Alstroemeria | Dewi Bunga Lily

Alstroemeria | Dewi Bunga Lily
Dewi Bunga Agung


__ADS_3

Aku menghembuskan napas perlahan sambil memastikan bahwa tindakanku kali ini tidak salah karena bagaimanapun aku harus mengikuti perintah Guru untuk tetap sekolah dilembah langit untuk mengambil gelar sebagai seorang Dewi.


"Ya, aku memang Alstroemeria, tapi bisakah untuk tidak menghukum ku Kaisar? Aku akan pergi setelah lulus dari sekolah lembah langit. Aku janji! Namun jika tetap tidak diijinkan berada dialam langit, aku akan pergi sekarang juga Kaisar."


"Hahaha apakah aku berkata seperti itu? Mengapa kau takut diusir dari alam langit? Bukankah kau membantu kami?" Ucap Kaisar sambil tersenyum.


Suasana tegang langsung berubah menjadi hangat, akibat tawa Kaisar dan para Pangeran seperti terlihat legah tidak khawatir lagi.


"Maaf Kaisar aku membantu sesuai perintah Guru saja."


"Bisakah kau ulurkan tanganmu sebentar Zhang Li?" Tanya Kaisar.


Mengapa didalam dirinya ada kekuatan spiritual yang tertahan?


Mata dewa? Mengapa mata dewa ini sungguh tidak asing? Apakah ia anak Dewi Alam Bunga? Apakah Zhang Li anakku juga?


"Baguslah kekuatan spiritualmu semakin meningkat. Ada satu hal lagi Zhang Li, pakailah gaun ini saat kau menghadiri acara nanti malam karena kau akan bertemu Dewi Bunga Agung. Jadi, kau harus tampil sangat cantik nan anggun."


"Terima kasih Kaisar."


Saat Kaisar ingin kembali bersama Pangeran pertama, tapi aku dengan reflek menahan tangan Pangeran pertama karena aku ingin memberikan ia sesuatu.


Saat Pangeran pertama menatap ku, langsung saja aku berikan gelang suci sembilan rangkai Lily hitam abadi. Setelah itu aku meniup serbuk emas agar para prajurit yang berada di samping Kaisar melupakan identitasku, tapi aku menggunakan jurus ilusi angin agar Kaisar dan para Pangeran tidak melihat serbuk emas milik ku dihirup oleh para prajurit yang mulai merasa pusing.


Mereka pergi dan kami langsung dapat menghembuskan napas panjang bersama "Untung saja Zhang Li kau tidak diusir dari alam langit karena aku akan kesepian jika tidak ada kau dialam langit."


"Kau terlalu berlebihan! Bagaimana mungkin seorang Pangeran kesepian? Apakah kau bercanda?" Tanyaku sambil tertawa menatap para Pangeran dan Song Lan.

__ADS_1


"Apakah kau tidak tahu seberapa tenangnya alam langit?" Tanya Pangeran kedua sambil menatapku. Bukankah sangat tenang? Itu bagus? Mengapa ia tanya padaku? Bukankah ia lebih tahu tentang alam langit?


"Setelah kau hadir Zhang Li, semuanya berubah! Banyak masalah yang selalu berkaitan denganmu dan selalu aku yang mengurus hal ini!" Ucap Pangeran ketiga sambil menghembuskan napas kasar dan tersenyum.


"Terima kasih sudah membantuku selama ini kalian berdua. Sudahlah aku ingin mandi dan mempersiapkan diri untuk bertemu Dewi Bunga Agung karena aku sangat merindukannya."


Saat aku mengangkat tempat untuk menaruh gaun pemberian Kaisar, mereka menahan tanganku "Hei tunggu! Kami ingin melihat gaun pemberian Kaisar dahulu."


Langsung saja mereka melihat gaun tersebut dan berpikir yang tidak-tidak saat nanti aku memakainya nanti, tapi aku tidak peduli dengan ucapan mereka karena mereka sungguh cerewet dan menyebalkan!


Untung saja kali ini gaunnya tidak terlalu terbuka seperti waktu berada di sayembara tadi.


Apakah Zhang Er akan datang ke alam langit karena undangan ku yang langsung disampaikan oleh Dewa Bulan hari ini?


Semoga saja ia datang, agar Zhang Li tidak kecewa dan melupakan hal bodoh yang telah dilakukan oleh Permaisuri kepadanya...


