Alstroemeria | Dewi Bunga Lily

Alstroemeria | Dewi Bunga Lily
Negara Rahasia


__ADS_3

Saat selesai membunuh seluruh binatang gaib, Pangeran pertama terdiam sejenak karena ia merasakan ada kekuatan sangat aneh masuk kedalam tubuhnya dan mengalir perlahan keseluruh aliran darahnya "Apakah kau baik-baik saja Pangeran?" tanya Dewi Kehidupan yang masih memasuki kesadaran tubuh Zhang Li.


"Baik, tapi apakah kau tahu jalan keluar dari jurang ini? Kami memasukinya melalui jalan pintas yang hanya diketahui oleh Kakek Dewa saja."


Dewi Kehidupan yang masih memasuki kesadaran tubuh Zhang Li langsung menggenggam tangan kanan Pangeran pertama untuk ia bawa teleport langsung kealam langit, tapi mereka malah berada didepan pintu utama alam langit "Apakah harus disi..." Belum saja Pangeran pertama selesai berbicara, tapi Dewi Kehidupan langsung membuat tubuh Zhang Li jatuh pingsan.


Untung saja Pangeran pertama menangkap tubuh Zhang Li tepat waktu. Dewa Bumi & Langit langsung menghampiri kami "Pangeran pertama, kau harus segera kealtar suci alam langit karena ada kabar baik yang telah menunggumu saat ini."


Bukankah tadi pagi Pangeran pertama terlihat sedang sibuk bersama Dewi Burung? Kenapa ia sekarang bisa berada diluar istana bersama Zhang Li? Bahkan, saat ini Zhang Li sedang jatuh pingsan tanpa sebab begini. Pangeran langsung bergegas pergi kealtar suci, sedangkan Dewa Bumi & Langit membantu Pangeran untuk membawa Zhang Li ke kediaman Paman Ji Dan...


Kenapa tubuh wanita ini ada aura yang terasa sangat familiar?


Dewi Kehidupan? Apakah ini semua hanya kebetulan saja?


Terlihat altar suci alam langit sangat ramai dan saat prajurit penjaga pintu utama berteriak "Putra Mahkota memasuki ruangan." Seluruh Dewa Dewi di ruangan ini langsung mengucapkan selamat kepada Pangeran. Ada apa sebenarnya ini?


Permaisuri Kaisar langsung menjemput Pangeran pertama yang sedang berjalan kearahnya dan ia mengelus rambutku dengan sangat lembut "Ada apa sebenarnya Ibu? Kenapa sangat ramai?" tanya Pangeran pertama yang masih bingung dengan seluruh ucapan Dewa-Dewi yang hadir.


"Duduklah dahulu anakku."


Saat Pangeran pertama duduk, ia sedikit terkejut karena Dewi Burung langsung merangkulnya bahkan ia terlihat sangat manja denganku. Apakah ia gila?


Ada seorang Dewa berdiri dan berjalan ketengah altar dengan membawa sebuah kotak "Selamat Pangeran atas kehamilan Dewi Burung dan anak ini pasti diberkahi oleh surgawi, tapi sebelum itu. Aku Dewa Naga Es Selatan memberikan kalung es berlian ini sebagai ucapan selamat dari seluruh penghuni alam es bagian selatan."


A-apa? Hamil? Kenapa cepat sekali? Ah Rong Xu sialan! Apakah sekarang ia sedang bersembunyi dan tidak ingin bertanggung jawab atas perbuatannya?


"Terimakasih Dewa Naga Es selatan atas hadiah terindahmu ini," balas Dewi Burung karena Pangeran pertama terlihat seperti masih terkejut dan tidak percaya.


Terlihat Rong Xu sedang bersama Tian Yi. Saat ia tahu aku sedang menatapnya dan seketika itu juga ia langsung mengerutkan alis seperti menyesali perbuatannya, tapi awas saja kau Rong Xu! Aku pasti akan membuat perhitungan denganmu setelah ini.


Dewi Segala Tabib sedang memeriksa kondisi Zhang Li, tapi ia masih tidak percaya dengan apa yang terjadi "Apakah ia sungguh hamil? Siapa yang berani menyentuh Penerus mendiang Dewi Alam Bunga? Semoga hal ini tidak akan menjadi masalah besar untuk alam bunga yang dipenuhi dengan wanita suci, tapi Dewa apakah kau tidak merasa sangat mengenali kekuatan spiritual yang ada didalam tubuh Zhang Li?" tanyanya.


"Aku juga berpikir begitu, tapi mungkin ini hanya kebetulan dan tidak mungkin juga Dewi Kehidupan bereinkarnasi menjadi seorang anak dari mendiang Dewi Alam Bunga dengan seorang petapa fana."

