
Sinar matahari mulai mengganggu mataku hingga aku harus terpaksa bangun dari tidurku, tapi mengapa kepalaku sangat sakit? Ah sialan.
Apa yang terjadi semalam? Aku mencoba untuk duduk sambil memijat kepalaku yang sedikit terasa sakit, tapi aku merasakan sakit juga diantara kedua pahaku. Aku bangkit dan terdiam sejenak untuk membuat diriku benar-benar sadar, tapi aku sungguh terkejut saat melihat tubuhku yang tidak memakai apapun dan disebelahku ada Pangeran pertama yang masih tertidur lelap yang juga setengah bertelanjang.
Aku hanya bisa menelan ludah saat menatap tubuh bidang Pangeran pertama yang sangat mempesona. Ketika aku melihat tepat di kasurku, aku menduduki sebuah bercak darah "Ah, apa ini? A-apakah ka-kami sungguh melakukan ini? Ti-tidak!" Aku tak kuat menahan tangis karena melihat semua ini telah terjadi.
Aku mengira semua ini hanya mimpiku saja semalam, tapi ternyata sungguh terjadi. Apa yang harus aku lakukan? Ia sudah beristri! Bagaimana denganku? Apa yang harus aku jelaskan kepada Dewi Bunga Agung? Bagaimana jika aku diusir dari alam bunga? Apakah aku sekarang bukan wanita suci lagi? Kenapa Pangeran tega melakukan ini?
Dengan segera aku bangun dari tempat tidur meskipun masih terasa sakit dikepala dan kedua pahaku, tapi aku tidak ingin berlama-lama menangis ditempat ini. Aku terburu-buru mengenakan pakaianku dan aku sedikit melirik kearah tempat tidur untuk melihat Pangeran pertama, tapi sialnya ia telah duduk sambil memegang kepalanya. Dia juga terlihat seperti menahan kepalanya, tapi aku tidak ingin memperdulikannya karena aku hanya ingin segera keluar dari kamar ini sekarang.
Ketika aku berjalan kearah pintu, aku merasa tangan Pangeran Pertama seperti sedang menahanku "Tunggu Zhang Li."
Saat aku menoleh kearahnya, tatapan mata Pangeran sungguh membuat hatiku tersentuh karena ia memelas seperti merasa sangat bersalah "Apa yang kau inginkan Pangeran? Aku percaya kau bilang semua akan baik-baik saja! Apakah ini yang kau inginkan?" tanyaku dengan tegas.
Aku mencoba untuk tetap tegar, seperti tidak terjadi apa-apa tadi malam "Maaf Zhang Li, aku akan bertanggung jawab atas semua perbuatanku. Setelah selesai bertugas! Aku berjanji akan menikahi mu secara resmi di alam langit. Sungguh!" Ucap Pangeran dengan Mata mulai berkaca-kaca dan aku tidak ingin menatapnya dan berusaha tidak peduli dengannya lagi.
"Aku tidak ingin merusak rumah tanggamu Pangeran pertama. Sungguh, aku tidak ingin!" Ucapku sedikit membentak agar aku tidak menangis dihadapan Pangeran pertama.
Pangeran pertama langsung memeluk tubuhku dengan sangat erat "Maaf, aku telah menyakitimu. Sungguh aku akan tetap menikahimu dialam langit apapun yang terjadi, meskipun semua Dewa menentangnya. Aku sungguh tidak peduli dan tetap melangsungkan pernikahan ini Zhang Li, aku bersumpah!"
Aku sungguh tidak tahu harus berkata apa lagi, selain menangis sekeras mungkin. Aku berusaha menepis tangan Pangeran pertama, tapi ia malah mengarahkanku untuk kembali duduk dikursi sementara ia berlutut dihadapanku.
Kenapa aku mengikutinya? Kenapa kau tidak dapat melawannya Zhang Li? Apakah kau telah menjadi bodoh setelah tidur dengannya?
"Aku sangat mencintaimu Zhang Li dan semua ini bukan maksudku untuk menyakitimu...." Aku langsung menyela ucapannya karena mataku sudah tak tahan lagi "Apa lagi Pangeran?" tanyaku.
Aku tak bisa menghentikan airmataku yang sudah mengalir membasahi kedua pipiku.
Pangeran pertama tiba-tiba memegang pergelangan tangan kiriku lalu ia menggigit jari telunjuknya hingga berdarah dan meneteskan darahnya, secara ajaib tato bersimbol bunga Lily dan Naga berwarna hitam timbul dipergelangan kiriku "Ini adalah bukti bahwa kau satu-satunya wanita yang menghabiskan malam pengantin untuk pertama kalinya bersamaku dan simbol ini akan tetap ada sampai kapanpun, tidak akan pernah bisa hilang kecuali aku mati."
Tangisanku terhenti saat melihat perbuatan Pangeran 'Apakah ia benar-benar mencintaiku? Bagaimana dengan istrinya?'
Pangeran pertama memegang kedua tanganku "Ingat Zhang Li ketika tugas ini selesai aku akan menceraikan Dewi Burung dan meresmikan mu menjadi istriku."