Mengapa Ayah masih menyimpan lukisan wanita memegang bunga Lily dan pedang ini? Ia tidak terlihat mirip seperti Ibu?


Terlihat seorang Dewi menggunakan gaun indah berwarna hijau celery dengan hiasan bunga mawar merah lalu dikepalanya terdapat sebuah rangkaian mahkota bunga dengan warna yang cukup unik. Bahkan saat ia mulai memasuki ruangan, rasanya seluruh ruangan ini telah dipenuhi oleh aroma mawar.


"Ada apa lagi Kaisar?" Tanyanya langsung tanpa memberi salam kepada Kaisar sambil berjalan kearah kami berdua, kebetulan aku duduk di samping Ayah.


"Ini semua kemauan Zhang Li, bukan keinginan ku sendiri Zhang Er. Duduklah dahulu dan nikmati beberapa hidangan karena kau pasti lelah dalam perjalanan tadi."


"Terima kasih atas niat baikmu, tapi bisakah kau beritahu aku? Apa yang terjadi dengan Zhang Li sampai kau memanggil aku kemari?" Tanya Dewi Bunga Agung dengan tatapan sinis.


"Seperti yang sudah dijelaskan Dewa Bulan, maaf aku tidak dapat menjaganya dengan baik, tapi sekarang ia sudah baik-baik saja."

__ADS_1


"Baiklah, aku percaya kau Kaisar."


Mengapa Ayah dan Dewi Bunga Agung terlihat sangat akrab?


Apa yang sebenarnya terjadi dimasa lalu? Apakah ada hubungannya dengan Zhang Li?


"Apakah lelaki ini anakmu dengan Wei Chen Kaisar?" Tanyanya.


"Ya, ada apa Zhang Er?" Tanya Kaisar dengan wajah curiga.


"Tidak ada apa-apa, aku hanya ingin tahu saja! Ternyata kalian cukup bahagia selama ribuan tahun hingga memiliki anak yang sangat berprestasi sepertinya."


Memang nasib dan takdir sungguh tidak dapat dicegah meskipun sudah dihindari sekeras apapun, sepertinya aku harus mencari cara untuk membuat Zhang Li terhindar dari ujian cintanya karena bagaimanapun juga ini semua perintah dari mendiang Dewi Alam Bunga kepada seluruh Dewi Suci di alam bunga, bahkan setelah ke lahiran Zhang Li kami semua menutup diri dari orang asing dan tidak terlibat dalam urusan alam semesta.


Sepertinya sekarang aku harus menggunakan cadar agar tidak membuat Dewi Bunga Agung marah kepadaku, tapi apakah tidak bermasalah? Ah sudahlah.


Aku mulai menyisir rambutku didepan cermin besar sambil memandangi gaun indah pemberian Kaisar, tapi aku merasa gaun ini sangat mewah karena combinasi warna emas dengan putih lalu ditambah lagi dengan konde emas pemberian Guru.


Terdengar ketukan pintu dari luar kamarku kemudian ada seorang lelaki berdeham dan berbicara "Nona ini aku Wuxian, apakah Nona sudah siap untuk berangkat bersamaku ke acara? Para Pangeran dan teman Nona sudah berangkat terlebih dahulu," Ucap Wuxian dengan sangat sopan.


"Baiklah aku sudah siap Wuxian."


Kami langsung berangkat ke acara sambutan Dewi Bunga Agung yang berada dialtar suci alam langit.


Terlihat banyak Dewa-Dewi hadir dengan ciri khas mereka masing-masing, tapi saat ini sangat ramai karena murid pewaris juga diundang ke acara ini "Nona Zhang Li dan pengawal pribadi Pangeran ketiga, Wuxian menghadiri acara."


Aku langsung mencari Dewi Bunga Agung karena aku sungguh merindukannya, meskipun Dewi Bunga Agung sedikit galak padaku namun perlahan aku tahu bahwa Dewi Bunga Agung sangat sayang kepadaku meskipun caranya sedikit berbeda dengan Guru.

__ADS_1


Ntah kenapa aku merasa sedikit berbeda hari ini karena saat memasuki pintu altar suci alam langit, aku merasa semua mata tertuju kepadaku seperti ada sesuatu yang salah dengan penampilan ku malam ini.


Aku berusaha untuk tetap percaya diri dan berjalan perlahan mengikuti langkah kaki pengawal pribadi Pangeran ketiga yang diutus untuk mengantar aku sampai di acara malam ini.


__ADS_2