Alstroemeria | Dewi Bunga Lily

Alstroemeria | Dewi Bunga Lily
Kesalahan Kedua


__ADS_3

Kenapa Ibu memanggilku? Apa membahas masalah perjodohan lagi kali ini? Aku lelah dengan perjodohan konyol ini, bagaimana mungkin aku akan menikahi wanita yang tidak aku cintai sama sekali? Bahkan sedikitpun tidak!


Terlihat Permaisuri Kaisar Langit dan Kaisar Langit sedang duduk di singgasana nya yang berada dialtar suci Alam Langit.


Pangeran pertama memberikan salam kepada kedua orangtuanya.


"Ada apa Ibu memanggil aku?" Tanya Pangeran pertama dengan tatapan datar saat melihat Ibunya.


"Ibu dan Ayah sudah memikirkan ini. Bagaimana jika pemenang sayembara tersebut akan menjadi istrimu? Apakah kau setuju Pangeran pertama?" Tanya Permaisuri Kaisar dengan tersenyum lembut.


Pasti Zi Yin akan menang dalam sayembara dengan mudah karena tidak ada Dewi yang mengikuti sayembara ini, hanya murid pewaris biasa saja. Setelah Zi Yin berhasil, aku akan segera menikahkan mereka lalu Pangeran pertama bisa menaiki tahta dengan mudah karena dukungan yang diberikan Dewi Burung dan seluruh suku Burung yang ada dialam semesta. Hahaha!


"Baiklah Ibu aku setuju, apakah aku boleh pergi sekarang?" Tanya Pangeran pertama.


"Silahkan anakku."


"Tunggu..." Ucap Kaisar menahan Pangeran pertama lalu ia menatap Ibu dengan lembut "Istriku aku ingin bermain catur dengan putraku tersayang, apakah boleh?" Tanya Kaisar lalu Permaisuri hanya mengangguk pelan dengan senyum ramahnya.


Kaisar dan Pangeran pertama pergi, Permaisuri Kaisar menyuruh Pengawal pribadinya menjemput Zi Yin untuk bertemu dengannya dikediaman Permaisuri Kaisar. Tian Yi sudah mengawasi Dewi Burung Zi Yin sejak tadi selesai mengajari Zhang Li.


Tian Yi melihat seorang lelaki membawa pedang yang bersikap sedikit aneh karena sebelum ia masuk kedalam kediaman Zi Yin, ia menengok kearah kanan dan kiri seperti memastikan keadaan disekitarnya. Tak lama kemudian ia keluar bersama Zi Yin.


Tian Yi mengikuti mereka dan sampailah, tapi sungguh tak diduga ia bertemu dengan Permaisuri Kaisar "Akhirnya kau sampai juga, tapi malam ini kau akan sedikit sibuk anakku."


"Sibuk mengapa Ibu Suri?" Tanyanya sambil duduk disamping Permaisuri Kaisar.


"Aku akan melatihmu jurus cakar malam agar disaat mendesak kau dapat memakai racun dalam jurus ini untuk memenangkan pertandingan tanpa susah payah."


"Baiklah Ibu Suri."


Tian Yi langsung meninggalkan tempat tersebut dan berjalan kearah rumah Ji Dan untuk bertemu dengan Ji Que agar dibuatkan makan malam yang sangat sedap olehnya.


Mereka sungguh kejam!


Demi menang dalam sayembara sampai harus menggunakan jurus cakar malam, tapi apakah tubuh Zhang Li dapat menahan racun dari cakar malam?


Karena jurus cakar malam mengandung racun yang berasal dari aura malam negatif dan dapat menyebabkan tubuh orang yang terkena racun itu menjadi lemah bahkan lumpuh selamanya.


"Apakah kau Tian Yi penjaga murid Ji Dan?" Tanya Dewa Bulan.


Kebetulan mereka bertemu dijalan "Ada apa?" Tanya Tian Yi.


"Apakah Nona Zhang Li lebih membaik?" Tanyanya, hal ini membuat Tian Yi curiga dengan Dewa Bulan karena tiba-tiba bertanya tentang Zhang Li.


Dewa Bulan siapanya Zhang Li?


Mengapa ia sangat peduli dengan keadaannya "Dia biasa saja."

