
Ragnarok merupakan istilah untuk takdir para dewa karena pada zaman dahulu iblis kelabang api raksasa ini, merupakan iblis terkuat pada saat terjadinya pertempuran antara alam langit dan alam iblis. Bahkan Ragnarok tidak akan pernah mati kecuali kepala kelabang ini ditebas oleh pedang Sanos milik Dewa Alam Langit pertama, tapi tidak ada yang pernah menemukan pedang Sanos setelah Dewa Alam Langit mengorbankan dirinya untuk menyegel raja iblis ditempat yang tidak pernah diketahui oleh seluruh Dewa dialam semesta.
"Ragnarok sudah tidak dapat melihat akibat serbuk bunga Lily emas milik mendiang Dewi Alam Bunga yang menetes dikedua matanya pada saat peperangan terjadi, tapi pendengaran dan penciumannya sangat tajam seperti dimasa lalu karena itu kalian tidak boleh gegabah."
Da Liu mengangguk dan Pangeran ketiga mulai memastikan dimana keberadaan Ragnarok tersebut, tapi tidak ada hasil sama sekali.
Aku memakai cadar hitam agar identitas ku tidak terungkap sebagai Alstroemeria jika tidak sengaja membunuh iblis ini.
"Biar aku saja yang memeriksa, tapi jika rencana ini gagal kalian duluan saja. Aku berjanji akan tetap hidup untuk kelompok ini dan juga Pangeran pertama karena aku sudah berjanji! Jadi, kalian tidak perlu ragu untuk meninggalkan aku."
Aku mengeluarkan cempeti bunga Lily hitam yang biasanya aku gunakan untuk meleburkan iblis, menjadi abu berbau Lily hitam.
Aku langsung loncat dari giok awan dan mengeluarkan pedang Sima untuk membantu aku terbang diawan-awan lalu aku mulai bersiul untuk menarik perhatian Ragnarok yang tepat berada dibawah giok awan milik kelompok kami, pantas saja tidak terlihat. Ternyata berada tepat dibawah giok awan kami, terlihat banyak murid pewaris menjauh dari kelompok kami dan melarikan diri dari Ragnarok.
"Seperti yang aku duga, pantas saja bau iblis sangat pekat dan menjijikan!" Gumamku.
Aku tetap bersiul untuk menarik perhatiannya, agar menjauh dari kelompok kami "Apakah kau tidak mendengar ku? Kemari lah!" Ucapku sedikit berteriak.
Zhang Li sangat membuat aku kagum hari ini - Da Liu
Apakah ini yang dinamakan
pesona Alstroemeria? - Song Lan
__ADS_1
Kelabang api raksasa tersebut langsung terbang kearah ku, terlihat kakinya sangat tajam dan menyeramkan "Hei pedang Sima, bantu aku terbang untuk menghajarnya dengan cempetiku."
Saat aku sedikit lagi berhasil mencambuk tubuh kelabang api raksasa tersebut, tapi tiba-tiba ia berhenti dan menghindarinya. Muncul seorang lelaki yang terlihat memiliki kekuatan spiritual kegelapan yang sangat pekat, ia terlihat cukup tua dengan janggut dan rambut yang terlihat tidak terawat, tapi hal ini membuat ia memiliki kesan menyeramkan dan bengis.
"Rupanya selama ini kau murid pewaris dari Dewa Pembasmi Roh Iblis? Hahaha akhirnya kita bertemu Nona, tapi aku sedang tidak mencari mu. Jadi, menyingkir lah dan jangan ikut campur urusanku dengan lelaki bernama Song Lan."
"Untuk apa kau mencari Song Lan? Kau bukan Ayahnya mengapa kau peduli terhadapnya? Apakah kau ingin berniat buruk kepadanya?" Tanyaku dengan terus memperhatikan gerak geriknya.
Lelaki ini tertawa lalu menatap aku serius "Jika aku berniat buruk terhadap Song Lan, kau mau bagaimana Nona? Hahaha."
"Aku tidak memperbolehkan mu menyentuh Temanku, bahkan sehelai rambut Song Lan!" Ucapku sambil tersenyum menatapnya.
"Teman? Kau berteman dengan seseorang yang akan menjadi raja di alam iblis? Kau sungguh merusak citra kesucian alam langit Nona, hahaha."
Aku tersenyum kepadanya dan terus memancingnya untuk tetap memperhatikan aku, agar kelompokku dapat kabur darinya. Semua rencana kami gagal karena Zhuan Qi membantu Dewa Penakluk Iblis mencegat kelompok kami lalu Dewa penakluk Iblis mulai menyerang aku bersama Ragnarok ini, aku hanya bisa menghindar karena aku sudah mencambuk tubuh ragnarok ini, tapi tetap saja tidak terluka ataupun tergores sedikitpun.
