
Elisa membuka pintu dengan membawa cangkir cangkir yang berisi teh, William dan yang lain langsung diam dengan keringat dinginnya.
"Kenapa?" dengan polos nya Elisa bertanya
"Ti..tidak apa apa, sini duduk di samping Liam."
Elisa tersenyum kepada William, dan duduk di sampingnya sambil menceritakan kehidupannya selama ini, dengan tangan yang membantunya bercerita, bibir yang sangat bersemangat untuk bercerita dan wajah yang sangat polos itu yang membuat William teringat kembali dengan Elisa yang dulu dia cintai.
"Begitu deh, Lisa akhirnya bisa bertemu lagi dengan Liam hehe."
Semuanya menghabiskan waktunya dengan banyak bercerita dan bermain, mereka tampak seperti keluarga sempurna dan bahagia, Ayana yang mengintip dan duduk kembali, meletakkan tangannya dan menurunkan kepalanya di meja sambil cemberut.
"Kenapa, cemberut gitu?"
"Ah, William jangan seperti itu lagi bikit kaget aja."
"Ahhh, iya iya janji deh."
"Gue ada yang mau bicarain sama lu, sini sini ikut gue." menyuruh dengan tangannya.
__ADS_1
William mengikutinya saja, dan tiba di sebuah taman kecil di kantor, yang hanya di ketahui oleh William dan Ayana. Ayana memasukkan tangannya ke dalam jaket nya dan menatap William dengan mata yang sangat kesal.
"Kenapa kamu itu?"
"Kamu, kamu! gak usah sok akrab deh, gue ajak lu ke sini karena gue mau berhenti kerja dari perusahaan lu."
William diam dengan wajah datarnya, menatap Ayana yang langsung menundukkan kepalanya setelah berbicara itu, Ayana mengangkat kepalanya dan berbicara lagi.
"Jawab ih Will, gue mau keluar dari perusahaan ya."
William tertawa dengan terbahak bahak, karena lucu melihat Ayana yang badan ya gemetar. William menganggap itu hanya candaan yang di buat buat oleh Ayana.
"Benar lu mau berhenti kerja dari sini?"
"Lah lu bener mau berhenti kerja?,kenapa?, apa lu marah sama gue? atau gimana."
Ayana terdiam dan melepaskan tangan William, mengangkat kepalanya menarik nafas yang dalam dan menguatkan diri.
" Iya, gue mau kerja di kafe aja."
__ADS_1
"Kenapa, apa lu marah karena Lisa kembali, lu keganggu?"
Ayana menggelengkan kepalanya, dan memegang kedua tangan William menatap mata William dengan senyuman tulusnya.
"Bukan karena itu, ini karena urusan pribadi. Jadi hari ini gue resmi keluar ya dari perusahaan lu, dan lu harus jadiin Elisa sebagai sekretaris lu yang baru oke ini pesan gue."
William memeluk Ayana dengan sangat erat, William mengangis di pundak Ayana, Ayana sebaliknya ia manahan air matanya.
"Udah jangan nangis, lemah banget jadi laki laki lagi pula kita kan gak punya hubungan apa apa, jadi kenapa harus sesedih ini sih, lebay deh."
William tidak mendengarkannya, dan tertidur di atas paha Ayana di taman kecilnya, Ayana mengelus kepala William dan meminta maaf, meneteskan air matanya dan perlahan lahan meninggalkan William, sebelum ia meninggalkan William.
Ayana menutupi badan William dengan selimut supaya tidak kedinginan, Ayana mencium kening nya dan membereskan barang barangya di ruangannya.
"Maaf ya William."
Ayana meninggalkan kantor dan melewati hari demi hari di kampus tanpa William, karena William berhenti kuliah dan meneruskan bisnis nya yang sudah sukses besar dan terkenal di berbagai negara.
5 tahun kemudian.
__ADS_1
Ayana dan sahabatnya lulus kuliah, dan mereka semua di terima di tempat pekerjaan yang bagus.
Maaf yang jarang upload, abisnya saya banyak praktek sama tugas sekolah.