
Pangeran kedua mulai berjalan menuruni anak tangga perlahan dan mulai berbicara "Pada malam hari ini, aku meminta izin kepada Dewa Tanah sebagai Ayah dari Da Liu untuk menikahinya secepat mungkin. Apakah kau mengizinkannya Dewa Da Lun?" tanyanya sambil terus menatap Da Liu dan Ayahnya secara bergantian.
Semua orang yang berada dialtar suci alam langit seketika hening dan menantikan jawaban Dewa Tanah, tapi kami sungguh tidak menyangka Pangeran kedua akan mengambil keputusan untuk menikah dengan Da Liu secepat ini. Bahkan ia tidak berbicara kepada kami semua, memang Pangeran kedua selalu suka memberikan kejutan hangat "Aku setuju, jika Da Liu juga setuju karena aku hanya mengikuti keinginan dan keputusan anakku saja Pangeran kedua."
Da Liu langsung berdiri dengan cepat ia langsung merespon jawaban Ayahnya "Aku setuju Ayah!" Ucap Da Liu dengan penuh semangat dan ia sedikit tersipu malu saat berkontak mata dengan Pangeran kedua. Aku kapan seperti mereka? Sungguh membuat aku menjadi sangat iri!
Setelah penentuan hari terbaik untuk pernikahan mereka, kami semua langsung mengakhiri pertemuan dan acara ini. Sepertinya sorgawi juga setuju dengan pernikahan ini, bahkan besok adalah hari terbaik dalam melakukan pernikahan mereka.
Aku, Song Lan, Tian Yi, Pangeran pertama & ketiga juga menghadiri Upacara Liauw Tiaa atau pesta bujang yang diadakan pada malam hari ini dirumah Da Liu, tapi tamu undangan acara ini tidak terlalu banyak seperti Pangeran pertama karena Da Liu dan Pangeran Kedua memiliki sifat tertutup, selain itu mereka juga tidak mudah bergaul dengan siapapun.
Lebih tepatnya mereka berdua pemilih dalam pertemanan!
Pangeran kedua berbisik tepat ditelinga kanan Da Liu "Aku berjanji kau akan menjadi istriku untuk pertama dan terakhir Da Liu, tapi apakah kau sudah siap menjadi Ibu dari anak-anakku nanti?" tanya Pangeran kedua.
Wajah Da Liu seketika langsung berubah menjadi merah dan memeluk erat Pangeran kedua karena malu dilihat oleh kami semua yang menghadiri acara ini.
Kami semua hanya tertawa karena melihat tingkah laku Da Liu yang masih kekanak-kanakan ini, tapi Pangeran kedua juga sangat memahaminya. Ah mereka sungguh pasangan yang sangat serasi di alam langit!
Setelah kembali dari acara. Kaisar menerima laporan tentang Zhuan Qi di altar suci alam langit "Lapor Kaisar kami telah membunuh Zhuan Qi ditepi jurang dekat alam iblis, tapi saat kami berhasil membunuh tubuh Zhuan Qi. Ia berubah menjadi boneka jerami yang berisikan roh iblis, tiba-tiba jurang didekat kami dipenuhi oleh lahar panas yang sangat mengerikan Kaisar."
"Apakah jurang itu kering dan tiba-tiba terisi penuh oleh lahar api sangat panas?" tanya Kaisar kepada para nasehat istana yang tadi dia utus langsung untuk mengejar Zhuan Qi.
"Iya Kaisar, seperti itu kejadiannya."
"Baiklah." Para penasehat langsung kembali ke kediamannya, sedangkan Kaisar memikirkan cara untuk memadamkan lahar panas di jurang tersebut. Jika lahar itu tidak padam maka seluruh alam semesta akan dilanda kebakaran hebat, tapi semua kejadian ini pasti berkaitan dengan panglima Raja Iblis yang telah aku segel didasar jurang tersebut.
__ADS_1
Permaisuri Kaisar datang berjalan memasuki altar suci alam langit lalu duduk disamping Kaisar sambil mengambilkan secangkir teh untuk Kaisar "Apa yang mengganggu pikiranmu suamiku? Bukankah hal ini cukup mudah? Dewi Zhang Li penerus tugas dari Dewa Pembasmi Roh Iblis pasti ia pantas untuk mendapatkan tugas pertamanya ini. Jadi, serahkan saja kepadanya. Lagi pula Zhang Li hanya perlu menyegel jurang itu saja suamiku," Ucap permaisuri Kaisar dengan tenang dan lembut.
Bukankah tugas ini terlalu berbahaya untuk tugas Zhang Li?
Jurang itu saja aku yang menyegelnya karena Dewa lainnya tidak ada yang mampu menyegel panglima Raja Iblis didasar jurangnya "Baiklah, aku akan mengutus Zhang Li Permaisuri."
Permaisuri hanya menyuruh Kaisar agar beristirahat dengan baik karena besok adalah hari pernikahan Pangeran kedua bersama Da Liu. Setelah itu, ia pergi dari hadapan Kaisar menuju ke kediamannya menemui Dewi Burung sambil merayakan keberhasilannya dalam menyingkirkan Zhang Li dari dekat Pangeran pertama dengan cara yang sangat mudah.
Zhang Li pasti akan mendapatkan tuduhan dari Alam Iblis dalam kasus kematian yang terjadi pada Dewa kematian dialam binatang gaib, tapi jika ia tidak pergi bertugas maka Zhang Li akan menjalani hukuman mengerikan dari Alam Iblis. Baiklah aku akan mengutusnya bertugas menyegel jurang itu! Sebelum Pangeran pertama kembali ke kediamannya, tapi ia dicegah Pangeran ketiga agar mengunjungi kediamannya sebentar "Aku telah menemukan banyak informasi tentang Negara Demisia ini, tapi letak obat ini masih harus diselidiki. Jadi, kita akan berangkat tiga hari lagi kakak pertama!"
