Alstroemeria | Dewi Bunga Lily

Alstroemeria | Dewi Bunga Lily
Chu Ba


__ADS_3

Pagi ini aku menemani Ji Que memasak untuk makan pagi kami bertiga, satunya lagu yaitu Tian Yi yang sudah diakui olehnya sebagai Guru sementara. Sebenarnya aku tidak berniat memasak sama sekali, tapi karena terbangun saat fajar dan menghirup bau masakan yang sangat harum. Jadi, aku memutuskan untuk bangun dan membantunya memasak "Apakah sudah siap Ji Que?" Tanyaku sambil menikmati harum semua masakan yang sudah matang satu persatu secara bergantian.


Ji Que mengangguk sambil menata makanan ke dalam sebuah mangkuk "Iya Kakak Zhang Li, setelah ini kita pindahkan ke piring lalu makan bersama dimeja halaman depan rumah."


Aku langsung mengambil beberapa piring dan peralatan makan untuk membantu Ji Que.


Tian Yi sudah menunggu dimeja halaman rumah sambil menguap dan merenggangkan tubuhnya "Sepertinya ada singa yang kelaparan!" Ucapku dengan nada meledek dan ia langsung sengaja meraung kepadaku.


Kami semua makan dengan tenang sambil mendengarkan cerita Ji Que saat berlatih bersama Tian Yi, aku rasa ia cukup menikmati proses berlatihnya bersama Tian Yi.


Sial, kenapa bajuku seperti ada yang menarik begini? Aku toleh ke kanan dan ke kiri tidak ada yang mengganggu ku lalu siapa? Aku menunggu bajuku ditarik kembali. Ternyata ditarik dari arah belakang bawah oleh seekor kucing. Bukankah ini Chu Ba?


Ini sungguh kucing gendut kesayangan Putri keempat bukan? Kenapa berkeliaran di kediaman kami? Apakah ia melarikan diri?


Aku menatapnya cukup lama dan aku sungguh terkejut saat ia melompat kearah mangkuk yang aku pegang hingga terjatuh "Sepertinya kucing gendut ini kelaparan Kakak Zhang Li, tapi ia sungguh nakal mengganggumu. Apakah Kakak Zhang Li baik-baik saja?" Tanya Ji Que sambil menengok kearahku yang sedang membersihkan pecahan mangkuk.


Saat membersihkan pecahan mangkuk, kucing gendut ini terus menarik bajuku sampai akhirnya aku terjatuh dan sialnya tanganku terkena pecahan beling...


Dewa Bumi & Langit terus memikirkan mimpi tentang istrinya yang berpesan untuk menjaga Nona Zhang Li, bahkan ia tidak tidur semalaman hanya karena memikirkan hal ini. Namun semakin lama dipikirkan malah semakin membuat banyak pertanyaan muncul di benaknya. Akhirnya, Dewa Bumi & Langit memutuskan untuk pergi menemui Nona Zhang Li dan menanyakan tentang Dewi Kehidupan "Nona Zhang Li..." Panggil Dewa Bumi & Langit sambil menengok kearah Zhang Li.


Tangan Zhang Li terlihat terluka karena ada darah di telapak tangannya "Ada urusan apa Dewa kemari?" Tanya Zhang Li sambil menaruh pecahan beling tersebut dan menatapnya.


Ia berdeham lalu menarik napas dan menatap aku "Ada beberapa hal yang ingin aku tanyakan kepadamu secara pribadi Nona, apakah kau sibuk?" Tanya Dewa Bumi & Langit dengan tatapan seperti menunggu jawabanku.

__ADS_1


"Tanya saja, aku tidak sibuk."


Saat Dewa Bumi & Langit akan mengajukan pertanyaan kepadaku, tiba-tiba saja Putri keempat muncul dengan muka kesal ia berjalan ke arahku lalu menunjuk mukaku begitu saja "Kau! Lagi-lagi memberi makan kucing kesayanganku, apakah kau tahu? Dia sedang diet! Kenapa kau selalu menggagalkan rencanaku."


Saat putri keempat hendak menggendong Chu Ba, ia terkejut karena wujud Chu Ba berubah menjadi harimau putih berusia remaja. Jadi, ukurannya tidak sebesar wujud milik Tian Yi "Bagaimana bisa kucing gendut ini berubah menjadi harimau berusia remaja? Apakah karena makan ayam yang terjatuh dari mangkukku?" Ucapku bergumam pelan sambil menatapnya.


Namun ucapanku membuat Dewa Bumi & Langit tersenyum lalu menunjuk bekas noda darah didekat pecahan beling "Kenapa dia meminum darahku?" Tanyaku sedikit terkejut.


Ternyata kucing gendut ini meminum darah segar dan pasti ia akan memakan daging mentah "Ja-jadi, dia berubah karena meminum darahmu? Apakah benar begitu Dewi Zhang Li, Dewa bumi & Langit?" Tanya Putri Keempat dengan mata berbinar.


