Alstroemeria | Dewi Bunga Lily

Alstroemeria | Dewi Bunga Lily
Pedang Marga Song


__ADS_3

Terlihat Pangeran ketiga tertidur dengan pulas di tempat tidur kayu lalu ia diselimuti kain berbulu hitam yang sangat halus, sedangkan Song Lan sedang memasak jagung diatas kayu bakar dengan berhati-hati.


"Goa ini adalah tempat tinggalku, tapi karena kalian murid pewaris yang tersesat akibat serangan Ragnarok maka aku akan memberi kalian toleransi untuk tetap hidup bersama aku dikawasan ini."


"Apakah kau tahu jalan keluar dari sini?" Tanyaku sambil berjalan kearah Song Lan bersamanya.


Roh pedang ini menghela napas panjang, terlihat seperti pasrah dengan keadaan saat ini ia alami "Jika aku tahu, pasti aku sudah keluar dari tempat ini untuk mencari Tuanku dan makan enak setiap hari bersamanya."


Song Lan menawarkan jagung bakar kepadaku dan roh pedang ini, kemudian Song Lan juga memakan jagung bersama kami semua "Apakah kau tahu Tuanmu siapa?" Tanyaku sedikit penasaran.


Terlihat ada 1 jagung terbungkus kain dan di taruh dekat Pangeran ketiga "Seingatku, Tuanku adalah putra mahkota alam iblis, tapi sejujurnya aku juga tidak tahu seperti apa rupanya."


Song Lan langsung terkejut, hingga tersedak. Ia langsung minum air yang ntah dapat dari mana dan menatap roh pedang yang berada di sampingku dengan tatapan serius "A-apa? Tuanmu putra mahkota alam iblis? Apakah kau tidak mengenali aku?" Tanyanya.


Ia mengendus aroma tubuh Song Lan, tapi tetap tidak mengenalinya "Apakah kau punya kalung bulan sabit peninggalan raja Song Yi?" Tanyanya sambil menatap Song Lan dengan tatapan ragu.


"Apakah ini?" Tanya Song Lan sambil menunjukkan sebuah kalung yang ia pakai dilehernya.


Kalung bulan sabit perak itu, sepertinya memiliki kekuatan spiritual karena saat melihatnya cukup lama ada banyak serpihan cahaya biru mengelilinginya.


Roh pedang ini langsung bersujud dan memberi salam kepada Song Lan, ia juga meminta maaf kepada kami karena tidak membantu kami tadi saat kesusahan. Ia sungguh mengesalkan, mengapa ia membuang jagung yang ia pegang begitu saja! Padahal jagung itu sungguh enak, aku saja ingin menambah namun tidak bisa "Perkenalkan aku roh pedang Song yang ditugaskan untuk menjaga setiap keturunan raja Song Yi."


Roh pedang ini mengeluarkan lima buah jagung dari sebuah kuali yang sepertinya tempat untuk menyimpan makanan "Makanlah semua, seluruh milikku adalah milik Tuan Song Lan."

__ADS_1


Song Lan tersenyum menatapnya lalu mempersilahkan roh pedang Song duduk kembali ke tempatnya "Tidak usah terlalu formal denganku, santai saja. Lagipula disini hanya ada kita dan kau dapat memanggil namaku saja, tidak usah berlebihan."


"Baiklah Tu..." Roh pedang ini terdiam dan menelan ludah, kemudian melanjutkan ucapannya lagi "Baiklah Song Lan."


Semuanya sudah bertemu dengan pedang miliknya, tapi aku belum bertemu dengan pedang baru?


Apakah aku ditakdirkan hanya bersama pedang Sima saja? Hahaha sepertinya takdirku hanya bersama pedang Sima saja.


Aku berjalan menyusuri goa ini bersama roh pedang Sima yang berjalan santai disebelah ku tanpa berkata apa-apa, dia hanya mengikuti langkah kakiku saja sepanjang hari "Apakah kita akan terjebak disini selamanya ya Sima?" Tanyaku sambil berjalan kembali ke tempat tinggal sementara kami.


Roh pedang Sima hanya menggelengkan kepala saja. Keadaan Pangeran ketiga sudah membaik. Bahkan ia sudah sangat sehat, tapi masih belum bisa mengayunkan pedangnya untuk bertarung "Apakah ada perkembangan Zhang Li selama dua hari ini?" Tanya Song Lan yang sedang menyiapkan makanan untuk kami semua.


"Tidak ada sama sekali, sepertinya tempat ini diberi mantra khusus. Hal ini terjadi mungkin karena tempat ini berisi roh pedang kegelapan yang bisa saja berbahaya untuk alam semesta."


"Apakah seperti itu pemikiran semua Dewa di alam semesta? Padahal tidak semua roh iblis memiliki sifat jahat, tapi mengapa kami semua disamakan? Apa salah kami? Jika terlahir sebagai iblis?" Tanya roh pedang Song dengan tatapan sedih dan kecewa.


