Alstroemeria | Dewi Bunga Lily

Alstroemeria | Dewi Bunga Lily
Ujian Ketiga


__ADS_3

Sebelum mengikuti ujian ketiga, kami semua menyempatkan diri untuk menghampiri Da Liu dengan tujuan berpamitan dengannya. Kemudian, ia tampak sedih karena tidak mendapat kesempatan mengikuti ujian ini. Jadi, ia pasti tidak akan mendapatkan binatang gaib keinginannya. Pangeran kedua mendekatinya lalu berbisik sesuatu kepadanya, tapi ia tidak memberitahu kami apapun, setelah itu. Jadi, kami hanya bisa melihat apa yang akan ia lakukan nanti saat berada di wilayah ujian "Kami pergi dahulu Da Liu."


Da Liu melambaikan tangan dengan bersemangat hingga lukanya terasa nyeri kembali, tapi masih tetap berusaha tersenyum dihadapan kami. Sungguh Da Liu gadis baik dan sangat polos.


Hari ini adalah ujian ke-3 di alam binatang gaib 5 musim, tapi dari tadi para Pangeran seperti menunggu seseorang datang karena mereka menengok ke kanan dan kiri secara terus menerus sampai membuat aku dan Tian Yi bingung sendiri menatapnya "Kau sedang menunggu siapa, sebenarnya Pangeran kedua?" tanya Tian Yi.


"Pastinya bukan kau!" Ucap Pangeran kedua yang menggoda Tian Yi lalu menepuk-nepuk bahunya sambil tertawa karena wajah Tian Yi tampak sedikit kesal ucapannya itu.


"Itu dia pengganti Da Liu," ucap Pangeran ketiga sambil menunjuk kearah kerumunan murid pewaris.


A-Apa? Pangeran pertama? Apakah kali ini aku akan ditampar lagi oleh Dewi Burung? Ah sungguh merepotkan!


"Zhang Li mengapa kau menatap sinis Pangeran pertama? Apakah kau tidak ingin sekelompok bersamanya?" tanya Song Lan.


Tidak mungkin aku harus menjawab jujur, tapi jika aku berbohong maka aku sama saja membohongi diriku sendiri "Aku hanya terkejut saja melihat Pangeran pertama berada disini, tidak bersama Dewi Burung karena aku takut ada masalah lagi jika ia berada di dekatku."


"Maaf."


Aku tersenyum dengan sengaja saat Pangeran berkata seperti itu lalu aku berjalan mendahuluinya sambil berkata "Bukan salahmu. Ayo Pangeran ketiga kita segera berangkat agar bisa mendapat binatang gaib yang bagus."


Waktu aku dialam bunga. Guru pernah memberikan sebuah buku berisi banyak gambar hewan dan memiliki banyak penjelasan yang sangat panjang hingga aku tidak dapat mengingatnya, tapi aku hapal nama-nama binatang gaib ini karena bentuknya sangat unik dan aku tidak pernah melihatnya, saat berada di alam bunga. Oleh sebab itu aku sangat ingat bentuknya "Apakah dialam binatang gaib ada Khimaira?" tanyaku sambil berjalan menyusuri hutan.

__ADS_1


"Kau tahu dari mana? Itu binatang gaib legendaris yang hanya di ketahui oleh para Dewa tertua, sebelum Raja iblis disegel."


Binatang gaib legendaris?


Aku sangat ingat bentuk Khimaira yang merupakan gabungan dari tiga hewan :



Ular


Kambing


Singa



"Buku pemberian Guru."


Pangeran ketiga menjelaskan sambil berjalan menyusuri huta. Ini "Beredar rumor bahwa Khimaira lambang dari kekuatan Iblis karena kepalanya terdiri kambing, singa atau ular, kambing / singa. Jadi, tidak ada yang pernah melihat wujud asli Khimaira. Dewa Pembasmi Roh Iblis pasti pernah bertemu dengannya karena waktu itu ia yang bertugas bersama Kaisar."


Mata Song Lan terkagum akan pembicaraan kami lalu ia langsung menyahut "Aku ingin Khimaira itu, terimakasih Zhang Li telah memberikan aku ide terbaik."

