Alstroemeria | Dewi Bunga Lily

Alstroemeria | Dewi Bunga Lily
Memasuki Kuil Gu


__ADS_3

Kami semua menginap disebuah penginapan terkenal dikota Yun karena dari sinilah kami dapat mengumpulkan banyak informasi mulai dari para pelayan, pendongeng yang berada dikedai makan, dan terakhir dari pembicaraan para pengunjung yang makan atau menginap dipenginapan terkenal ini.


Putri keempat baru saja menyelesaikan ujian Dewi secara tertutup, padahal baru saja selesai ujian namun sudah langsung ingin diutus untuk bertugas ke kota Yun. Oleh sebab itulah Putri keempat baru muncul dialam langit.


Dewa Bulan menyapanya karena sudah lama tidak bertemu "Ya, Paman bagaimana kabarmu? Apakah kekuatan bulanmu sudah lebih baik?" tanya Putri keempat.


"Tentu saja Putri sudah lebih baik dari sebelumnya hahaha, apakah kau sudah berhasil mendapatkan wujud Phoenix 2 elemen mu?" tanya Dewa Bulan sambil menatapnya, seperti menunggu jawaban Putri keempat.


"Berhasil." Aku sedikit berbeda dari para Pangeran karena Ibu dari semua kakakku merupakan Dewi yang sangat kuat dan memiliki wujud yang cantik karena itu mereka dapat menjadi naga yang sangat cantik seperti Ayah kami, yaitu Kaisar.


Ibuku hanya seorang Dewi phoenix es di bagian Utara, ia tidak terlalu menonjol karena seluruh keluarganya telah tiada dan tidak memiliki kekuasaan yang sangat kuat seperti selir-selir lain dan aku menjadi putri karena Kaisar menghargai permintaan terakhir Ibu kepadanya sebelum meninggalkan aku 5 tahun lalu.


Kami sedang menunggu setiap ketua kelompok murid pewaris yang kemarin dibentuk untuk melaporkan informasi apa saja yang telah mereka dapatkan dari tadi pagi hingga malam hari ini.


"Masuklah," ucap Dewa Bulan yang mendengar seseorang mengetuk pintu kamar penginapannya.


"Lapor Dewa dan Dewi kami sudah mendapatkan informasi bahwa semua rakyat disekitar tempat ini tidak pernah melihat bentuk dari roh iblis, tapi mereka melihat seperti bayangan hitam berbentuk manusia yang berjalan ditengah malam setiap hari."

__ADS_1


Dewa Bulan dan Putri keempat tidak berkomentar sama sekali dan mereka menunjuk ketua selanjutnya untuk lapor sampai genap 10 ketua melaporkan hasil informasinya barulah Putri keempat berbicara "Baiklah kerja bagus, tapi Dewa Bulan dimana Pangeran pertama?" tanya Putri keempat sambil menengok kekanan dan kiri.


"Sepertinya masih didalam kamar penginapannya Putri, apakah perlu aku memanggilnya?" tanya Dewa Bulan.


"Tidak usah Dewa Bulan biar aku saja yang memanggilnya, tapi bisakah Dewa membantu kami untuk membagi tugas setiap kelompok?" tanya Putri keempat dan Dewa Bulan hanya mengangguk.


Tidak biasanya Kakak pertama begini, apakah ia sedang ada masalah? Terlihat dari cermin penginapan seorang wanita memakai pakaian seperti manusia fana memasuki kamar Pangeran pertama "Kakak apakah kau sedang ada masalah saat ini?" tanya Putri keempat sambil memandangi kakaknya yang sedang terlihat sedih.


Wanita berumur 16 tahun ini sungguh sangat pekka terhadap perasaan seseorang karena itulah seluruh Dewa yang telah ia tatap tidak akan pernah membohonginya, tapi meskipun kami berbeda Ibu tetap saja aku menganggapnya seperti adik kandungku sendiri. Walaupun Permaisuri Kaisar sangat tidak menyukai hal ini karena Permaisuri menganggap Ibu putri keempat sangat suka mencari perhatian dengan alasan sakitnya, tapi memang sakit yang dialami selir ketiga cukup parah. Bahkan 5 tahun lalu penyakit ini merenggut nyawanya "Aku sedang memikirkan keadaan para Pangeran yang bertugas dikota Gu karena mereka hanya enam orang saja, tidak seperti kita."


