
"Hmm, udah kalian fokus aja belajar terus kerja nanti kan dapet uang tuh dari gajian kalian, terus kalian kan bisa beli tiket konser nya nanti." duduk dengan tenang.
"Ihh gak sabar deh gue, lihat muka para idol gue wkwkwk." teriak Umni.
Mereka pun kembali pulang dan mempersiapkan untuk besok kuliah, oh iya mereka memasuki jurusan yang sama yaitu jurusan ekonomi, dan kelasnya pun sama di pagi harinya pun mereka bersiap siap untuk berangkat kuliah, sesampainya di kampus mereka memperkenalkan diri.
"Halo semuanya perkenalkan saya Ayana saya dari Indonesia, saya di kuliah di sini karena mendapatkan beasiswa semoga kita bisa berteman dengan baik." muka dingin Ayana dan seterusnya.
Tetapi selama pelajaran Ayana hanya menyendiri tidak bergabung dengan anak yang lain selalu seperti itu, menurut Ayana orang yang baru kita kenal itu belum tentu baik, mungkin aja mereka temenan sama kita cuman mau enak nya aja.
Bel istirahat pun tiba!
Mereka pergi ke kantin untuk makan siang, sementara ayana tidak ikut dia pergi ke perpustakaan untuk meminjam buku dan membacanya, saat Ayana ingin mengambil buku di arah lain juga ada yang mau mengambil buku yang sedang ayana lihat, sontak ahana langsung melihat siapa yang ingin mengambil buku ini juga.
Dia adalah laki laki, Ayana langsung melepaskan tangannya dari buku itu dan pergi begitu saja.
__ADS_1
"Tunggu jika anda ingin buku ini ambil saja saya tidak tahu kalau sudah ada yang mengambilnya." melihat Ayana.
Ayana menoleh.
"Ambil saja, saya sudah tidak perlu." Ayana langsung berjalan lagi menuju Kantin menyusul yang lain.
Ayana tidak tau kalau laki laki yang ia temui adalah William laki laki tertampan di kampus, dia juga adalah anak dari pemilik kampus terkenal di London, dia juga membintangi sebuah iklan terkenal di London, banyak wanita yang mengejarnya dan suka padanya karena banyak kelebihan dari dirinya.
William pun mengambil buku itu dan masuk ke dalam kelas, banyak yang memandangi dia selama di kelas, dan ternyata Ayana dan yang lain memiliki kelas yang sama dengan William, Ayana dan yang lain masuk dan duduk di belakang bangku William, ayana tidak menyadari kalau dia sekelas dengan William tetapi William menyadari nya.
"Ada apa ya melihat saya seperti itu?" Ayana melihat dengan sinis ke William.
"Masa anda lupa dengan gue, tadi yang bertemu di Perpustakaan inget gak." tanya William.
"No." Ayana membawa dengan singkat.
__ADS_1
"Jangan di dengarkan dia ini, jika benar ketemu pasti dia ingat, dia emang jutek orang nya apalagi dengan orang yang baru dikenal apalagi dengan orang asing." ujar Ayra.
"Owh, kalian apakah boleh kenalan?" tanya William.
"Boleh nama saya Ayra, ini Lina, ini Umni dan ini yang paling baik Ayana namanya." jawab Ayra.
Tiba tiba ada seorang perempuan yang dateng dengan sikap sombong nya dan bicara.
"Dengar dengar ya kalian semua ini, bisa kuliah di sini karena dapet beasiswa ya?" tanya Anna, anak pemilik perusahaan urutan kedua yang terkenal di London.
"Iya memang nya kenapa ya?" dengan mata sinis Lina.
"Gak papa sih, tapi kalian harus jaga martabat kalian di sini karena jarang jarang ada anak yang dapet beasiswa di kampus terkenal ini." Anna memainkan rambutnya.
"Jangan dengarkan omongannya." ucap William.
__ADS_1
"Kami pasti disini menjaga martabat kami, jadi jangan urusi hidup kami lagi." jawab Ayana.