Lagi-lagi Pangeran membaca pikiranku yang sangat rumit ini "Tataplah mataku Zhang Li..." Setelah aku menatap matanya, Pangeran langsung mencium bibirku dengan lembut "Ini sebagai segel janjiku padamu Zhang Li."
__ADS_1
Ah, sialan! Bisa-bisanya dia masih terlihat tenang seperti ini? Apakah sungguh selama ribuan tahun ia hanya tidur dengan satu wanita saja? Apakah ia berbohong?
"Kau sungguh menyakiti hatiku Zhang Li, tapi tidak masalah jika kau tidak percaya. Lagipula aku telah menjadi suamimu!" ucap Pangeran pertama tersenyum lalu menggandeng tanganku kehalaman rumah untuk menemui Kakek Dewa.
Saat melihat kami keluar dari rumah. Kakek Dewa langsung tersenyum kepada kami "Bagaimana pengaruh dari Arak Dewi? Apakah kalian menikmatinya? Hahaha!"
Pangeran pertama menyuruhku untuk menikmati makanan yang telah disajikan Kakek Dewa terlebih dahulu karena ia harus berbicara bersama Kakek Dewa "Apa sebenarnya rencanamu? Tidak usah berpura-pura lagi Kakek Dewa."
"Baiklah, kau anak yang sungguh pengertian Hahaha! Cukup mudah. Jagalah Istri serta anakmu dan kau pasti akan tahu! Tenanglah nak, semua ini menguntungkan untuk kalian berdua di masa depan nanti."
"Aku akan percaya untuk saat ini Kakek Dewa, tapi jika kau memiliki niat jahat. Aku tidak akan sungkan lagi kepadamu Kakek!" Ucap Pangeran pertama dengan sangat sinis lalu ia menepuk pundak Kakek Dewa dan mengajaknya kembali ke halaman rumah untuk melanjutkan makan pagi bersama-sama.
Hampir selesai makan Kakek Dewa bersikap sangat aneh dan ia terus menatap aku "Bisakah kau ulurkan tanganmu Nak?" tanyanya sambil menatap aku.
Kakek Dewa Kenapa? Mengapa ia menyalurkan kekuatan spiritualnya kepada Zhang Li? Apa yang ia rencanakan? Cukup lama aku dan Pangeran pertama menunggu Kakek Dewa berbicara, tapi ia masih tetap menutup matanya "Kakek Dewa, kami harus menunggu berapa lama lagi?" tanyaku dan ia tidak menjawab.
Aku mencoba menggerakkan tubuhnya, tapi Kakek Dewa malah menguap dan membuka matanya dengan perlahan "Maaf, aku tertidur. Tunggulah didepan! Aku harus berganti pakaian terlebih dahulu, sebelum membantu kalian berdua bertugas nanti."
Pangeran pertama menemani Kakek Dewa masuk kedalam rumah, sedangkan aku hanya menunggu mereka sampai keluar.
Menuju jurang tempat panglima raja iblis disegel ternyata tidak dapat diakses dengan jurus teleport. Jadi, kami semua harus menyusuri jalan setapak terlebih dahulu "Kakek Dewa kenapa berhenti didepan tumpukan batu?" tanyaku.
Aku amati tumpukan batu besar ini seperti berbentuk segitiga? Apakah ini merupakan gerbang masuk kearah jurang?
Kakek Dewa menjawab pertanyaanku setelah kami tiba-tiba berada tepat didepan jurang yang dipenuhi lahar api yang sangat panas, tapi anehnya lahar api ini terlihat sangat tenang dan tidak mengeluarkan gumpalan asap sedikitpun "Ah itu tadi jalan pintas menuju jurang, tapi ingat nak apapun yang terjadi jangan sampai gagal menyegel."
Aku dan Pangeran pertama langsung mengarahkan kekuatan spiritual es kearah lahar api, tapi gagal. Kami saling menatap satu samalain karena jujur saja ini baru pertama kali terjadi! Apalagi kekuatan Pangeran pertama lebih tinggi dari aku "Nak cepat segel jurang itu! Sebelum panglima raja iblis keluar dari dalam lahar api."
Teriakan Kakek Dewa membuat pikiranku semakin berantakan "Bagaimana ini Pangeran?" tanyaku.
Pangeran pertama tidak menjawab aku dan terus berusaha, sedangkan aku mencoba mengamati lahar api ini "Kenapa kau hanya diam Zhang Li?" tanyanya.
Ia mengikuti tatapan mataku yang sedang menatap kearah depan karena tepat dihadapan kami ada asap tipis yang mulai keluar perlahan "Menjauhlah dari sana nak..." Teriakan Kakek Dewa langsung membuat Pangeran pertama secara reflek menggendong tubuhku terbang bersamanya menjauh dari asap hitam tersebut "Apa itu?" tanyaku.
