
Hari ini aku tidak pergi ke sekolah karena tidak diperbolehkan oleh Pangeran pertama lalu didukung oleh Pangeran kedua, ketiga dan Song Lan. Jadi, aku hanya bisa diam dirumah saja. Sedangkan Song Lan sekolah ditemani oleh Pangeran kedua. Meskipun aku dirumah tidak sendirian dan ditemani oleh Pangeran pertama serta Pangeran ketiga, tapi tetap saja aku merasa bosan karena mereka sedang sibuk bermain catur dihalaman rumah.
Saat ini aku hanya duduk di teras depan rumah dekat ambang pintu sambil membaca sebuah gulungan kertas yang berisi penjelasan jurus telepati, aku sudah mencoba beberapa kali, tapi tetap saja gagal!
Terlihat Dewi Hujan dan Dewa Halilintar memasuki halaman rumah sambil tersenyum menatap kami bertiga secara bergantian lalu Pangeran pertama memanggilku agar duduk bersama "Aku mendengar Zhang Li sedang sakit karena terkena racun iblis hati, apakah sekarang sudah membaik?" Tanya Dewa Halilintar.
Belum saja aku menjawab, tapi Dewi Hujan langsung menambahi "Ah ya, ini makanan untuk Zhang Li dan para Pangeran. Makanlah dahulu karena aku sendiri yang memasak untuk kalian berlima, sebagai ucapan terima kasih kami terhadap Zhang Li."
Ternyata kedatangan Dewi Hujan dan Dewa Halilintar karena masalah Iblis air kecil? Mereka terlalu sungkan denganku, tapi mereka tepat waktu karena aku juga sudah sangat lapar.
Aku tersenyum lalu mempersilahkan mereka berdua duduk bersama kami "Ah jangan terlalu sungkan Dewa Halilintar dan Dewi Hujan karena sudah menjadi tugasku untuk membela kebenaran dan saling membantu."
"Silahkan dimakan Pangeran dan Zhang Li. Kami pamit dahulu karena masih ada tugas yang harus diselesaikan," Ucap Dewi Hujan lalu mereka memberi salam dan menghilang begitu saja.
Aku pikir seluruh Dewa Dewi di alam langit sangat sibuk, tapi kenapa kedua Pangeran dihadapan ku saat ini terlihat sangat santai dan menganggur?
Pangeran ketiga yang sedang menikmati makanan tiba-tiba tersedak, tidak tahu sebabnya dan aku langsung membantunya mengambilkan air "Terima kasih Zhang Li," Ucapnya sambil tersenyum tidak jelas.
Saat kami makan, aku masih berpikir kejadian iblis air itu belum selesai karena aku masih merasa ada urusan yang belum diselesaikan, tapi apa? Iblis air kecil sudah pulang dan diberi perlindungan. Dewa-Dewi tidak bermasalah lalu Dewi Phoenix Air juga sudah kabur. Ah ya aku ingat!
Darah phoenix air yang aku ambil belum aku berikan kepada Kakaknya Dewa Phoenix 5 elemen. Saat aku tersadar dari lamunan, terlihat Pangeran pertama dan ketiga menatap aku dengan ekspresi seperti penasaran "Kau sedang merahasiakan apa dari kami?" Tanya Pangeran ketiga.
"Kalian masih ingatkan tentang kejadian iblis air? Nah waktu Dewi Phoenix Air menghunus pedang ke perutku, aku merasa ia sudah berlatih ilmu terlarang sampai tahap 5. Jadi, langsung saja aku ambil darah phoenix air dari tubuhnya agar iblis yang menguasai tubuh Dewi Phoenix Air tidak dapat memiliki bentuk Dewa atau bakat khusus dari keluarga phoenix."
Pangeran pertama menatapku tak percaya, sedangkan Pangeran ketiga terlihat terkejut saat mendengar pernyataan ku "Bukankah darah phoenix sudah hancur karena alat musik yang kita mainkan bersama dengan Pangeran kedua?" Tanya Pangeran pertama yang ternyata masih mengingat ucapanku kepada Kaisar waktu itu.
"Aku berbohong karena ilmu terlarang ini sangat berbahaya. Jadi, aku mendahului Kaisar dan benar saja saat Kaisar ingin menghancurkannya ia malah berulah dan tidak sempat menyentuh darah phoenix."
Aku langsung mengeluarkan darah phoenix air yang berada didalam bunga Lily hitam agar mereka percaya dengan ucapanku "Memang seorang Alstroemeria tidak pernah mengecewakan alam langit, hahaha sungguh berkah untuk alam langit," Ucap Pangeran ketiga dengan tatapan mata senang menatap aku.
