Alstroemeria | Dewi Bunga Lily

Alstroemeria | Dewi Bunga Lily
Iblis Air


__ADS_3

"Baiklah karena sudah jelas, Dewi Phoenix Air tidak pantas untuk tetap menjadi Dewi. Ia harus dihukum dan keluar dari Alam Langit ," Ucap Kaisar dengan tegas.


Seorang Dewa memberi salam lalu bersujud memohon kepada Kaisar agar tidak mengusirnya dari Alam Langit "Dewa Phoenix 5 Elemen maafkan aku, meskipun kau penasehatku. Aku tidak bisa memutuskan sendiri karena ia juga menyakiti gadis yang membela kebenaran didepan kami semua dengan nyawanya."


"Nona, bisakah kau mengampuni Adikku?" Tanyanya kepadaku.


Kenapa Adiknya sangat berbeda dari Kakaknya? Padahal Kakaknya seorang penasihat Kaisar, memang terkena hasutan iblis. Sayang sekali reputasi keluarganya pasti setelah ini akan hancur karena ulah Adiknya ini.


"Bagaimana ya, ia terlalu jahat menindas yang lemah aku tidak menyukainya, tapi kau Kakaknya sungguh baik. Baiklah tarik semua kekuatannya dan bentuk dewanya agar ia tidak berbuat jahat lagi."


"Lebih baik aku mati!" Teriak Dewi Phoenix Air kepadaku sambil berusaha melepaskan diri dari ikatan kekuatan spiritual milik Pangeran pertama.


"Diamlah Adik, jangan keras kepala lagi. Kau sudah mempermalukan keluarga Phoenix memang sudah sepantasnya kau tidak mempunyai bentuk Dewa Phoenix lagi."


"Bagaimana para Dewa apakah setuju dengan keputusan gadis ini?" Tanya Kaisar.


Ada seorang Dewa berbicara dengan santai menatap Kaisar "Seharusnya ia lebih pantas dihukum mati, tapi karena ia telah mendapatkan belas kasih dari Nona dengan menghancurkan semua kekuatan yang ia miliki. Maka aku setuju!" Ucapnya.


Ucapan Dewa ini langsung didukung oleh Dewa-Dewi lainnya "Baiklah Dewi Phoenix Air, kemarilah aku sendiri yang akan menghancurkan kekuatan spiritual mu hari ini."


Dewi Phoenix Air mendekat ke Kaisar dengan pasrah. Saat Kaisar memegang dahinya yang bertanda bulu phoenix, wanita gila itu malah melesat ke belakang Kaisar dan mengancam semua yang hadir jika mendekat ia akan membunuh Kaisar didepan kami semua.


Dewa Phoenix 5 elemen langsung terkejut melihat sikap adiknya dan berdiri dengan tatapan sedih menatap adiknya "Adik apakah kau gila? Jika kau menyakiti Kaisar, aku sendiri yang akan membunuh mu hari ini Adik. Cepat lepaskan!"


Wanita gila ini malah tertawa kencang "Hahaha Kakak sampai kapan kau akan menjadi orang baik? Apakah kau akan terus mengabdi kepada Alam langit yang penuh dengan peraturan bodoh seperti ini?" Tanyanya.


Kaisar langsung menggunakan kekuatan spiritualnya untuk melemparkan wanita gila ini ketengah altar lalu iblis air ketakutan sampai memegang tanganku dengan erat.


"Hukum matilah wanita ini," Teriak Kaisar dengan dipenuhi amarah. Dewa-Dewi yang melihat ini tidak berkomentar sama sekali, bahkan Kakaknya hanya terdiam karena tidak dapat memberi pembelaan lagi terhadap Adiknya.


Dewa Halilintar langsung menggunakan pedang petirnya untuk menusuk jantung wanita ini, tapi hal aneh terjadi. Seketika ruangan ini dipenuhi bulu phoenix berwarna hitam yang berterbangan tidak beraturan "Nona mengapa bulu ini berbau darah iblis?" Tanya iblis air.


