
Dewa Bintang tidak dapat menutup mulutnya lagi karena ramalan bintang berubah dan semakin memburuk untuk Pangeran pertama.
Dewa Bintang langsung lapor secara pribadi kepada Pangeran pertama dikediamannya, karena terlihat sudah tidak dijaga ketat oleh pengawal pribadi utusan Permaisuri Kaisar "Apakah Pangeran pertama ada?" Tanyanya kepada Xai yang sedang berjaga didepan pintu.
"Ada didalam, silahkan masuk."
Dewa Bintang langsung masuk ke kediaman Pangeran pertama dan terlihat Pangeran sedang sibuk dengan sesuatu "Ada apa kemari pagi-pagi Dewa Bintang?" Tanya Pangeran pertama sambil menutup sebuah buku.
"Maaf Pangeran, apakah kemarin meninggalkan kantung sulaman hitam di kediamanku?" Tanyanya sambil berjalan semakin mendekat kearah Pangeran pertama.
"Apanya?" Tanya Pangeran bingung dan Dewa Bintang memberikan salam lalu berbicara didekat telinga Pangeran agar ia memasang pembatas emas yang tidak dapat ditembus oleh mantra apapun, bahkan Kaisar pun tidak bisa "Silahkan," Ucap Pangeran pertama setelah memasangnya.
Dewa Bintang bersujud karena merasa bersalah atas tindakannya.
"Maaf Pangeran, sebenarnya ramalan tidak sebagus seperti yang hamba ucapkan dipertemuan keluarga waktu itu. Hamba terpaksa Pangeran, tapi hamba memberanikan diri untuk memberi tahu Pangeran agar bisa mengambil tindakan tepat karena semua ini berkaitan dengan nyawa Pangeran pertama."
"Ah begitu hahaha. Kau tidak perlu khawatir karena jika aku mati masih ada Adikku yang dapat menjadi putra mahkota, tenanglah aku tidak mudah mati hahaha."
"Pangeran hamba mohon untuk tidak keluar dari rumah sampai nanti acara pernikahan selesai Pangeran pertama."
Pangeran menutupi rasa khawatir nya dengan tertawa dan tetap memasang ekspresi tenang "Hahaha apakah kau pikir aku menghendaki pernikahan konyol ini? Jika aku bisa tidak kembali untuk menikah, akan lebih baik. Sudahlah, lebih baik kau kembali sebelum pengawal pribadi Permaisuri datang."
Saat Pangeran pertama memasuki kediaman Ibunya, terlihat Ibu sedang berbicara sesuatu dengan Dewi Burung karena setelah aku memasuki pintu kediaman mereka langsung terdiam secara bersamaan dan berubah menjadi sedikit canggung "Ada apa Anakku kemari?" Tanya Ibu sambil tertawa bahagia menatapku.
"Apakah Ibu sedang merencanakan sesuatu?" Tanya Pangeran pertama dengan tatapan curiga.
"Apakah aku sejahat itu dimatamu Pangeran?" Tanya Dewi Burung sambil menangis lalu ia memberi salam dan meninggalkan kami berdua di ruangan ini.
Apakah ia sedang berpura-pura? Ah dasar wanita licik! Bagaimana bisa aku mencintai wanita seperti itu? Sungguh masa depan yang sangat buruk jika aku bersamanya.
"Kau keterlaluan! Kau harus minta maaf kepadanya sekarang juga!" Sentak Ibu lalu menyuruh aku menghampiri wanita ini, sekarang juga. Sial! Kenapa menjadi sangat dramatis begini.
"Ibu, aku tidak pernah meminta maaf kepada siapapun. Apakah Ibu melupakannya? Bahkan aku juga tidak pernah meminta maaf kepada Ibu," Ucap Pangeran pertama sambil tersenyum sinis.
Ibu terlihat menghela napas "Kalau begitu makanlah bersamanya nanti malam, agar ia tidak sedih dan bahagia anakku."
"Hahaha masih sempat saja Ibu mengkhawatirkannya, tapi Ibu tidak pernah mementingkan perasaanku selama ini. Apakah aku anak Ibu?" Tanya Pangeran pertama. Setelah itu ia langsung berdiri meninggalkan Ibunya, tapi saat diambang pintu ia berhenti "Aku terbiasa makan malam, saat bulan sudah muncul dengan sangat terang dimalam hari."
"Baiklah Anakku."
Karena hari ini sekolah libur untuk beristirahat, akhirnya kami membuat rencana untuk turun ke dunia fana menikmati lentera yang diterbangkan semua manusia agar harapannya dikabulkan oleh para Dewa "Baiklah kita berangkat, tapi apakah tidak masalah? Jika tidak mengajak Da Liu?" Tanyaku.
"Ah jangan ajak dia, Da Liu sungguh berisik dan menyebalkan!" Ucap Pangeran ketiga sambil memasang ekspresi kesal saat aku ingin mengajak Da Liu.
