Alstroemeria | Dewi Bunga Lily

Alstroemeria | Dewi Bunga Lily
Busur Tak Berpanah


__ADS_3

Guru Lao Gao mengantar kami para murid pewaris sampai digerbang alam senjata tak terbatas, tapi Guru sedikit aneh karena ia memberikan perisai api berlapis-lapis "Guru kenapa harus diberi perisai api? Apakah akan ada bahaya?" Tanya Da Liu.


"Untuk melindungi kalian dari bahaya diluar alam senjata tak terbatas, tapi kalian tidak perlu khawatir karena sudah Guru beri perisai api dan Guru akan selalu memperhatikan kalian semua dari senjata cermin alam semesta."


Aku tahu sedikit tentang senjata cermin alam semesta, senjata ini bisa menjangkau semua tempat yang pernah dikunjungi pemiliknya dan roh cermin ini juga dapat melindungi orang yang terlihat didalam cermin sesuai perintah pemiliknya. Setiap kelompok mulai memasuki gerbang satu persatu dengan menaiki giok awan pemberian Guru Lao Gao kepada kami kemarin. Saat baru memasuki tempat ini, kami melihat pembatas gaib yang membatasi setiap kawasan dan peta ini akan membawa kami sesuai tempat tujuan setiap kelompok.


"Kalian ingin mengambil senjata jenis apa?" Tanya Pangeran ketiga yang berdiri dipaling depan untuk menentukan arah giok awan.


Karena hanya Pangeran ketiga yang hapal setiap sudut kawasan alam senjata tak terbatas "Aku ingin busur panah!" Teriak Da Liu dengan semangat yang membuat kami semua terkejut dan mendengus kesal karena perilakunya ini. Pangeran ketiga melirik kami bertiga secara bergantian dan kami hanya mengangguk, agar menuruti gadis ini terlebih dahulu. Lagi pula aku juga bingung ingin mengambil senjata apa yang cocok untukku.


Lebih baik Da Liu dahulu, agar ia tidak banyak bicara dan fokus kepada busur panah yang ia ingini "Sekarang kita memasuki kawasan senjata peninggalan dari Dewi Penjaga Hutan di alam semesta, ditempat ini beredar rumor bahwa ada busur panah kuno yang sering dipakai Dewi Penjaga Hutan untuk berburu iblis, bahkan dalam 5 detik ia dapat membunuh 100 roh iblis dalam sekali memanah."


"Bagaimana cara menemukannya Pangeran? Aku ingin senjata itu."


"Cari sendiri. Aku sudah berbaik hati mengantarkanmu dan sekarang kau menyuruh aku mencarikan senjata itu? Untuk apa kau ikut ujian kalau begitu!" Jawab Pangeran ketiga dengan sangat sinis kepada Da Liu.


Song Lan, aku, dan Pangeran kedua hanya saling menatap lalu memperhatikan setiap detail hutan yang dipenuhi senjata ini.


Tempat ini cukup aneh "Pangeran ketiga, mengapa tempat ini banyak serpihan kekuatan spiritual dengan berbagai macam warna?" Tanyaku sambil memperhatikan berbagai macam cahaya berhamburan di udara saat ini.


Jujur saja, aku sedikit tercengang melihat hutan ini dipenuhi serpihan kekuatan spiritual berwarna biru, merah, putih, ungu, dan masih banyak lagi.


Pangeran ketiga tersenyum saat melihat ekspresi ku saat ini "Setiap senjata yang dimiliki Dewa memiliki kekuatan spiritual berbeda-beda dan setelah Tuannya mati, ia akan secara otomatis kembali ke tempat asalnya atau berkumpul di alam senjata tak terbatas ini karena tidak ingin di gunakan oleh orang yang salah."


"Mengapa harpa milik Ibuku tidak kembali ke alam senjata tak terbatas Pangeran ketiga?" Tanyaku yang semakin penasaran.


"Mungkin saja senjata yang kau miliki itu, dibuat sendiri oleh Ibumu sewaktu ia masih menjadi murid pewaris dialam langit."

__ADS_1


"Ah begitu, terimakasih Pangeran ketiga atas bimbinganmu."


"Tenang saja, hei Da Liu! Apakah kau sudah menemukan busur panah yang kau sukai?" Tanya Pangeran ketiga sambil menatap Da Liu yang sedang memperhatikan setiap sudut hutan perlahan.


Da Liu menyuruh Pangeran ketiga berhenti sejenak karena ia ingin memastikan penglihatannya "Aku melihat ada kekuatan spiritual berwarna merah muda, tapi senjata itu ada disudut bawah dekat tebing hutan sebelah kanan kita, Pangeran. Bagaimana ini?" Tanyanya sambil menunjuk kearah tebing itu.


Da Liu menunjuk tebing curam yang berada disamping kanan kami lalu Pangeran ketiga langsung menuju ke tempat yang ditunjuk oleh Da Liu.


"Ambilah, kau dapat ke sana menggunakan kekuatan spiritual tanah milikmu Da Liu."


Pangeran ketiga seperti sedang mengajari Da Liu secara tidak langsung, haha memang Dewa Perang yang sangat baik hati.


