
Awan yang sangat biru di langit, suasana yang sangat tenang Ayana yang melihat kearah jendela melipatkan tangan nya.
"Coba saja hidupku secerah langit dan setenang awan."
Di Perusahaan Caldwell.
Dengan rambut yang lumayan panjang, memakai jas hitam dengan tubuhnya yang tinggi, alisnya yang tebal bibirnya yang seksi sungguh membuat para wanita tergoda dengan ketampanannya, William turun dari mobil nya.
"Selamat Pagi Pak." ujar seluruh karyawan setelah William melewati ruangan.
"Oke sekarang Franklin kita akan mengadakan rapat dengan siapa?"
"Kemarin kita baru menjalin kerja sama dengan Hotel Fivestar, dan minggu depan kita akan rapat bersama."
"Hotel yang sangat bagus untuk di ajak kerja sama dengan perusahaan kita, okelah kita setujui untuk rapatnya, tentukan tanggalnya dan beritahu gue nanti oke."
Tak...tak...Franklin meninggalkan ruangan William, beberapa puluh menit kemudian Franklin memasuki ruangan William lagi dan memberikan kertas berisi informasi tentang Ayana yang sudah lama meninggalkan William begitu saja.
"Udah deh lu cari informasi tentang Ayana nya, gak akan ketemu gue cape nih cari lagi lagi lagi."
"Lu sahabat gue atau gak sih!" mata yang melihat sinis Franklin.
__ADS_1
"Ya kan gue cuman jujur, dari pada lu punya sahabat yang muna-munafik haha!" dengan mulut nya yang terus mendumel.
William dengan mata terbukanya dan mulut yang memajukan kedepan melihat kelakuan Franklin yang merasa risih.
Hotel Fivestar.
"Keviynnnneee...Kenapa panggil gue?" duduk di depan Kevin.
"Minggu depan kita ada rapat dengan Perusahaan Caldwell untuk membicarakan kerjasama yang penting, jadi gue minta lu yang persentasikan tentang Hotel kita saat rapat nya."
"Gak mau!" menggelengkan kepalanya, mengambil secangkir teh dan duduk menjahui Kevin.
"Kalau gak gue yang menulis tentang informasi Hotel secara detail dan gue buat lebih unik, tapi yang persentasiin nya jangan gue."
Ayana berpikir siapa karyawan yang cocok untuk menggantikannya, karena kemungkinan dia tidak akan ingin hadir di rapat ini, karena pemimpin perusahaan itu William.
"Gue suruh Tiara aja ya, dia juga bagus kok jujur lagi orangnya, baik lagi ya gak Kevinnnn..., dan lu juga udah lama banget tau tentang hubungan gue sama perusahaan itu kan, jadi gue gak bisa ya Kevin." memainkan rambut Kevin dan menahan ketawanya.
"Yaudah ah, terserah lu aja."
Tak..tok...tok...Ayana keluar dari ruangan Kevin dan menuju ruangan nya, menghitung hari demi hari demi melupakan William tapi pada akhirnya pun ia tidak bisa melupakannya, apalagi perusahaan nya sangat berpengaruh di negara ini.
__ADS_1
Ia setiap hari menulis di buku hariannya dengan kata...
"Lupain dong ahkk."
Pertanyaan sesaat!
"Di saat perempuan sudah memiliki laki laki yang sangat sangat ia cintai, apakah bisa perempuan itu dalam sekejap melupakannya?"
"Hallo Ay, lu pulang jam berapa kira kira?" dalam telefon.
"Jam 9 atau 10 han sih, emang nya kenapa?"
"Gak papa, gue pulang jam 9 lan nanti, kalau bisa pulang jam segitu juga kita janjian ketemu di restoran buat makan malam, mau?"
"Yaudah nanti gue kasih tau lagi oke."
"Jangan lupa sekalian bilang ke Lina, usahain bisa lowh."
"Sipp Aya."
Jangan lupa like komen dan vote nya ya makasih.
__ADS_1
Follow my IG : ierdinu, im follback.
My Youtube : DDAHAE.