
Kota Yun sudah sangat sepi saat tengah malam karena banyak manusia yang menghilang dan membuat seluruh rakyat takut karena manusia fana yang hilang tidak memandang umur ataupun jenis kelamin. Jadi, roh iblis ini akan menangkap siapapun yang keluar dari dalam rumah ataupun penginapan. Bahkan rumah orang kaya sekalipun, sudah tidak ada pengawal yang menjaganya. Sejak kedatangan iblis ini didalam kota "Apakah sudah ada pertanda kemunculan roh iblis?" tanya Pangeran pertama melalui telepati kepada Dewa Bulan sambil mengamati setiap sudut jalan.
Putri keempat, Dewa Bulan, dan Dewi Burung telah menyusun strategi dengan cara mengepung disatu titik tertentu melalui empat arah berlawanan yaitu timur, barat, selatan, dan utara.
Kami satu persatu memimpin empat arah ini bersama kelompok murid pewaris yang sudah ditentukan.
Putri keempat memimpin kelompok barat, Dewa Bulan berada ditimur, Dewi Burung diselatan, dan terakhir aku yang memimpin arah utara.
Kami mendapatkan sinyal dari arah barat kota Yun dan tak lama kemudian kami mendapatkan sinyal lagi dari timur "Kau kearah timur dan aku akan kearah barat ," ucap Pangeran pertama yang memberikan perintah kepada Dewi Burung dan ia hanya mengangguk.
Sungguh aneh! Kenapa dua arah berlawanan munculnya? Apakah mereka mengetahui rencana kami sehingga menipu seluruh orang?
Saat sampai diarah barat, Pangeran pertama melihat banyak murid pewaris yang sedang menahan seekor serigala hitam besar karena tubuhnya setinggi atap rumah salah satu rakyat kota Yun. Jadi, mereka cukup ke sulitan mengendalikannya dan murid pewaris baru saja memasuki materi pembelajaran cara mengendalikan binatang gaib jinak bukan liar "Kalian semua bantu mereka menahannya," Teriak Pangeran pertama kepada kelompok murid pewaris yang sedang ia pimpin tersebut. Sedangkan Pangeran pertama langsung membantu Putri keempat, tapi ia malah mengusir Pangeran pertama agar memberinya kesempatan untuk membunuh serigala besar dengan kekuatannya sendiri. Baiklah gadis kecil, aku percayakan serigala hitam ini kepadamu.
Pangeran pertama langsung teleport menuju Dewa Bulan karena merasakan kekuatan sangat besar berada diarah timur kota Yun, tapi sayangnya Pangeran pertama sedikit terlambat! Semua murid pewaris telah berjatuhan dan hanya tersisa beberapa saja lalu Dewa Bulan sedang menghadapi Dewa Penakluk Iblis yang diselimuti banyak kekuatan spiritual hitam yang sangat pekat, bahkan kali ini jauh lebih kuat daripada saat bertarung dengan Zhang Li "Sebenarnya ilmu apakah itu? Apakah ilmu terlarang?" tanya Pangeran dalam hati lalu ia melesat secepat kilat kearah Dewa Bulan untuk membantunya.
Kami sudah aman dari roh iblis yang membuat kekacauan dikuil kota Gu dan Song Lan mencoba untuk membangunkan Da Liu dengan kekuatan spiritualnya agar ia cepat sadar dari pingsannya karena dari tadi tidak ada perubahan apapun pada kondisi Da Liu "Kalian akan kembali kemana?" tanya salah satu pemuda fana tersebut.
"Penginapan didekat kota."
__ADS_1
"Apakah tidak terlalu jauh?" tanyanya kepada Pangeran ketiga.
Pangeran ketiga tampak sedikit curiga kepada pemuda fana ini karena mereka juga sudah tahu bahwa kami adalah Dewa, tapi mereka bereaksi biasa saja.
"Kalian sebenarnya siapa? Mengapa memiliki kekuatan spiritual?" tanya Pangeran ketiga yang mulai menatap kelompok pemuda ini dengan serius.
