
Pangeran pertama memasuki kediamannya melalui pintu belakang agar Xai pengawal pribadinya tidak curiga, terlihat lelaki yang menyamar menjadi dirinya sedang membaca sebuah buku sejarah alam langit.
Rong Xu langsung menyapa Pangeran pertama dan menyuruh aku segera berbaring disamping Dewi Burung yang masih tertidur pulas tanpa busana.
Dewi Burung tiba-tiba memeluk Pangeran pertama dengan erat.
Ah sialan! Apakah aku harus membiarkannya memelukku?
Saat terbangun dari tidurnya, Dewi Burung merasa aneh karena semalam ia langsung bersenang-senang. Bahkan menikmati malam yang indah itu bersama tanpa busana, tapi kenapa saat ini Pangeran pertama memakai pakaian pernikahan? Bahkan kain baju pernikahan di lengan Pangeran pertama terlihat robek. Anehnya, ia telah mencari robekan kain itu di seluruh ruangan ini namun tidak ada.
Apakah kami melakukan malam pertama dengan sangat bergairah sampai merobek lengan bajunya?
Mengapa ia menggunakan kembali pakaian pernikahan dengan sangat lengkap? Apakah ia malu?
Dewi Burung terlihat sedang sibuk menyiapkan makanan di atas meja makan lalu Pangeran pertama terbangun karena terganggu oleh bau hidangan makanan ini "Apakah kau ingin makan terlebih dahulu Suamiku? Atau ingin mandi?" Tanya Dewi Burung sambil tersenyum. Senyumnya sungguh membuat suasana di pagi hari menjadi tidak bagus saja!
Pangeran pertama hanya berdeham kemudian memanggil Xai untuk memenuhi seluruh kebutuhan Dewi Burung "Aku tidak bisa makan bersamamu karena ada urusan. Jadi, makanlah sendiri hari," Ucap Pangeran pertama yang langsung menghilang dari hadapannya.
Pangeran pertama langsung mandi dirumah lembah langit dan hendak mengganti pakaiannya dengan hanfu sekolah, tapi ia sungguh terkejut saat membuka pintu kamarnya karena ada seorang wanita terlihat sedang tertidur pulas diatas ranjangnya "Kenapa kau tidur disini Da Liu? Siapa yang memberimu izin?" Tanya Pangeran pertama dengan tatapan heran dan kesal.
"Aku kira Pangeran tidak akan kembali ke sekolah lembah langit. Jadi, aku tidur disini saja."
"Keluarlah! Aku ingin ganti pakaian dan seterusnya jangan tidur disini lagi, apakah kau mengerti Da Liu?" Tanya Pangeran pertama sambil memberi isyarat agar ia segera pergi dari hadapannya. Da Liu memberi salam lalu pergi dari kamar Pangeran pertama dan ia menghampiri Zhang Li yang baru saja selesai mandi.
Terlihat Pangeran pertama memasuki ruangan dan menyapa Dewi Burung "Apakah ada barang mu yang tertinggal Pangeran?" Tanya Dewi Burung sambil tersenyum.
Pangeran pertama tersenyum bahagia saat menatap Dewi Burung, bahkan ia memberikan pelukan hangat kepadanya. Hal ini membuat Xai pengawal pribadinya merasa aneh dengan tingkah lakunya karena selama ribuan tahun ini, Pangeran pertama tidak pernah tersenyum sebahagia itu. Kecuali bersama Nona Zhang Li "Aku sepertinya akan sarapan bersamamu karena makanan dikantin merusak selera makanku, apakah ini kau yang memasaknya?" Tanya Rong Xu yang sedang berubah menjadi Pangeran pertama.
"Aku yang memasaknya Pangeran, apakah lebih baik kau berganti pakaian dahulu?" Tanya Dewi Burung sambil mencoba memilih pakaian untuk Pangeran.
__ADS_1
Saat Pangeran pertama selesai berganti pakaian, Dewi Burung mengambil pakaian pernikahan dari tangan Pangeran lalu menaruhnya ditempat untuk pakaian kotor. Mengapa lengannya tidak robek? Apakah Pangeran membenahinya saat tadi keluar? Agar aku tidak khawatir dengannya?
Kami langsung makan bersama dan Pangeran pertama sungguh sangat hangat kepadanya. Bahkan ia menyuapi Dewi Burung dengan lembut sambil membelai rambutnya pelan-pelan "Apakah enak?" Tanya Dewi Burung lalu Rong Xu mengangguk dan memakan masakan Dewi Burung dengan sangat lahap.
Aku terkejut saat melihat Pangeran pertama keluar dari kamarnya karena bukankah ia sudah menikah? Seharusnya saat ini ia sedang menikmati sarapan pertama bersama Istrinya bukan?
"Apakah kalian sudah siap untuk ujian?" Tanya Pangeran pertama.
"Kau masih sekolah Pangeran? Bukankah sudah menikah tidak bisa sekolah lagi?" Tanyaku dengan terus terang.
"Apakah kau tidak senang jika aku datang ke sekolah hanya karena aku sudah menikah?" Tanyanya sambil memasang wajah sedih.
Jujur saja, aku senang melihatnya berada disekolah lembah langit.
Kami semua bisa berkumpul dengan lengkap seperti awal kami bertemu, tapi sekarang bertambah satu karena ada Da Liu yang pindah kemari secara tiba-tiba "Tentu saja aku senang," Ucapku sambil tersenyum lalu Da Liu mencubit kedua pipiku yang terasa panas dan ia juga senyum-senyum tidak jelas sambil menatap ku.
"Apakah benar hari ini akan ada ujian?" Tanya Song Lan dan Pangeran ketiga.
