Alstroemeria | Dewi Bunga Lily

Alstroemeria | Dewi Bunga Lily
Mengutus Murid


__ADS_3

Seperti janji Dewi Naga Hijau kepadaku tadi, kami akan bertemu didekat kolam suci saat tengah malam. Jadi, aku sengaja tidak kembali ke kediaman karena Dewi Burung pasti akan merusak semua rencana pertemuanku dengan Dewi Naga Hijau "Apakah kau menungguku cukup lama Pangeran?" Tanyanya.


"Tidak Dewi, baiklah ada apa sebenarnya dengan Zhang Li? Mengapa harus dibahas diam-diam seperti ini?" tanya Pangeran pertama yang tidak sabar menunggu kabar baik dari Dewi Naga Hijau.


"Zhang Li sebenarnya mencintaimu, tapi ia masih belum bisa memahami kondisi ini karena sudah 17 tahun ia tidak pernah merasakan cinta yang berada disekitarnya. Baru beberapa hari lalu Pil Leiron ini lenyap jadi yang akan aku tanyakan malam ini, apakah kau berani menghadapi bencana cinta bersama Zhang Li?" Tanya Dewi Naga Hijau dengan tersenyum masam.


"Aku berani, bahkan jika bisa hanya aku saja yang menanggung semua bencana ini. Aku siap dan tidak akan pernah menyesali keputusanku ini Dewi ," Ucap Pangeran pertama dengan tegas.


"Bencana ini tergantung nasib kalian karena tidak akan ada yang bisa membantu, kecuali kehendak Tuhan Sang Pencipta disorgawi yang menurunkan pertolongan untuk kalian berdua agar bisa bersatu kembali suatu saat nanti."


"Aku akan berdoa setiap hari kepada Sang Pencipta agar merestui kami dan membantu kami saat bencana itu datang Dewi, tapi mengapa bencana cinta harus kami alami? Apakah kami memiliki dosa dikehidupan sebelumnya?" tanya Pangeran pertama yang membuat Dewi Naga Hijau tertawa sampai mengeluarkan air mata.


"Hahaha mana mungkin Dewa memiliki kehidupan dimasa sebelumnya? Itu hanya terjadi kepada manusia fana! Aku sudah menyampaikan semua ini kepadamu. Jadi, ambilah keputusan sesuai kata hatimu dan jangan sampai terpengaruh oleh Ibumu!" Ucap Dewi Naga Hijau sambil tersenyum, seperti merendahkan Ibuku.


"Tentu saja Dewi. Aku kembali dahulu karena sudah sangat malam!" Ucapnya yang langsung menghilang dari hadapan Dewi.


Dewa muda sekarang tidak seperti dahulu, sungguh menyebalkan! Bahkan bertemu dengan ku tidak membawakan apapun. Pangeran pertama ingin kembali ke rumah lembah langit, tapi pada saat Pangeran akan teleport ke dalam kamarnya ia melihat cahaya sangat cerah terbang dari dalam rumah "Siapa dia? Mengapa aku tidak terlalu mengenali kekuatan spiritualnya?" tanya Pangeran pertama kepada dirinya sendiri, akhirnya ia mengikuti cahaya itu.


Bukankah itu roh pedang Sanos? Kenapa ia berada dikediaman Dewa Bintang? Apakah ia ingin diramal juga seperti para Dewa?

__ADS_1


Ah sudahlah aku pulang saja.


Lagian ini bukan urusanku!


"Siapa kau?" tanya Dewa Bintang yang terkejut ada roh pedang memasuki kediamannya.


"Apakah kau telah semakin tua dan bertambah Pikun Dewa Bintang?" Tanya roh pedang Sanos sambil tersenyum menatap Dewa Bintang yang masih ragu dengan apa yang ia lihat saat ini.


Dewa Bintang merupakan Dewa yang tidak perlu diragukan lagi atas ramalannya karena ia merupakan utusan Sorgawi untuk membantu alam langit dalam bertindak dan ia tidak memiliki keturunan karena itulah salah satu peraturan mutlak bagi seorang utusan sorgawi "Untung saja aku menghormati Dewa Alam Langit, jika tidak aku sudah mengusirmu roh pedang tua! Ada apa kemari? Apakah kau ingin aku meramalmu?" tanya Dewa Bintang tersenyum menggoda roh pedang Sanos yang akan meminta bantuan kepadanya.


"Tidak, tapi aku hanya butuh melihat takdirku saja untuk saat ini bagaimana karena aku sudah mendapatkan Tuan baru setelah ribuan tahun dan aku masih sedikit tidak percaya bahwa Tuanku adalah Nona kecil yang sangat berbanding jauh dengan Tuanku Pu Chai, Dewa Alam Langit!" Ucap roh pedang Sanos yang mendengus kesal membayangkan betapa susahnya melayani Zhang Li.


