
Pangeran pertama menatap Zhang Li tanpa berkata apapun sampai akhirnya Zhang Li mengabaikan kehadirannya dan melanjutkan percakapannya bersama Pangeran ketiga "Zhang Li, ayo aku antar pulang," Ucap Pangeran pertama dengan tatapan datar.
Zhang Li menghembuskan napas kasar sambil menatapnya dengan tatapan kesal "Tidak bisa. Aku harus belajar elemen es dahulu!"
Pangeran ketiga hanya menyimak percakapan mereka sambil mengecek pekerjaan pengawal pribadinya yang sedang membantunya "Kau akan meleleh jika belajar elemen es bersama Pangeran ketiga Zhang Li."
Ya, kau benar karena ia memiliki kekuatan spiritual elemen api, tapi aku harus mendapatkan elemen es atau mengembangkannya dengan paksa dalam semalam "Ya bagaimana lagi! Aku harus berjuang," Ucap ku sambil tersenyum polos.
"Kakak pertama jangan mempersulit dia lagi! Zhang Li harus cukup beristirahat karena esok hari sayembara telah dimulai," Ucap Pangeran ketiga dengan santai sambil membereskan tumpukan kertas.
"Apakah sudah siap Wuxian?" Tanyanya kepada Pengawal yang sedang membantunya merapikan kertas pendaftaran.
"Sudah terdaftar semua data murid pewaris Pangeran ketiga!"
"Baiklah kau telah berkerja keras. Jadi, silahkan istirahat terlebih dahulu Wuxian, aku masih ingin berbicara dengan mereka berdua."
"Baik Pangeran ketiga."
Pangeran pertama masih terdiam seperti sedang memikirkan perkataan Pangeran ketiga "Zhang Li, kau harus menang dalam sayembara ini. Jika kau menang pedang Sima akan menjadi milikmu selamanya."
Lagi-lagi membahas pedang Sima, jika ia tidak berkaitan dengan Ibuku maka aku tidak akan mempersulit diriku sendiri, hingga terjebak dalam masalah yang tidak berkaitan dengan ku seperti ini "Ya aku mengerti, tapi aku harus memiliki kekuatan spiritual elemen es 500 tahun agar Tian Yi tidak menarik kembali kekuatan miliknya dariku."
Pangeran pertama menghela napas lalu berjalan mendekati ku perlahan "Ah baiklah Zhang Li akan aku berikan kepadamu 1.000 tahun agar kau tidak mengomel terus menerus seperti ini."
"Aku hanya butuh 500 tahun!" Ucapku dengan tegas agar Pangeran pertama tidak memberikan lebih kepadaku.
Aku juga tidak ingin diberi lebih karena nanti pasti aku akan dituntut sesuatu olehnya "Aku beri 1.000 tahun agar kau menang dalam sayembara ini dan menyelamatkan aku dari perjodohan Dewi Burung, tapi kau harus berjanji pada kami untuk menang dalam sayembara!"
Sudah kuduga akan seperti ini, jika diberi lebih. Sungguh membuat aku harus berkerja sangat keras pada hari sayembara "Baiklah aku berjanji! Malam ini Pangeran ketiga akan menjadi saksi dari perjanjian ini."
Tanpa banyak bicara lagi, Pangeran pertama langsung memberikan kekuatan spiritual elemen esnya kepadaku sebanyak 1.000 tahun. Sungguh terasa sangat aneh karena kekuatan spiritual elemen es milik Pangeran pertama berbeda dengan milik Tian Yi, milik Tian Yi berwarna biru cerah saat ditransfer kepadaku, tapi milik Pangeran pertama mengapa menjadi Biru cerah bercampur hitam?
Setelah mentransfernya kepadaku, Pangeran pertama mengajak aku kembali kerumah lembah langit, tapi saat kami berpamitan. Terlihat Tian Yi memasuki halaman rumah Pangeran ketiga tanpa menyapa aku sama sekali!
Mungkin ada suatu hal penting, tapi sudahlah aku kembali saja bersama Pangeran pertama "Ada apa Tian Yi?" Tanya Pangeran ketiga sambil mempersilahkan Tian Yi duduk.
"Aku melihat Zi Yin tidak hanya pandai menggunakan elemen api dan angin saja, tapi ia sekarang sudah pandai memakai jurus andalan Permaisuri Kaisar yaitu Jurus Cakar Malam yang sangat mematikan dan beracun itu."
"Bagaimana kau tahu? Apakah kau sudah memastikannya Tian Yi?" Tanya Pangeran ketiga.
Tian Yi langsung menceritakan kembali apa yang ia lihat saat berada di kediaman Permaisuri Kaisar, setelah itu Pangeran ketiga sedikit terkejut "..., tapi karena peraturan pembuktian tidak tertulis syaratnya maka aku bisa menggantinya sesuka hatiku. Lagian hanya aku yang dapat mengubah atau mengganti seluruh acara sayembara ini. Jadi, kau tenang saja Tian Yi!"
Tian Yi tampak tenang saat mendengar ucapan Pangeran ketiga yang telah diberi wewenang oleh Pangeran pertama untuk mengatur segala hal yang berkaitan dengan sayembara "Baiklah aku percaya kepadamu Pangeran ketiga, sudahlah aku kembali dahulu."
Pangeran ketiga menikmati udara malam sambil memikirkan persyaratan apa yang cocok agar Dewi Burung tidak berulah dengan jurus cakar malamnya...