"Ah terlalu berlebihan, tapi aku masih berpikir apakah hanya Dewi Phoenix Air saja yang memakai ilmu terlarang? Aku takut ada yang memakainya selain dia."
Para Pangeran hanya mengangguk bersamaan "Ilmu terlarang yang kau maksud adalah iblis dalam wujud Dewa kan?" Tanya Pangeran pertama memastikan.
"Benar, ilmu ini memiliki 7 tingkat. Saat Dewa atau Dewi tersebut mencepai tingkat 5 lalu ia tidak bisa mengendalikannya maka tubuh dan seluruh kekuatan spiritualnya akan dikuasai oleh iblis ini, tapi jika bisa menguasai jurus ini maka ia dapat menguasai iblis dengan sesuka hatinya karena ia akan dianggap sebagai Tuan. Lagi pula sekarang tidak ada Raja iblis karena itu banyak yang ingin menguasai jurus ini agar dapat menggantikan posisi Raja Iblis."
__ADS_1
"Mengapa kau tahu ilmu terlarang ini dengan sangat jelas?" Tanya Pangeran ketiga.
Aku tersenyum malu-malu "Sebenarnya, jurus pembasmi roh iblis merupakan pemusnah jurus terlarang dan seluruh jurus yang berkaitan dengan iblis termasuk jurus penakluk iblis."
Pangeran ketiga langsung mengangguk seperti sangat memahami ucapanku "Ah begitu, pantas saja kau tau banyak."
"Pantas saja Zhuan Qi selalu mengusikmu, rupanya karena ia takut padamu. Kalau begitu serahkan saja darah phoenix air kepada Dewa Phoenix 5 elemen karena ia berstatus sebagai penasihat kaisar. Tidak mungkin juga berlatih ilmu terlarang dan dialam langit ada kau yang dapat membasmi semua iblis," Ucap Pangeran pertama dengan santai.
Apakah ia sedang memujiku?Membuatku semangat saja!
Mengapa kau berpikir seperti itu gadis bodoh, hahaha sungguh lucu. Untung saja kau tidak berlatih jurus telepati.
Kakak kenapa kau sering tertawa saat ini, apakah gadis ini dapat meluluhkan hatimu? Mana mungkin gadis bodoh sepertinya mampu? Jangan bercanda!
Setelah selesai makan dan berdiskusi tentang darah phoenix air. Kami kembali ke kamar masing-masing untuk berganti pakaian lalu menemui Dewa Phoenix 5 elemen, aku dan Pangeran memberi salam kepadanya "Ada apa?" Tanyanya.
Terlihat Dewa Phoenix 5 Elemen sedang sibuk menyirami tanaman di halaman rumahnya, sepertinya ia sedang tidak sibuk hari ini "Bisakah berbicara secara pribadi sebentar Dewa Phoenix 5 Elemen?" Tanya Pangeran pertama yang langsung duduk di bangku depan halaman rumah ini.
"Tentu saja Pangeran ingin berbicara dimana?" Tanyanya kembali dengan sangat ramah kepada Pangeran pertama.
Pangeran pertama menggandeng tanganku lalu kami teleport langsung didepan rumah Pangeran pertama. Setelah itu ia menyuruh pengawal pribadinya berjaga didepan pintu rumah "Jadi ada urusan apa hingga Pangeran sampai menemui ku?" Tanya Dewa Phoenix 5 elemen.
"Silahkan Nona Zhang Li."
"Aku minta maaf karena baru saat ini membahasnya, tapi jangan salah paham dahulu dengan tindakan ku ini. Aku sungguh reflek melakukan ini."
Aku mengeluarkan bunga Lily hitam yang menjadi wadah darah phoenix air "Bagaimana mungkin kau bisa mengambil darah phoenix air milik Adikku dengan sangat mudah?" Tanyanya dengan sangat terkejut.
"Aku sudah tahu dari awal, kalau ia menggunakan jurus terlarang. Karena itu aku mengambil tindakan ini untuk menyelamatkan darah keluarga phoenix dari masalah besar."
"Terima kasih kau sudah menyelamatkan garis keturunan keluarga phoenix, kejadian itu sungguh membuat keluarga kami jadi dijauhi seluruh Dewa. Bahkan saat anakku sekolah sering dihina karena memiliki Bibi penganut ajaran iblis."
Aku mengingat seorang wanita yang waktu itu berdiri dipinggir altar sambil menatap Dewa Phoenix 5 Elemen, mungkin itu Istrinya "Bukankah di keluarga Phoenix ada sedang mengandung? Mengapa darah phoenix ini tidak diberikan kepada bayi itu saja?" Tanyaku dengan terus terang.