__ADS_1


Aku hanya menelan ludah saat Song Lan sudah bertekad menginginkan Khimaira itu. Jadi, aku tidak tahu akan mendapatkan binatang gaib seperti apa karena hanya itu yang aku ingat dalam ribuan jenis binatang gaib dibuku pemberian Guru kepadaku.


Kami terus menyusuri hutan lebat ini dan sampai akhirnya Pangeran ketiga menghentikan langkahnya "Didepan kita saat ini adalah pintu gaib untuk mengirim kita ke dimensi lain secara acak diantara 5 musim. Jadi, aku harus mengikatkan benang kekuatan spiritual kepada semua anggota."


"Kenapa harus begini?" Tanya Song Lan yang penasaran dengan hal ini karena benang ini terdapat kekuatan spiritual yang sangat kuat mengikat kami semua.


"Aku tidak ingin orang dalam kelompok ini berpisah dan berakhir dengan mencari anggota sesamanya, bukan mencari binatang gaib. Sungguh sangat membuang waktu!"


Pangeran ketiga mulai membuat benang dengan kekuatan spiritualnya untuk mengikat kami berempat, setelah itu kami melangkah mengikuti Pangeran ketiga. Seketika kami berada ditempat yang sangat asing karena jauh berbeda dari hutan lebat sebelumnya "Tempat apa ini? Mengapa panas sekali?" tanyaku sambil mencoba mengipasi mukaku dengan tangan.


"Inti bumi."


"Bagaimana bisa kesini? Ini bukan tempat untuk mencari binatang gaib, tapi disini hanya ada lava api, batu yang sangat panas dan binatang gaib tersegel yang sangat mematikan pastinya karena aku mencium aura iblis sangat pekat."


Aku mendengar suara aneh dan aku langsung menaruh satu jariku tepat berada didepan mulut Pangeran ketiga karena ia seperti akan berbicara lalu didekat kami ada dua bebatuan cukup besar yang terpisah dikanan dan kiri. Jadi, rasanya kami bisa bersembunyi dahulu disana untuk memastikan sebenarnya suara apa yang datang kearah kami.


Aku bersembunyi dibatu sebelah kanan karena Pangeran pertama langsung menarik tanganku untuk mengikutinya. Sedangkan Pangeran ketiga, kedua, dan Song Lan sedang bersembunyi di batu sebelah kiri. Aku cukup terkejut saat mengintip sedikit, ternyata suara itu berasal dari sosok binatang gaib yang belum pernah aku lihat selama ribuan tahun ini.


Terlihat sosok anjing dengan tubuh 2x lebih besar dari badan kami sedang berjalan sambil mengendus kearah kami, tapi anehnya anjing ini memiliki kepala berjumlah dua meskipun tubuhnya hanya satu dan matanya yang berwarna coklat mulai berubah perlahan menjadi berwarna merah, seperti binatang gaib yang telah kerasukan iblis.


Kami terdiam dibalik bebatuan cukup lama sampai akhirnya ia pergi keluar dari tempat ini dan kami baru bisa bernapas legah "Itu tadi apa Pangeran?" Tanyaku kepada Pangeran pertama sambil menoleh kearahnya.

__ADS_1


Hal ini membuat Song Lan ketakutan setengah mati karen bagaimana mungkin binatang gaib yang memiliki hubungan dengan iblis pasti memiliki bentuk yang sangat menyeramkan, tidak seperti milik para dewa yang sangat cantik nan anggun. Dia jadi ragu untuk mengambil binatang gaib bernama Khimaira ini


"Orthos," Jawab Pangeran pertama sambil mengamati keadaan disekitar kami, tapi anehnya ia tidak melepaskan genggaman tangannya sama sekali kali ini. Bahkan aku sudah berdeham beberapa kali namun ia tidak memedulikan aku. Meskipun aku juga sudah berusaha melepaskannya tetap saja ia menahannya, akhirnya aku hanya bisa pasrah dengan keadaan ini karena para pangeran juga khawatir jika melepaskan aku, seba aku wanita satu-satunya disini dan mereka harus menjaga aku dengan sangat hati-hati, apalagi saat berada di inti bumi seperti ini.


__ADS_2