
Aku melihat para Dewa-Dewi ramai membicarakan roh pedang Sanos yang sedang duduk di sampingku. Tidak lama kemudian Roh pedang Sanos berbicara dengan santai denganku "Sepertinya aku sangat tampan, sehingga seluruh Dewa-Dewi alam langit membicarakan tentangku."
Aku hanya tersenyum melihatnya begitu percaya diri dengan umur setua itu, Kaisar berdeham agar seluruh Dewa diam lalu memberikan isyarat kepada roh pedang Sanos untuk menjelaskan semua yang terjadi disini "Karena kalian sudah mengenalku. Jadi, aku tidak harus memperkenalkan diriku lagi bukan? Baiklah, aku sempat terpengaruh oleh jurus ilusi raja iblis sebab itu aku melakukan hal bodoh, yaitu menyerang Zhang Li tuanku sendiri..." Ucapan roh pedang Sanos dipotong langsung oleh penasehat Kaisar "Bagaimana kau dapat memastikan Dewi Zhang Li sebagai Tuan mu?" Tanyanya sambil menatap serius roh pedang Sanos, ia terlihat tidak percaya bahwa Zhang Li tuannya.
"Hahaha kau sungguh tidak sabaran. Awalnya akupun tidak percaya jika ia keturunan langsung mendiang Dewa Alam Langit, tapi nama Pu Chai diatas pedangku telah digantikan oleh wanita ini."
Roh pedang Sanos langsung mengeluarkan pedang dan membuat pedang itu berkeliling sendirinya untuk memperlihatkan namaku yang telah terukir diatas pedangnya " Apakah kau bodoh Sanos? Nama yang terukir adalah Pu Li Que bukan Zhang Li," ucap Permaisuri Kaisar dengan nada tinggi dan kasar.
"Jika tidak ingin ku ubah menjadi abu, maka diamlah!" Sentak roh pedang Sanos sambil tersenyum masam kepadanya. Roh pedang Sanos langsung kembali duduk di sampingku lalu Kaisar menjelaskan secara rinci tentang aku dan Sanos, ternyata kemarin ia sudah menemui Kaisar secara pribadi di kediamannya.
Saat Kaisar akan kembali duduk di singgasananya kami semua dikejutkan oleh Wang Yu memasuki altar suci secara tiba-tiba dan ia sedang memapah tubuh Dewa Es yang berlumuran dengan darah "A-Apa yang terjadi?" Tanyaku.
Aku yang melihat mereka langsung reflek menolongnya karena mereka baik kepadaku, bahkan membuat aku merasakan kehangatan ditengah keluarga mereka saat menikmati makan malam waktu itu "To-tolong Ayahku Dew..." Ucapan Dewa Wang Yu terhenti karena ia terjatuh lemas dan memuntahkan darah cukup banyak, bahkan ia tidak bernapas lagi. Ti-tidak. Kau tidak boleh mati Wang Yu!
Dewa Es sedang dirawat oleh Dewi Segala Tabib lalu aku dengan cepat membawa tubuh Wang Yu pergi dari altar suci ke rumah lembah langit untuk aku obati.
"Zhang Li membawa tubuh Dewa Wang Yu kemana? Apakah ia sudah gila?" Tanya Dewi Segala Tabib yang tampak kesal dengan perbuatan aneh Zhang Li.
Para Pangeran saling menatap lalu izin pamit dari altar suci untuk melihat apa yang dilakukan Zhang Li kepada Wang Yu, tak disangka Kaisar dan para penasehat juga ikut bersama para Pangeran.
Roh pedang Sanos yang berdiri di sebelahku hanya berdecak heran "Dia bukan temanmu, tapi kau bahkan menolongnya dengan darahmu sendiri sungguh sangat baik seperti Ibumu," ucapnya sambil duduk memperhatikanku.
"Apakah Ibuku selalu berbuat baik?" Tanyaku yang semakin penasaran dengan sosok Ibuku.
Aku sangat khawatir karena setelah membersihkan wajah dan tangan Wang Yu dari lumuran darah, aku melihat banyak goresan luka. Tanpa berpikir panjang, aku langsung melukai tanganku dan membiarkan darah menetes ke dalam mulutnya namun sampai saat ini aku tidak melihat Wang Yu bergerak sedikitpun"Apakah ia sungguh mati Sanos?" Tanyaku sambil menahan air mataku.
