
DI PAGI HARI NYA .
...
...
Ayana yang sudah terbangun ia merasa pusing dan tidak mengingat kejadian semalam, Ayra membawakan teh madu dan menjelaskan kejadian saat Ayana mabuk.
Ayana yang mendengar nya langsung malu sendiri atas perbuatan nya ke William, tapi dia pikir ia harus meminta maaf kepada William.
Sementara William ia sama tidak mengingat kejadian semalam, ia hanya merasa sedikit panas dan perih di bagian tangan nya.
Tapi berbeda Orang tua William tidak memberitahu kejadian semalam.
DI KAMPUS .
Sesampainya Ayana dan yang lain di kampus, Ayra dan Lina di panggil oleh Guru dan Ayana berjalan sendiri menuju kelas nya, William yang melihat Ayana langsung berlari mengejar Ayana.
"Hallooo Yana." ujar William sambil tersenyum, Ayana yang tau kejadian semalam langsung canggung dan merasa resah, ia akhirnya menarik baju William dan berniat meminta maaf kepada nya.
"Maaf atas kejadian semalam." sambil menundukkan kepalanya karena malu, William yang bingung kenapa Ayana meminta maaf kepadanya.
__ADS_1
"Maaf emang lu ada salah apa sama gue?"
"Kemarin malam gue mabuk dan gue olesin banyak odol ke tangan lu, tapi tapi ini gue tanpa sadar gue minta maaf udah lancang, kan lu juga mabuk tuh." ujar Ayana sambil bertingkah imut.
"Owhhh jadi lu yang buat tangan gue bau odol, dan tangan gue juga sedikit panas nih."
"Ya maaf elah, kan lu juga mabuk tuh." Ayana langsung jalan cepat menuju kelas, William yang tersenyum melihat tingkah Ayana yang malu.
SEPULANG KAMPUS .
William pulang terburu buru karena harus menghadiri acara tv dan langsung mengurusi kantor.
"Ini surat pengunduran gue, gue sekarang udah gak kerja lagi di sini."
"Ya bagus dehh jadi di kantor gue udah gak ada orang yang gak berguna kayak lu ini." sambil membuka surat pengunduran diri Ayana.
Tiba tiba ada yang masuk dan itu Umni yang ingin memberikan berkas berkas kepada Anna.
"Nih berkas yang lu minta, sebentar lagi gue ada acara di TV gue berangkat ya." tidak sama sekali melihat Ayana.
"Umni yang sopan dong, tuh ada sahabat lu ehh ehh lupa mantan sahabat lu lagi berdiri di depan gue, sapa dong."
__ADS_1
"Gak penting dan gak sudi, yaudah gue berangkat dulu ya Anna byeee."
"Yaudah kenapa masih di sini, sana keluar bisa bisa ruangan gue kotor lagi kalau ada lu." mengusir dengan jijik nya, Ayana langsung keluar dan menahan tangisannya dengan melihat ke arah atas supaya air matanya tidak jatuh.
Ia sadar, ia harus kuat dan jangan terus menerus menangis di hadapan Anna dan Umni.
Ayana langsung berangkat ke Kantor tempat ia kerja sekarang, sesampai nya disana ia takjub karena gedung nya yang sangat besar padahal ini cuman anak Perusahaan dari Perusahaan Caldwell, apalagi Perusahaan Caldwell nya pasti lebih besar lagi.
Ia mulai bekerja sebagai pengantar kopi kepada karyawan Kantor, sama seperti sebelumnya di Perusahaan Anna.
Tapi ia bahagia karena sudah tidak ada yang menindasnya lagi saat di Kantor.
William yang sudah menghadiri acara TV dengan sukses langsung pergi ke Perusahaan nya, sesampainya di Perusahaan ia langsung masuk ke Ruangan Presdir.
.
.
Jangan lupa like komen dan vote nya ya
makasih.
__ADS_1