Benar saja saat aku mencoba menghirup udara diruangan ini, tercium bau iblis yang sangat menyengat "Hahaha apakah kau kira aku semudah itu untuk di bunuh dengan pedang rendahan seperti itu?" Tanya Dewi Phoenix Air dengan nada menantang, tapi kami semua tak dapat melihat wujudnya.


Dewa Halilintar seperti mengarahkan pedangnya kearah tidak jelas, saat aku lihat ia seperti mengibas angin "Halusinasi!" Ucapku bersamaan dengan Pangeran pertama lalu aku menyuruh iblis air ini menutup matanya agar tidak terpengaruh. Sedangkan Pangeran pertama menyarankan Dewa-Dewi yang hadir untuk menjaga mata mereka agar tidak dapat terpengaruh oleh jurus halusinasi "Haha anak yang cukup pintar."


Pangeran pertama mulai memainkan kecapinya dan aku membantunya dengan memainkan harpa lalu Pangeran kedua juga membantu kami dengan memainkan seruling airnya, tapi Dewi Phoenix Air itu malah membuat Dewa Halilintar ingin menghunuskan pedangnya kedirinya sendiri. Untung saja aku tepat waktu mengeluarkan cempeti bunga Lily hitam, aku sungguh reflek semoga saja mereka tidak bertanya macam-macam kepadaku.


"Rupanya kau wanita yang aku cari selama ini gadis sialan! Tunggu pembalasanku."


"Kejar dia..." Perintah Kaisar kepada Dewa-Dewi yang hadir.


Aku reflek membantah perintah Kaisar karena menurutku hal ini akan sia-sia dan membuang waktu "Tidak usah dikejar, ia tidak akan dapat mendapatkan wujudnya kembali karena darah phoenix telah keluar dari tubuhnya."


"Bagaimana mungkin? Aku belum sempat menarik darah phoenix miliknya tadi Nona."


"Rasanya tadi sudah hancur saat kami bertiga memainkan alat musik secara bersamaan Kaisar."


Dewa Halilintar masih sedikit terpengaruh. Dewi Hujan ingin menyentuh tubuh Dewa Halilintar dan aku melarangnya "Dewi Hujan jangan menyentuh tubuhnya karena nanti kau akan ikut terpengaruh, cukup teteskan air hujan saja sampai membasahi seluruh tubuh Dewa Halilintar."

__ADS_1


Dewi Hujan tanpa berpikir panjang langsung mengikuti apa yang aku katakan, tapi Dewa Halilintar pingsan dan membuatnya panik lalu Dewi Segala Tabib membantu untuk memeriksanya "Tidak apa-apa."


Dewi Hujan langsung memberi salam dan membawa tubuh Dewa Halilintar teleport ntah kemana.


Kaisar langsung berdiri "Baiklah sudah cukup pertemuan ini, kasus ditutup dan Zhang Li kau harus menemui ku sebentar."


"Terima kasih Zhang Li telah membantu Dewa-Dewi hari ini dan suami Dewi Hujan dari iblis jahat."


Aku tersenyum kepada para Dewa-dewi "Sudah tugasku."


Pangeran pertama ingin keluar dari altar, tapi aku menahannya karena aku sedikit takut menghadap Kaisar sendirian "Bagaimana kau mendapatkan harpa itu?" Tanya Kaisar.


Aku memandangi harpa yang ada digenggaman tangan ku saat ini "Dewi Bunga Agung yang memberikannya kepadaku saat berusia remaja."


Kaisar menatap aku dengan tatapan aneh lalu ia berdeham "Tidak mugkin ia memberikan harpa ini kepada peri secara sembarangan karena harpa ini sangat mirip dengan milik mendiang Dewi Alam Bunga."


Ini milik mendiang Ibuku, mana mungkin milik mendiang Dewi Alam Bunga. Salah satu prajurit yang menjaga pintu utama altar suci berteriak "Permaisuri Langit!"


Kaisar yang dari tadi menatap harpa perak milikku, langsung kembali ke kursi tahtanya lalu Permaisuri Langit berjalan dengan anggun menghampiri Kaisar "Ada apa ini Kaisar?" Tanyanya.


