Alstroemeria | Dewi Bunga Lily

Alstroemeria | Dewi Bunga Lily
Alam Imajinasi


__ADS_3

Song Lan mulai memasuki arena. Terlihat ia tergeletak dipinggir danau dengan pedangnya lalu ia dibangunkan seorang wanita "Ibu," Panggil Song Lan sambil menangis dan memeluknya.


Tiba-tiba ada beruang hitam muncul begitu saja, ntah dari mana. Bahkan Ibunya digigit oleh sosok beruang hitam yang sangat besar dan Song Lan berhasil membunuh beruang tersebut, tapi Ibunya malah meminta Song Lan untuk membunuh dirinya sendiri agar ia tidak menjadi iblis jahat lalu ia langsung menusukkan pedang Song ke perut Ibunya sambil menangis "Ibuku tidak pernah menyuruh aku bunuh diri, sekalipun aku akan menjadi Iblis!"


Song Lan berhasil keluar dari alam imajinasi dan berlari kearah kami, setelah itu ia langsung menangis dipelukan Pangeran kedua.


Karena Pangeran kedua sedang menenangkan Song Lan. Jadi, aku akan segera maju menuju arena. Pangeran pertama menahan ku "Aku dahulu saja Zhang Li," Ucapnya sambil tersenyum kepadaku.


Ia langsung berada diarena dan mulai memasuki alam imajinasi, bukankah tempat itu kerajaan burung milik Dewi Burung?


Terlihat Pangeran pertama sedang menerbangkan lampion bersama seorang gadis, tapi tunggu...


Bukankah itu aku?


Aku menusukan sebuah pedang pada dada Pangeran pertama dan ia menahan pedang itu dengan tangannya "Bunuh dirimu. Jika kau mencintaiku, aku akan menemanimu selamanya Pangeran," Ucap ku didalam cermin tersebut.


Pangeran menggeleng pelan dan berkata tidak lalu tiba-tiba mataku berubah menjadi merah seperti akan membunuhnya lalu dengan sigap Pangeran pertama langsung memenggal kepalaku.


Terlihat air matanya mulai menetes saat ia keluar dari alam imajinasi "Apakah kau tidak apa-apa?" Tanya para Pangeran dan Da Liu kepada Pangeran pertama, tapi ia hanya menggelengkan kepalanya.


Aku hanya tersenyum kepadanya dan ia langsung memelukku "Maaf," Ucapnya dengan lembut kepadaku.


Belum saja aku menjawab. Tanganku ditarik dengan kasar oleh seseorang lalu saat aku menoleh, wanita ini ternyata...


*Plakk...


Tamparan kasar dari Dewi Burung membuat pipiku sampai merah memanas dan Pangeran pertama langsung membawa Dewi Burung teleport ntah kemana. Aku hanya bisa menahan malu dan menahan sakitnya tamparan Dewi Burung.


Pangeran kedua tidak mengikuti ujian alam imajinasi ini dan Guru Lao Gao mengijinkannya karena sepertinya ada sesuatu yang tidak boleh diketahui oleh kami semua.


"Zhang Li kau adalah orang terakhir yang memasuki alam imajinasi ini. Semoga kau berhasil," Ucap Guru Lao Gao sambil tertawa.


Aku terbangun di tempat yang memiliki bau pekat oleh roh iblis lalu aku mencoba berdiri dan tiba-tiba banyak roh iblis yang menyerang aku tanpa henti, bahkan aku sangat tidak asing dengan kejadian seperti ini.


Apakah aku sedang berada didalam imajinasi berlatih jurus Lily hitam pembasmi iblis?


Ah sialan!


Hari ini pasti sungguh melelahkan karena latihan jurus ini adalah hal tersulit yang aku hadapi di dalam hidupku. Terlihat ada bayangan roh iblis secepat kilat seperti akan menyerang aku, langsung saja aku melesat dan menusuknya dengan pedang namun saat aku melihat roh iblis ini ternyata yang aku bunuh Guruku "Ti-Tidak GURU!" Teriakku sambil menangis lalu aku menutupinya dengan perisai es dan membasmi semua roh iblis yang menyerang aku.

__ADS_1


"Zhang Li sungguh kuat," Ucap Da Liu yang mulai meneteskan air matanya perlahan dan terus menonton kisah haru ini.


"Apakah ujian ini masih belum selesai? Mengapa lama sekali."


Mengapa anak ini dapat sadar? Bukankah seharusnya ia tidak dapat sadar selama dalam pengaruh alam imajinasinya?


Aku mencoba untuk mengatur napas perlahan-lahan dan tubuhku saat ini sungguh sangat menjijikan karena berlumuran oleh darah, mungkin wajahku juga telah ditutupi oleh percikan darah. Saat aku akan ditarik oleh sebuah cahaya, tiba-tiba ada roh iblis menarik kakiku hingga tubuhku terjatuh sampai membentur tanah.


