
Pangeran pertama langsung teleport bersama Dewi Burung ke kediamannya "Apakah kau gila?" Tanya Pangeran pertama dengan penuh emosi karena tindakannya sungguh sangat tidak pantas.
"Aku gila? Wanita itu yang gila! Bisa-bisanya memeluk Suamiku," Ucap Dewi Burung dengan tatapan penuh amarah dan kesal.
"Sadarlah! Jangan seperti anak kecil. Lagi pula kita sudah menikah untuk apa kau cemburu seperti ini? Apakah masih belum cukup dengan pernikahan ini?" Tanya Pangeran pertama sambil mendengus kesal dan ia mencoba untuk mengontrol emosinya.
"Mengapa kau membiarkan dia memelukmu? Sedangkan aku tidak pernah kau peluk dengan sangat mesra seperti itu."
"Jika ingin dipeluk seperti itu maka carilah lelaki yang mencintaimu dengan sepenuh hati dan tidak menikah karena paksaan seperti ini Nona, aku peringatkan kau untuk segera meminta maaf kepada Nona Zhang Li dan jangan pernah menyentuhnya lagi!"
"AKU ISTRIMU, MENGAPA KAU MALAH MEMBELANYA DI DEPANKU? APAKAH KAU TERKENA SIHIR DARI WANITA SUCI?" Tanya Dewi Burung dengan nada kasar dan berteriak. Tak lama kemudian ia menangis.
"Memang kau istriku, tapi kau bukan pemilik hatiku. Jadi, jagalah sikapmu sebelum aku semakin muak dengan tingkah mu Nona!"
Pangeran pertama langsung pergi dari hadapan Dewi Burung untuk pergi menemui Zhang Li, tapi saat Pangeran pertama ingin berbicara dengan Zhang Li. Ia selalu menghindari Pangeran pertama.
Da Liu menahan kami semua agar tidak sarapan dikantin sekolah ntah apa alasannya, tapi mereka semua sempat diam tidak berkata apapun dihadapan ku saat ini.
Hei, jangan ke kantin. Aku tadi sempat mendengar sebuah rumor dari teman sekamar ku dan ini sangat berbahaya karena Zhang Li dianggap ingin merebut Pangeran pertama dari Dewi Burung, bahkan mereka menyebut Zhang Li dengan sebutan wanita penggoda alam langit - Da Liu
Siapa yang menyebarkan rumor gila seperti itu? - Song Lan
Aku tidak tahu, tapi pastinya jangan ke kantin karena aku tidak ingin melihat Zhang Li semakin bertambah kesedihannya - Da Liu
Kau benar juga Da Liu karena kemarin ia telah ditampar oleh Dewi Burung didepan murid pewaris, serta Guru Lao Gao. Pasti hal ini sangat menyakiti hati dan harga dirinya saat ini - Pangeran kedua
"Kalian terlalu berisik teman!" Ucap Pangeran ketiga dengan kesal. Berisik? Bukankah dari tadi mereka diam saja di hadapanku?
Ada apa sebenarnya ini?
"Zhang Li, apakah kau akan sedih jika diberi julukan sebagai wanita penggoda?" Tanya Pangeran ketiga dengan terus terang.
__ADS_1
"Ah dasar tidak punya hati!" Ucap Da Liu mendengus kesal.
Aku menggoda siapa?
"Diam kau anak kecil!" Ucap Pangeran ketiga sambil menatap sinis Da Liu. Ia terlihat seperti naga yang sangat kelaparan!
"Tidak masalah, lagipula aku tidak merasa menggoda siapapun disini. Apalagi sampai merugikan seseorang karena ulahku!"
"Baiklah! Ayo kita makan pagi dan berangkat bersama Zhang Li!" Pangeran ketiga langsung menggandeng tanganku.
Para Pangeran dan Da Liu hanya menatap Pangeran ketiga dengan heran lalu saat dikantin banyak yang memandangi aku dengan tatapan sangat aneh, tapi saat aku selesai makan dan akan kekelas tiba-tiba murid pewaris Dewi Burung menghampiri aku karena ingin berbicara berdua saja.
"Mengapa kau menggoda Pangeran pertama? Apakah kau tidak punya malu sedikit saja Zhang Li?" Tanya Zi Fa murid pewaris dari Dewi Burung.
"Bukan aku yang memeluk Pangeran pertama, tapi dia sendiri yang memelukku secara tiba-tiba dan Guru mu menampar aku begitu saja tanpa bertanya. Sekarang kau berkata aku tidak punya malu? Padahal Guru mu yang tidak memiliki hal itu!"
