
Guru Wu Bai yang dari tadi menjelaskan detail dari materi pelajaran yang ia sampaikan hari ini. Akhirnya, memberikan kesimpulan agar inti dari pelajaran hari ini lebih mudah dipahami oleh para murid pewaris "Jadi, kesimpulannya Binatang Gaib merupakan binatang yang tak memiliki Tuan karena itulah mereka menjadi liar. Sebenarnya binatang gaib itu liar untuk melindungi diri dan keluarganya, tapi setelah memiliki Tuan tentu saja mereka akan mengikuti seluruh perintah kalian dan ada 2 hal yang sangat menarik. Pertama, kalian dapat memanggil binatang gaib dengan nama atau nada musik yang kalian ciptakan sendiri, pasti mereka akan mengenali kalian semua dan kedua, kalian tidak boleh menyuruhnya membunuh Tuannya sendiri ataupun dirinya sendiri, apakah kalian semua paham?" Tanya Guru Wu Bai dengan tatapan menyelidiki.
"Guru, kalau Binatang Gaib tersebut telah meminum darah dan menjadi manusia fana. Jadi, mereka itu sebenarnya mahluk apa?" Tanyaku.
"Mereka sebenarnya manusia fana yang memiliki ilmu spiritual atau roh spiritual yang memiliki garis takdir menjadi Dewa-Dewi dialam semesta ini, tapi jika mereka dimanfaatkan oleh seorang Dewa dan dikutuk maka mereka hanya bisa menunggu waktu untuk mendapatkan pertolongan dari Dewi Kehidupan dialam semesta. Namun setelah kejadian perang dimasa lalu Dewi Kehidupan telah mengorbankan dirinya untuk menghidupi seluruh mahluk dialam semesta dan menyembuhkan para Dewa," Penjelasan Guru tiba-tiba terhenti dan menatap aku "Mengapa kau tahu kalau meminum darah dapat mengubahnya menjadi manusia fana Zhang Li? Karena saat ini banyak yang meminum darah manusia agar mereka menjadi roh iblis yang tak terkalahkan."
"Aku pernah melihat cerita ini disebuah buku Guru dan aku tidak terlalu paham maksudnya."
Untung saja, aku memiliki alasan yang tepat untuk ucapanku tadi. Jadi, tidak menimbulkan rasa curiga orang-orang sekitarku.
"Baiklah, sekarang kalian perhatikan sungai ini karena didalamnya terdapat banyak binatang Gaib yang telah jinak dan Guru akan memberitahu cara mengendalikan Binatang Gaib, tapi kalian harus mengetahui kekuatan spiritualnya terlebih dahulu. Jika tidak dapat mengetahuinya, pasti kalian tidak akan mudah untuk mengendalikannya."
"Apakah ukuran besar kecilnya binatang Gaib tersebut dapat berpengaruh Guru?" tanya Song Lan yang keliatannya penasaran.
"Tidak, tapi kekuatan spiritual yang sangat berpengaruh saat kalian mengendalikannya. Baiklah perhatikan anak-anak Guru akan mengendalikan sebuah gurita."
Guru Wu Bai mulai mengarahkan kekuatan spirirualnya ke dalam air, tapi tak lama kemudian munculah seekor gurita yang sangat besar terbang menghampirinya "Kau harus memberikan sedikit kekuatan spiritualmu agar ia dapat mengenalimu dan melacakmu disaat kalian terpisah."
Guru menyentuh dahi gurita besar ini lalu ia memberikan sebuah nama "HuaHua."
"HuaHua berenanglah!" ucap Guru Wu Bai sambil tersenyum.
Ia mengeluarkan sebuah seruling bambu dan menyuruh HuaHua kembali ke dalam sungai.
Guru Wu Bai memainkan seruling tiba-tiba munculah sekelompok ikan Koi "Nada ini untuk memanggil kelompok ikan Koi. Baiklah karena Guru sudah memberikan banyak ilmu kepada kalian, sekarang saatnya mencoba anak-anak."
