
Setelah menikmati sarapan pagi di kantin sekolah bersama-sama, kami berpisah dengan Pangeran pertama dan Pangeran ketiga karena mereka ada urusan penting yang tidak dapat ditunda. Jadi, hari ini tidak bisa melakukan kegiatan sekolah bersama kami.
Padahal hari ini materinya cukup sulit karena Guru Ru Ru akan mengajari kami tentang cara membuka wujud Dewa, tapi sebelum itu kami harus benar-benar menyatukan kekuatan spiritual ditubuh kami dengan mata Dewa agar bisa membuka wujud Dewa.
Guru Ru Ru memasuki kelas dengan tatapan penuh semangat lalu ia memulai pelajaran tanpa basa-basi dan langsung menjelaskan semuanya, tapi tiba-tiba Guru Ru Ru memanggil aku untuk berbicara berdua didepan ruang kelas "Apakah kau yakin memakai dua mata Dewa sekaligus Zhang Li?" tanya Guru.
"Mata Dewa ini pemberian mendiang Ibuku. Jadi, aku tidak bisa mengeluarkannya dan juga tidak ingin kehilangan mata Dewa yang telah aku dapatkan Guru."
"Kekuatan spiritual mu akan terkuras habis, saat berusaha menyatukannya dan Guru takut terjadi hal buruk karena dialam langit tidak ada yang pernah memiliki dua mata Dewa sekaligus. Bahkan Kaisar saja tidak seperti itu, apakah kau yakin tidak ingin memilih salah satu dari mereka? Apakah kau tidak takut gagal dalam ujian pembukaan wujud Dewa?" tanya Guru Ru Ru.
Aku mencoba tertawa untuk memecahkan suasana yang sangat mengkhawatirkan ini "Jika gagal maka aku akan sering bertemu Guru dan semakin pintar."
Guru Ru Ru berdecak heran melihat sikapku "Baiklah jika itu keputusanmu, tapi kau harus menjaga kesehatan agar kekuatan spiritualmu dapat bertahan untuk menyatukan mata Dewamu."
Aku hanya mengangguk dan mengucapkan terimakasih kepada Guru karena sudah memperhatikan aku secara berlebihan, tapi semoga saja aku tidak mengalami kegagalan dalam ujian membuka wujud Dewa.
Terlihat Dewa Obat sedang bersantai dengan Dewi Segala Tabib dikediamannya sambil bermain catur bersama "Angin apa yang membawa Pangeran Pertama dan Pangeran ketiga mengunjungi kami secara bersamaan begini?" tanyanya sambil tersenyum.
__ADS_1
Setelah mereka berdua memberi salam kepada para Pangeran dan mempersilahkan mereka duduk karena Dewi Segala Tabib masuk ke kediamannya untuk membuat teh. Pangeran pertama melirik adiknya agar ia saja yang menjelaskan karena kehadirannya disini hanya untuk membuat Dewa Obat terpaksa memberi tahu rahasia tentang obat lupa ingatan ini. Setelah diceritakan semuanya kepada Dewa Obat, ia hanya berdeham "Aku tidak dapat mengatakannya karena tempat ini sangat berbahaya untuk kita sebagai seorang Dewa-Dewi."
"Aku tahu Dewa Obat, tapi karena itulah kami datang kesini secara pribadi untuk mendapatkan jawaban darimu."
"Maaf Pangeran pertama, tapi aku tidak dapat menjawab pertanyaanmu kali ini."
"Apakah aku harus memohon kepadamu? Aku akan bertanggung jawab jika terjadi sesuatu dan tidak akan merepotkanmu."
"Negara Demisia." Dewa Obat langsung memberi salam dan menghilang begitu saja.
"Bagaimana aku tahu? Ini adalah tugasmu adik ketiga untuk mencari tahu semua hal ini," ucap Pangeran pertama sambil tersenyum lalu menepuk pundak adiknya. Setelah itu ia menghilang tidak tahu kemana perginya!
Aku kembali ke kediaman untuk mengutus Wuxian mencari tahu tentang negara Demisia diperpustakaan utama alam langit karena tidak mungkin juga aku memasuki perpustakaan, pasti membuat banyak Dewa curiga. Lagi pula, aku juga tidak pernah masuk keperpustakaan selama ribuan tahun.
