
Setelah beberapa lama kemudian Dokter pun keluar dari ruangan Ayana di rawat.
"Gimana Dokter temen saya baik baik aja kan dokter?" tanya Lina dengan wajah cemasnya.
"Teman kalian baik baik saja, kan tadi saya sudah bilang sama temen yang tadi tungguin dia di sini jangan membahas yang membuat dia emosional, jadi hal ini jangan terus menerus terjadi." jawab Dokter.
"Baik Dokter makasih ya." ujar Ayra.
Mereka menunggu di ruang Ayana hingga Ayana sadar, dan di pagi hari nya Ayana sadar dan membangunkan Ayra dan Lina yang tertidur di sampingnya.
"Ayra bangun ini waktunya kalian pergi ke kampus." menggoyangkan badan Ayra.
Mereka pun bangun dari tidurnya.
"Kita libur dulu aja, nanti kalau gak ada kita lu sama siapa di sini." Lina memegang tangan Ayana.
"Udah gak papa gue di sini juga kan gak sendirian, di sini kan ada dokter sama perawat yang lain." ujar Ayana.
"Bener nih gak papa, gue takut lu kenapa kenapa lagi nanti." ujar Ayra dan mengelus kepala Ayana.
"Iya bener gak papa, nanti kalau gue kenapa kenapa, gue langsung telfon lu dah." tersenyum.
__ADS_1
"Ya udah kita pergi dulu ya, terus jangan lupa minum obat nya gue udah siapin di meja, jangan lupa telfon kira kalau lu kenapa napa oke dahhh Aya."meninggalkan Ayana.
Setelah mereka pergi Ayana mulai menangis lagi, teringat dengan kejadian antara dia dan Umni, padahal Umni sudah janji sama Ayana kalau dia gak akan tinggalin Ayana, tapi sekarang Umni malah percaya sama Anna yang baru di kenal nya.
DI KAMPUS
Saat Ayra dan Lina memasuki pintu masuk kampus, tiba tiba Umni menghampiri mereka .
Umni ingin memegang tangan Lina, tapi Lina menjahui tangannya dari Umni. Mereka pun melanjutkan jalan nya menuju kelas, tapi Umni tiba tiba menarik tangan Ayra. Ayra dengan kesal nya kepada Umni dia akhirnya menampar pipi Umni dengan kencang di depan banyak orang.
#Tamparan seorang sahabat kepada sahabatnya.
"Lu masih tanya gue kenapa tampar lu, lu gak sadar apa yang lu perbuat ke Ayana, lu tega bikin Ayana sampai jatuh sakit hah." Ayra memegang dagu Umni dengan kencang.
Umni melepaskan tangan Ayra dari dagu nya.
"Dia yang salah duluan, dia yang bohong sama gue duluan kenapa lu salahin gue?"
"Dia bohong sama lu demi kebaikan lu sendiri, dan lu gak malu apa sama sifat lu yang kayak gini sama Aya yang udah baik banget sama lu hah." Lina menunjuk Umni.
Sementara Ayra menangis di belakang badan Lina , dia tidak tahan dengan Umni yang sudah berubah dan melihat kondisi Ayana yang sakit .
__ADS_1
"Lu gak mikirin perasaan gue, lu lu cuman bisa nya mikiran Ayana aja, gue paling gak suka di bohongin." Umni meninggalkan Ayra dan Lina.
Sementara di teras pintu depan kampus ada Anna yang senang melihat mereka bertengkar.
"Gue bukan nya belain Aya tapi lu yang salah duluan, gue malu punya sahabat kayak lu." teriak Lina.
Mereka pun pergi ke kelas dan melanjutkan pelajaran kelas, dan William tiba tiba menanyakan kepada Ayra tentang Ayana.
*
*
*
*
*
*
VOTE , LIKE DAN KOMEN YA .
__ADS_1