__ADS_1


"Ah begitu ya, tapi kau mau kemana Tian Yi malam-malam begini?" Tanyanya lagi.


"Aku ingin kerumah Ji Dan untuk makan, kenapa? Kau ingin ikut?" Tanya Tian Yi sambil basa basi mengajaknya. Untung saja ia langsung menggeleng "Tidak, ya sudah aku pergi dahulu."


Sungguh aneh!


Hanya membahas seperti itu saja mengapa wajahnya sangat tegang?


"Ayah ingin minum apa?" Tanya Pangeran pertama sambil menyiapkan papan catur.


"Teh saja." Pangeran pertama menyuruh Xai pengawal pribadinya menyiapkan teh.


"Anakku apakah kau yakin akan menikahi wanita yang menang didalam sayembara? Apakah kau sudah memikirkannya?" Tanya Kaisar yang ternyata khawatir dengan keputusan ku kali ini.


Memang hanya Ayah yang tahu perasaanku saat ini, tapi aku tidak akan menyakiti Ibu dengan menolak pendapatnya.


"Sudah aku pikirkan Ayah dan aku juga sudah memperkirakan siapa yang akan menang didalam pertandingan tersebut."


"Sepertinya kau sudah memiliki calon yang kuat siapa dia? Apakah gadis kecil bernama Zhang Li itu?" Pertanyaan Ayah sungguh membuat aku menjadi sedikit ragu untuk memberitahunya karena bagaimanapun ia Suami Ibu.


"Ah sepertinya memang gadis kecil itu hahaha karena kau tidak pernah seragu ini untuk menjawab sebuah pertanyaan, tapi kalau kau menyukainya mengapa kau tidak menolak sayembara ini?" Tanya Ayah.


"Aku tidak ingin mengecewakan Ibu terhadap pilihannya dan aku juga ingin membuktikan bahwa wanita pilihanku adalah yang terbaik untukku Ayah."


Ayah tersenyum sambil membantu aku menata catur. Sedangkan aku sedang menuangkan teh untuk Ayah "Memang anakku yang terbaik hahaha, baiklah ayo kita bermain catur Anakku."


*Braaaak...!


Tiba-tiba saja pintu kediaman Pangeran pertama terbuka begitu saja tanpa ada yang memberikan salam lalu terlihat Zhang Li berada diambang pintu sambil menatap ku dan Ayah, tanpa berkedip sedikitpun. Ia terlihat akan memasuki pintu tersebut, tapi  langkah kakinya terhenti dan ia berdiri tepat diambang pintu.


"Maaf mengganggu. Aku permisi dahulu!" Ucap Zhang Li.


Ia langsung membalikkan badannya untuk pergi dari kediaman Pangeran pertama.


"Apakah aku sudah mengizinkanmu untuk pergi dari sini Nona Zhang Li?" Tanya Kaisar.


Aku langsung berhenti dan tak bergerak sedikitpun. Ah mengapa tubuhku menjadi sangat tegang sekarang? Apakah aku dalam masalah lagi saat ini?


Kau sangat bodoh Zhang Li, seharusnya kau bertanya dahulu kepada Xai dan tidak masuk kedalam kediaman Pangeran pertama dengan sembarangan. Ahh bagaim... "Apakah kau akan terus berdiri disana sampai pagi Nona Zhang Li? Masuklah."


Aku langsung duduk bersama Pangeran pertama dan Kaisar.


Terlihat dimeja ini ada sebuah bidak catur lalu Kaisar menawari aku secangkir teh "Nona Zhang Li kemari pada malam hari pasti ada sesuatu yang penting bukan? Silahkan berbicaralah."


"Apakah tidak apa-apa Kaisar?" Tanyaku sedikit ragu dan jujur saja tubuhku langsung merasa kepanasan dan berkeringat.


"Tidak apa-apa Zhang Li bilanglah kepadaku dan Ayahku mungkin saja kami bisa membantumu."

__ADS_1


Aku memang butuh kau Pangeran pertama untuk kekuatan es ini, tapi aku malu untuk mengatakannya. Jika aku tidak bicara saat ini juga, maka nanti aku akan kehilangan 2.500 tahun kekuatan elemen es yang diberikan Tian Yi. Baiklah! Aku harus putuskan urat maluku untuk malam ini saja! Kau pasti mampu Zhang Li!