"Hei jangan coba-coba untuk menangis dihadapkan ku, aku tidak akan membantunya karena hidup dan mati sudah ditentukan oleh takdirnya. Jadi, aku tak bisa melakukan apapun untuknya."
__ADS_1
Aku langsung menangis saat mendengar ucapan roh pedang Sanos, aku memohon kepadanya untuk membantuku, tapi dia malah berdecak kesal sambil menatapku "Baiklah. Ah dasar anak kecil keras kepala! Aku tidak bertanggung jawab atas rasa sakit yang kau rasakan," ucapnya setelah itu Sanos mengarahkan kekuatan spiritualnya kearah kepalaku. Ntah apa yang terjadi aku merasa pusing dan pandanganku semakin lama menjadi buram tak jelas...
"Untuk apa kau mengikuti gadis keras kepala ini Sanos?" Tanya Dewi Kehidupan yang ternyata ditarik paksa oleh roh pedang Sanos memasuki alam kesadaran tubuh Zhang Li.
Roh pedang Sanos hanya tersenyum masam, seperti terpaksa. Dewi Kehidupan tersenyum karena melihat roh pedang Sanos luluh dengan Zhang Li, kemudian ia memeriksa denyut nadinya cukup lama lalu tibalah para Pangeran, penasihat, dan Kaisar dirumah lembah langit lalu mereka mengajukan banyak pertanyaan kepada Zhang Li.
"Bisakah kalian diam dan tidak banyak berbicara? Sungguh sangat mengganggu aku!" ucap Zhang Li dengan kasar dan membuat semua Dewa terkejut. Bagaimana mungkin ia sangat kasar kepada semua Dewa, bahkan saat ini ada Kaisar dihadapannya.
Dewa Bumi & Langit mendekati Zhang Li lalu memaksanya untuk menatap matanya "Ba-bagaimana mungkin..." Ucapnya dan langsung terjatuh lemas tak percaya, bahwa Dewi Kehidupan berada di dalam tubuh Zhang Li saat ini.
Saat Dewi kehidupan selesai mengobati Wang Yu dengan serbuk emasnya, ia langsung bergumam "Kau sudah selamat dari maut..." Ucapnya kepada Wang Yu lalu ia menoleh kearah Kaisar dan semua Dewa yang hadir di tempat ini "Tolong jaga tubuh anak ini, agar aku dapat bereinkarnasi dan kembali ke alam langit secepat mungkin."
Zhang Li langsung jatuh pingsan, sedangkan seluruh orang masih terdiam tak percaya karena mata emas Zhang Li membuat Kaisar ingat akan tatapan Guru. Sedangkan serbuk emas yang dapat menghidupkan seluruh makhluk hidup hanya dimiliki oleh Dewi Kehidupan.
Roh pedang Sanos menghela napas dengan kasar lalu menjelaskan semuanya kepada para Dewa dan memperingati mereka agar menutup mulutnya rapat-rapat "Aku harap kalian juga merahasiakan ini dari Zhang Li."
Dewa Wang Yu yang sudah siuman langsung mencari Ayahnya dan para Dewa menjelaskan kondisi Ayahnya, Tian Yi muncul disampingnya dan bertanya apa yang sebenarnya terjadi "Wilayah kami dihancurkan oleh roh iblis, bahkan mereka membunuh seluruh penduduk hingga tidak tersisa satupun."
Tian Yi langsung menghilang begitu saja dari hadapan kami, roh pedang Sanos langsung berdeham dan berbicara "Keadaan Dewa Wang Yu cukup rumit karena ia memaksa teleport kemari. Jadi, ia mengalami kerusakan pada titik spiritualnya dan sekarang ia mungkin sama seperti manusia fana, tapi kau dapat sembuh dengan tanaman putik salju yang tumbuh setiap seribu tahun sekali pada wilayah Utara."
"Aku sudah tahu ini akan terjadi tidak apa-apa jika aku harus menunggu 1.000 tahun lagi, sebaiknya kalian membantu Tian Yi karena di wilayah kami sungguh banyak roh iblis jahat."
Kaisar mempersilahkan para Pangeran dan Zhang Li untuk mengejar Tian Yi "Sebaiknya kita pergi kearah mana?" Tanya Pangeran ketiga saat diambang pintu rumah lembah langit.
Aku memejamkan mata sejenak lalu merasa Tian Yi mengarah kearah seletan. Jadi, aku langsung kesana saja mengikuti instingku karena kami teleport jadi sangat cepat sampai di istana selatan "Tidak mungkin hancur secepat ini..." Ucap Pangeran kedua langsung aku sela "Ssst."
