pertama sudah memberitahu semuanya kepada aku dan Song Lan.
Jika melanggar peraturan sekolah untuk pertama kali, maka ia akan dihukum cambuk 40x oleh Guru dan jika ada murid berbohong sebanyak tiga kali, ia akan menghadapi pedang kejujuran milik Dewi Kejujuran.
Setelah mendapatkan dua seragam. Aku, Song Lan, dan para Pangeran langsung menuju papan peringkat, terlihat tingkatan yang kami dapatkan saat ujian tadi. Pembukaan yang menakjubkan! Teman sekamarku mengisi peringkat teratas semua! Aku terus mencari namaku perlahan-lahan dengan sangat teliti.
Song Lan
Zhu Yi
__ADS_1
Zhu Hao
Zhu Tao
Da Liu
Hong
Zi Fen
Bai Lu
....
Zhang Li
....
Zhuan Qi
Ah sialan aku urutan ke-15, sangat jauh dari teman serumah ku. Menyebalkan! Walaupun begitu, aku tetap bersyukur karena bisa masuk dalam tingkat 25.
__ADS_1
Untung saja Zhuan Qi urutan ke-24. Jadi, aku bisa sedikit terhibur, aku langsung meminta Pangeran ketiga mengantarku kembali ke rumah lembah langit dan langsung beristirahat karena ada yang harus aku lakukan.