
Guru tersenyum dan mulai menjelaskannya kepada kami semua "Para penasehat Kaisar saat ini sedang fokus menangani lautan roh iblis yang berada dialam iblis."
Song Lan langsung terlihat khawatir dan ingin bertanya, tapi ia tidak bisa karena sesi pertanyaan telah ditutup.
"Jangan sedih Song Lan, mereka pasti akan baik-baik saja karena Kaisar telah mengutus seluruh penasehatnya untuk menangani alam iblis dan melindungi Kakakmu disana."
"Aku harus memastikan Kakakku yang saat ini sedang mengandung anak pertamanya pangeran, aku harus kembali," ucap Song Lan dengan pemikiran yang sangat kacau saat ini.
Aku langsung menarik tangan Song Lan dan berbisik kepadanya "Tenang, setelah kita menyelesaikan tugas. Aku akan menemanimu Song Lan untuk kembali ke alam iblis."
"Apakah kau berjanji Zhang Li?" tanya Song Lan dengan tatapan berharap dan sedikit tenang dari sebelumnya.
"Janji!" ucapku lalu aku dan Song Lan membuat perjanjian kelingking bersama.
"Janji... Janji, harus ditepati!
Jika ingkar kau akan jadi kotoran!'
Begitulah lagu untuk mengucapkan janji yang telah kami buat bersama. Setelah sarapan pagi, kami semua langsung berangkat dengan menggunakan ilmu teleport dan beberapa pakaian karena sepertinya kami akan bermalam dikota Gu ini. Setelah sampai di dunia fana Pangeran ketiga mencari penginapan mewah, agar kami bisa tidur disatu ruangan yang sama karena kami hanya berenam saja, tidak sebanyak kelompok kota Yun.
"Woaa besar juga tempat ini, tapi aku tidak menyangka manusia fana dapat membuat tempat mewah seindah tempat tinggal para Dewa hahaha!" Ucapan Da Liu tidak direspon oleh para Pangeran dan Pangeran kedua hanya menepuk bahu Da Liu, tapi aku juga tidak tahu harus menjawab apa.
Aku melihat keramaian dari jendela penginapan dan terlihat penjual permen yang dapat berbentuk sesuai keinginan kami, tapi aku malah teringat Pangeran pertama yang membelikan aku permen pada waktu itu "Kalian dapat menikmati suasana pasar terlebih dahulu karena aku mau mencari informasi tentang kuil Gu dan jangan sendirian saat keluar."
"Kau melarang kami sendian, tapi kau mencari informasi sendirian! Dasar aneh Pangeran ketiga."
Ucapan Da Liu membuat Pangeran ketiga melotot lalu menatap sinis dirinya "Aku berbeda denganmu Nona kecil, Da Liu!"
__ADS_1
Pangeran ketiga langsung menghilang dari hadapan kami "Sebelum petang kita harus sudah kembali kedalam penginapan agar Pangeran ketiga tidak perlu mencari kita lagi."
Kami semua hanya mengangguk lalu aku menggunakan cadar lagi agar tidak banyak yang mengenaliku disini dan kami berjalan mengikuti Da Liu saja karena ia belum terlalu dewasa dalam bertindak. Jadi, lebih baik kami mengalah dan mengikuti keinginannya saja "Teman-teman mengapa tempat itu dipenuhi banyak wanita cantik? Apakah kita tidak kesana saja?" tanya Da Liu dengan wajah penasaran.
"Itu rumah bordil untuk tempat berkumpulnya wanita jahat. Jadi, kau tidak perlu ke sana karena disana tidak ada yang menarik sama sekali!" ucap Pangeran kedua dengan menatap kami sambil mengerutkan alisnya, tapi aku juga penasaran dengan rumah bordil itu "Tian Yi, Song Lan, apakah benar disana tempat berkumpulnya wanita jahat? Kenapa didunia fana wanita jahat diperbolehkan berkumpul dan kenapa tidak dihukum saja?" tanyaku yang masih heran dengan peraturan didunia fana ini.
"Itu tempat pelacuran Zhang Li!" ucap Song Lan dengan menghela napas lalu saat kami melihat Da Liu ia sudah menarik Pangeran kedua diambang pintu rumah bordil dan Pangeran kedua mulai dikerumuni oleh para wanita yang berdiri disekitar pintu.
Saat kami menghampirinya wajah Da Liu berubah kesal karena para wanita hanya memperhatikan Pangeran kedua, Tian Yi, dan Song Lan saja. Mereka tidak memperhatikan kami berdua "Mengapa wanita disini tidak ramah kepada sesamanya? Apakah mereka pemilih dalam berteman?" tanya Da Liu yang masih terlihat kesal saat berjalan kedalam rumah bordil.
"Wanita dunia fana memang hanya tertarik kepada lelaki dan tidak tertarik dengan wanita Da Liu. Jadi, karena itu aku tidak mengijinkanmu kemari pasti kau akan kesal kepada mereka semua."
Pangeran kedua memesan makanan ringan dan teh untuk kami karena disini bertugas, bukan untuk bersenang-senang. Jadi, tidak akan meminum arak meskipun arak dunia fana tidak sekuat buatan Dewi Arak.
Pangeran kedua memesan wanita untuk memainkan alat musik tradisional dari China yaitu siter, tapi ia harus memainkan secara pribadi dihadapan kami sambil menemani kami menikmati makanan "Apakah rumah bordil lain ada yang berisi banyak pria tampan yang berdiri seperti wanita-wanita tadi?" tanya Da Liu yang membuat Pangeran kedua dan Tian Yi tersedak bersamaan.
