Alstroemeria | Dewi Bunga Lily

Alstroemeria | Dewi Bunga Lily
Iblis Rubah


__ADS_3

Saat aku keluar dari kedai, terlihat seorang wanita muda sangat cantik memakai gaun hanfu berwarna merah polos lalu ia memakai perhiasan cukup elegan, tapi ternyata ia hanya memiliki jumlah ekor sebanyak 7.


"Sepertinya aku lebih cantik darimu Nona hahaha," Ucap rubah tua itu dengan tawa sangat puas.


Kenapa jadi muda? Padahal tadi terdengar seperti suara wanita tua, sungguh sangat percaya diri sekali. Bahwa dirinya masih awet mudah!


Tak lama Pangeran ketiga dan Wuxian pengawal pribadinya muncul dengan beberapa prajurit alam langit menaiki awan-awan "Zhang Li, ini urusan kami. Biar kami saja yang mengurus rubah ini," Ucap Pangeran ketiga yang langsung berdiri disebelahku.


"Baiklah."


"Aku rubah ungu keturunan keempat yang sudah ribuan tahun mengikuti ajaran raja iblis. Aku akan membuktikan kehebatan ajaran kami hahaha, kau tidak akan mampu mengalahkan ku Dewa Perang," Ucap rubah tua itu sambil tertawa.


Rubah tua, terlihat seperti menggerakkan tangannya dengan sangat gemulai dan tiba-tiba para prajurit yang akan menyerangnya malah berbalik menyerang kami berdua, tapi tatapan mereka aneh matanya menjadi berwarna ungu dan cara mereka menyerang kami sangat aneh. Oh aku paham! Jadi, ini jurus andalan si rubah tua? Jurus pengendali pikiran? Bahkan pemilik kedai tadi juga telah dikendalikan oleh rubah tua?


Song Lan dan Pangeran pertama keluar dari kedai, tanpa berpikir panjang ia langsung memainkan seruling nya. Sedangkan Pangeran pertama membantu pangeran ketiga menyerang rubah tua dengan kecapinya, anehnya asap berwarna ungu keluar dari seluruh tubuh prajurit dan mengarah ke Song Lan?


Tunggu, ada apa sebenarnya?


Kenapa ke arah Song Lan?


Tidak mungkinkan Song Lan menyerap seluruh kekuatan itu kedalam tubuhnya agar para prajurit sadar? Apakah ia tidak tahu? Dia akan dikendalikan oleh rubah tua jika menyerap seluruh kekuatannya "Song Lan hentikan!"


Ia tidak menghiraukanku dan tiba-tiba mata Song Lan perlahan berubah menjadi warna ungu "Hahahaha anak pengkhianat yang bodoh! Matilah bersama ayahmu."


A-Apa? Anak pengkhianat? Ah tidak peduli, mungkin ia hanya berbicara tidak-tidak.


Rubah tua itu mulai mengendalikan Song Lan, aku melihat tangan Song Lan seperti akan merenggut jantungnya sendiri. Aku langsung mengikat tangan Song Lan dengan tali harpa perak, kemudian menjebaknya agar masuk kedalam jaring emas buatan ku. Setelah itu aku menciptakan bunga Lily hitam untuk menghisap aura pembunuh dari rubah ungu yang tadi memasuki tubuh Song Lan.


Pangeran pertama membantu Song Lan dengan kekuatan spiritualnya agar cepat sadar "Rupanya sosok Alstroemeria yang diperbincangkan seluruh iblis dan Dewa dialam semesta hanyalah manusia setengah Dewa? Hahaha sungguh tidak pantas."


Wuxian langsung menjerat leher rubah tua itu dengan rantai surgawi dan Pangeran ketiga langsung menebas kepala rubah tua dengan sekali ayunan pedang. Aku membuat bunga Lily hitam agar inti roh rubah tua dapat hancur sepenuhnya menjadi abu.

__ADS_1


Jadi, Ia tidak akan pernah bangkit lagi karena sudah hancur "Pangeran ketiga bisakah kau membantuku membakar bunga Lily hitam ini dan yang disana?" Tanyaku sambil menunjuk bunga Lily yang terbang diatas jaring emas.


"Baiklah," Ucap Pangeran ketiga langsung membakar habis bunga Lily hitam ku dengan api biru.


Para prajurit, Wuxian, dan Song Lan seperti tidak menyangka bahwa aku Alstroemeria.


Aku terbang ke atas langit dan menyebarkan serbuk emas "Alstroemeria hanyalah wanita cantik yang tidak kalian kenali, bahkan kalian hanya melihat bayang-bayang hitam sosok wanita yang berbau bunga Lily hitam."


Mereka langsung pingsan seketika "Kita berpisah disini Zhang Li sampai jumpa," Ucap Pangeran ketiga sambil membawa Wuxian serta para prajurit yang sedang pingsan secara teleport dengan awan-awan lalu aku dan Pangeran pertama membawa Song Lan kembali ke rumah lembah langit.


Saat Song Lan terbangun ia langsung aneh "Apakah kau tadi melihat Alstroemeria? Ah sialan kenapa aku tidak ingat wajah wanita itu, padahal aku sangat ingin menemuinya."


Aku dan Pangeran pertama hanya saling bertatapan mata "Hanya bayangan hitam sosok wanita."


"Aku juga mengingatnya begitu."