Semua murid tidak ada yang berani maju duluan lalu Da Liu lagi-lagi bersemangat, tapi saat ia sudah berusaha keras dan yang muncul hanyalah seekor penyu mengapung diair dan tidak menghampirinya.
Beberapa murid yang gagal dan tidak dapat memanggil apa-apa, terlihat sangat pasrah "Kalian jangan ragu saat memanggilnya, ayo anak-anak!" teriak Guru Wu Bai sambil menyemangati kami.
Pangeran ketiga berhasil memanggil seekor paus yang sangat besar, Song Lan berhasil memanggil seekor kuda laut, Pangeran kedua berhasil memanggil seluruh binatang gaib yang berada didalam sungai ini "Memang Dewa Naga Air, hahaha!" ucap Guru Wu Bai dengan tertawa bahagia lalu beberapa murid pewaris juga ikut tertawa dan sangat kagum dengan Pangeran kedua.
Pangeran pertama kemana? Bukankah ia tadi disekolah? Kenapa tidak sekolah?
Aku mulai memainkan nada lagu ciptaanku saat berada dialam bunga sambil bernyanyi didalam hati aku mulai memainkan harpa perak peninggalan Ibuku ini, tapi belum ada yang muncul sama sekali "Zhang Li sepertinya kau gag..." Ucapan Guru Wu Bai terhenti.
__ADS_1
Kami semua terkejut karena ada Naga Hijau yang menyemburkan air kearah kami semua lalu seketika Naga Hijau itu berubah menjadi seorang Dewi cantik yang menggunakan gaun hijau dengan hiasan mahkota hijau, serta beberapa aksesoris emas berhias permata berwarna hijau, tapi ia tidak memakai alaskaki dan hanya memakai gelang kaki emas berhias permata hijau juga.
Siapa sebenarnya Dewi ini?
"Siapa yang berani memanggil aku setelah ribuan tahun ini? Apakah kau ingin membuat permintaan Nona kecil?" Tanyanya menatap aku dengan tatapan penuh kasih sayang.
"A-Aku hanya berlatih Dewi, tapi maaf jika aku mengganggumu. Aku tidak bermaksud sungguh Dewi ," ucapku sambil sedikit memelas agar ia memaafkan aku.
Tiba-tiba Kaisar datang dengan para penasehatnya "MEMBERI HORMAT KEPADA DEWI NAGA HIJAU..." Semua orang langsung memberikan hormat kepadanya dan aku hanya mengikuti semua orang saja.
Memangnya Dewi ini siapa?
"Jika kau tidak mengenalku, mengapa kau memanggil aku Nona?" Tanyanya dengan tersenyum lembut.
"Maaf Dewi, aku berasal dari alam bunga. Jadi, tidak terlalu mengenal Dewi dialam langit."
"Tidak sopan!" Sentak Kaisar dengan suara yang sangat kasar.
"Kau tidak berubah Zhu Fang! Aku adalah istri Dewa Alam Langit yang bernama Pu Chai, tapi siapakah Ibumu Nona?" tanyanya sungguh membuat aku bingung.
"Hahaha, apakah kau keluar dari dalam bunga gadis kecil? Apakah kau tahu harpa ini milik siapa?" Tanya Dewi tersebut.
"Milik mendiang Ibuku Dewi, tapi apakah benar Dewi? Ibuku pemilik harpa ini?" Tanyaku yang masih tidak percaya.
"Tentu saja gadis kecil, mulai sekarang kau harus percaya bahwa pemilik harpa ini adalah Ibumu karena aku sangat dekat dengan Ibumu ini gadis kecil."
"Seperti apa Ibuku Dewi?" Tanyaku yang dibuat semakin penasaran dengan Dewi ini.
Dewi Naga Hijau langsung mengijinkan aku untuk ikut bersamanya ke altar suci alam langit bersama Kaisar dan para Penasehat.
"Bisakah kau menyuruh Wei Chen tidak menghadiri acara ini Zhu Fang?" Tanya Dewi ini lalu Kaisar langsung menyuruh Permaisuri kembali ke kediamannya.