Aku hanya mengangguk lalu Putri keempat mendekatiku "Apakah aku boleh meminta banyak darah mu? Agar Chu Ba cepat menjadi harimau Dewasa, tanpa bersusah payah lagi Nona Zhang Li."


Aku melotot menatapnya, kemudian menghela napas panjang dengan sengaja "Tidak! Enak saja, kau kira semudah itu mendapatkan darahku."


Aku mengangguk lalu berbisik kepadanya pelan "Aku ingin kau pergi bersama kucing kesayanganmu ini Putri keempat."


Putri keempat mendengus kesal dan aku mengabaikannya lalu berbalik menatap Dewa Bumi & Langit untuk melanjutkan pembicaraan kami, namun ia lagi-lagi tersenyum kepadaku "Aku sudah mendapatkan jawabannya Nona, terimakasih."


Kenapa hari ini banyak kejadian aneh? Ah membuatku bingung saja! Sudahlah lebih baik aku makan, setelah itu berlatih jurus perisai embun malam milik Pangeran pertama. Ah iya kenapa pagi ini ia tidak kemari? Apakah ia sedang bersama Dewi Burung lagi? Padahal kami akan menikah, tapi biarlah yang terpenting dihati Pangeran hanya ada aku bukan burung liar menyebalkan itu...


Pangeran pertama sedang memaksa kedua adiknya untuk membantu dirinya mempersiapkan pernikahan sangat mewah untuk Zhang Li, ditengah kesibukan mereka "Membantu secara cuma-cuma aku tidak mau karena tugasku sungguh banyak," ucap Pangeran ketiga mendengus kesal.


Pangeran kedua menepuk pundak Pangeran pertama lalu berbicara dengan sangat tenang sambil tersenyum lembut "Aku akan membantumu karena Zhang Li telah berjasa terhadap Da Liu."

__ADS_1


"Kau ingin apa adik ketiga?" Tanya Pangeran pertama mencoba untuk menawarkan imbalan kepadanya.


"Ajari aku jurus perisai embun malam, maka aku akan membantumu sepanjang hidupku ini Kakak pertama."


Pangeran pertama tersenyum sambil menatapnya adiknya yang sangat dipenuhi ambisi "Baiklah, tapi jika kau bisa melewati 3 serangan embun malamku."


Jurus perisai embun malam merupakan perisai terkuat kedua setelah perisai emas milik Dewa Alam Langit Pertama, tapi jurus ini hanya dikuasai oleh Pangeran pertama dan ia tidak berniat untuk membagi ilmu ini secara cuma-cuma. Bahkan ia tidak berbagi kepada kami adik-adiknya "Kakak kenapa kau bermain curang kepadaku?" Tanya Pangeran ketiga sambil terus menebaskan pedangnya kearah perisai embun malam yang sedang melindungi pangeran pertama.


Pangeran kedua hanya tertawa melihat kegigihan adiknya dalam memecahkan perisai embun malam dengan sekuat tenaga yang ia miliki. Sudah berlangsung selama hampir 3 jam, tapi tidak membuahkan hasil apa-apa. Akhirnya Pangeran ketiga menyerah lalu menyetujui perintah Kakaknya "Baiklah terimakasih atas bantuan kalian, aku akan membalas kebaikan kalian suatu saat nanti."


Putri keempat terus mengawasi gerak-gerik Zhang Li saat berlatih jurus embun malam untuk mencari kesempatan mengambil darahnya demi Chu Ba.


Zhang Li yang telah mengetahui Putri keempat mengintainya, ia sengaja membuat celah agar Putri keempat dapat beraksi karena sudah 3 jam ia berada diatas pohon dengan jurus ilusinya "Sungguh gadis kecil pantang menyerah, menyerah lah."


Putri keempat langsung menyerang ku dengan pedang diarahkan ke pergelangan tangan, tapi ia terkejut saat berhasil aku malah berubah menjadi kupu-kupu emas berterbangan "Ba-bagaimana bisa?!" Ucapnya sambil menoleh mencari ku.


"Pulanglah! Jangan terlalu memaksakan diri Putri keempat, aku tidak akan memberikan darahku kepadamu."


"KAU! Bisa-bisanya menipu aku, aku tidak akan menyerah Nona Zhang Li! Lihat saja nanti"


"Baiklah aku akan melihatnya nanti," ucapku sambil berjalan memasuki rumah lalu Putri keempat mendengus kesal dan teleport ntah kemana.


Pangeran pertama sepertinya terlambat karena saat ini Zhang Li telah tertidur pulas dikamar. Ia tidak ingin mengganggu waktu tidur Zhang Li. Jadi, hanya menatapnya sambil merapikan selimut tidur Zhang Li, tapi mengapa ada aura Phoenix disekitar sini? Bukankah bau ini seperti adik keempat? Apa yang ia lakukan malam-malam begini?

__ADS_1


__ADS_2