
Setiap tamu yang hadir disini, mereka memberikan hadiah yang sangat istimewa dan mewah. Bahkan Song Lan memberikan pil kabut malam yang sangat langkah untuk hadiah pernikahan Pangeran pertama dan Dewi Burung. Saat dipertengahan upacara Liauw Tiaa, tiba-tiba aku merasa ingin buang air kecil "Hei, Song Lan apakah kau tahu kamar mandi di kerajaan ini?" Tanyaku.
"Aku baru pertama kali kesini, sungguh hebat jika aku tahu."
"Mari aku antarkan Nona," Ucap Raja Burung Kerajaan Barat yang menyela pembicaraan kami berdua, tanpa berbasa basi sedikitpun dengan kami.
"Tapi aku tidak bisa memberikan apa-apa Tuan, apakah tidak masalah?" Tanyaku.
Ia tidak menggubris ucapanku dan berdiri dari tempat duduknya "Silahkan ikuti aku Nona," Ucapnya yang langsung berjalan mendahului aku dan langsung saja ku ikuti dengan terburu-buru.
Zhang Li, kenapa bersama lelaki itu? Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa malah bersama lelaki asing? Bukannya dengan para Pangeran atau Tian Yi.
"Apakah kau sering kesini Tuan?" Tanyaku untuk mencairkan suasana hening diantara kami.
Ia berjalan disamping ku lalu menatapku sambil tersenyum "Dewi Burung dan aku, sudah berteman dari kecil hingga sekarang sampai ia akan menikah dengan Pangeran pertama."
"Wah sungguh menyenangkan mempunyai teman dari kecil sampai sudah Dewasa."
"Bukankah temanmu banyak?" Tanyanya sambil memperhatikan arah ia berjalan.
Kami melewati sebuah jembatan penghubung antara altar kerajaan dengan sebuah tempat ramai yang dipenuhi orang bersayap dengan berbagai macam warna.
"Temanku hanya ada 4 saja tidak banyak, karena dari kecil aku hanya berada dialam bunga saja tidak pernah keluar dari sana."
Ah rupanya ia wanita suci? Pantas saja susah ditelusuri garis keturunannya "Masuklah."
Saat aku akan masuk, tapi tanganku ditahan oleh seseorang dan ternyata Pangeran pertama yang menahannya "Kau sedang apa Zhang Li?" Tanya Pangeran pertama sambil menatap kearah dalam ruangan yang hendak aku masuki ini.
__ADS_1
"Sebentar, aku ingin buang air kecil. Aku sungguh sudah tidak dapat menahannya lagi."
Raja Burung kerajaan barat memberikan salam kepada Pangeran pertama lalu Pangeran pertama berterimakasih secara pribadi karena telah membantu Zhang Li "Apakah acara sudah selesai? Mengapa Pangeran keluar dari acara?" Tanyanya.
"Hanya acara makan, aku ingin mencari angin terlebih dahulu. Apakah kau tidak kembali Tuan?" Tanya Pangeran. Apakah Pangeran pertama sedang mengusirku dari sini secara halus? Ah yang benar saja!
Rong Xu langsung pamit dan pergi dari hadapanku, tanpa berkata apapun lagi "Apakah sudah selesai Zhang Li?" Tanya Pangeran pertama dan aku hanya mengangguk.
Aku terus berjalan mengikutinya, tapi pada saat aku melihat bulan begitu indah. Aku jadi ingat lampion kertas yang aku beli di dunia fana beberapa saat lalu "Pangeran," Panggilku.
Pangeran pertama langsung memberhentikan langkah kakinya. Saat ia menoleh ke belakang aku langsung menutupi wajahku dengan lampion kertas "Apakah kau ingin menerbangkan lampion kertas ini bersamaku?" Tanya Pangeran pertama sambil tersenyum.
"Aku sudah berjanji membelikanmu lampion dan berdoa bersama agar Dewa mengabulkan permintaan kita," Ucapku sambil memberikan lampion ini kepadanya.
Pangeran pertama menggandeng tanganku dan tiba-tiba kami berada diatas sebuah altar pohon yang berbentuk bulat dan cukup tinggi "Woaaah! Indahnya pemandangan malam disekitar kerajaan ini," Gumamku sambil memperhatinkan pemandangan kota burung bagian timur ini.
"Apakah kau sedang menyelidiki Pangeran pertama, Rong Xu?" Tanya Pangeran ketiga dan ia hanya mengangguk pelan.
Terlihat Zhang Li dan Pangeran pertama saling berhadapan untuk menulis sebuah kata dilampion kertas tersebut dengan tinta hitam, mereka tampak sangat mesra saat menulis bersama di lampion kertas. Ehm, Ehm...