"Guruku tidak pernah salah, tapi kau wanita penggoda Zhang Li!"
Aku langsung pergi dari hadapannya, tapi ia menahan tanganku. Saat aku akan berbalik menatapnya, terlihat ia hendak menamparku namun Pangeran pertama tiba-tiba menghalanginya "Sungguh tidak pantas kelakuanmu ini Nona!" Sentaknya dan Zi Fa langsung pergi.
Aku juga akan pergi, tapi Pangeran pertama langsung muncul di depanku "Mengapa kau selalu menghindari ku?" Tanyanya.
"Apakah masih butuh jawabanku? Kau sudah tahu Pangeran."
"Kau sudah tahu, aku hanya mencintaimu bukan Dewi Burung lalu mengapa malah menghindari aku?" Tanyanya kembali.
"Mengapa kau menikahinya jika tidak mencintainya? Mengapa kau tidur bersamanya jika kau tidak mencintainya?" Tanyaku. Aku sungguh berusaha menahan air mataku, bahkan aku rasa mata ku sudah mulai memerah.
Aku akan menahan tangis ku karena aku tidak boleh menangis dihadapan Pangeran pertama. Sungguh sangat sesak di bagian dada seperti ada suatu hal yang aneh dan mengganjal "Mengapa kau bertanya seperti itu? Apakah kau percaya aku meniduri Dewi Burung?" Tanyanya dengan tatapan sangat serius.
Zhang Li tersenyum "Aku tidak percaya, tapi bisakah kau hanya memperhatikan Istrimu dan tidak mengganggu aku?" Ucapku berusaha memperingatinya.
__ADS_1
Aku tidak ingin membuat masalah ini menjadi besar dan merusak nama baik seluruh wanita suci, alam bunga, dan Guruku.
Lagipula saat ini identitas ku sebagai Alstroemeria telah terungkap di hadapan para Dewa Dewi "Apakah kau merasa terganggu karena aku mencintaimu?" Tanyanya lagi.
Aku tidak berani menatap Pangeran pertama, sungguh mataku tidak bisa menahan air mata ini terlalu banyak "Iya!" Ucapku dengan tegas.
"Tatap mataku sekarang, jika kau ingin aku tidak mengganggu kehidupanmu lagi Zhang Li."
Aku langsung pergi dari hadapannya dengan jurus teleport ntah kemana dan tiba-tiba aku berada disebuah ruangan kelas "Zhang Li mengapa kau datang pagi sekali?" tanya Guru Ru Ru sambil memperhatikan aku.
Aku langsung menyeka air mataku "Tidak apa-apa Guru ," ucapku.
"Kau menangis?" tanya Guru.
"Ti-Tidak, mataku terkena debu sepertinya saat tadi belajar jurus teleport Guru."
"Kau tidak pandai berbohong Nona," Ucap Guru Ru Ru sambil berjalan mendekati aku lalu ia melanjutkan kata-katanya sambil mengelus rambutku "Jika kau mencintainya maka jangan bohongi dirimu sendiri, tapi jika kau percaya kepadanya maka jangan mengusirnya karena ia sedang menjalani takdirnya Nona. Jodoh tetaplah jodoh, tapi kau harus sabar menunggu sampai saat waktu untuk bersatu tiba. Penantian panjang memang membutuhkan pengorbanan, tapi usaha tidak akan mengkhianati hasil Zhang Li."
"Apakah benar harus seperti itu Guru?" Tanyaku sambil menatap Guru Ru Ru yang terlihat sangat perhatian kepadaku.
"Tentu saja! Jadi, kau harus cepat-cepat menjadi Dewi agar kau bisa melindungi dirimu sendiri."
"Baiklah, terima kasih atas bimbingan mu Guru!"
Aku tersenyum lalu Guru Ru Ru mengantar aku ke dekat sungai besar yang berada didepan pintu masuk utama untuk menuju yang rumah lembah langit milik murid pewaris "Maaf Guru Wu Bai aku telat mengantarkan murid mu ini karena tadi kami ada sedikit urusan yang sangat mendadak."
"Tidak masalah Guru Ru Ru. Ia tidak terlalu terlambat, tapi dihari selanjutnya jangan sampai terlambat karena aku akan menghukum cambuk Nona Zhang Li dan tidak menerima alasan apapun lagi."
"Terimakasih Guru."
Guru Ru Ru langsung meninggalkan aku dan Guru Wu Bai melanjutkan materi yang telah ia berikan kepada kami semua dipinggir sungai ini...
__ADS_1