
Robby cukup terkejut dengan penuturan sang ibu yang mengatakan Anita ada di sana. Lebih terkejut lagi ketika Anita benar-benar keluar dari kamar mandi. Dia langsung bingung harus bersikap seperti apa. Sedangkan Anita, wanita cantik itu justru melempar senyum lebarnya pada Robby.
"Mas Robby udah bangun?" tanya Anita basa-basi.
"Em, iya. Kamu, kok, di sini?" tanya Robby dengan perasaan yang semakin aneh, dia merasa risih saat ada orang lain yang tiba-tiba berada di rumahnya tanpa memberinya kabar lebih dulu.
"Eh, iya, Mas. Tadi Anita kangen sama ibu. Makanya main ke sini," balas Anita seraya tersenyum malu-malu.
"Oh," jawab Robby singkat.
"Em. Mas Robby mau mandi?" tanyanya pada si pria ketika pria itu bersikap datar padanya.
"Iya," jawab Robby lagi.
"Ya sudah, Mas. Silahkan," ucapnya yang langsung berjalan mendekati Mariana.
Robby yang malas membuang waktu percuma memilih untuk masuk ke kamar mandi. Dia sudah sangat ingin membersihkan dirinya dengan air dingin yang menyegarkan.
__ADS_1
Sementara itu, Anita duduk di ruang makan bersama Mariana. Wanita tua itu meminta Anita untuk makan malam bersamanya. Permintaan Mariana tentu saja bagaikan angin segar untuk Anita. Wanita cantik dengan penampilan feminim itu merasa lega karena diterima dengan baik oleh keluarga Robby.
"Bu, memangnya tidak apa-apa kalau Anita ikut makan malam di sini?" tanya Anita basa-basi, dia berlagak seperti seorang yang tidak enak hati. Padahal, hatinya kini sedang berbunga-bunga.
"Tidak apa-apa, Nak. Lagi pula kamu juga ikut masak, 'kan? Jadi lebih baik kita makan bersama."
Anita mengangguk setuju, hatinya semakin girang bukan kepalang saat Mariana terlihat begitu menyayanginya. Meski sebenarnya, wanita tua itu memang selalu bersikap baik pada siapapun.
Tidak berselang lama Robby pun keluar dari kamar mandi. Laki-laki berotot itu melenggang pergi dari dapur, melewati Mariana dan Anita yang tengah menunggunya di sana.
Robby menghentikan langkahnya, lalu menatap sang ibu, kemudian beralih pada menu masakan di meja. Semua yang ada di sana merupakan makanan kesukaannya.
"Robby ganti baju dulu, Bu. Masa makan cuma pakai handuk," elak Robby.
"Ya sudah. Ibu tunggu di sini," balas Mariana yang hanya ditanggapi Robby dengan anggukan kepala.
"Bu, Mas Robby seperti ingin menghindari Anita, yah," ucap Anita tiba-tiba, dia sangat merasakan bagaimana dinginnya sikap Robby sekarang.
__ADS_1
"Ini pasti karena Robby kembali terjebak dengan cinta masa lalunya," batin Mariana yang sudah memergoki sendiri foto mantan menantunya itu terpajang di ponsel sang putra.
Mariana tersenyum tipis pada Anita, kemudian mengelus lengan Anita yang terlihat kecewa. Meski belum ada pernyataan jelas, wanita tua itu sangat paham bahwa wanita di sampingnya ini memiliki perasaan khusus pada Robby.
"Bukan gitu, Nak. Paling Robby sedang capek," ucapnya berusaha memberi pengertian Anita.
Anita mengangguk kecil, meski raut wajahnya tidak bisa menyembunyikan rasa kecewa atas sikap dingin Robby. "Bu, boleh Anita tanya sesuatu?"
"Tanya apa, Nak?"
"Sebelumnya Anita minta maaf, mungkin Anita lancang. Tapi Anita pengen denger sendiri cerita yang sebenarnya dari ibu," balas Anita yang langsung membuat Mariana mengerutkan keningnya.
"Memangnya kamu mau tahu apa, Nak?" tanya Mariana penasaran.
"Apakah benar, mantan istri Mas Robby berselingkuh. Masalah itu yang menyebabkan mereka bercerai?" tanya Anita seraya memandang Mariana penuh harap, dia sangat berharap ibu kandung Robby Sudi untuk bercerita padanya.
"Kamu tahu dari mana, Mbak Anita? Dari Mbak Tania, yah?" tanya Robby yang tiba-tiba muncul dari belakang.
__ADS_1