__ADS_1
"Apakah kalian tidak tahu? Ia kemarin menangis dengan sangat keras karena kalian sangat baik kepadanya dan sangat peduli dengannya lalu ia juga berjanji akan mentraktir kita semua jika selamat dari alam senjata tak terbatas. Jadi, apakah kalian masih memusuhinya? Kau Adik ketiga harus bisa memahami hati seorang wanita! Pantas saja kau tidak memiliki kekasih selama ribuan tahun ini."
Pangeran ketiga melotot menatap Pangeran kedua "Apakah kau sedang menghina aku? Namun kau salah, karena aku terlalu sempurna untuk dimiliki oleh seorang wanita biasa saja."
Pangeran kedua berdecak "Dasar kau! Terlalu percaya diri!" Terdengar Da Liu berteriak dengan keras menyapa kami semua "Hai teman-teman, apakah kalian siap untuk minum bersama aku? Malam hari ini?" Tanyanya.
Kami hanya mengangguk saja agar ia tidak terlalu berisik lalu Song Lan menggandeng paksa Pangeran ketiga untuk tetap ikut bersama kami "Apakah aku juga diajak?" Tanya Pangeran pertama diambang pintu rumah lembah langit.
"Tentu saja boleh," Ucap Da Liu sambil menggandeng tangan Pangeran kedua dan berjalan dengan sangat ceria.
Padahal Ibunya masih terkurung dirumah pemurnian, tapi ia sangat bahagia disini hahaha dasar Da Liu sungguh sangat polos.
Kami langsung teleport disebuah gang kecil yang sepi dan merubah pakaian kami, tapi saat pakaian kami berubah ada seorang anak kecil melihat kami semua dan terkejut. Pangeran ketiga terlihat seperti ingin membunuh anak ini, tapi aku melarangnya dan mendekatinya "Apakah kau percaya Dewa dan Dewi?" Tanyaku.
"Tentu saja, aku selalu berdoa untuk meminta Dewa atau Dewi memberikan uang kepada ku yang sangat banyak, agar aku dapat membantu orang tuaku membayar hutang dan tidak dipukuli lagi."
Aku menyentuh dahi anak ini dan mengeluarkan ingatannya tadi lalu menggantinya "Saat kau terbangun dari mimpi indahmu bertemu banyak Dewa dan Dewi, kau akan menemukan 25 keping emasĀ dibawah bantalmu lalu kau tidak boleh menceritakannya kepada semua orang karena kau sudah berjanji kepada kami. Pulang dan tidurlah, semoga mimpi indah."
"Woaaaa Zhang Li kau sangat hebat, tapi bisakah kau mengajarkan aku trik hebatmu?" Tanyanya sambil bertepuk tangan karena melihat kehebatanku.
"Pangeran kedua yang mengajari aku jurus itu Da Liu. Jadi, bertanyalah saja kepadanya!" Aku langsung pergi menjauh dari Pangeran kedua dan Da Liu hahaha lalu Pangeran pertama menyusul aku "Apakah kau tidak ingin memberikan kepingan emas juga kepada aku?" Tanyanya.
"Apakah kau sedang bercanda? Aku saja minta kepadamu! Lagi pula kau sudah kaya. Jadi, kau yang harus mentraktir aku sekarang."
Pangeran pertama mengangguk "Apakah aku boleh membeli dua permen berbentuk naga yang sangat cantik?" Tanyaku kepada penjual permen ini.
"Tentu saja Nona, tapi tunggulah sebentar aku akan membuatkan yang baru dengan sangat cantik untuk pasangan yang serasi."
"Apakah kami terlihat seperti pasangan yang sangat serasi Paman?" Tanyaku.
"Tentu saja. Semoga saja doa lampion kalian pada malam hari ini akan dikabulkan oleh para Dewa," Ucap lelaki paru baya itu sambil membuatkan satu permen naga untuk Pangeran pertama karena aku sudah memakannya duluan.
Song Lan menjemput kami, agar bergabung makan bersama dikedai karena Da Liu tidak akan memulai makan jika kami tidak hadir "Anggaplah Dewa mendengarkan doamu dilampion kemarin malam," Ucap Pangeran sambil tersenyum dan memberikan 25 keping emas untuk pedagang tersebut.
Padahal sebenarnya harga permen ini hanya dua perak untuk dua permen. Aku hari ini sangat beruntung karena awalnya aku ingin meneraktir kelompok kami dengan uang pemberian Kaisar dan Pangeran pertama, tapi Da Liu mentraktir kami hahaha baguslah uangku aman "Kau harus mentraktir aku lampion malam ini agar doaku didengarkan oleh Dewa Naga Malam," Bisik Pangeran pertama tepat di telingaku saat kami sedang menikmati makan.
Pangeran kedua memasang perisai air agar manusia di kedai ini tidak mendengarkan percakapan kami.
Kami saling bercerita tentang kejadian dialam senjata tak terbatas selama dua hari kepada Pangeran pertama, kedua, ketiga dan Da Liu. Aku dan Song Lan menceritakannya secara bergantian sesuai apa yang terjadi saat kami terpisah sebentar.
