Alstroemeria | Dewi Bunga Lily

Alstroemeria | Dewi Bunga Lily
Dewa Kematian


__ADS_3

Saat kami baru saja melangkah, tiba-tiba langsung berada ditempat yang sangat dingin dan sangat hening. Bahkan, salju yang turun menutupi jalan disekitar kami membuat pemandangan hutan ini semakin dingin dan mencekam. Tidak hanya itu saja, air disini membeku menjadi es yang sangat kokoh "Kawasan elemen es, waktumu untuk mencari binatang gaib ditempat ini Zhang Li."


Aku harus mencari binatang gaib seperti apa? Aku sudah memiliki Nona Yin saat ini, apakah harus menambah binatang gaib lain lagi? Demi kepentingan misi sekolah? Namun orang-orang sudah tahu, kalau aku sudah memiliki Nona Yin. Aku rasa tidak wajib untuk memiliki binatang gaib lagi, apalagi mempunyai binatang gaib memiliki aturan yang cukup sulit. Sebab, aku sudah di beritahu oleh Pangeran tentang tanggung jawab atas nyawa binatang gaib yang telah setia kepada kita. Misalnya, aku memiliki 2 binatang gaib. Otomatis, aku harus bertanggung jawab 3 nyawa sekaligus bukan? Ah berat sekali!


Aku mencoba bertanya kepada roh pedang Sanos dan Nona Yin untuk berdiskusi tentang hal ini, tapi mereka tidak memberikan aku jawaban apapun dari semua perkataanku. Tak ada yang digubris! Jadi, aku hanya bisa berjalan saja menyusuri tempat ini sampai menemukan sesuatu yang dapat menjadi binatang gaib milikku. Walaupun aku tidak tahu, sebenarnya akan dapat atau tidak.


Tak lama kemudian, aku melihat dari kejauhan terdapat binatang gaib dengan gestur tubuh sangat aneh. Aku mencoba untuk menghampirinya terlebih dahulu untuk memastikan, ternyata ada seekor singa salju tergeletak lemas dibawah timbunan salju. Aku secara reflek memberanikan diri untuk menyentuhnya agar dapat memastikan keadaan singa tersebut dan terlihat didekat ekornya terdapat banyak cairan berupa, darah yang sudah hampir membeku. Aku sungguh sangat panik, hingga berteriak sangat histeris "SONG LAN TOLONG DIA CEPAT!!"


Ada dua bayi singa salju yang sedang berada didekapan Ibunya sambil menyusui. Sang Ibu terus-menerus meraung, tapi aku sungguh kasihan karena suaranya sangat lemah dan tak bertenaga. Aku juga tidak mengerti apa yang ia ucapkan kepadaku "Apakah ada yang bisa bahasa binatang gaib?" Tanyaku kepada para pangeran yang serentak menggeleng, aku mencoba bertanya kepada roh pedang Sanos lalu Nona Yin langsung keluar begitu saja dari tubuhku dan membantu singa salju ini menyampaikan pesannya.


Dewi Suci, aku memohon kepadamu untuk merawat kedua anak kembarku ini karena mereka tidak memiliki keluarga sama sekali disini dan tempat ini sangat berbahaya untuk kehidupan anakku. Aku mohon waktuku tidak banyak lagi Dewi Suci.


Aku mencoba melukai tanganku dengan pedang Sanos agar darahku diminum oleh singa salju itu, tapi ia tetap menutup matanya dan tidak hidup ataupun berubah menjadi manusia. Kenapa kau memisahkan anak ini dengan kedua orangtuanya didepan mataku? Apakah kau sedang memperlihatkan nasib buruk yang aku alami secara langsung di hadapanku begini? Apakah kau sekarang sudah puas Dewi Kehidupan? Tiba-tiba ada petir menyambar salah satu batang pohon yang tak jauh didepan kami sampai tumbang menutupi jalan dan tiba-tiba aku merasa pusing, mataku sangat berat dan rasanya aku sangat ingin memejamkan mata begitu saja...


"Dasar gadis bodoh!" pekik Zhang Li yang membuat para Pangeran dan Song Lan kaget menoleh kearahnya secara bersamaan.

__ADS_1


Mata Zhang Li berubah menjadi warna biru keemasan. Seketika kekuatan spiritualnya, terasa sangat kuat dan berbeda dari biasanya. Bahkan, melebihi kekuatan spiritual para Pangeran.


Mengapa kekuatan spiritual


Zhang Li setara dengan Kaisar?


Ba-Bagaimana mungkin?