Setelah wanita yang memainkan siter tersebut selesai, ia seperti ragu-ragu bertanya kepada kami "Apakah kalian pendatang baru dikota Gu?" tanya wanita ini yang mulai berani membuka pembicaraan dengan kami.
"Iya, ada apa Nona?" tanya Pangeran ketiga sambil menatapnya.
"Saat ditengah malam jangan berjalan sendirian karena ada roh iblis yang akan menculik kalian. Bahkan akan menjadi tumbal untuk kuil Gu yang sudah berubah menjadi sangat menyeramkan."
"Apakah kau bisa menceritakan kepada kami tentang kuil Gu? Karena kami tahu kuil Gu dahulu sangat indah, bahkan setiap manusia yang berdoa disana akan dikabulkan permintaannya oleh seorang Dewa yang menjaga kawasan ini."
"Kau benar Tuan, tapi aku tidak dapat bercerita disini karena terlalu ramai dan kebetulan aku anak dari penjaga kuil Gu."
"Baiklah ikut bersama kami ke penginapan kalau begitu, tapi tenanglah kami tidak akan berbuat apa-apa kepadamu."
__ADS_1
Wanita itu ijin kepada seorang wanita lalu ia mempersilakan kami berjalan duluan, tapi aku sedikit curiga kepadanya karena bagaimana ia tahu tentang roh iblis yang akan menumbalkan manusia dikota Gu?
Wanita ini mulai bercerita dihadapan kami semua "Aku adalah anak dari kedua orangtua yang sudah puluhan tahun menjaga kuil Gu dan membersihkannya, tapi suatu malam aku melihat sendiri roh iblis ini menghirup kedua orangtuaku sampai menjadi abu dan ia juga akan membunuhku, namun ia berubah pikiran dan menyuruh aku melaksanakan perintahnya 'Jika ada pendatang baru dirumah bordil tidak meminum arak maka kau harus membujuknya agar ia percaya kepada semua ucapanmu maka kau tidak akan mati mengenaskan seperti orangtuamu!' begitulah ucapan roh iblis ini. Aku mohon Dewa-Dewi balaskan dendam kedua orangtuaku agar mereka tenang."
"Apakah kau dapat dipercaya Nona?" ucap Tian Yi dengan penuh kecurigaan terhadapnya.
Aku langsung menotok aliran darah tubuhnya dan mengancamnya "Kami bukan Dewa Nona hahaha, tapi bisa-bisanya kau membohongi kami semua? Apakah kau ingin aku bunuh?" tanyaku sambil memasang wajah seperti akan membunuhnya.
Apakah kalian tahu? Manusia fana akan ketakutan jika diancam dengan membunuhnya meskipun mereka berkata 'tidak takut mati', tapi didalam hatinya tetap saja mereka sangat ketakutan jika mendapatkan ancaman seperti ini.
Kau pintar juga Zhang Li.
"Aku hanya mengikuti perintahmu Dewa Iblis, tapi tolong ampuni aku, suamiku, dan bayiku agar tetap hidup. Aku akan membunuh Dewa tersebut jika kau menginginkannya!" ucap wanita itu dengan sangat ketakutan dan mulai meneteskan air matanya secara perlahan.
"Baiklah kau tidak berbohong Nona, tapi apakah kau akan membunuh Dewa yang telah membantumu? Kau sungguh membuat aku sedih Nona!" ucapku sambil menghela napas dan melepaskan totokannya.
"Apakah kau tahu seluruh jalan yang berada dikuil Gu Nona?" tanya Tian Yi yang mencoba mencari tahu tentang lokasi letak kuil Gu sebenarnya. Ia langsung meminta kertas dan tinta lalu menggambar kotak-kotak, kemudian menuliskan setiap nama ruangan tersebut. Setelah itu, ia langsung menjelaskan semua kotak bernama ini agar kami paham maksud dari gambarnya.
Aku menghapus ingatan wanita ini agar ia melupakan roh iblis dan kami semua, tapi kami memberikan 30 keping emas sebagai ucapan terimakasih telah membantu kami menemukan informasi berharga untuk bekal kami nanti di kota Gu.
Pangeran kedua melihat perut wanita ini sudah sangat besar mungkin sekitar 7 bulan usianya, ia menyentuh perut wanita ini dan berkata "Aku memberi berkah anakmu agar saat dewasa dapat menjadi sangat pintar, bahkan akan membantu keluargamu tidak hidup susah lagi."
Kami hanya terkagum kepada Pangeran kedua yang sangat lembut terhadap wanita.
Hari sudah mulai petang, Pangeran pertama masih saja berdiam dikamar penginapan sendirian dan tidak ada yang berani mengganggunya "Apakah mereka semua akan kembali selamat? Semoga saja Tuhan disorgawi memberkati kalian ," Gumam Pangeran pertama yang terus memikirkan para Pangeran, terutama Zhang Li.
Pangeran pertama keluar dari kamar penginapan karena semua orang sudah menyebar sesuai rencana dan ia menunggu sosok iblis itu muncul.
__ADS_1
Sudah mulai petang. Jadi, kami semua memutuskan untuk memulai perjalanan kami dan menceritakan semua yang telah kami dapatkan dari wanita 30 keping emas itu kepada Pangeran ke-3. Begitu juga Pangeran ketiga yang telah menggali informasi dari rakyat yang tinggal disekitar kuil Gu. Apakah kalian siap?