Da Liu mulai mabuk dengan lima cangkir arak buatan manusia hahaha, tapi ia sangat berbahaya saat mabuk karena Da Liu menggunakan kekuatan spiritualnya untuk menghancurkan perisai air buatan Pangeran kedua lalu ia berbicara sangat membahayakan "... Sedikit lagi aku akan menjadi Dewi yang sangat kuat hahaha aku akan menjadi sempurna."
Manusia yang sedang dikedai menatap Da Liu ketakutan dan aku langsung mencairkan suasana "Wanita ini memang pandai kungfu Tuan-tuan, karena itulah ia ingin menjadi seorang Dewi agar dapat menolong seluruh rakyat dikota ini."
__ADS_1
"Wah sangat bagus dikota kami ada seorang Nona yang pandai kungfu hahaha, kami kira kalian menggunakan ilmu ajaran iblis seperti pemuda dikota Gu."
"Ah tidak Tuan itu terlalu menakutkan, tapi bisa menguasai kungfu saja dapat membantu didalam kehidupan kami."
Pangeran pertama dijemput oleh Xai saat dikedai dan ia langsung pamit kepada kami semua karena seharusnya sekarang ia sudah ada dikediamannya untuk makan malam bersama Dewi Burung.
Apakah ia lupa berdoa dan menerbangkan lampion?
Apakah aku harus membawa dua lampion untuk diterbangkan bersamanya di alam langit?
Pangeran pertama memasuki kediamannya setelah berganti pakaian "Makanlah, aku hanya menemanimu makan seperti yang telah diperintahkan Ibuku."
"Pangeran makanlah sedikit," Ucap Dewi Burung seperti akan menyuapi Pangeran pertama, tapi tidak ditanggapi dan menepis tangannya. Pangeran pertama langsung mengambil lauk sendiri dan mengisi penuh mulutnya dengan makanan agar tidak diajak berbicara Dewi Burung, tapi setelah cukup banyak makan aku merasa sangat pusing.
"Pangeran mengapa kau sangat pucat? Apakah kau baik-baik saja?" Tanya Dewi Burung sambil sedikit tersenyum, aku melihatnya sekilas sebelum mataku benar-benar gelap.
Tian Yi terkejut karena ada seseorang memasuki kediaman Pangeran pertama dan Xai tidak terbangun dari tidurnya, tapi aku mencoba membangunkan Xai dan tidak bangun sama sekali.
Akhirnya, Tian Yi mencoba untuk mengintip seseorang itu dari pintu belakang rumah Pangeran pertama. Tian Yi sungguh terkejut karena Pangeran pertama terlihat ada dua diruangan yang sama dan yang satunya tertidur pulas dikursi membaca lalu satunya sedang bercumbu mesra dengan Dewi Burung ditempat tidurnya.
Apakah pantas aku melihatnya?
Ah sudahlah, aku tunggu saja diatas pohon kediaman Pangeran pertama sampai Pangeran pertama yang palsu keluar dari kediaman Pangeran.
Saat aku mencoba mengejar sosok lelaki serba hitam ini, ia berubah menjadi seekor burung rajawali yang sangat besar lalu terbang dengan cepat sampai aku tidak dapat mengejarnya. Ia menghilang pada saat dihutan belantara!
Aku kembali memeriksa Pangeran dan Dewi Burung, tapi sekarang terlihat Pangeran pertama tertidur pulas disamping Dewi Burung dengan dada telanjang. Sedangkan, Dewi burung terlihat memakai pakaian hanya menggunakan dalaman saja.
Siapa ia sebenarnya? Mengapa melakukan hal seperti ini dengan sangat mudah di alam langit? Siapa yang berkerja sama dengannya untuk merencanakan semua ini dengan sangat mulus?
Waktu pagi Pangeran pertama bangun dengan kepala yang masih terasa sakit, tapi tidak tahu apa penyebabnya dan ia sangat terkejut karena melihat dirinya tertidur dengan dada telanjang, padahal selama ribuan tahun ia tidak pernah tidur dengan pakaian terbuka. Saat Pangeran pertama selesai mandi dan memakai pakaian, tapi tiba-tiba Permaisuri Kaisar datang bersama Dewi Burung yang sedang menangis disampingnya.
"Kau tidur bersama Dewi Burung semalam? Mengapa tidak menahannya setelah menikah dahulu Pangeran? Dewa Bintang kau harus mempercepat pernikahan ini dan Jika perlu dua hari lagi, buatlah pesta ini dengan sangat mewah hahaha."
Apa? Aku tidak salah dengar?Tidur bersama Dewi Burung?
Apakah mereka Gila? Mana mungkin aku dapat bernafsu dengan wanita licik sepertinya!
Tapi semalam aku pusing karena mabuk dan tadi pagi juga aku tidur dengan bertelanjang dada.
Apakah benar aku meniduri wanita licik ini? Ah mengapa aku tidak mengingat kejadian semalam, Sialan!
Meskipun aku mabuk, kenapa aku meniduri Dewi Burung? Kenapa tidak Zhang Li saja? Apakah sungguh aku melakukan hal ini?
__ADS_1