
Ternyata, Dewi Burung sudah tidak memiliki orang tua. Sejak ia lahir sudah kehilangan orang tuanya karena ada sebuah kejadian tragis yang menimpa keluarganya, tapi ia masih memiliki Kakak perempuan yang bernama Zi Yan, ia merupakan Dewi Keterampilan yang berkerja sebagai Guru seni dan keterampilan disekolah lembah langit. Dewi Burung juga sebenarnya memiliki murid pewaris yang sedang menempuh pendidikan disekolah lembah langit pada tahun ini yang bernama Zi Fa, ia sudah dianggap seperti adik kandungnya sendiri.
Saat ini, ia memimpin kerajaan alam burung karena Kakak perempuannya ingin menjadi Guru bukan sebagai Ratu, karena itulah Dewi Burung memimpin kerajaan sejak ia masih remaja.
Begitulah cerita singkat yang ia sampaikan saat memperkenalkan keluarganya kepada kami semua yang hadir dalam acara ini.
Permaisuri Kaisar menyuruh Pangeran pertama memberikan sebuah kotak berisi perhiasan sebagai mahar pernikahan mereka, setelah itu Pangeran pertama duduk kembali dan terdiam seribu bahasa "Mengapa Pangeran pertama hanya diam saja dari tadi? Apakah tidak ada yang ingin disampaikan kepada Dewi Burung?" Tanya seorang lelaki dari keluarga Dewi Burung.
Aku hanya melirik Ibu agar ia membantu aku menjawab karena aku sangat malas berbicara hal-hal tidak penting seperti ini "Pangeran pertama sedang sakit. Jadi, ia tidak bisa terlalu banyak berbicara pada malam hari ini."
Lelaki ini mengangguk lalu mengajukan pertanyaan lagi kepada Permaisuri Kaisar "Oh begitu baiklah, apakah hari ini bisa sekalian menentukan tanggal terbaik untuk pernikahan?" Tanyanya sambil melirik ke beberapa Dewa yang hadir pada malam hari ini.
Permaisuri hanya tersenyum lalu menatap Dewa Bintang seperti memberi isyarat "Tentu saja, Dewa Bintang tolong tentukan tanggal terbagus untuk melaksanakan pernikahan Pangeran pertama."
"Baik, Permaisuri Kaisar akan hamba laksanakan..." Dewa Bintang mulai berjalan ke tengah altar suci kerajaan burung, kemudian menghitung ramalan menggunakan telapak tangannya dan ia sedikit mengerutkan alis.
Mengapa ramalan bintang masih sangat aneh pada hari yang akan datang? Padahal aku sudah berdoa kepada Tuhan yang berada di sorgawi, tapi ada satu hari yang cukup baik. Apa menggunakan hari itu saja? Semoga pernikahan mereka akan baik-baik saja dan tidak ada bencana apapun karena Permaisuri Kaisar memaksa agar mencari hari pernikahan yang memiliki resiko keburukan terkecil dan paling dekat dengan hari ini.
Apakah sorgawi juga tidak setuju dengan pernikahan sepihak ini?
"Maaf, Permaisuri Kaisar hamba sudah meramalnya dan hari yang cukup baik yaitu lima hari lagi karena tepat dengan musim gugur yang sangat indah."
"Baiklah, lima hari lagi akan diadakan pernikahan untuk Pangeran pertama dan Dewi Burung. Oh ya, tolong sebarkan berita ini kepada seluruh Dewa-Dewi dialam semesta ini."
Terlihat Xai berdiri disebelah Pengawal pribadi Ayah, ia sangat gugup dan tangannya gemetar sampai membuat Pangeran pertama tak nyaman melihatnya. Akhirnya, ia pamit keluar altar suci dan menyuruh Xai mengikutinya. Saat berada di luar altar suci, Pangeran pertama berhenti melangkah karena kebetulan saat ini tidak ada orang sama sekali "Ada apa?" Tanya Pangeran pertama yang mengobrol pelan bersama Xai.
"Zhang Li pingsan," Ucap Xai dengan ragu - ragu. Saat Pangeran pertama mendengar perkataan Xai, ia langsung pergi dari acara tersebut tanpa berpamitan sama sekali kepada Kaisar.
Tak lama kemudian Dewi Segala Tabib muncul dialtar suci dan ingin menemui Kaisar, tapi dicegah oleh para Prajurit yang berjaga didepan pintu altar suci.