"Baiklah. Atur saja! Aku akan membantumu untuk mendapatkan obat itu adik ketiga."
Hari masih pagi, tapi kami semua sudah sibuk mempersiapkan diri dan juga membantu Da Liu dalam persiapan hari pernikahannya. Setelah itu acara dimulai dengan sangat meriah dan banyak sekali tamu-tamu asing dari arah barat sampai timur karena memang wilayah Dewa Tanah hanya dari Barat sampai ketimur saja!
Acara ini baru selesai pada sore hari, tapi saat malam hari aku dipanggil Kaisar untuk menghadap dirinya dialtar suci alam langit karena ada hal penting yang harus dibicarakan...
Terlihat tidak ada lampu atau apapun yang cerah dijalan hutan menuju jurang, tapi tidak jauh dari dekatku. Aku merasa ada seorang Dewa tinggal didalam hutan ini. Jadi, aku mencoba untuk mencarinya agar memberitahu aku bagaimana keadaan yang sebenarnya terjadi didalam jurang itu, mungkin saja ia tahu tentang jurang tersebut.
Aku mengikuti arahan roh pedang Sanos karena hanya cahaya keemasan miliknya saja yang dapat aku lihat didalam kegelapan hutan ini "Sanos, apakah rumah itu sungguh milik Dewa? Kenapa sangat sederhana sekali?" tanyaku sambil menunjuk sebuah rumah.
"Jaga ucapan mu gadis bodoh, ia adalah penasehat pribadi Dewa Alam Langit dahulu."
"Jadi, kau mengenalnya?" tanyaku.
"Tentu saja aku mengenalnya karena umur kami hanya berbeda 1.000 tahun saja, tapi tetap masih tua aku dibandingkan Dewa ini."
__ADS_1
Aku melihat sebuah rumah kayu sangat sederhana dihadapanku dengan halaman rumah yang cukup luas karena disebelah kanan terdapat kolam ikan dan tempat bersantai, sedangkan disebelah kirinya terdapat ladang tanaman "Gadis muda yang sangat cocok untuk menjadi istriku!" ucap seorang kakek tua sambil tertawa.
Istri? Ah dasar mesum!
"Kau sungguh kasar Nona. Untung saja si tua Sanos menemanimu! Jika tidak, pasti aku sudah menikahi mu Nona muda."
Aku tidak melihat dimana keberadaan kakek Dewa ini, tapi aku merasakan hawa yang berbeda cukup dekat denganku. Saat mendengar suaranya, ada yang mencolek bahuku disebelah kanan, tapi saat aku menoleh tidak ada orang lalu aku melihat kekiri ada seorang kakek tua dengan jenggot putih cukup panjang dan juga rambut panjangnya yang berwarna putih tidak teratur itu sungguh mengagetkan aku saat melihatnya "Apakah aku begitu menakutkan bagimu Nona?" tanyanya sambil membukakan pagar kayu rumah ini.
Kakek Dewa mempersilahkan aku duduk dikursi halaman rumahnya "Tidak, apakah Kakek Dewa tau jalan kejurang tempat untuk menyegel panglima Raja Iblis?" tanyaku tanpa berbasa-basi.
"Aku tahu, tapi sebaiknya jangan malam ini karena banyak binatang gaib buas yang menjaganya. Lebih baik besok pagi saja!" Ucapnya sambil memberikan isyarat kepadaku untuk berjalan masuk.
Aku hanya mengangguk mengikuti perintahnya lalu ia menyuruh aku ikut masuk kedalam rumahnya dan ia membuka sebuah pintu kamar yang sangat indah, seperti kamar seorang wanita "Ini adalah tempat tidur khusus anakku, tapi ia belum pernah kembali ketempat ini. Jadi, kau dapat tidur disini pada malam hari ini!"
"Terimakasih."
Aku mengobrol dengan Nona Yin dan juga roh pedang Sanos untuk rencana besok pagi seperti apa, tapi setelah itu aku merasa mengantuk. Jadi, aku beristirahat terlebih dahulu dan mereka ntah melakukan apa!
Aku melihat Kakek Dewa membakar dupa lidi berjumlah sembilan kemudian ia tancapkan ditengah teratai emas "Aku harap kau segera bereinkarnasi anakku, aku sungguh merindukanmu nak."
Ia menoleh kearah aku berdiri karena mungkin Kakek Dewa merasakan kehadiranku "Apa yang sedang kau lakukan?" tanyaku.
"Aku sedang membakar dupa untuk membantu anakku, bahkan aku melakukan ini secara rutin di setiap bulan purnama agar ia dapat bereinkarnasi dengan mudah dan segera bertemu denganku yang telah menunggunya nanti."
Ntah kenapa aku langsung menangis "Ayah..." Ucapan ku langsung membuat Kakek Dewa menoleh. Aku langsung memeluk Kakek Dewa yang masih menatap aku dengan ekspresi terkejut seperti tidak percaya atas ucapan ku. Tiba-tiba mataku gelap dan tidak dapat melihat apapun, aku langsung terbangun lalu melihat kearah jendela, benar saja Kakek Dewa sedang membakar dupa. Ia menoleh ke arahku "Apakah kau terbangun karena suaraku cukup berisik Nona?" tanyanya.
__ADS_1
Aku hanya menggeleng dan melanjutkan tidurku kembali. Aku tidak ingin mengganggu Kakek Dewa yang sedang berdoa kepada Tuhan Sang Pencipta.