"Hei, tidak semua Dewa. Aku juga sebenarnya tidak setuju dengan peraturan ini karena aku pernah menolong roh iblis air dan kemarin badak yang akan kau bunuh itu, tapi bagaimana lagi aku bukan Kaisar. Jadi, aku tidak akan bisa mengubah peraturan alam langit seenaknya."


"Kaisar wanita? Mustahil, tidak akan mungkin itu terjadi Nona!" Ucap roh pedang Song sambil tertawa. Apakah perkataan aku ini lucu? Ah sudahlah, biarkan saja roh pedang Song tertawa bahagia, karena yang penting ia tidak sedih atau kecewa terhadap para Dewa.


Pangeran pertama menunggu Zhang Li kembali dari alam senjata tak terbatas sambil memecahkan teka-teki tujuh elemen untuk membuka mantra buku, agar bisa membaca isi buku yang ditinggalkan Paman didalam kotak emas "Pangeran..." Panggil Xai.


Lamunan Pangeran pertama langsung buyar dan ia menutup buku itu lalu menyimpannya seketika "Bagaimana Xai? Apakah mereka semua telah kembali dengan selamat?" Tanya Pangeran pertama dengan dipenuhi kekhawatiran.

__ADS_1


Xai terlihat gemetar saat ingin berbicara kepadaku dan aku langsung menatapnya, kemudian mengangguk untuk memastikan. Pasti semuanya akan baik-baik saja "Pangeran ketiga, Song Lan ..." Pangeran pertama langsung menyela ucapan Xai "Aku hanya butuh Zhang Li, bagaimana ia?" Tanya Pangeran dengan ekspresi wajah sangat panik.


"Mereka bertiga belum kembali Pangeran, hanya ada Pangeran kedua dan Da Liu saja yang kembali dengan selamat dari amukan Ragnarok pada saat dialam senjata tak terbatas."


Ragnarok? Bagaimana mungkin ia bisa muncul dialam senjata tak terbatas secara bersamaan dengan para murid pewaris? Apakah hal ini telah di rencanakan oleh seseorang dari alam langit?


"Apakah kau tidak membohongi aku dan berkerja sama dengan mereka?" Tanya Pangeran pertama yang masih ragu dengan Xai.


"Hamba tidak berani Pangeran," Ucap Xai yang hendak bersujud, tapi langsung aku tahan. Menurutku, ia tidak pernah berbohong selama ribuan tahun melayani ku. Jadi, tentu saja aku percaya kepadanya. Pangeran pertama langsung mengajaknya ke tempat para murid untuk bertanya kepada Guru Lao Gao, tapi saat Pangeran ingin bertanya. Guru langsung menunjuk ke arah gerbang pintu utama lembah langit, langkah kakiku terhenti seketika karena Pangeran pertama langsung datang di hadapanku lalu mendekap tubuhku dengan sangat erat. Terdengar suara lirih saat ia berbicara denganku, seperti sangat khawatir "Syukurlah, kau baik-baik saja."


Pangeran pertama, kenapa? Ah aku jadi ikut sedih karena melihat ekspresi nya sangat sedih begini.


Pangeran kedua dan Da Liu langsung menghampiri kami semua,bahkan saling memeluk satu sama lain "Untung kalian semua baik-baik saja," Ucap Pangeran pertama yang langsung melepaskan pelukannya dan menghadap kearah para Pangeran.


"Apakah tidak melanjutkan pelukannya?" Tanya Pangeran ketiga sambil tertawa.


"Ah itu tadi hanya reflek saja karena aku mendengar kalian bertiga tidak kembali bersama Pangeran kedua dan Da Liu, tapi apa yang terjadi sebenarnya?" Tanya Pangeran pertama sedikit penasaran dengan apa yang terjadi kepada kami selama terpisah dari Pangeran kedua dan Da Liu.


"Kakak pertama ceritanya sangat panjang. Jadi, aku ceritakan nanti saja. Pada saat kita semua berkumpul bersama-sama di rumah lembah langit."


"Baiklah dengan senang hati akan aku tunggu sampai hari itu datang Adik ketiga." Pangeran pertama langsung mengajak Xai pergi dari hadapan kami semua untuk kembali ke kediaman, tapi aku menahannya begitu saja.


Aku menatap matanya lalu memasang ekspresi wajah seperti marah "Apakah kau lupa janjimu? Mana kepingan emasnya?" Tanyaku.

__ADS_1


Pangeran pertama langsung memberikan kantung berwarna hitam dengan ukiran bunga Lily emas yang menyempurnakan kantung ini, tapi ia memberikannya melalui Xai pengawal pribadinya lalu ia langsung menghilang dan meninggalkan kami begitu saja.


Ah sialan, mengapa aku berbuat hal memalukan seperti itu? Apakah semua murid melihat aku memeluk Zhang Li sambil khawatir? Ah sudahlah, aku harus lupakan hal tidak penting ini. Anggap saja, seperti tidak terjadi apa-apa hari ini disekolah.


__ADS_2