"Kau sungguh tidak berubah Dewa Bintang, sudahlah aku pergi karena urusanku telah selesai bersamamu."


Roh pedang Sanos langsung menghilang dari hadapan Dewa Bintang "Ah benar-benar menyebalkan dan tidak tahu terimakasih!" ucap Dewa Bintang yang sedang kesal dengan roh pedang Sanos, tapi saat ia kembali ke tempat tidurnya Dewa Bintang melihat arak yang sangat ia sukai tergeletak didekat bantalnya lalu ada secarik kertas di samping botol arak ini "Tutup mulutmu tua dan jangan bicarakan semua ini kepada seluruh Dewa. Jika aku tahu maka kau orang pertama yang akan aku cari dan setelah itu pasti kau tidak akan bernapas lagi Dewa utusan Sorgawi!"


Dasar Sanos! Bisanya hanya menindas Dewa yang lemah dan tidak berdaya saja, tapi apakah hal ini yang dinamakan kembali seperti semula?


Kami tidak sempat makan pagi dikantin karena semua Guru menyuruh kami untuk berkumpul dilapangan sekarang juga dan tidak boleh ditunda sedikitpun.

__ADS_1


Pangeran pertama ingin menggandeng aku untuk teleport bersamanya, tapi aku tidak ingin menjadi wanita penggoda lagi. Jadi, aku meminta Pangeran ketiga teleport bersamaku "Ramai sekali, apakah kau tahu Zhang Li ada apa?" tanya Pangeran ketiga.


"Kelihatannya berkaitan dengan roh iblis karena semalam aku melihat altar suci alam langit dipenuhi oleh utusan Dewa dari alam semesta."


Saat semua murid pewaris telah berkumpul, para Guru langsung menyuruh kami untuk benar-benar memperhatikan ucapannya dan tidak berbicara sendiri ataupun bertanya.


"Tugas ini langsung diberikan Kaisar kepada kalian dan jika dapat menyelesaikan semua ini kalian akan mendapatkan poin tambahan, tapi tugas ini harus terbagi menjadi dua kelompok. Selain itu, Kaisar juga telah menunjuk ketua disetiap kelompok ini. Saya harap kalian tidak menolaknya, baiklah perhatikan untuk kelompok pertama yang akan bertugas untuk menyelidiki kejadian abnormal dikota Yun yang disebabkan oleh roh iblis yang belum diketahui kejelasannya ini akan dipimpin oleh Pangeran pertama, Putri keempat, Dewa Bulan, dan Dewi Burung lalu semua murid pewaris wajib ikut bersama mereka semua ke kota Yun. Sedangkan kelompok dua akan bertugas untuk membasmi roh iblis yang berada dikuil utama kota Gu, tapi berdasarkan laporan utusan Dewa kuil ini sudah 7 hari tidak ada yang mendatanginya karena setiap didatang tidak akan pernah kembali dan kelompok ini akan dipimpin oleh Pangeran ketiga, Zhang Li, dan Pangeran kedua lalu untuk para murid pewaris jika ingin ikut bersama mereka silahkan."


Mengapa tidak ada yang ingin ikut bersama kami? Apakah mereka takut tidak kembali? Ah yang benar saja! Sungguh membuatku kesal melihat sikap pengecut seperti ini.


"Aku ikut bersama kelompok dua!" Teriak Da Liu dari tengah kerumunan yang berlari kearah kami dan tak lama kemudian disusul oleh Tian Yi "Aku akan ikut bersama kelompok dua!" Ucap Tian Yi dengan sangat tenang sambil berjalan kearah kami.


"Apakah tidak ada lagi?" Tanya Guru Lao Gao memastikan semua murid pewaris.


"Aku akan ikut bersama mereka Guru," Ucap Song Lan yang berdiri tepat di belakangku.


"Tidak Guru," Teriak para murid pewaris dengan serentak lalu Guru Lao Gao mulai membuka sesi pertanyaan sebanyak 3 orang untuk bertanya kepadanya.


Ada dua murid pewaris bertanya tentang kota Yun, aku tidak peduli karena mereka sungguh penakut dan menyebalkan "Mengapa tidak mengutus para Dewa Guru?" Tanya Pangeran ketiga sebagai orang terakhir yang akan menutup sesi pertanyaan yang diberikan Guru.

__ADS_1


Pangeran ke-3 benar juga, bukankah terdapat banyak dewa dialam langit? Kenapa malah mengutus murid pewaris?


__ADS_2