Pemberian materi hari ini cukup singkat karena memang hanya tersisa materi pembukaan wujud Dewa saja. Saat keluar dari kelas, aku melihat Dewi Burung yang sepertinya menunggu murid pewarisnya namun semuanya salah! Dewi Burung menghentikan langkah kakiku dan aku hanya menatapnya dengan tatapan datar "Bisakah kita berbicara berdua saja?" tanyanya. Song Lan mencegah aku untuk melangkah mengikuti Dewi Burung karena ia takut terjadi apa-apa.
Aku menyuruh Song Lan kembali bersama Pangeran kedua dan aku berjanji akan cepat kembali. Dewi Burung membawa aku teleport kesuatu tempat "Ada apa?" tanyaku sambil mengamati keadaan disekitarku karena aku merasa tempat ini sangat hening "Aku minta maaf untuk kejadian waktu itu dan tolong jauhi suamiku, apakah kau mengerti?" tanyanya dengan tatapan seperti memohon kepadaku.
__ADS_1
Ah rupanya ia membawa aku ke taman "Kami dari awal hanya teman sekolah dan satu rumah. Jadi, pasti tentu saja dekat tidak mungkin bisa menjauh kecuali Pangeran pertama berada dikediamannya."
"Kau..." Wajah Dewi Burung berubah menjadi sangat marah dan ia mengeluarkan pedang.
Aku langsung mundur beberapa langkah, tapi aku merasa menabrak sesuatu yang cukup keras. Setelah aku menoleh ternyata Pangeran ketiga berada dibelakangku "Apakah kau baik-baik saja Zhang Li?" tanyanya sambil menahan tubuhku dari belakang.
Aku hanya mengangguk dan Pangeran ketiga menggenggam tanganku untuk pindah berdiri dibelakangnya "Jangan pernah mencoba menyentuh Zhang Li, jika kau masih ingin hidup bahagia bersama Pangeran pertama."
"MENGAPA SEMUA ORANG BERPIHAK KEPADANYA? APA SALAHKU?" teriaknya sangat keras sambil menunjuk Zhang Li dengan pedangnya dan menangis. Bahkan ia berbicara terbata-bata sampai terdengar tidak jelas.
Pangeran ketiga tertawa melihat sikap Dewi Burung yang sangat kekanakan ini "Kenapa kau bertanya kepadaku? Jika masalahnya ada didalam dirimu? Bukankah seharusnya kau merenungkan seluruh sikapmu selama ini, agar kau mengetahui seluruh sifat buruk mu yang dapat merugikan semua orang yang dekat denganmu."
Kebetulan, Pangeran pertama tiba-tiba muncul dan Dewi Burung langsung memeluknya dengan sangat erat kali ini, tapi Pangeran pertama mencoba untuk mengelak namun pelukan Dewi Burung sepertinya cukup kuat. Jadi, ia terlihat pasrah dengan keadaan ini.
Pangeran ketiga yang melihat kehadiran Kakaknya secara tiba-tiba langsung mengucapkan ucapan sangat pedas yang ditujukan untuk Dewi Burung "Kakak pertama! Bisakah kau mengurus burung liar ini dengan baik Kakak? Sungguh sangat merepotkan untukku, jika ia terus-menerus menimbulkan masalah dengan Zhang Li," ucap Pangeran ketiga sambil berdecak kesal menatap Dewi Burung yang sedang menangis sangat keras, seperti anak kecil begitu.
Dia membawa aku teleport langsung ke halaman rumah lembah langit, terlihat Song Lan dan Tian Yi sedang mengobrol dengan sangat santai, tapi baru saja aku duduk dikamar untuk beristirahat sejenak. Roh pedang Sanos tiba-tiba keluar dari pedang dan berpamitan kepadaku untuk pergi sebentar meninggalkan aku dan ia juga tidak memberitahu aku kemana, apakah ia sedang merencanakan sesuatu dibelakang ku? Kenapa roh pedang Sanos tiba-tiba pergi pamit mendadak begitu? Sebenarnya ia kemana? Ah aku jadi sangat penasaran dengan aktivitasnya, tapi Nona Yin juga tidak memberitahu aku tentang roh pedang Sanos yang akan pergi kemana. Aku kira mereka sangat akrab, tapi ternyata tidak sesuai ekspektasi. Seperti, yang aku pikirkan dulu.
__ADS_1