__ADS_1
Lapangan sayembara dipenuhi banyak wanita yang datang dengan sangat anggun nan mewah. Mereka berpakaian menarik, bahkan sampai ada yang menggunakan mahkota yang begitu indah, tapi kelihatannya disini hanya aku yang memakai hanfu biasa dari lemari ajaib.
Sayembara ini diselenggarakan di lapangan utama sekolah lembah langit karena hari ini diliburkan khusus untuk melihat dan mengikuti sayembara. Kaisar dan Permaisuri serta para Pangeran pasti akan menghadiri acara ini, tapi aku tidak pernah melihat putri ke-4 beberapa hari ini.
"Hei Zhang Li rupanya kau tertarik juga dengan sayembara ini? Aku kira kau tidak tertarik," Sapa Song Lan yang secara tiba-tiba muncul dari belakangku.
"Aku terpak.." Belum saja aku menyelesaikan ucapanku, tapi badanku langsung disenggol oleh Song Lan dengan cukup keras.
Aku menatap Song Lan, tapi ia memberi kode aku untuk melihat siapa yang ada disamping ku. Saat aku lihat, ternyata Da Liu berada didekat ku sambil menatap para Pangeran "Ah Song Lan kau kalau bercanda menyebalkan! Aku terpanah oleh syarat-syarat yang ada di lembaran kertas pendaftaran. Jadi, aku ingin mencoba ikut saja untuk mengobati rasa penasaranku."
"Aku kira kau tertarik dengan ketampanan Pangeran pertama saat menari bersama pasangannya nanti hahaha," Ucap Da Liu sambil terus menerus tersenyum menatap para Pangeran yang sedang duduk.
"Hahaha itu bonus saja, tidak terlalu menarik!" Ucapku kepada Da Liu, tapi ia seketika menatap aku dengan tatapan mata seperti ingin menyangkal ucapanku! Dia kenapa? Apakah aku salah ucap lagi kali ini?
Hmm! Hmm...!
Terdengar jelas suara Pangeran pertama di belakangku saat ini. Apakah aku akan dalam masalah lagi hari ini dengan Pangeran pertama? Ah sialan!
"Minumlah ini sekarang," Ucap Pangeran pertama sambil memberikan sebuah wadah tabung kecil yang ntah berisi apa.
Mencurigakan! Selain itu, semua mata wanita saat ini menatap kearah kami, lebih tepatnya pasti kearah Pangeran pertama. Sepertinya, aku harus tetap minum ini karena Pangeran pertama menatap aku dengan tatapan dingin nan datar yang sangat mengerikan.
Saat aku meminumnya, isi dari tabung ini terasa manis bercampur pahit rasanya. Seperti terjadi pertarungan hebat antara manis dan pahit didalam mulutku.
"KAISAR DAN PERMAISURI MEMASUKI SAYEMBARAAA..."
Mengapa Ibu berbuat demikian?
Apakah ini bentuk dukungan Ibu terhadap Dewi Burung?
"Sebelum sayembara dimulai saya akan memperingati kembali. Alam langit tidak bertanggung jawab atas kejadian tak terduga, tapi Alam langit akan menyediakan Tabib dan obat terbaik untuk yang terluka saat sayembara."
Mengapa peraturan sayembara ini disebutkan kembali oleh Pengawal pribadi Kaisar? Apakah akan terjadi hal mengerikan? Aku jadi penasaran. Tian Yi dimana ya?
Mengapa ia tidak hadir? Apa ia masih tertidur pulas? Ah dasar pria tua tampan yang suka tidur!
Sayembara pertama sudah dimulai, tapi ini cukup menegangkan karena setiap wanita yang mengikuti sayembara akan dipanggil satu persatu untuk maju menghadap keluarga Kaisar yang sedang duduk disinggah sananya. Setelah itu salah satu dari Pangeran akan memberikan sebuah puisi yang harus ditebak.
"Nona Zhang Li..." Teriak salah satu pengawal yang bertugas memanggil nama peserta.
"Aku akan memberikan ia sebuah puisi," Ucap Pangeran ketiga sambil tersenyum menatap aku.
Semoga kau membantuku!
Bukannya malah mempersulit ku!
__ADS_1
"Saat jumpa pertama
engkau beri hatimu
relungnya rona pagi cerah
musim semi
Saat jumpa kembali
engkau sampaikan seuntai kata
baranya laksana musim panas
tak terlukiskan
Ketiga kalinya
engkau beri tanganmu
dalamnya tersembunyi
musim rontok daun berguguran
Terakhir kalinya berjumpa
lewat mimpi singkatku
dalam mimpi terdapat gumpalan
angin musim dingin."
Ah mengapa panjang sekali?
Mengapa puisi ini sangat aneh?
berakhir dengan musim-musim dan musim, tapi tunggu...
Apakah judulnya musim?
Namun karya siapa ini?
Aku harus mengingatnya!
"Berjudul 'Musim' karya dari Shao Xun Mei pujangga terkenal dari tiongkok berasal dari dunia fana."
__ADS_1
Pangeran ketiga hanya tersenyum lalu Pangeran pertama langsung menjawab ucapanku "Kau benar, baiklah selanjutnya aku sendiri yang akan memberikan pertanyaan untukmu."
Ah mengapa harus Pangeran pertama? Ia pasti akan mempersulit aku dengan puisi yang lebih aneh...