
Kami telah kembali dari dunia fana, Pangeran ketiga dijemput oleh Wuxian pengawal pribadinya dirumah lembah langit karena ada seorang teman lama ingin bertemu dengannya dan sudah menunggu cukup lama. Saat memasuki kediaman Pangeran ketiga, benar saja kawan lamanya yang bernama Rong Xu sedang duduk sambil menikmati makanan yang telah disajikan oleh Wuxian.
"Angin apa yang membawa Rong Xu menemui aku malam-malam begini?" Tanya Pangeran ketiga sambil duduk berhadapan.
Rong Xu memberi salam kepada Pangeran "Aku ingin menemuimu untuk suatu hal yang perlu sedikit bantuanmu Dewa Perang."
"Dengan senang hati aku akan membantumu Rong Xu."
"Bisakah kau memberikan aku ijin untuk tinggal dialam langit sampai pernikahan Dewi Burung selesai."
Mengapa harus memerlukan ijin?Seluruh Dewa dan Dewi dialam semesta, bukankah diundang oleh Permaisuri Kaisar?
Sebenarnya ada apa ini?
Pangeran ketiga berdeham lalu menatapnya dengan serius "Rong Xu, apa kau sedang kesulitan? Bicaralah padaku terus terang."
"Sebenarnya, aku tahu lelaki yang akan menikahi Dewi Burung tidak tulus mencintainya karena itulah aku ingin menyaksikan pernikahan mereka sampai benar-benar selesai."
"Hanya itu saja? Tidak ada maksud lain?" Tanya Pangeran ketiga sedikit curiga.
"Hahaha apakah kau melupakan perkenalan kita yang sudah lama? Tenanglah Zhu Tao aku tidak akan melakukan hal bodoh yang akan merugikan alam langit."
"Baiklah aku percaya kepadamu. Tinggal saja dikediamanku bersama Wuxian, aku sedang tinggal dilembah langit untuk mengikuti sekolah lagi. Wuxian tolong urus semua keperluan Rong Xu dan tidurlah seperti biasanya jangan curiga kepadanya karena dia adalah teman lamaku."
__ADS_1
"Baik Pangeran," Ucap Wuxian sambil memberi salam kepada Pangeran ketiga dan Rong Xu juga mengucapkan terimakasih kepada Pangeran ketiga lalu ia kembali lagi ke rumah lembah langit.
Pangeran kedua pagi-pagi buta sudah membangunkan kami semua dan menyuruh berkumpul diruang baca untuk menyampaikan hal penting.
"Cepatlah teman-teman kita harus segera membantu Pangeran pertama menyelesaikan permasalahan ini."
"Ada apa? Apa yang perlu diselesaikan?" Tanya Song Lan yang duduk disebelahku.
Saat kami semua sudah lengkap berkumpul barulah Pangeran kedua menceritakan kepada kami tentang kejadian apa yang menimpa Pangeran pertama "A-APA?!" Ucap kami secara bersamaan, tapi Tian Yi tidak kaget sama sekali.
Ia malah menguap dan merenggangkan tubuhnya perlahan "Tian Yi apakah kau tahu tentang hal ini?" Tanyaku sambil menatapnya yang sangat tenang.
"Masalah ini tidak terlalu penting, sudahlah aku ingin kembali tidur. Hei Pangeran ketiga bisakah kau ikut aku sebentar?" Tanyanya seperti memberikan isyarat untuk mengikutinya keluar dari rumah.
Aku, Song Lan, dan Pangeran kedua berdiskusi mencari tahu penyebabnya. Bahkan roh pedang Song dan Sima juga membantu kami berpikir karena kami semua tahu Pangeran pertama tidak akan melecehkan wanita ketika mabuk berat, sekali saja tidak akan pernah.
"Apakah kau pernah melihat burung Rajawali besar melintasi alam langit? Bahkan ia sangat mudah keluar masuk gerbang alam langit tanpa ijin?" Tanya Tian Yi dengan terus menatap Pangeran ketiga. Pangeran ketiga langsung memasang wajah serius dan terdi sejenak untuk berpikir. Burung Rajawali? Bukankah itu wujud Dewa dari Raja Burung kerajaan bagian barat?