"Tenanglah Kakak Pertama, Dewa Perang sudah berada disana meskipun ratusan iblis pun pasti dapat dikalahkan dengan mudah olehnya! Lebih baik, sekarang Kakak membantu kami mengarahkan para murid pewaris agar tugas ini segera selesai."


Gadis ini tidak menjawab pertanyaan Pangeran pertama dan hanya tersenyum kepadanya. Kemudian ia langsung menarik Kakaknya keluar dari kamar penginapan untuk menemui Dewa Bulan, agar ia tahu semua rencana yang telah mereka susun selama 3jam bersama Dewa Bulan dan Dewi Burung dari tadi.


Kuil Gu terlihat dari kejauhan seperti sudah tidak ada titik kehidupan sama sekali didalamnya. Bahkan terlihat sangat mengerikan karena telah diselimuti aura iblis yang sangat tebal, tapi anehnya mengapa ada perisai berwarna merah yang melindungi kuil ini? Apa yang ada didalam kuil ini sebenarnya?


"Kalian sudah melihatnya bukan? Inilah permasalahannya, tapi yang membuatnya aneh mengapa ada kekuatan spiritual yang berasal dari manusia? Aku curiga jangan-jangan semua ini perbuatan manusia yang mengikuti ajaran Iblis."

__ADS_1


"Kalau manusia yang berbuat seperti ini lalu tujuan mereka yang sebenarnya untuk apa?" tanyaku dengan mencoba berpikir alasan dibalik semua kejadian ini.


"Pengikut Raja Iblis?" tanya Da Liu yang langsung menjawab pertanyaanku secara cepat.


"Ah gila, apakah mereka tidak tahu akibatnya? Bahkan sangat merugikan bagi kaum manusia, tapi semua itu masuk akal."


Kami bersembunyi dibalik batu sambil mengamati kuil Gu yang cukup dekat dari pengawasan kami, tapi saat Pangeran ketiga ingin berbicara tiba-tiba kami melihat sekelompok manusia membawa beberapa wanita dengan mata tertutup seperti... Tiba-tiba muncul sosok prajurit memegang kapak, mereka mengenakan baju zirah serba hitam lalu mempersilahkan mereka semua masuk kedalam perisai merah tersebut "Sepertinya aku telah menemukan cara, tapi semua ini kembali kepada nasib kita masing-masing."


Aku menjelaskan kepada mereka semua, tapi aku melarang Da Liu untuk ikut bersama kami supaya ia berjaga diluar saja dengan Pangeran kedua "Baiklah, ayo kita lakukan saat kelompok itu datang lagi disini."


Tian Yi tidak ikut bersama kami karena kekuatan spiritual miliknya sungguh sangat besar dan susah ditutupi lagi dari roh iblis. Jadi, ia berada dipenginapan saja.


Aku, Pangeran ketiga, dan Song Lan langsung menyamar menjadi manusia dan menutupi kekuatan spiritual kami agar tidak ketahuan oleh mereka semua "Tolong... Siapapun tolong bantu keluarga kami," Teriak Song Lan cukup keras dan sengaja.


Kami sudah memasang rencana agar berjalan melewati kuil Gu dan tiba-tiba aku pingsan lalu Song Lan, Pangeran ketiga berteriak meminta tolong agar ada yang membantunya "Istrimu telah mati Tuan, tapi aku dapat menghidupkannya hahaha bawalah masuk istri dan anakmu kedalam kuil Tuan."


"Apakah kau yakin Tuan?" tanya Song Lan sambil terisak tangis.

__ADS_1


Song Lan hebat juga untuk bersandiwara, sungguh tidak dapat diragukan lagi bakatnya "Hahaha tentu saja, kami adalah keturunan Dewa Tuan dan dapat memberikan apapun yang kau inginkan dengan mudah."


Kami mulai memasuki perisai merah ini dengan lancar bersama para prajurit yang sepertinya bertugas untuk menjemput korban, tapi yang membuat kami merasa aneh mengapa tempat ini dipenuhi oleh aura pembunuhan, penyiksaan, dan penderitaan? Apa yang sebenarnya terjadi sini? Siapa dalang dari seluruh kekejaman ini?


__ADS_2