"Song Lan bisakah kau diam? Ini adalah pemandangan paling mengharukan yang pernah aku lihat selama ribuan tahun," Ucap Pangeran ketiga sambil terus menatap mereka berdua lalu ucapannya ditambahi oleh Tian Yi "Mencintai, tapi tidak bisa bersatu sungguh membuat aku tidak rela Zhang Li jadi seperti ini."
Terlihat Zhang Li dan Pangeran pertama menerbangkan lampion kertas tersebut. Mereka memandangi lampion kertas yang mulai terbang menjauh dari arah mereka berdiri lalu Pangeran pertama mulai merangkul bahu Zhang Li "Lihatlah betapa mesranya mereka," Ucap Rong Xu sambil berdecak terharu.
Pangeran pertama mulai mendekatkan wajahnya secara perlahan menatap aku semakin mendekat dan hembusan napasnya sungguh terasa terhembus ke wajahku, pipi ku sungguh terasa sangat panas.
"Apakah kalian siap melihat keindahan alam semesta teman-teman?" Tanya Pangeran ketiga sambil tersenyum melihat adegan mesra Kakaknya.
__ADS_1
Kami semua memperhatikan Zhang Li dan Pangeran pertama yang mulai berciuman dibawah terangnya rembulan, bintang, dan angin malam yang mulai menerpa tubuh kami semua "Pangeran ketiga apakah kau tidak ingin menikah agar bisa bermesraan seperti Zhang Li dan Pangeran pertama?" Tanya Tian Yi yang langsung membuat Pangeran ketiga kesal dan ingin menamparnya, tapi pada saat ia membalikkan badan semuanya berubah karena Kaisar sedang menatap mereka semua dari tadi dibelakang.
"Ka-Kaisar maaf kami tidak melihat Kaisar dari tadi disini, maaf Kaisar," Ucap Pangeran ketiga sambil memberi salam.
Rong Xu dan lainnya langsung melotot dan membalikkan badannya secara bersamaan "Maaf Kaisar, hamba tidak menyadari kehadiran Kaisar."
Suasana menjadi sangat hening dan menunggu Kaisar menjawab ucapan kami, bahkan kami semua sampai mendengar ucapan Zhang Li dari atas sana cukup jelas "Pangeran kau sudah mencium aku sebanyak dua kali."
"Aku akan menciummu setiap hari suatu saat nanti Zhang Li," Ucap Pangeran pertama sambil tertawa.
Tian Yi, bisa beri aku napas buatan? Aku sungguh ingin mencari istri sekarang juga. Jika terus menerus mendengarkan percakapan mereka berdua!
Hahaha, Aku bahkan teringat mendiang istriku jika melihat mereka berdua bermesraan seperti itu dibawah bulan yang sangat terang dan diterpa dinginnya angin malam.
"Kalian kembalilah, jangan beritahu siapa-siapa tentang ini. Karena Pangeran pertama besok segera menikah dengan Dewi Burung dialam langit."
"Baiklah Kaisar hamba berjanji!" Ucap Rong Xu dan Tian Yi bersamaan kemudian mereka langsung pamit dengan cepat.
"Baik Kaisar saya berjanji!" ucap Pangeran ketiga yang langsung memberi salam dan pergi tergesa-gesa lalu ia langsung menyusul Rong Xu dan Tian Yi.
Pangeran pertama menatap Kaisar dari kejauhan "Kembalilah jangan membuat masalah Anakku," Ucap Kaisar secara telepati dengan Pangeran pertama.
Pangeran pertama tiba-tiba langsung mengajak aku kembali ke acara karena jam makan malam sudah berlalu lalu saat ingin memasuki altar kerajaan, terlihat Raja Burung kerajaan barat, Tian Yi, dan Pangeran ketiga sedang berdiri sambil berbincang bersama di lorong yang tak jauh dari altar acara upacara tersebut.
Pangeran pertama langsung kembali ke acara dan aku menghampiri mereka bertiga untuk mencari tahu apa yang sedang mereka lakukan "Kau lama sekali! Kami sudah mencari mu dari tadi, tapi malah kembali bersama Pangeran pertama. sungguh membuat kami khawatir saja kau Zhang Li."
"Maaf," Ucapku sambil tersenyum malu karena mengingat kejadian tadi, tapi untung saja mereka tidak mengetahui apa yang terjadi barusan bersama Pangeran pertama.
__ADS_1
Tak lama kemudian, kami melihat Kaisar berjalan kearah altar upacara sambil menatap kami semua dan langsung saja kita tergesa-gesa masuk ke acara dan menikmati semuanya hingga tengah malam baru kami kembali.