Da Liu mulai membuat tangga dari kekuatan spiritual tanahnya dan busur tak berpanah itu menembakkan panah kearahnya beberapa kali, tapi ia berhasil mengambil busur panah tersebut.


Terlihat dari jauh anggota kelompok Zhuan Qi seperti akan merebut busur panah itu dari tangan Da Liu, tapi Pangeran ketiga menghentikan kami bertiga yang ingin membantunya "Tidak usah dibantu dahulu, biarkan ia berusaha sebisanya. Sekaligus beradaptasi dengan senjata barunya itu," Ucap Pangeran ketiga tanpa rasa khawatir sedikitpun.


"PANGERAN BAGAIMANA CARA MENGGUNAKAN BUSUR PANAH INI?" Tanya Da Liu berteriak dengan sangat keras.


"KEKUATAN SPIRITUAL!" Jerit Pangeran ketiga yang tak kalah keras dengan teriakkan Da Liu.


Da Liu sedikit tak fokus karena sedang berusaha membuat panah dengan kekuatan spiritualnya dan ia terpeleset dari tangga yang ia buat saat ini. Sungguh di luar dugaan "Aku harus menolongnya."


Setelah berkata seperti itu, Pangeran kedua langsung berubah menjadi naga air yang sangat besar dan mengejar Da Liu yang akan terjatuh ke bawah tebing.


Da Liu juga berhasil memanah lelaki yang mengganggunya, bahkan sampai lelaki itu mengeluarkan darah sangat banyak dari dadanya "Hebat juga Da Liu, ia langsung menguasai busur tak berpanah milik Dewi Penjaga Hutan alam semesta."


Aku dan Song Lan langsung melotot saat mendengar ucapan Pangeran ketiga "Ja-jadi, itu sungguh milik Dewi Penjaga Hutan?" Tanya Song Lan yang berdecak kagum kepada Da Liu.

__ADS_1


"Tentu saja, aku sengaja mengarahkan ia agar mengambil busur itu. Kebetulan aku merasa ia sangat cocok dalam hal memanah dan ia hanya dapat memiliki satu senjata saja didalam kehidupannya ini."


Song Lan seketika berubah menjadi cemas lalu bertanya dengan tatapan mata penuh harapan "Apakah aku juga seperti Da Liu, Pangeran ketiga?" Tanya Song Lan khawatir.


"Kau adalah Putra mahkota alam iblis, tentu saja bisa memiliki bakat senjata tak terbatas. Bahkan ribuan pedang dialam senjata tak terbatas dapat kau ambil."


Pangeran kedua terlihat melilit tubuh Da Liu yang pingsan lalu ia berubah wujud dan langsung menggeletakkan tubuh Da Liu untuk diperiksa oleh Song Lan.


"Ia terkejut karena melihat aku berubah menjadi naga sampai akhirnya ia pingsan begini."


Kami bertiga tertawa karena tingkah laku Da Liu, dia seorang Dewi bagaimana mungkin takut dengan wujud Dewa. Menurut kami wujud naga air yang dimiliki Pangeran kedua begitu indah.


Song Lan mencoba untuk membangunkan Da Liu dengan dedaunan herbal yang ia taruh didekat hidungnya, seketika Da Liu langsung bersin dan ketakutan memeluk aku "Ada naga air yang sangat besar dan menakutkan Zhang Li, aku sungguh takut."


Tangan Da Liu gemetaran sambil merangkul aku dengan wajah sangat ketakutan "Apakah kau tidak tahu terima kasih? Pangeran kedua telah menolongmu dengan wujud Dewanya, sekarang kau malah ketakutan?" Ucap Pangeran ketiga sambil mulai mengarahkan giok awan keluar dari kawasan hutan ini.


"Be-benarkah? Itu kau Pangeran kedua? Terima kasih telah menolong aku dari kematian dan sepulang dari sini aku akan meneraktirmu, aku Da Liu berjanji!" Ucap Da Liu sambil mengarahkan 3 jarinya keatas.


Pangeran kedua hanya mengangguk saja. Setelah keluar dari pembatas gaib kawasan hutan, kami berada ditempat awal lagi yaitu ditengah gerbang pembatas untuk menuju kawasan selanjutnya. Disini terlihat sangat ramai murid pewaris yang kebingungan karena terlalu banyak senjata, akhirnya mereka bingung memilih.


Aku menghirup bau tidak sedap dan cukup aneh karena aku baru pertama kali menghirup bau seperti ini "Apakah kalian tidak merasa udara disini sedikit aneh?" Tanyaku sambil terus mengendus untuk memastikan aroma apa sebenarnya ini.


Wajah Pangeran ketiga langsung berubah menjadi sangat serius dan berbicara dengan nada yang sangat pelan "Ragnarok!" Ucap Pangeran ketiga.


Da Liu terkejut dan hampir saja berteriak, tapi untungnya Pangeran ketiga langsung mendekap mulutnya dan berbisik kepadanya agar tidak mengeluarkan suara.


Kenapa tidak boleh bersuara? Kenapa hanya kami yang tidak boleh bersuara? Apakah Ragnarok ini datang sebagai bentuk ujian untuk kami para murid pewaris?

__ADS_1


__ADS_2