Pengawal pribadi Kaisar melihat hal ini dan menemui Dewi Segala Tabib, setelah itu ia menceritakan semua kepadanya agar hal ini segera di laporkan kepada Kaisar.
__ADS_1
Saat seluruh hal penting selesai di bahas, Kaisar mempersilahkan seluruh tamu untuk menikmati hidangan "Silahkan makan dahulu," Setelah mempersilahkan semua Dewa-Dewi yang hadir dialtar suci untuk makan lalu Kaisar berpamitan kepada Permaisuri karena ada hal mendesak yang harus Kaisar tangani saat ini.
"Maaf Kaisar hamba mengganggu, tapi semua ini sungguh aneh."
"Baiklah tidak masalah, tapi kau harus merahasiakannya dari Permaisuri bahwa aku mengobati wanita suci karena ia sedikit tidak suka kepada Nona ini."
"Hamba berjanji Kaisar."
Pangeran pertama mencoba untuk menetralkan suhu panas dibadan Zhang Li dengan mentransfer kekuatannya, tapi tidak ada hasil sedikitpun "Apa yang sebenarnya yang terjadi?" Tanya Pangeran pertama dengan sangat khawatir.
Para Pangeran hanya menggeleng pasrah dengan keadaan Zhang Li "Kami hanya berlatih pedang bersama lalu ia tiba-tiba jatuh pingsan tanpa memberitahu kami mengapa," Ucap Song Lan sambil memperagakan ulang kejadian tersebut bersama Pangeran kedua.
"Ckckck! Jika ia memberitahu kita maka itu bukan pingsan, tapi berpura-pura!" Ucap Tian Yi dengan menatap heran Song Lan.
Kaisar dan Dewi Segala Tabib langsung muncul dikamar Zhang Li begitu saja lalu Pangeran pertama mundur ke sebelah para Pangeran sambil melihat Kaisar memeriksa keadaan Zhang Li "Pangeran pertama kembalilah ke acara jangan membuat Permaisuri marah kepadamu."
Pangeran pertama hanya menuruti perintah Ayahnya, tapi ia tetap meninggalkan Xai agar ia dapat melaporkan kepadanya saat Zhang Li sudah sadar dan baik-baik saja. Mengapa ada dua pil berbeda disini? Pil Leiron sudah retak, tapi satunya pil apa itu? Mengapa aku baru melihatnya selama ribuan tahun ini?
Tian Yi langsung mengeluarkan pedang miliknya lalu Rou Yi keluar dari pedang sambil menangis ketakutan "Apakah kau sudah tahu kesalahanmu gadis kecil?" Tanya Kaisar sambil menyuruh ia mendekat kearah Zhang Li.
"Nona ini sakit karena kekuatan spiritual yang telah aku berikan kepadanya kemarin, maafkan aku Kaisar atas kekuatan spiritualku."
"Jangan minta maaf kepadaku karena yang kau sakiti adalah Nona Zhang Li bukan aku. Tariklah kembali api biru nirwanamu dari gadis ini, ia tidak bisa menerima kekuatan spiritual api milikmu."
Tunggu. Bukankah itu mata Dewa milik Li Yin? Kenapa bisa ada di dalam tubuh gadis ini?
Rou Yi langsung menaruh telapak tangannya tepat pada dahi Zhang Li. Kemudian memejamkan kedua matanya "Baiklah Kaisar."
Apakah benar ia sungguh anak Li Yin, mendiang Dewi Alam Bunga?
Kaisar langsung kembali ke altar suci alam langit setelah keadaan Zhang Li tidak berbahaya dan Dewi Segala Tabib menyiapkan minuman herbal hangat agar Zhang Li cepat sadar lalu ia menyuapinya pelan - pelan "Bisakah tidak menyuapiku minuman pedas ini? Aku mengantuk."
__ADS_1
Dewi Segala Tabib langsung tercengang mendengar ucapan Zhang Li berbicara seperti itu dan ia langsung berbisik kepada para Pangeran, Song Lan, dan Tian Yi "Apakah ia sudah membaik? Apa ada yang salah dengan otaknya?" Tanyanya.
