
Mampir ke novel terbaru aku, yuk! Judulnya Dikira Mandul Ternyata Subur.
"Mas, mau ke mana?" tanya Diana sambil terus berusaha menyamakan langkah dengan suaminya.
__ADS_1
"Kerja!" Hengki menjawab dengan suara kesal. Dia bahkan enggan menatap wajah polos sang istri.
"Tapi … kamu belum sarapan, Mas," ucap Diana masih terus mengikuti sang suami yang kini telah sampai di pintu depan rumah.
__ADS_1
Hengki memegang gagang pintu, kemudian menatap Diana yang juga ikut menghentikan langkahnya. "Aku muak dengan suasana rumah ini, Dian. Aku muak dengan semua tingkah kamu yang semakin hari semakin membuatku kesal."
"Salah kamu banyak, Dian! Salah satunya adalah kamu … tidak bisa memberiku keturunan." Hengki dengan tega mengucapkan kata-kata menyakitkan itu.
__ADS_1
Diana terdiam meski hatinya merasakan sesak
__ADS_1