Aku dan Dewi Naga Hijau berbicara banyak tentang Ibuku. Ternyata memang benar aku adalah anak Dewi Alam Bunga, tapi aku memiliki keistimewaan melebihi orangtuaku dan Dewi Naga hijau tidak memberitahu aku apa keistimewaan tersebut "Putra Mahkota memasuki altar suci..." Teriak seorang pengawal yang berjaga dipintu.
"Apakah ia anakmu Zhu Fang?" tanya Dewi Naga Hijau yang berjalan menghampirinya.
__ADS_1
"Iya Dewi," Ucap Kaisar.
"Sepertinya ia sangat mirip denganmu Zhu Fang hahaha, perkenalkan Zhu Yi aku Dewi Naga Hijau istri dari Guru ayahmu."
Pangeran pertama hanya tersenyum lalu Dewi Naga hijau seperti berbisik sesuatu kepada Pangeran pertama, tapi kami semua tidak dapat mendengarnya "Baiklah Dewi, silahkan nikmati hidangan makanan ini sebelum menjadi dingin."
Mengapa Dewi Naga Hijau berbisik seperti itu? Apakah ia akan memberitahu aku sebuah rahasia? 'Jika kau ingin Zhang Li bersatu denganmu maka temui aku tengah malam didekat kolam air suci'
Hari mulai gelap, tiba-tiba saja altar suci dipenuhi utusan para Dewa dialam semesta "Zhu Fang, aku kembali dahulu karena semua ini urusanmu dan jangan lupa jaga gadis kecil ini untuk kejadian waktu itu!" Ucapnya lalu menghilang begitu saja, tanpa menunggu jawaban pangeran.
Mengapa Dewi Naga Hijau meninggalkan aku? Padahal ia yang membawa aku kemari.
Kaisar hanya mengangguk lalu utusan Dewa dari alam iblis mulai berbicara "Lautan roh iblis mulai mengeluarkan badai yang sangat aneh Kaisar, mohon bantuannya Kaisar karena saat ini sudah terjadi banjir sangat besar."
"Apakah para penasehat ada pendapat dan cara mengatasinya?" Tanya Kaisar.
Aku langsung mengangkat tangan untuk membantu para Penasehat "Ada apa Nona Zhang Li?" Tanya Kaisar dengan tatapan aneh.
"Aku ada pendapat Kaisar, apakah boleh?" Tanyaku dan Dewa Bulan langsung menyahuti aku "Anggap saja ia mewakili aku Kaisar, hahaha silahkan Nona."
"Air yang membanjiri alam iblis pasti tidak akan pernah surut karena itu bukan bencana alam. Jadi, Dewa yang memiliki kekuatan angin dapat mengarahkan air itu kembali ke dalam lautan tersebut dan setelah itu harus disegel dengan kekuatan yang tidak biasa agar Dewa Penakluk Iblis tidak dapat membuka segel tersebut."
"Masuk akal, baiklah para penasehat silahkan pergi malam hari ini juga..." Aku menyela Kaisar sebelum mereka pergi "Maaf Kaisar, tapi jika pada malam hari hati-hati bertemu Dewa Penakluk Ibls karena ia sudah belajar ilmu terlarang tahap 2."
"Bagaimana kau mengetahui ini?" tanya salah satu penasehat.
"Saat kemarin aku bertarung dengannya aku merasakan kekuatan ini sangat mirip dengan Dewi Phoenix Air."
Kaisar menyuruh Pangeran pertama mengantarkan aku kembali karena urusan telah selesai, tapi saat aku keluar dari pintu utama altar suci terdapat empat orang utusan Dewa untuk menghadap Kaisar.
Aku merasa sangat canggung!
Bahkan saat sampai dirumah lembah langit aku langsung masuk ke dalam rumah tanpa memberi salam ataupun berbicara.
Apakah semua kejadian abnormal ini berkaitan dengan kebangkitan Raja Iblis, tapi apakah benar?
__ADS_1
Bukankah Dewa Alam Langit telah menyegelnya disuatu tempat yang tidak diketahui siapapun?