"Alstroemeria! Akhirnya kita bertemu di alam baka! Apakah kau terkejut melihatku?" Tanya sosok roh iblis yang dulu pernah aku bunuh saat membantu Pangeran ketiga.


"A-APA? Tengkorak Hidup?! Guru roh iblis itu sangat berbahaya kau harus bertindak Guru," Ucap Pangeran ketiga dengan sangat panik karena ia ingat betapa susahnya dulu saat ingin memenggal kepala tengkorak ini.


"Kita tidak bisa memasuki alam imajinasi seseorang, tapi sekarang Zhang Li sudah sadar dari alam imajinasinya karena roh iblis ini menarik ke sadarannya."


Ia bisa sadar sudah sedikit tidak bisa aku pahami, tapi sekarang ia malah bertemu lagi dengan roh iblis yang telah ia bunuh? Mengapa kejadian abnormal berada di alam imajinasi? Apakah aku harus melaporkan semua kejadian ini kepada Kaisar?


"Apakah kau buta? Ini hanya alam imajinasi," Ucap ku dengan mendengus kesal kepada tengkorak bernyawa ini.


Zhang Li kau pasti bisa menghajarnya sampai mati, semangat! - Da Liu


"Tempat ini akan menjadi alam baka untukmu Alstroemeria Hahaha. Akhirnya, aku bisa membalaskan dendamku selama bertahun-tahun sambil menunggumu bertapa ditempat kelam ini," Ucap Tengkorak Iblis itu sambil tertawa keras.


Aku mulai membuat bunga Lily hitam memenuhi tempat ini, tapi semua itu lenyap karena tengkorak ini mengubah dirinya menjadi tornado berwarna hitam pekat lalu ia menghisap semua bunga Lily hitam yang tadi aku buat, setelah itu ia mengejar ku ke setiap arah arah aku melangkah.


Aku langsung membekukan tornado hitam ini dengan kekuatan spiritual es dan mulai menggunakan jurus bunga Lily hitam pembasmi roh iblis, tapi saat aku sedang berusaha menggunakan jurus ini ia malah tertawa dengan sangat keras tepat berada ditelinga kanan dan kiriku secara bergantian.


Aku jadi tidak fokus dengan suaranya yang sangat nyaring di telingaku ini. Pedang Sanos langsung keluar dan menusuk kepala tengkorak iblis ini.


"Cepat ubah ia menjadi abu sebelum tulang kepalanya bersatu lagi," Ucap roh pedang Sanos dari dalam pedang dan langsung saja aku lakukan sesuai perintahnya.


Aku langsung keluar dari alam imajinasi setelah roh iblis itu berubah menjadi abu dan pedang Sanos juga langsung kembali lagi "Zhang Li apakah aku boleh melihat pedangmu lebih dekat?" Tanya Guru seperti mencurigai pedang milikku.


Aku teringat pada saat aku, Nona Yin, roh pedang Sima dan Sanos sedang berkumpul. Kami semua melakukan perjanjian agar tidak memberitahu siapapun tentang identitas roh pedang Sanos karena jika ketahuan pasti Permaisuri Kaisar akan berusaha mendapatkannya, agar posisinya di kerajaan alam langit ditakuti oleh seluruh Dewa dialam semesta dan tidak akan ada yang berani menentangnya "Aku memakai pedang Sima yang kemarin telah aku tunjukkan kepada teman-teman."


"Aku tahu, baiklah." Guru langsung menyuruh kami semua menunggu papan hasil ujian dikeluarkan.


"Kalian harus siap untuk meninggalkan sekolah lembah langit dan kembali lagi tahun depan murid pewaris."


__ADS_1


Pangeran ketiga


Zhang Li


Song Lan


Pangeran pertama


...


Da Liu


...



...






"Nama yang tidak tertulis di dalam papan peringkat kekuatan spiritual harus meninggalkan sekolah lembah langit pada saat pagi hari besok."


"Pangeran kedua kau juga?" Tanya Da Liu dengan wajah sedih.


"Aku Pangeran. Jadi, aku bisa kemari sesuka hatiku," Bisik Pangeran yang langsung membuat Da Liu tersenyum tenang karena kami semua tetap berkumpul disekolah lembah langit.


"Kita harus merayakan kebahagiaan ini teman-teman! Apakah kalian setuju!" Ucap Da Liu dengan penuh semangat.


Kami semua hanya tertawa dan mengangguk "Kau yang membayar ya Da Liu!" Sahut Song Lan sambil tertawa bersama dan dengan cepat Da Liu langsung menjawab iya.


Dasar boros...


Apakah seperti ini rasanya memiliki teman yang sangat dekat layaknya saudara?

__ADS_1


__ADS_2