__ADS_1


Dewa Bumi & Langit langsung pergi begitu saja dari rumah Paman Ji Dan karena tugasnya telah selesai. Lagi pula dirumah ini ada Ji Que yang dapat menjaganya.


Pangeran pertama langsung keluar dari altar suci alam langit dan meninggalkan Dewi Burung begitu saja lalu ia menemui Rong Xu didekat kolam suci "Apakah kau gila? Aku tidak ingin bertanggung jawab atas anak itu dan aku akan segera menceraikannya agar bisa bersama Zhang Li yang telah mengandung anak kandungku," ucap Pangeran pertama sambil mencengkram leher Rong Xu sampai ia sulit bernapas dan mata Pangeran mulai berubah menjadi warna keemasan.


"A-Apa? Zhang Li mengandung anakmu? Bagaimana mungkin? Ini bukan seperti Zhu Yi yang aku kenal," Ucap Ring Xu yang langsung disahuti oleh Tian Yu "Apakah kau tahu konsekuensi mencemari wanita suci?" tanya Tian Yi sambil mengerutkan alis.


"Aku tahu, tapi tutup mulutmu Tian Yi! Aku tidak seburuk apa yang kau pikirkan karena aku sudah menikah dengannya meskipun sederhana."


Pangeran ketiga menghembuskan napas dengan kasar dengan sangat sengaja "Kau sungguh diluar dugaan Kakak Pertama, tapi bagaimana dengan pernikahanmu?" tanya Pangeran ketiga untuk memastikan bahwa Zhang Li akan baik-baik saja dan tidak akan menimbulkan masalah untuknya.


Rong Xu dari tadi berusaha berbicara sebisa mungkin meskipun terdengar tidak sangat jelas. Pangeran pertama kembali menatap Rong Xu dengan sangat sinis "Aku akan tetap menceraikan Dewi Burung apapun yang terjadi. Jadi, urus lah masalahmu sendiri Rong Xu!" Pangeran pertama langsung melepaskan leher Rong Xu dan hendak pergi menemui Zhang Li, tapi Rong Xu langsung menahan kakinya dan memohon sampai bersujud di hadapan Pangeran Pertama "Aku mohon beri waktu Dewi Burung sampai melahirkan anaknya dan aku berjanji akan mengaku kepada seluruh Dewa-Dewi yang ada dialam langit ini, kumohon Pangeran."


"Apakah kau bosan hidup? Sehingga kau berani mengatur urusan pribadiku, sesuai dengan keinginan mu?" tanya Pangeran pertama sambil menepis tangan Rong Xu yang menahan kakinya.


"Jika kematianku dapat membuatmu menerima Dewi Burung untuk tetap menjadi istrimu, tidak masalah. Aku akan tenang meninggalkan istri dan anakku Pangeran!" Ucap Rong Xu sambil menangis dan ia mencoba untuk tersenyum ikhlas.


Pangeran pertama menghembuskan napas dan menatap Rong Xu yang sangat konyol ini "Untung saja Zhang Li sedang hamil anakku. Jadi, aku tidak akan membunuhmu dengan pedangku. Baiklah! Aku akan memberimu waktu untuk hidup dan merawat burung liar itu, tapi aku tidak akan kembali kekediaman untuk tidur bersamanya. Jadi, cerdiklah agar bisa meniru diriku didepan Ibuku dan Kaisar alam langit."


"Bagaimana aku tahu? Aku bukan Ayahnya!" Ucap Tian Yi sambil menggaruk kepalanya dan berjalan meninggalkan mereka berdua yang sedang keheranan dengan sikap Pangeran pertama.


Terlihat Zhang Li masih tertidur pulas didalam kamarnya yang berada dirumah Paman Ji Dan. Apakah aku harus memberitahu Zhang Li tentang kejadian tadi? Aku takut salah paham jika dituliskan melalui kertas.


Ah sudahlah, nanti saja aku akan jelaskan kepadanya saat ia sudah dalam kondisi cukup baik "Pangeran pertama, maaf mengganggumu. Apakah Nona Zhang Li sedang tidur?" tanya Dewa Naga Es Selatan dari ambang pintu kamar Zhang Li.


Pangeran yang sedang megelus rambut Zhang Li dengan sangat lembut, langsung menoleh kearahnya "Aku rasa ia cukup lama tidak sadarkan diri, tapi angin apa yang membawa Dewa Naga Es Selatan mengunjungi Zhang Li secara pribadi?" tanya Pangeran pertama sedikit curiga.


Apakah aku harus mengatakan jujur kepada Pangeran pertama? Ah sebaiknya tidak karena hal ini masih belum pasti benar dan belum terlalu jelas.


"Aku hanya ingin berbicara dengannya tentang kekuatan spiritual elemen es saja."