Pangeran kedua menyusul kami langsung di lapangan karena ada hal mendesak tadi pagi, bahkan ia langsung menemui Kaisar dan tidak sempat makan pagi bersama kami semua. Semua murid pewaris berkumpul ditengah lapangan utama sekolah lembah langit dan terlihat dari jauh Guru Lao Gao terbang dengan pedang menuju kearah kami semua "Apakah kalian siap untuk ujian?" Tanya Guru Lao Gao sambil tersenyum memandangi kami.
Guru Lao Gao mendarat tepat berada disamping arena yang terletak di depan lapangan utama.
Ada seorang murid wanita berteriak dengan cukup keras dan lantang seperti kesal kepadanya "Guru! Kenapa tidak memberitahu kami semua bahwa hari ini akan ada ujian, aku belum melakukan persiapan sama sekali Guru."
Guru langsung tertawa lalu berdecak heran "Apakah musuh akan menyerang dengan memberitahumu terlebih dahulu?" Tanya Guru Lao Gao yang seketika membuat wanita itu langsung terdiam seribu bahasa. Semua murid pewaris mulai terlihat menghembuskan napas panjang.
"Hei! Teman-teman, kita harus semangat untuk menjadi Dewa dan Dewi!" Teriak Da Liu yang berusaha memberi semangat kepada seluruh murid pewaris, aku dan para Pangeran hanya menggeleng keheranan.
"Ujian kali ini tentu akan berbeda dari sebelumnya dan kalian akan memasuki alam imajinasi untuk menghadapi ujian kali ini. Jika kau berhasil maka kalian akan mendapatkan mata Dewa, tapi jika gagal maka kita akan bertemu kembali di tahun yang akan datang!" Ucap Guru Lao Gao sambil tertawa.
__ADS_1
Kemudian ia mengeluarkan sebuah barang, tapi aku tidak tahu apa yang ia pegang saat ini "Apa yang akan kami hadapi Guru?" Tanya Da Liu dengan semangat.
"Orang disekitarmu..." Belum saja Guru Lao Gao menyelesaikan ucapannya, Da Liu langsung berdiri diatas arena dengan tersenyum sangat lebar.
"Baiklah! Semoga kau berhasil Da Liu. Aku harap kau tidak akan bertemu denganku lagi sebagai seorang murid pewaris!"
Guru langsung mengarahkan kekuatan spiritual kearah arena agar membentuk perisai. Setelah itu ada cahaya putih kebiruan yang sangat cerah dan saat cahaya cerah itu lenyap tiba-tiba Da Liu menghilang dari arena ntah kemana "Ja-jadi ujian ini penentuan sebagai Dewa?" Tanya Song Lan menatap kami bergantian.
"Lebih tepatnya kepantasanmu menerima mata Dewa atau tidak."
Kami semua melihat sebuah cermin besar yang berada dilangit dan terlihat Da Liu pingsan ditempat yang sangat gelap "Dia sudah memasuki alam imajinasi untuk menghadapi dirinya, orang yang sangat berharga didalam hidupnya, dan terakhir yaitu ketakutan didalam dirinya."
Da Liu terbangun dan terkejut menoleh kekanan lalu kekiri, setelah itu ia berteriak "Zhang Li, apakah kau menemaniku?" Tanyanya sambil mengejar bayangan hitam yang sangat mirip dengan bayangan ku.
"Sepertinya Zhang Li memiliki kesan mendalam untuk Da Liu," Ucap Pangeran ketiga sambil tersenyum menggoda aku. Ah yang benar saja! Bagaimana bisa seperti ini?
Saat bayangan hitam tersebut menoleh, ia langsung kaget sampai terjatuh karena melihat wajah Zhang Li berubah menjadi sosok iblis menyeramkan "Me-Mengapa kau menjadi iblis? Bukankah kau Dewi hebat?" Tanyanya sambil berjalan mundur perlahan menjauh dari bayangan hitam.
Da Liu langsung memanah bayangan hitam tersebut dan tiba-tiba langsung muncul sosok naga air yang sangat besar akan menyerangnya dan ia langsung memanahnya secara terus menerus sambil menangis.
Da Liu langsung keluar dari alam imajinasi tersebut dan menangis dengan sangat keras lalu ia memeluk Pangeran kedua, bahkan ia meminta maaf kepadanya dan kepadaku. Semua murid langsung meremehkan ujian ini dan mengatakan ini cukup mudah hanya tinggal membunuhnya maka akan selesai, tapi Guru Lao Gao tersenyum "Memang cukup mudah saat disini, tapi akan berbeda saat kalian didalam sana."
Semua murid mulai maju satu persatu secara bergantian dan mereka ada yang memilih membunuh dirinya sendiri atau membunuh orang tersebut.
Guru tidak memberi tahu hasil dari semua tindakan yang telah di perbuat oleh seluruh murid. Jadi, berhasil atau gagal dalam ujian tidak ada yang tahu. Tersisa 20 orang lagi, tapi tidak ada yang maju lalu Pangeran ketiga berjalan kearah tengah arena.
Terlihat ia sedang menghadapi seorang wanita cantik berambut merah, tapi mengapa wanita ini mirip dengan wanita yang menyuapi buah dipernikahan Pangeran pertama? Apa ia sekarang sedang menghadapi Ibunya sendiri?
Terlihat Pangeran ketiga menusukkan pedang miliknya keperut Ibunya sambil menangis lalu ia keluar dari alam imajinasi sambil menyeka air matanya.
__ADS_1
Semua murid pewaris mulai maju dan terakhir hanya tersisa kami berempat yaitu Pangeran pertama, kedua, Song Lan, dan aku.
Selanjutnya siapa?