Anakku Bukan Anak Suamiku

Anakku Bukan Anak Suamiku
Niat jahat Tania


__ADS_3

Sejak hari itu, Alam kerap kali diajak jalan-jalan oleh Robby saat hari libur. Hubungan antara Alam dan Robby pun semakin hangat. Zarina pun tidak bisa melarang hal itu, sebab Robby sendiri lah yang meminta izin untuk mengajak Alam refreshing. 


Seperti hari ini, Robby dan Alam, serta Zarina sedang menghabiskan waktu liburan bersama di sebuah kebun binatang ternama di kota itu. Robby dengan senang hati menggendong Alam saat bocah itu mengeluh lelah. 


"Alam, turun, Sayang. Kasihan Om Robby, kamu sudah berat," tegur Zarina saat sang putra telah lama menempel di punggung Robby. 


"Tidak apa-apa, Rin. Aku enggak keberatan, kok! Lagian Alam sama Sekarung semen juga masih lebih berat semen," sahut Robby dengan senyum cerahnya. 


"Nah, kan, Ma. Om Robby aja enggak keberatan, loh!" seru Alam gembira. 


Zarina hanya menggelengkan kepala saat melihat tingkah kedua laki-laki berbeda generasi itu. Dia tidak dapat mencegah ataupun melarang mereka yang semakin hari semakin dekat. 


Mereka mengelilingi kebun binatang itu dengan perasaan bahagia. Tidak terlihat sedikitpun bahwa mereka bukanlah keluarga. Jika dilihat oleh orang, mereka lebih mirip dengan keluarga bahagia. Seorang ayah yang begitu menyayangi anaknya, dan si ibu yang setia mengikuti kedua laki-laki tercintanya ke mana saja. 

__ADS_1


Kedekatan Zarina, Alam, serta Robby kini mulai terendus oleh Tania.  Wanita yang merupakan kakak kandung Robby itu dengan sengaja mengikuti sang adik dari rumah. 


Amarahnya membuncah saat melihat sang adik ternyata menemui mantan istrinya yang dulu sudah berkhianat. Dari sinilah niat buruk Tania muncul. Wanita dewasa itu mulai mencari tahu tentang selingkuhan Zarina dulu. 


"Aku enggak bisa gitu aja biarin mereka hidup bersama lagi. Rina enggak pantas buat Robby. Robby hanya pantas jika bersama Anita," ucapnya berapi-api. 


Pada saat itulah Tania mulai menggali informasi melalui sosial media mantan adik iparnya. Kegigihannya berbuah manis saat dia melihat sebuah postingan mencurigakan Zarina yang dikomentari oleh seorang pria asing. 


Kecurigaan Tania semakin menjadi saat melihat ada sebuah komentar dengan emoticon peluk dan cium. Demi menjawab rasa curiganya, Tania menekan profil seseorang tersebut, kemudian mengirimkan pesan padanya. 


Tidak berselang lama, sebuah pesan balasan masuk ke akun sosial media Tania. "Iya, kenal, kenapa?" 


"Oh. Kalau boleh tahu. Kamu teman Zarha saat sekolah?" Tania sengaja berbasa-basi untuk memancing orang yang dicurigai sebagai selingkuhan adik iparnya itu. 

__ADS_1


"Bukan teman sekolah. Aku mantan pacarnya enam tahun yang lalu." Pesan balasan ini berhasil membuat Tania membulatkan matanya. 


"Bagus, jadi kecurigaanku tidak salah. Dia memang selingkuhan Rina saat menikah dengan Robby," gumamnya disertai senyum licik. 


Tania kembali mengetikkan sebuah pesan yang mungkin akan mengejutkan laki-laki di seberang sana. Namun, itulah niat Tania, dia ingin laki-laki itu tahu tentang identitas Alam yang sebenarnya. 


"Oh. Kalian kenapa putus? Apa karena Zahra hamil?" 


"Ha, jadi Zarha memutuskan aku karena dia hamil anak suaminya?" Laki-laki itu tanpa rasa malu seperti sedang menegaskan bahwa dia adalah seorang selingkuhan wanita bersuami. 


"Loh! Kamu enggak tahu kalau Zahra mengandung anak haram?" 


"Anak haram, maksud kamu?" Balasan itu berhasil membuat Tania tersenyum senang. Umpannya telah dimakan oleh target. 

__ADS_1


"Anak Zahra bukan Anak suaminya. Makanya aku menghubungi kamu untuk memastikan apakah kamu ayah kandung dari anak Zahra?" Setelah mengirim pesan tersebut, Tania tertawa licik. Dia merasa menang karena sudah mendapatkan kartu as kekalahan untuk Zarina. 


"Kamu lihat saja, Rin. Kamu dengan liciknya ingin membodohi adikku. Terimalah kelicikanku yang lebih mengerikan," gumam Tania dengan tawa jahatnya. 


__ADS_2