"Masalah sudah selesai Permaisuri, Pangeran pertama dan Zhang Li uruslah iblis air ini."


Pangeran pertama memberi hormat kepada Kaisar dan Permaisuri "Baiklah, Zhang Li bisakah kau keluar sebentar bersama iblis air ini?" Perintah Pangeran pertama kepadaku.


Aku hanya mengangguk. Saat menunggu Pangeran pertama diluar pintu utama altar suci ini, terlihat Pangeran kedua berjalan santai menghampiri kami berdua "Bagaimana Zhang Li? Apakah iblis air ini membantumu banyak hari ini?" Tanya Pangeran kedua.


"Baiklah aku akan mengabulkan satu permintaanmu, kau mau apa iblis kecil?" Tanya Pangeran kedua sambil tersenyum.


Iblis kecil ini malu-malu lalu ia menatap aku dengan mata penuh harapan dan aku hanya mengangguk saja "Aku mau Pangeran melindungi keluargaku dari siluman ikan yang jahat dan suka mengintimidasi suku kami."


"Oh begitu rupanya, baiklah ambil sisik naga ku dan simpan baik-baik. Saat kau butuh bantuan berbisiklah pada sisik naga ini agar menolong mu, pasti ada prajurit kerajaan laut yang menolong mu. Ingat sisik ini hanya untukmu tidak boleh jatuh ke tangan orang lain apa kau paham?" Tanya Pangeran kedua dengan ramah sambil menunggu iblis kecil ini mengambil sisiknya.


Iblis kecil ini langsung tersenyum dan memasukan sisik naga itu kedalam bajunya, bahkan ia terus memegang bagian pakaian yang sedang menyimpan sisik naga itu "Paham, terima kasih banyak Pangeran Alam Langit."


Aku tiba-tiba teringat kalau Pangeran kedua pernah berjanji padaku akan memberi hadiah.


"Aku juga ingin." Setelah itu Pangeran kedua memberiku sisik naga juga, tapi sisik naga ini lebih bercahaya dari pada milik iblis air.


Pangeran pertama keluar lalu mengajakku untuk mengantar iblis air ini, tapi Pangeran kedua ingin mengantar iblis air kecil ini "Biar aku saja yang mengantarnya, aku juga ingin melihat bagaimana tempat tinggal mereka."


"Tunggu." Aku memberikan benih bunga Lily hitam kepada iblis air ini agar ia tidak dapat diganggu oleh siluman air lainnya.


"Apakah bisa aku menanam benih ini didalam air Nona?" Tanyanya.


"Tentu saja."


"Terima kasih Nona darahmu telah menyempurnakan tubuh fanaku dan Pangeran aku pulang dahulu, jangan lupa mengunjungiku suatu hari nanti agar aku bisa memasakan kalian daging enak."


"Baiklah aku berjanji, saat aku sudah menjadi Dewi aku pasti mengunjungimu."

__ADS_1


Pangeran kedua membawa iblis air ini teleport dan aku langsung pulang ke rumah lembah langit bersama Pangeran pertama, aku langsung kembali untuk tidur agar tubuhku dapat pulih dengan cepat.


Untung saja tubuhku bisa menyembuhkan luka dengan sendirinya.


Saat aku terbangun, aku mendengar Pangeran pertama berbicara dengan Pangeran ketiga dihalaman rumah. "Terima kasih Pangeran sudah ingin mengantarku ke rumah."


Aku langsung bergabung dalam percakapan mereka berdua, ternyata dari tadi mereka membahas kejadian Dewi Phoenix Air karena Pangeran ketiga tidak ikut dalam acara itu. Kalian tahu sendiri kekuatan spiritualnya adalah api. Jadi, tidak mungkin memiliki kekuatan spiritual air.


"Adik akhirnya kau kembali, dari mana saja? Aku mencarimu. Bagaimana mungkin tubuhmu sudah sempurna? Apakah kau membunuh manusia fana?" Tanya raja iblis air sungai dengan nada khawatir dan ragu dengan wujud sempurna Adiknya.