"Jadi kedatanganku kali ini untuk meminta banyak bantuan, tapi kali ini sungguh aku sangat butuh karen..." Ucapanku belum saja selesai, tapi Pangeran pertama menyela ku "Bisakah langsung intinya?" Tanya Pangeran Pertama.


Menyebalkan! Apakah kau tidak tau? Aku harus memutuskan urat maluku secara halus agar kau dapat membantu aku? Huh!


"Aku disuruh oleh Tian Yi mengembangkan kekuatan spiritual elemen es yang ia berikan menjadi 3.000 tahun dalam semalam, tapi jika aku gagal. Kekuatan spiritual elemen es yang ia berikan akan di tarik kembali!Jadi, aku ingin meminta bantuan kepada Pangeran pertama."


"Dari mana kau tahu kalau Pangeran pertama memiliki kekuatan spiritual es?" Tanya Kaisar dengan santai menatap aku.


Apakah aku harus jujur juga? Ah sudah terlanjur, sekalian saja.


"Pangeran ketiga yang memberitahu aku Kaisar, tapi aku hanya meminta 500 tahun saja tidak lebih Kaisar. Aku berjanji!" Seruku untuk meyakinkan Kaisar agar memperbolehkan Pangeran pertama.


"Itu semua hak Pangeran pertama ingin memberikannya atau tidak."


"Aku tidak ingin memberikannya, kenapa kau tidak berlatih? Bukankah 500 tahun mudah didapatkan jika kau berlatih keras Nona Zhang Li."


Jika aku bisa berlatih dalam semalam langsung mendapatkan kekuatan spiritual 500 tahun, maka sekarang kekuatan spiritual ku pasti sudah dapat mengalahkan mu Pangeran "Baiklah jika begitu maaf mengganggumu. Selamat malam Kaisar."


Mengapa hanya Kaisar saja yang diberi selamat malam? Mengapa aku tidak? Ah kau sungguh tidak adil Zhang Li kepadaku, apakah kau marah lagi denganku?


Aku langsung pergi dari kediaman Pangeran pertama dan berjalan kearah kediaman Pangeran ketiga.


"Sifatnya sungguh mirip dengan mendiang Dewi Alam Bunga."


"Apakah Ayah mengenal mendiang Dewi Alam Bunga?" Tanya Pangeran pertama dengan penasaran menatap Ayahnya.


"Ah dia hanya teman lama Ayah. Apakah kau akan membiarkan ia pergi begitu saja? Antarkan Nona itu kembali, tidak baik seorang murid pewaris yang sedang sekolah berkeliaran dialam langit pada malam hari."


Ayah benar juga nanti Zhang Li akan dihukum cambuk jika ketahuan Dewa yang berprofesi sebagai Guru dilembah langit.


Aku langsung pamit kepada Ayah, tapi ternyata Ayah juga akan kembali ke kediamannya untuk istirahat. Dimana ya Zhang Li?


Mengapa sudah menghilang saja? Bukankah jurus teleport Zhang Li masih belum sempurna? Apakah ia sedang  berada kediaman Pangeran ketiga saat ini?


Zhang Li berjalan kedalam kediaman Pangeran ketiga dengan wajah kesal "Pangeran ketiga, bagaimana ini? Ia tidak ingin memberikan 500 tahun kekuatannya! Kau harus membantu aku Pangeran."


"Jika aku membantumu, apakah kau dapat menjamin kau menang dalam sayembara?" Tanya Pangeran ketiga. Apakah ia meremehkan aku? Karena aku bukan Dewi? Aku pasti bisa!


Aku adalah Alstroemeria! Aku pasti akan bisa menaklukan hal yang sangat mustahil dilakukan oleh orang lain "Aku pasti menang! Aku yakin dan sangat percaya kepada diriku sendiri, tapi aku harus mendapatkan kekuatan elemen es terlebih dahulu."


"Baiklah aku akan membantumu berbicara kepada Pangeran pertama, ayo ikut aku."


Pangeran ketiga masih berbicara sebentar dengan Wuxian Pengawal pribadinya agar ia dapat melanjutkan tugas Pangeran ketiga, tapi tiba-tiba saja Pangeran pertama muncul dengan berjalan santai kearah kami bertiga.


Apakah ia telah berubah pikiran?

__ADS_1


__ADS_2