"Ada masalah apa?" Tanya Pangeran ketiga dan ia mengajak Tian Yi duduk bersama dihalaman rumah. Setelah itu Tian Yi menjelaskan semua yang telah terjadi semalam dengan sangat lengkap. Apakah itu perbuatan Rong Xu? Apa yang sebenarnya ia rencanakan? Mengapa tidak berbicara kepadaku?
"Ah begitu, baiklah akan aku selidiki dan langsung aku laporkan kepadamu setelah menemukan pemilik asli dari wujud ini."
"Baiklah, terima kasih Pangeran ketiga telah membantu aku menemukan pemilik wujud ini."
__ADS_1
"Tidak usah berterimakasih, semua ini pasti aku lakukan karena berkaitan dengan masa depan Kakak pertama. Jadi, tidak mungkin aku hanya diam saja."
Sudah berdiskusi sampai matahari telah terbit cerah, tapi kami tidak menemukan alasan yang tepat mengapa Pangeran pertama melakukan semua hal ini.
Kami menyudahi diskusi dan bersiap untuk ke kantin sekolah, agar tidak kehabisan makanan lalu setelah itu kami masuk ke sekolah untuk melanjutkan materi dari Guru Lao Gao "Silahkan setiap kelompok maju secara bergantian untuk menunjukan senjata yang telah kalian dapatkan dari alam senjata tak terbatas."
Aku harus menunjukkan senjata apa? Tidak mungkin aku menununjukkan cempeti bunga Lily hitam dan tidak mungkin juga aku menunjukkan harpa perak milik mendiang Ibuku, tapi kalau aku tidak mengeluarkan senjata apakah akan mengurangi poin kelompok kami? Ah bagaimana jika tusuk konde emas pemberian Guru saja? Bukankah tusuk konde tersebut memiliki kekuatan spiritual emas yang sangat hebat?
Aku meraba rambutku untuk mencari konde emas milik Guru, tapi tidak ada? Padahal aku selalu memakainya setiap hari.
Apakah tertinggal dirumah lembah langit? Aku langsung meminta Pangeran ketiga mengantar aku kembali ke rumah lembah langit untuk mencari tusuk konde emas.
Aku sudah mencarinya keseluruh sudut rumah ini tidak ada hasil. Dimana sebenarnya? Aku selalu memakainya, tidak mungkin juga aku menaruh tusuk konde itu dengan sembarangan "Kau sedang mencari apa? Mengapa sangat panik begitu?" Tanya Pangeran ketiga yang bingung melihat aku.
Aku menghela napas lalu menatapnya dengan khawatir "Konde emas yang Guru tinggalkan untukku hilang, bagaimana ini?" Tanyaku sambil memasang ekspresi sedih.
Pangeran ketiga berdecak heran karena tingkah laku Zhang Li "Dasar Zhang Li begitu saja sudah panik. Tinggal kau tunjukan dahulu senjata yang kau punya, setelah kembali dari sekolah aku akan membantumu sampai ketemu bersama para Pangeran lain. Tenanglah Zhang Li!"
"Apakah tidak apa-apa?" Tanyaku.
Pangeran ketiga tidak menjawab aku dan langsung menggandeng tanganku, setelah itu kami seketika ada dikelas "Cepat kemari kami telah menunggumu," Ucap Da Liu sambil berteriak semangat.
Untung saja Guru Lao Gao tidak terlalu banyak mengajukan pertanyaan kepada kami yang telat, mungkin para Pangeran dan Da Liu sudah membantu kami terlebih dahulu untuk mengulur waktu sampai kami datang.
__ADS_1
Aku dan Pangeran ketiga langsung maju ke depan setelah itu Da Liu menunjukkan busur tak berpanah milik Dewi Penjaga Hutan Alam Semesta, Song Lan menunjukkan pedang kegelapan milik keluarga Song, Pangeran kedua menunjukkan pedang kristal air buatannya sendiri, Pangeran ketiga menunjukkan pedang baja yang diselimuti kekuatan spiritual api, dan terakhir aku menunjukkan pedang Sima.
Mengapa Zhang Li memiliki semua senjata perang mendiang Dewi Alam Bunga? Siapa ia sebenarnya? Kenapa semua hal yang ia miliki berkaitan dengan mendiang Dewi Alam Bunga? Apakah benar jika mendiang Dewi Alam Bunga memiliki anak dengan seorang petapa fana? Kenapa anak ini tidak memiliki ciri khas seperti manusia fana? Apakah ia reinkarnasi mendiang Dewi Alam Bunga?