"Jangan menggunakan kekuatan spiritual ataupun mata Dewa untuk saat ini karena sepertinya ia seorang Dewa juga seperti kita," ucapku pelan lalu mengamati sekitar altar suci selatan ini. Ada yang menarik perhatianku, aku menemukan seorang anak kecil bersembunyi didalam lemari dibawah tangga altar suci "Kalian tunggulah sebentar disini."
__ADS_1
Saat aku membuka lemari, gadis kecil ini langsung menggigit tanganku untung saja tidak berdarah "Tenanglah," ucapku sambil mengelus kepalanya dengan lembut agar ia lebih tenang dan percaya kepadaku.
"Nona Zhang Li," ucapnya sambil menangis sangat keras.
Ada suara naga dari lantai atas lalu aku berlari kearah para Pangeran sambil membawa anak kecil ini, kemudian kami teleport ke tempat yang cukup jauh dari jangkauan roh iblis "Kau mengenalku?" Ucapku sambil menatapnya aneh.
Gadis kecil ini membungkuk memberi salam kepadaku "Aku Yi Ran penjaga api nirwana, Tuan Tian Yi terbunuh oleh Raja Iblis saat berhasil menancapkan pedang ke tubuh Raja Iblis namun semua itu gagal karena ia terkena jurus ilusi dan melihat bayangan istrinya Bai Ni Yan. Akhirnya, dibunuh lalu di detik terakhir ia menyalurkan seluruh kekuatan spiritualnya kepadaku dan menyuruhku memberikan surat ini kepada Nona Zhang Li."
Pangeran ketiga mengerutkan alis "Bagaimana kau bisa kabur dari Raja Iblis?" Tanyanya dengan penuh kecurigaan kepada Yi Ran.
Gadis ini berbicara sambil menangis tersedu-sedu "Tian Yi membantuku teleport dan aku berusaha menutupi jejak ku menggunakan api nirwana tingkat akhir yang aku miliki saat ini."
Setelah membaca surat Zhang Li terkejut bahkan tak kuat menahan tangis karena tidak mungkin Raja Iblis masih hidup lalu Pangeran pertama bagaimana? Apakah ia dibunuh oleh Raja Iblis? Ti-tidak mungkin, ia berjanji kepadaku untuk kembali bukan? Tidak mungkin Pangeran ingkar janji!
Pangeran ketiga langsung mendekap tubuhku dan membelai rambutku agar aku tetap tenang menghadapi masalah ini. Setelah cukup lama menangis, aku merasa menangis saja tidak akan menyelesaikan masalah. Jadi, aku harus bangkit dan mengalahkan Raja Iblis dengan tanganku sendiri walaupun aku tidak memiliki kemampuan hebat. Namun aku memiliki tekad luar biasa!
Aku tiba-tiba memikirkan dunia fana dan mengantarkan Yi Ran ke sekolah kota Gu untuk menitipkannya kepada murid ku, mungkin sekarang ia mereka telah beranjak dewasa. Untung saja saat aku sampai disana, seluruh kota ini aman dari gangguan roh iblis.
Aku hanya mengantar sampai ambang pintu sekolah saja karena aku tidak dapat menemui mereka saat ini karena hanya akan membuat mereka kecewa saja "Sejak saat ini kau telah menjadi anak angkat ku, apakah kau paham?" Tanyaku dan ia hanya mengangguk.
Aku memberikan gelang Lily hitam kepada Yi Ran lalu meninggalkannya begitu saja diambang pintu karena muridnya telah merasakan keberadaannya.
Saat menatap bocah kecil ini, aku heran kenapa ia memiliki kekuatan spiritual Guru?
"Aku Yi Ran anak angkat Dewi yang menjadi Gurumu," ucapnya lalu menunjukkan gelang Lily hitam ditangannya. Setelah itu, ia langsung percaya dengan ucapan gadis kecil ini. Kemudian mempersilahkan Yi Ran tinggal dan menempuh pendidikan sambil belajar ilmu spiritual bersama kepala sekolah Gu yang ternyata salah satu murid Zhang Li.
Pangeran ketiga menuju altar suci bersama roh pedang Sanos untuk melaporkan hal ini kepada Kaisar lalu menyusun rencana bersama-sama, agar dapat memusnahkan raja Iblis sepenuhnya. Walaupun sangat mustahil, kita harus mencobanya terlebih dahulu agar mengetahui hasil akhirnya bukan?
__ADS_1