
Ayana bingung tiba tiba William menyebutkan kata cantik dari mulutnya dan menarik badan nya ke dalam pelukan nya, Ayana memberontak tapi William memeluk nya dengan erat.
"Lepasin gue apaan sih lu, lepasin gak!" memukul punggung William.
"Tolong kasih gue waktu 1 menit aja buat peluk lu, tolong gue kangen." meneteskan air mata.
Ayana terasa ada air yang jatuh dan mengenai leher nya.
:(:(:(:(:()
"Lah lu kenapa, lu nangis?" Tanya Ayana.
William hanya menganggukkan kepalanya dan semakin erat memeluk Ayana, Ayana pun membiarkan William memeluknya dan membalas pelukannya dengan memegang punggung William dan menepuk dengan pelan, tapi di situ juga Ayana bingung kenapa tiba tiba orang yang begitu sombong ini nangis di depannya bahkan di pelukannya.
__ADS_1
William pun berhenti menangis dan melepaskan pelukannya, yang sudah membuat Ayana cape karena pelukannya sangat erat dan membuat baju Ayana basah karena tangisan nya.
"Lu sebenernya kenapa sih, tiba tiba narik gue peluk gue juga lagi gak sopan banget?" tanya Ayana.
"Gak papa hanya keingat kejadian dulu aja, lu khawatir ya sama gue dan akhirnya gue bisa bicara lama sama lu juga wkwk." William dengan kepedeannya.
"Hah siapa yang khawatirin lu gak penting menurut gue, gue bukan siapa siapa lu, gue juga baru kenal sama lu harusnya tuh lu bilang makasih sama gue karna gue udah izinin lu buat peluk gue, ini juga pelukan pertama gue dan elu malah yang gue peluk nyesel gue." membuang muka.
"Gue gak salah denger nih lu baru pertama kali di peluk sama laki laki, lah kalau begitu seharusnya lu seneng dong bisa di peluk sama gue, gue kan paling tertampan di sini dan gue juga punya semuanya." memegang pundak Ayana.
"Nanti balas pesan gue, kalau gak di balas inget kata kata gue yang tadi." meneriaki Ayana.
Ayana yang belum jauh meninggalkan William, mendengar teriakan William yang terdengar sampai ke kuping nya.
__ADS_1
"Ih kenapa gue harus ketemu sama orang kayak gitu coba." Ujar Ayana.
"Mirip sekali dengan kamu." kata William dan tersenyum.
Ayana pergi ke kelas dan William pun sama dan saat William bersama Ayana bicara ada yang tidak sengaja mendengarkan pembicaraan nya yaitu Anna.
"Oh gue tau karna itu William terus saja mengejarnya, iya sih sama banget sikapnya dengan mantan pacarnya William yang sudah meninggal itu tapi kali ini gue gak mau kalah dari Ayana, gue harus dapetin William duluan." senyum sinis.
Ayana, Lina, dan Ayra sudah mendapatkan pekerjaan di tempat yang berbeda beda, sementara Umni belum mendapatkan pekerjaan, karna ada saja kriteria yang tidak di miliki oleh Umni akhirnya Umni pun di tolak di mana mana.
Ayana kerja di perusahaan sebagai pelayan yang mengantarkan kopi ke ruang ruang kantor dan untuk karyawan juga, sementara Ayra dan Lina kerja di cafe yang berbeda walaupun pekerjaan mereka biasa saja, mereka tetap semangat.
Ini hari pertama Ayana dan yang lain bekerja mereka harus membiasakan sepulang kuliah mereka langsung pergi ke tempat mereka bekerja.
__ADS_1
Sesampainya Ayana di perusahaan, Ayana langsung mengganti pakaian nya dan mulai menyiapkan kopi untuk para karyawan.
Dan ada salah satu karyawan yang menyuruhnya utuk membuatkan kopi untuk anak Presdir, Ayana pun membuatnya dan langsung mengantarnya saat ia datang di ruangan tersebut, Ayana terkejut karna anak Presdir itu adalah Anna, Anna yang sangat membencinya itu adalah bos Ayana.