Iblis air kecil ini langsung menangis di dekapan tubuh Kakaknya "Kakak aku merindukanmu, tubuhku disempurnakan oleh Dewi Alstroemeria yang dahulu sempat menolongmu. Aku bertemu dengannya, ia sungguh baik."


Pangeran kedua berdeham dan mengejutkan Kakak iblis air ini lalu ia langsung bersujud "Bagaimana mungkin, Dewa Naga Air maafkan Adikku yang kurang sopan kepadamu."


"Adikmu sungguh lucu, aku menyukainya. Kembalilah aku hanya mengantarnya, iblis kecil ingat perkataanku tadi."


"Apakah Kakakku boleh tau?" Tanyanya sambil berbisik di telinga kanan kepada Pangeran kedua dan hal ini membuat Kakaknya melotot.


"Hanya Kakakmu saja."


Saat Raja iblis air ini melihat adiknya membawa sisik naga air milik Pangeran kedua, ia sangat terkejut dan mengucapkan banyak terima kasih "Disini aku bersumpah seluruh keturunan Iblis Air sungai hutan belantara akan mengabdi kepada alam langit dan dengan senang hati menerima perintah apapun dari alam langit."


"Baiklah akan aku sampaikan bentuk pengabdianmu kepada Kaisar, belajarlah jurus air ini setiap bulan purnama genap aku akan mengunjungi kalian untuk melihat perkembangan suku ini."


Memberikan sebuah gulungan kertas yang berisi mantra Pengendali air sungai "Terima kasih Pangeran Alam Langit."


"Kemarilah kalian kakak beradik," Ucap Pangeran kedua menyuruh mereka mendekat lalu Pangeran memberikan tanda suci didahinya sebagai tanda bahwa ia anggota dari kerajaan laut "Sudah, pulanglah kalian."


Pangeran kedua memberikan perisai air khusus untuk melindungi keluarga iblis air sungai hutan belantara ini karena saat dilihat keluarga ini sangat lemah kekuatannya dan mereka hanya mengerti ilmu medis saja "Adik ketiga aku sudah ijin kepada Permaisuri dan Kaisar agar kita bisa sekolah, tapi kita diijinkan sekolah karena alasan menjaga kolam air suci ini."


Saat Zhang Li kembali masuk ke dalam rumah. Pangeran ketiga langsung mengangguk dan memasang wajah serius "Baiklah aku mengerti, bagaimana perjodohanmu dengan Zi Yin?" Tanya Pangeran ketiga sedikit cemas dengan perjodohan paksa Kakaknya.


Pangeran pertama menghembus napas panjang "Tidak ada harapan sepertinya saat perayaan ulang tahun Permaisuri bulan depan, aku harus menari bersamanya."


"Bagaimana kalau kita coba mengadakan sayembara? Mungkin saja ada yang bisa menari lebih bagus dari Dewi burung."


"Siapa yang akan mengalahkan keindahan tarian Dewi Burung itu? Sangat sulit, apalagi Permaisuri sendiri yang menunjuknya."


"Aku akan pikirkan kandidat terkuat, tenang saja Kakak pertama aku akan membantumu."


Pangeran pertama tertawa lalu tersenyum masam "Sudahlah, semua Dewa-Dewi alam langit tahu bahwa hanya Dewi Alam Burung saja yang dapat menari dengan sangat indah."


Pangeran ketiga tersenyum dengan sangat percaya diri "Bagaimana dengan Zhang Li?" Tanya Pangeran ketiga dengan ekspresi bangga.


Harapan baru muncul di benak Pangeran pertama "Mari kita coba karena alam langit tidak pernah melihat keindahan sesungguhnya dari tarian Dewi Suci Alam Bunga."


"Hahaha baiklah."


Apakah Zhang Li mampu bersaing dengan Dewi Alam Burung? Bagaimana cara para Pangeran membuat Zhang Li mengikuti sayembara itu? Sedangkan ia tidak akan pernah tertarik dengan hal-hal semacam itu...

__ADS_1


__ADS_2