"Sudah malam tidurlah Song Lan, kau juga terlalu banyak minum arak malam ini."


Pangeran pertama memberiku isyarat untuk mengikutinya, sepertinya kami akan ke halaman rumah "Zhang Li, ternyata seperti itu perbuatan mu?" Tanyanya.


"Tidak, hanya aneh saja."


"Baiklah, aku tidak peduli tentang Alstroemeria. Aku sudah selesai menghapalkan jurus air yang berada digulungan kertas ini."


"Oh yang waktu itu saat aku bertemu Xu Qu di taman dekat air terjun?" Tanyanya.


Kenapa harus menyebut Xu Qu, apakah dia hanya mengingat gadis itu saja? Bahkan ia tidak ingat kalau ia sudah memberikan 1.000 tahun kekuatan spiritualnya untuk ku agar berlatih.


"Apakah kau mengomel dalam hati? Tenang saja aku mengingatmu Zhang Li. Cobalah semua jurus yang telah kau hapalkan."


Aku hanya menghembuskan napas dengan kasar dan langsung menciptakan pedang yang terbuat dari air. Seketika langsung berhasil, setelah itu aku membuat gelombang air yang telah aku kendalikan dengan tangan, agak sulit namun aku tetap berusaha sebisa mungkin agar berhasil.

__ADS_1


Sebenarnya ada apa dengan identitas Song Lan dan Zhang Li? Mengapa aneh sekali? Rubah ungu itu menyebut Song Lan anak pengkhianat? Padahal sudah jelas ia Putra Mahkota dari alam iblis lalu Zhang Li mengapa rubah ungu itu menyebutnya sebagai manusia setengah Dewa? Apakah Paman Ji Dan tidak tahu asal usul Zhang Li yang sebenarnya? Ah tidak mungkin, tapi kalau Paman Ji Dan tau. Mengapa ia masih berani menjadikan Zhang Li sebagai murid pewaris? Bukankah hal ini melanggar aturan Alam Langit?


Petir menyambar-nyambar di langit dengan kencang dan terlihat ada sebuah bayangan kebiruan melintas dengan cepat di langit seperti komet "Zhang Li, mengapa kau membuat hujan?" Ucap Pangeran pertama dengan wajah panik menatap langit.


"Bukan Zhang Li, Kakak pertama. Tadi aku melihat cahaya biru ingin menerobos kolam air suci," Ucap Pangeran kedua yang langsung menyela pembicaraan kami.


Terlihat Pangeran kedua sedang duduk bersantai diatas atap lalu mengajak kami masuk ke rumah "Apakah kau yakin Adik kedua?" tanya Pangeran pertama.


Kenapa wajah Pangeran pertama terlihat sangat serius? Padahal tadi aku hanya membuat awan hujan di tanganku, mana mungkin aku bisa membuat petir. Padahal aku baru saja belajar! Jika bisa membuat hujan dan petir pasti aku akan bertanggung jawab atas kesalahanku, tapi aku tidak merasa membuat hujan dan petir sehebat itu karena kekuatan spiritualku sudah cukup terkuras banyak karena rubah ungu.


"Mana mungkin baru belajar bisa membuat hujan deras, itu sungguh tidak masuk akal. Zhang Li kau tadi hebat bisa menguasai jurus ciptaan ku dengan cepat meskipun belum terlalu sempurna."


Aku langsung melotot dan menatap Pangeran kedua "Wah jadi jurus di kertas gulungan itu, ciptaan Pangeran kedua?" Tanyaku dengan sangat kagum terhadapnya.


"Tentu saja."


"Hebat!" Ucapku sambil bertepuk tangan menatap Pangeran kedua, tapi Pangeran kedua hanya tersenyum kepadaku.


Pangeran pertama dari tadi hanya diam lalu saat berbicara membuat aku khawatir "Zhang Li kau dalam masalah besar."


"Ba-Bagaimana mungkin!!"


Tak lama kemudian ada seorang lelaki dan perempuan memasuki halaman rumah kami "Siapakah yang membuat hujan? Jujurlah hukuman mu akan diberi keringanan," Ucapnya dari luar rumah dengan ramah.


"Anggap saja aku Dewi hujan," Ucap Pangeran pertama dengan santai berjalan kearah mereka untuk menyambut kehadiran kedua Dewa yang mencari ku.


Oh ternyata wanita itu Dewi Hujan, tapi kenapa Pangeran pertama bodoh sekali? Mengakui hal yang tidak ia lakukan, padahal bukan kami yang melakukan.


"Ikutlah dengan kami."


Saat Pangeran pertama akan dibawa oleh lelaki yang memiliki tubuh besar tersebut. Aku menghentikannya "Aku yang bersalah membuat hujan kecil, tapi tiba-tiba menjadi besar. Hukumlah aku jangan dia," Ucapku untuk meyakinkan kedua Dewa yang ingin membawa Pangeran pertama bersamanya.

__ADS_1


Aku merasa seperti pengecut meskipun hal ini belum jelas apakah benar aku atau tidak, tapi lebih baik aku mengaku saja dari pada Pangeran pertama yang menanggungnya. Lagi pula, ia sudah cukup baik kepadaku karena telah mengajari jurus air dan memberikan 1.000 tahun kekuatan spiritual airnya. Aku langsung dibawa terbang menggunakan pedang oleh wanita dan lelaki bertubuh besar ini...


Kemana? Aku tidak tahu!


__ADS_2