Kebetulan Tian Yi datang membawa makanan bersama Ji Que. Jadi, Dewa Naga Es selatan langsung menemuinya dan saling berbincang "Baiklah aku pamit dahulu, aku harap kau dapat menjaganya sampai Zhang Li bangun dari tidurnya."


"Tenanglah."

__ADS_1


Pangeran pertama langsung teleport didalam kediaman Pangeran ketiga, terlihat ia sedang berbicara hal serius dengan Rong Xu dan Pangeran pertama langsung duduk didekat mereka "Langsung keintinya."


Rong Xu menuangkan teh kegelas untuk Pangeran pertama "Negara Demisia tidak dapat dijangkau didalam peta alam semesta karena tidak ada Dewa yang pernah kesana selain Dewa Alam Langit, Dewa Obat, dan Dewa Pembasmi Roh Iblis, tapi Wuxian mendapatkan informasi dari perbincangan Dewa Obat dengan Dewi Segala Tabib bahwa obat ini berada diruang rahasia istana Negara Demisia yang dijaga ketat oleh binatang gaib kuno. Jadi, karena itu ia tidak memberi tahu kita Kakak pertama tentang Negara Demisia."


Pangeran pertama hanya berdeham "Baiklah besok kita berangkat. Selama aku tidak berada dialam langit, aku harap kau dapat menjaga burung liar itu Rong Xu agar tidak menimbulkan masalah untuk Istriku."


"Baik Pangeran."


Rong Xu menunduk untuk mengucapkan terimakasih atas kepercayaan Pangeran pertama.


Dewa Naga Es Selatan mulai memeriksa nadi Zhang Li ditemani oleh Tian Yi, akhirnya ia mendapatkan jawabannya memang benar kekuatan spiritual Zhang Li sangat mirip dengannya bahkan lebih kuat darinya, sebenarnya siapa dia? Aku bahkan tidak pernah bertemu Dewi Alam Bunga! Jadi, tidak mungkin ia keturunanku atau keluargaku "Naga tua! Kenapa kau berpikir sangat keras? Bahkan kekuatan spiritualmu denganku cukup mirip bukan? Sudahlah lebih baik kau makan bersama kami."


Ucapan Tian Yi ada benarnya juga, kekuatan Es memiliki dasar yang sama bukan? Ah sudahlah "Baiklah aku mengikuti arahanmu."


Terlihat Dewa Obat sedang meracik obat diruangan khusus ia menciptakan obat baru "Apakah kau sibuk?" tanya Pangeran pertama yang membuatnya sedikit terkejut oleh kehadirannya.


"Tidak, tapi aku tidak akan menjawab pertanyaanmu lagi Pangeran pertama. Maafkan atas tindakanku ini yang kurang sopan terhadapmu kali ini," Ucapnya sambil menunduk meminta maaf.


"Aku harus mencari tau tentang Negara Demisia karena Pangeran ketiga dan aku akan berangkat besok pagi ke keruangan penyimpanan obat istana Negara Demisia," ucapan Pangeran pertama langsung membuatnya langsung melotot dan ia mempersilahkan Pangeran duduk untuk berbincang bersamanya.


"Ba-Bagaimana kau mengetahui ini?" tanya Dewa Obat dan tangannya mulai bergetar.


"Ini kesalahanmu karena tidak waspada saat berbicara hal serius dengan Dewi Segala Tabib kemarin malam di halaman rumahnya."


"Baiklah aku akan memberitahu mu, tapi apakah kau dapat menjaga rahasia ini dan mencegah Pangeran ketiga untuk kesana?" tanya Dewa Obat dengan serius.


"Sudah tugasku untuk mencegahnya jika tempat ini sangat berbahaya Dewa Obat."


"Baiklah Pangeran pertama, aku akan menceritakan semua kepadamu...." Ucap Dewa Obat yang kemudian mengambil napas dalam-dalam dan mulai bercerita.


Cerita Dewa Obat sangat membantuku untuk menemukan lokasi tepat istana Negara Demisia, tapi tetap saja semua itu bisa berubah karena sudah lama sejak Dewa Alam Langit menghilang tidak ada satupun yang berani menginjakkan kaki di Negara Demisia, bahkan Dewa Obat dan Dewa Pembasmi Roh Iblis tidak ingin kembali ketempat itu lagi setelah mendapatkan peringatan sambaran petir 3x ke tubuhnya.


Pangeran pertama dan Pangeran ketiga mulai berangkat dari tengah malam. Saat semua orang tertidur mereka mulai keluar diam-diam dibantu oleh pengawal pribadinya, sedangkan Rong Xu mulai berubah menjadi Pangeran pertama sampai Pangeran kembali dari Negara Demisia dengan selamat.

__ADS_1


__ADS_2