"Kami murid dari sekolah Gu, tapi yang dapat masuk ke sekolah ini hanya orang memiliki kekuatan spiritual saja karena itulah kami ingin menawarkan kalian untuk menginap diasrama sekolah kami. Lagipula cukup dekat dari kuil ini dan perlindungannya lebih aman dari pada penginapan dikota Gu."
"Apakah kalian dapat dipercaya?" tanya Song Lan dengan wajah khawatir akan kondisi Da Liu.
Pangeran kedua langsung berbicara untuk memberikan penjelasan kepada kami "Da Liu tidak bisa dibangunkan dengan kekuatan spiritualku sungguh aneh keadaannya karena aku baru pertama kali menangani Dewi yang dapat kerasukan roh iblis."
"Bisakah tidak menghapus ingatan kami terhadap peristiwa Dewa dan Dewi hari ini? Karena kami ingin menceritakan hasil dari tugas yang diberikan Guru kepada kami."
"Baiklah, tapi..." Aku tidak melanjutkan kata-kataku karena terdengar suara seorang wanita meraung dan disusul oleh suara cakaran pada sebuah kayu ntah dimana "Apakah kalian dengar?" tanyaku dengan nada pelan.
Para pemuda menunjuk sebuah lorong yang cukup gelap dan menyeramkan "Dewa Dewi dahulu kami akan berjaga dari belakang ," ucap salah satu pemuda fana.
Ah sialan!
__ADS_1
Kalian kira setelah menjadi Dewa atau Dewi kami tidak akan pernah takut apapun? Menyebalkan.
Aku menyuruh Pangeran kedua dan ketiga untuk berjalan mendahului kami, sedangkan Song Lan menjaga Da Liu "Sepertinya sumber suara yang tadi kita dengar berasal dari ruangan ini, apakah kalian siap?" tanya Pangeran ketiga yang langsung menendang pintu kayu itu sampai lepas dan kami langsung masuk.
Aku langsung merasa mual dan pusing karena bau ruangan ini sungguh menjijikan, tapi mengapa semua wanita yang ada disini memiliki mata berwarna hijau?
Apa yang sebenarnya terjadi dengan gadis-gadis ini? Mereka terlihat masih sangat muda dan cantik rupawan, apa jangan-jangan semua wanita ini merupakan istri dari roh iblis itu?
"Gila..." ucapku cukup keras hingga membuat semua orang terkejut dan menghela napas "Pengantin Iblis!" ucapku yang dibarengi oleh Pangeran ketiga.
"Apakah wanita yang berada disini telah menjadi siluman atau iblis Dewa?" tanya seorang pemuda dengan tatapan ragu sedikit bercampur rasa takut diambang pintu dan mereka tidak berani memasuki ruangan ini.
"Dalam tujuh hari mereka akan menjadi iblis bertubuh manusia karena itu kalian harus membunuh semua wanita yang berada disini jangan sampai ada rasa kasihan sedikitpun hingga melepaskan mereka."
"Harus kami?" tanya mereka secara bersamaan dengan memasang ekspresi cukup pucat dan berkeringat, bahkan salah satu dari mereka ada yang sampai tangan atau seluruh tubuhnya gemetar ketakutan.
Pangeran ketiga berdecak kesal karena melihat sekelompok lelaki dunia fana ini sungguh pengecut, sebagai seorang lelaki bagaimana mungkin mereka malah ketakutan dan Pangeran ketiga menepuk pundakku lalu berbisik tepat ditelinga kanan "Aku percaya kau dapat menyelesaikan semua ini Nona Alstroemeria."
Ia mengedipkan salah satu matanya dan meninggalkan aku di ruangan itu begitu saja bersama para pemuda fana ini. Apakah saat ini mereka sedang melarikan diri dengan gaya? Ah sialan! Tahu gitu aku tidak ikut kemari, kenapa semua laki-laki sangat menyebalkan begini? Apakah sekelompok pemuda fana ini bisa diandalkan? Sedangkan mereka saja dari tadi hanya berdiri diambang pintu, tanpa berkata apapun ataupun memberanikan diri masuk kemari. Hufft!
__ADS_1