Mereka hanya tertawa karena melihat Dewi Segala Tabib keheranan, melihat tingkah laku Zhang Li saat ini "Zhang Li memang hanya butuh tidur untuk menyembuhkan tubuhnya ..." Aku langsung menyela ucapan Pangeran ketiga "Aku juga butuh makan untuk memulihkan energi tubuhku saat ini."
Aku langsung bangun dari tempat tidur dengan posisi duduk sambil menatap mereka semua "Terima kasih sudah merawatku dan menyembuhkan aku."
Dewi Segala Tabib mendekat dan memerika kondisiku lagi "Apakah kau merasakan sesuatu seperti sakit didekat dada? Karena Pil Leiron mu sudah retak karena terkena api biru nirwana milik roh pedang bernama Rou Yi."
Aku hanya menghembuskan napas panjang karena sekarang aku sedang berpikir kalau Dewi Bunga Agung mengetahui hal ini, pasti ia akan sangat marah kepadaku. Bahkan mungkin akan menghukum aku "Baiklah Dewi Segala Tabib, terimakasih."
Mereka semua langsung pamit dari kamar ku untuk melanjutkan latihan pedangnya dan Xai ingin kembali ke kediaman Pangeran pertama untuk melaporkan tugasnya, tapi ia ditahan untuk menemani para Pangeran, Song Lan dan Tian Yi berlatih pedang bersama. Aku hanya bisa menatap mereka berlatih, sampai pengawal pribadi Pangeran ketiga datang membawakan makanan untukku.
Hari sudah petang, tapi belum juga ada kabar dari Xai pengawal pribadi Pangeran pertama dan aku tidak dapat keluar dari kediamanku secara mudah kali ini karena Permaisuri memperhatikan gerak-gerik ku "Maaf Pangeran pertama, aku baru kembali dan Nona Zhang Li sudah bangun. Ia sangat sehat, bahkan ia sudah mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian sekolah pada esok hari. Ia akan berangkat ke alam senjata tak terbatas."
Pangeran pertama berdecak mendengar ucapan Xai karena Zhang Li sungguh orang yang sangat keras kepala. Bahkan belum sembuh total, tapi sudah mengikuti ujian "Syukurlah, tapi apakah diluar masih dijaga oleh Pengawal pribadi Permaisuri?" Tanya Pangeran pertama dengan nada pelan dan berbisik kepada Xai, agar tidak terdengar.
"Masih Pangeran."
Aku hanya bisa menghembuskan napas cukup panjang dan merelakan diriku terkurung di kediaman ku sendiri. Ah sudahlah, aku tidur saja dari pada memikirkan pengawal yang sangat banyak sedang berjaga malam ini.
Zhang Li sudah berangkat ke alam senjata tak terbatas sejak pagi tadi, bersama kelompok yang kemarin ia bentuk dan aku tidak tahu harus berbuat apa lagi, selain menunggu para Pangeran, Song Lan, dan Zhang Li kembali dengan selamat.
Aku hanya bisa memikirkan semua hal yang telah aku lalui bersama Zhang Li sambil menjaga galaksi Bima sakti "Tunggu! Aku jadi teringat ucapan Zhang Li tentang raja iblis yang akan dibangkitkan oleh seorang Dewa yang tidak diketahui identitasnya."
Apakah ucapan Zhang Li ini berkaitan dengan kotak emas milik Paman Ji Dan?
Aku selalu menyimpan kunci emas yang ditinggalkan Paman Ji Dan, tapi aku belum mencari kotak emas yang diberitahukan Paman kepadaku melalui surat yang dibaca oleh Ji Que "Maaf Pangeran ingin kemana? Hamba diperintahkan untuk mengikuti Pangeran kemanapun."
Pangeran pertama berdecak kesal sambil menatap utusan Permaisuri Kaisar "Apakah kau menghina kehebatan Pengawal pribadiku? Laporkan kepada Permaisuri Kaisar. Bahwa wanita itu telah pergi mengikuti ujian. Jadi, tidak mungkin aku akan bertemu dengannya di alam langit."
Aku langsung saja pergi ke rumah Paman Ji Dan bersama Xai dan mencari kotak emas tersebut, tapi aku melakukan ini secara diam-diam agar tidak ada yang mengetahui rahasia besar apa yang ditugaskan Paman untuk ku, hingga mengutus aku pribadi.
__ADS_1
Bahkan Xai pengawal pribadiku juga tidak boleh tahu tentang tugas rahasia dari Paman Ji Dan!