Zhang Li mulai mengarahkan kekuatan spiritual berwarna keemasan kearah tubuh singa salju yang sudah tidak bernapas lagi "Zhang Li apakah kau baik-baik saja?" tanya Song Lan dengan penuh rasa khawatir. Bahkan, para Pangeran terus menatapnya.


"Diamlah sebentar Tuan."


"Hei Zhang Li?" tanya Pangeran pertama yang mulai menggerak-gerakan bahu Zhang Li dengan kasar. Seketika, ia terpental sangat jauh hingga tubuh Pangeran pertama terbentur pohon besar.


Semua orang menolong Pangeran pertama, tiba-tiba Zhang Li jatuh pingsan tergeletak didekat singa salju yang mulai menguap dan membuka matanya perlahan.

__ADS_1


Cukup lama kami beristirahat didekat singa salju itu sambil menunggu Zhang Li sadar, tapi Dewa Kematian datang menghampiri kami dengan wajah tidak senang "Siapa yang berani menghidupkan kembali singa ini? Apakah kalian ingin mencari masalah denganku sekarang?" Tanyanya dengan penuh amarah.


Dewa kematian, memanglah bertugas untuk mencabut nyawa manusia, hewan, dewa ataupun dewi yang sudah memiliki takdir untuk mati. Mereka, tidak diperbolehkan lolos dari kematian yang sudah ditetapkan.


Seketika Zhang Li terbangun kembali dengan tatapan mata yang masih sama datarnya seperti tadi "Dewa Kematian lama tidak bertemu sikapmu masih saja sama seperti dahulu, tapi masalahmu denganku bukan dengan anak-anak Dewa ini."


Mata Dewa Kematian sontak membulat lebar menatap Zhang Li "De-De-Dewi Kehidupan!! Tidak mungkin kau masih hidup, aku sudah membunuhmu dengan pedang peninggalan raja iblis. APAKAH KAU SEDANG BERSANDIWARA NONA? APAKAH KAU PIKIR, KAU AKAN LOLOS? SETELAH MENGHIDUPKAN KEMBALI, HAL YANG SEHARUSNYA MATI?!" Teriak Dewa Kematian yang mulai menatap Zhang Li dengan tatapan seperti sangat menginginkan nyawanya.


Ia langsung mengeluarkan pedang Yuan untuk menyerang Zhang Li. Nona Yin terkejut saat melihat pedang itu hingga berteriak "TIDAK! Pedang itu sangat berbahaya. Kau harus berhenti Dewa Kematian, Pangeran cegahlah mereka kalau tidak Zhang Li akan terbunuh meskipun tergores sedikit saja."


Zhang Li langsung membuat perisai emas untuk membuat batas pertarungan khusus mereka berdua, hingga para Pangeran dan mahluk hidup diluarnya tidak terkena imbasnya sedikitpun. Para Pangeran sudah berusaha untuk menembusnya, tapi tidak membuahkan hasil dan tidak bisa berbuat apa-apa karena menembus perisai emas itu. Sangatlah Mustahil...


Menunggu cukup lama. Akhirnya, kami dapat mendengar reaksi dari dalam. Yaitu, terdengar suara ledakan sangat keras, tapi tidak membuat perisai ini runtuh. Bahkan, kami tidak bisa melihat mereka berdua dengan jelas karena terdapat asap tebal menutupi tubuh mereka berdua.


Dewi kehidupan tidak kuat lagi menahan serangan Dewa Kematian, karena tubuh Zhang Li masih sangat lemah. Selain itu, kekuatan spiritual Dewi kehidupan tidak sesempurna dahulu karena sekarang masih berupa roh yang tidak memiliki wujud dewa. Hal ini, nampak sama saja dengan roh-roh yang sedang mengembara tanpa arah "Dewi Kehidupan kau berhutang kepadaku!" Ucap roh pedang Sanos dengan sinis.

__ADS_1


Sanos langsung menebas kepala Dewa kematian. Seketika darah bercucuran keluar sangat banyak, hingga wajah Zhang Li terkena cipratan darah segar milik Dewa Kematian. "Da-Da-DARAAAH!!" Teriakku sangat histeris karena melihat mayat laki-laki, tanpa kepala tergeletak didepan mataku. Bahkan, kepalanya tergeletak tepat didekat tangan kananku.


A-Apa yang terjadi?! Kenapa seorang Dewa terbunuh dihadapan ku? Apakah ini perbuatan roh pedang Sanos? Mengapa semua ini terjadi?!


__ADS_2