"Kau benar Pangeran pertama, kebetulan yang kau maksud Istriku, tapi darah phoenix ini harus dinetralisir terlebih dahulu agar tidak terpengaruh oleh aura iblis yang sangat berbahaya."
__ADS_1
"Ah begitu baiklah." Dewa Phoenix 5 elemen langsung memberikan salam, tapi saat ia ingin keluar malah kembali duduk lagi.
Ia menatap ragu aku lalu terlihat khawatir sampai ia beberapa kali berdeham "Bukankah ini Lily hitam Alstroemeria?" Tanya Dewa Phoenix 5 elemen.
Sial! Kenapa aku lupa memindahkan darah Phoenix itu, ah sungguh bodoh! Tiba-tiba Pengawal pribadi Pangeran pertama berteriak dengan lantang sampai terdengar jelas oleh kami bertiga "Permaisuri Kaisar memasuki halaman rumah!"
Pangeran ketiga langsung pamit bersama Dewa Phoenix 5 elemen "Biar aku saja yang menjelaskan, tenang saja Zhang Li."
Permaisuri Kaisar Langit langsung memasuki kediaman Pangeran pertama "Anakku akhirnya kau kembali, bagaimana? Apakah kau sudah memikirkan perjodohanmu dengan Zi Yin? Ibu sudah menunggu jawabanmu selama tiga hari ini Anakku."
Pangeran pertama mempersilahkan Permaisuri Kaisar untuk duduk disampingnya sambil menuangkan teh.
"Ibu bagaimana kalau kita memberikan kesempatan kepada para murid pewaris wanita yang memiliki bakat menari untuk mengikuti seleksi tarian pedang?" Tanya Pangeran pertama.
"Siapa yang bisa menyaingi Dewi Burung Zi Yin? Ia sudah menjadi Dewi Alam Burung, sedangkan para murid pewaris belum menjadi Dewi. Apakah mereka mampu?" Tanya Permaisuri Kaisar Langit kepada Pangeran pertama.
"Mungkin ada yang mampu, lagi pula Ibu sudah melihat kalau gadis ini memiliki bakat untuk menari."
Mengapa Pangeran pertama langsung terang-terangan memujiku seperti itu? Apakah ia sedang melibatkan aku dalam masalahnya saat ini?
"Baiklah kalian atur saja, tapi Ibu tidak ingin acara ulang tahun Ibu berantakan. Apakah kau mengerti maksud Ibu, anakku?" Tanyanya.
"Ya, aku mengerti Ibu."
Permaisuri Kaisar Langit langsung pergi dari kediaman Pangeran pertama, tapi mengapa ia menatap aku dengan tatapan yang sangat tajam?Ah apakah kali ini aku sungguh harus terlibat dalam sebuah masalah yang tidak berkaitan denganku? Kami berdua menunggu Pangeran ketiga kembali. Cukup lama menunggu, bahkan air teh didalam teko sampai habis, tapi ia tak kunjung datang. Sungguh membuat aku sangat khawatir!
Akhirnya ia datang lalu aku menyimak pembicaraan mereka tentang reaksi Dewa Phoenix 5 Elemen, bahkan ia berjanji kepada Pangeran ketiga akan merahasiakan semua ini. Kemudian mereka juga membahas kapan dibukanya pendaftaran untuk tarian pedang, terlihat Ji Que masuk kediaman Pangeran pertama bersama Wuxian dan ia langsung menangis histeris sangat kencang sambil memeluk aku "Kau kenapa gadis kecil? Siapa yang berani membuatmu sedih seperti ini? Siapa yang menindas mu?" Tanyaku sambil mengelus rambutnya dan menyeka air mata gadis kecil ini.
Ia berbicara sambil menangis membuat perkataannya tidak terdengar jelas "Hentikan tangisanmu, berbicaralah yang benar dan pelan."
"Kata para Dewa yang bertugas mencari Paman Guru. Mereka tidak menemukan keberadaan Guru dimana pun, bahkan jejaknya saja tidak ketemu sama sekali. Padahal Paman bilang tidak sampai tiga hari, ia pasti akan kembali ke alam langit namun sampai saat ini Paman tidak kembali atau terlihat sama sekali."
"Ti-Tidak mungkin, kau pasti berbohong kepadaku kan Ji Que? Apakah kau sungguh?" Tanyaku sambil mencoba untuk menahan tangis dihadapannya.
Guru tidak pernah mengingkari perkataannya selama ini, apa terjadi sesuatu? Tidak mungkin! Guru adalah Dewa Legendaris tidak mungkin ia dibunuh oleh roh iblis, aku harus berpikiran jernih.
__ADS_1