Song Lan menaiki pedang menuju kearahku lalu Pangeran ketiga berubah menjadi naga api yang sangat besar dan menakutkan lalu ia menyemburkan api besar ke tubuh Ragnarok tersebut "Karena kalian yang diincar berhati-hatilah, Pangeran kedua dan Da Liu sedang menuju keluar dari alam senjata tak terbatas untuk melaporkan kejadian ini."
Setelah memberitahu keadaan kelompok kami. Pangeran ketiga langsung melilit tubuh Ragnarok tersebut dan bertarung dengannya, agar Ragnarok tersebut menjauh dari kami. Sedangkan Dewa Penakluk Iblis, mengejar kami dan meninggalkan Ragnarok yang sedang bertarung dengan Pangeran ketiga "Hahaha bahkan Dewa Perang juga melindungi kedua murid pewaris yang akan mati ini? Hahaha."
Dewa Penakluk iblis menghadang kami yang akan menuju ketempat yang aman, tapi kami tidak tahu jalan sebenarnya. Bahkan peta saja kami tidak punya. Jadi, kami berdua hanya mengikuti kata hati kami saja. Sedangkan Song Lan hanya mengikuti kemana aku pergi sambil memantau Dewa Penakluk Iblis yang terus mengejar kami berdua.
Ibu, aku mohon bantu aku sekali ini saja agar teman-temanku tidak terluka dan mati karena aku.
__ADS_1
Aku mohon Ibu...
Aku mulai memainkan harpa perak milik Ibu, tapi Ragnarok tersebut seperti hilang kendali dan menyerang semua orang secara brutal. Bahkan Pangeran ketiga sampai terlempar dan wujudnya berubah seketika, terlihat tubuhnya dilumuri banyak darah lalu aku menangkap tubuhnya dengan cempeti bunga Lily.
Ragnarok tersebut, bahkan menyerang Dewa Penakluk Iblis karena ia sedang mencoba mengendalikan Ragnarok tersebut.
Song Lan tiba-tiba mendapatkan ide untuk melarikan diri, setelah mengamati sekitar kami "Zhang Li dibawah sana ada kawasan kegelapan, lebih baik kita ke sana untuk menyamar dan pasti tidak akan mudah dilacak oleh siapapun. Bahkan Dewa Penakluk Iblis sekalipun," Ucapnya dengan penuh percaya diri.
Song Lan memegangi tubuh Pangeran ketiga dan aku mengikuti Song Lan turun ketempat yang diselimuti aura kegelapan yang sangat pekat ini "Song Lan apakah kau yakin jika tempat ini aman?" Tanyaku.
Song Lan hanya bisa tersenyum "Semoga saja aman Zhang Li, kita harus mengobati Pangeran ketiga terlebih dahulu agar ia sadar dan memberitahu kita jalan keluar dari tempat ini Zhang Li."
Aneh, mengapa Dewa Penakluk Iblis tidak mengikuti kami? Ada apa sebenarnya disini? Apakah ia telah memasang perangkap atau Ragnarok itu sedang membuat kekacauan diatas sana? Song Lan mulai mengobati tubuh Pangeran ketiga, tapi aku tidak memperhatikannya dan hanya melihat apa saja yang ada disekitar kami saat ini, agar aku tahu bahaya apa yang akan datang menyambut kami di sini.
Aku melihat seorang lelaki berkulit putih pucat menggunakan pakaian hitam, berambut hitam, dan tidak memakai alas kaki. Ia menatap kearah atas terus menerus dan tidak menoleh kearah kami sedikitpun, padahal ia pasti tahu kedatangan kami disini karena terlihat ditempat ini seperti tidak ada kehidupan sama sekali.
"Song Lan? Aku tinggal sebentar kearah sana tidak apa-apa? Tidak jauh, aku hanya ingin memastikan penglihatan ku saja."
"Hei Zhang Li jangan aneh-aneh, kita tidak tahu tempat ini."
Aku mencoba mengirimkan bunga Lily hitam berterbangan kearah pria tersebut, tapi ia tidak meresponnya bahkan tidak menoleh kearah kami "Song Lan apakah kau melihat lelaki itu? Ia sedang duduk diatas batu besar disebelah sebuah pedang."
"Aku hanya melihat kabut hitam saja disana, apa kau melihat hantu Zhang Li?" Tanya Song Lan sambil bergidik ngeri mengikuti tatapan mata ku. Siapa lelaki ini sebenarnya? Apa jangan-jangan ia roh pedang kegelapan?
__ADS_1
,