Pangeran pertama belum menjawab pertanyaanku tiba-tiba muncul seorang lelaki dengan setengah tubuhnya seperti terbakar oleh api, bahkan setengah wajahnya sangat mengerikan dan tangannya memiliki kuku hitam yang sangat tajam seperti binatang gaib yang sudah ribuan tahun umurnya "Rupanya ada yang sudah menunggu kehadiranku disini Hahaha, apakah aku perlu memperkenalkan diriku kepada kalian terlebih dahulu?" tanyanya sambil tersenyum mengerikan menatap kami berdua.
__ADS_1
Roh pedang Sanos langsung keluar dari tubuhku dan berdiri tepat dihadapanku seperti melindungi aku dari pandangan lelaki ini "Zhang Li, jangan tatap matanya."
Aku menutup mataku ntah apa yang terjadi karena tatapanku sangat gelap "Hahaha rupanya ia anak kecil yang selama ini membuat kelompok raja iblis sangat waspada?" tanyanya sambil tertawa tidak jelas dan seketika ada suara dentingan pedang sedang beradu bahkan ada suara petir juga, apakah sungguh aku tidak boleh membuka mataku?
Roh pedang Sanos mencoba menahan panglima raja iblis untuk tidak menjauh dari lahar api, sedangkan Pangeran pertama mencoba membuat petir untuk membantu Kakek Dewa menahan binatang gaib.
Tak lama kemudian ada suara binatang gaib yang cukup keras sedang mendesis, tapi ada juga yang bersuara seperti gajah.
Ada berapa binatang gaib sebenarnya? Aku menyiapkan diri untuk membuka mata namun aku tiba-tiba mendengar teriakkan Pangeran pertama yang sedang berbicara dengan Kakek Dewa "Tidak Kakek Dewa! Aku tidak setuju dengan permintaanmu ini."
"Ada apa Pangeran?" tanyaku sambil membuka mataku perlahan. Seketika aku melihat Pangeran pertama dan Kakek Dewa berada didepan jurang lahar api, tapi dimana lelaki setengah monster tadi? Apakah selesai dibunuh oleh mereka ber-3?
"Zhang Li, aku telah kerasukan iblis. Jadi, semua ini bukan salahmu dalam bertugas namun memang takdirku harus berjalan seperti yang aku lakukan hari ini."
"Kakek Dewa, aku dapat membantumu..." Ucapanku langsung disela oleh Kakek Dewa "Tidak akan bisa. Sudahlah jagalah anak itu untukku nak! Apakah kau mengerti?" tanyanya dan aku hanya mengangguk pelan.
Wajah Kakek Dewa mulai terlihat menghitam dan matanya mulai berubah perlahan menjadi berwarna merah, tapi disaat itu juga ia langsung melompat kedalam lahar api. Seketika itu juga, jurang langsung berubah menjadi es yang sangat beku "Zhang Li, bolehkah aku minta bunga Lily hitam milikmu?" tanya Pangeran pertama.
Setelah aku berikan kepadanya, Pangeran pertama seperti sedang mengumpulkan serpihan kunang-kunang berwarna emas yang berterbangan saat ini.
"Kakek Dewa pasti bereinkarnasi karena ia memiliki kehidupan yang abadi, tapi aku harus membantunya untuk mengumpulkan semua serpihan dirinya. Jadi, aku meminta bunga Lily hitammu Zhang Li."
Aku mengangguk lalu mencoba menyegel jurang es ini dengan jurus segel Lily Hitam, tapi saat aku hampir selesai menyegel para binatang gaib berhasil menembus pagar pembatas petir buatan Pangeran pertama.
"Biar aku saja yang mengurus mereka. Jadi, selesaikan tugasmu untuk menyegelnya Istriku."
Aku hanya menatapnya yang tersenyum "Istriku?" Gumam ku kepada diri sendiri dan langsung tersadar akibat dentingan suara pedang milik Pangeran pertama.
Aku langsung menambah kekuatan spiritualku untuk mempercepat proses penyegelan jurang agar bisa membantu Pangeran pertama, tapi setelah selesai menyegel aku merasa sangat pusing hingga mataku perlahan menggelap "Pa-Panger...."
Pangeran pertama langsung menghampiri Zhang Li karena sangat khawatir dengan keadaanya, tapi ia terkejut saat Zhang Li mulai menguap dan mulai membuka matanya. Setelah itu ia merenggangkan tubuhnya "Tidak usah terlalu khawatir! Zhang Li baik-baik. Ia hanya kelelahan saja saat ini!"
Dewi Kehidupan langsung bangkit dan mengeluarkan pedangnya "Aku akan membantumu, anggap saja ini balas budiku karena kau telah merahasiakan semuanya dari Zhang Li selama ini dan membantu Ayahku yang sangat keras kepala itu. Jadi, bunuhlah semua hewan ini untuk mendapatkan aura kehidupan abadi yang mungkin akan berguna untukmu suatu saat nanti."
Kakek Dewa merupakan Ayah Dewi Kehidupan? Binatang gaib memangnya berguna untuk apa? Ah sudahlah, aneh sekali berbincang dengannya.
__ADS_1